Se connecterSaat aku hamil tiga bulan, suamiku menyuruhku menggantikan asistennya minum arak. "Fellyn itu masih muda, badannya lemah, nggak bisa minum. Apa salahnya kamu bantu sedikit?" Aku baru mau bilang kalau aku sudah mabuk, tetapi Andrew secara paksa menyelipkan satu teko arak ke tanganku. "Kamu kira aku nggak tahu toleransi alkoholmu? Sok manja apa sih? Habisin semua!" Sambil berbicara, dia menyanjung para klien di meja itu. "Istriku dulu bertarung sendirian di dunia bisnis. Andalannya ya toleransi alkoholnya ini. Dia nggak pernah tumbang! Kalian minum saja sama dia sampai puas!" Di telingaku langsung dipenuhi sorakan berniat jahat. Dalam pandanganku, Fellyn bersembunyi di belakang suamiku dengan takut-takut sambil terisak manja. "Bos, suasana di sini seram banget, aku mau pulang ...." Tanpa menunggu aku berbicara, Andrew membawanya pergi lebih dulu dengan penuh rasa sayang, meninggalkanku sendirian menghadapi sekelompok pria yang bau alkohol. Aku tersenyum pahit, mendongak dan menenggak habis arak di tanganku. Setelah menahan diri bertahun-tahun, yang kudapat justru penghinaan. Pernikahan ini lebih baik tidak dilanjutkan.
Voir plusSetelah itu, entah dari mana Andrew mendapatkan kabar, dia mulai mencariku setiap hari, bahkan mengadangku di parkiran."Istriku, kamu nggak boleh blokir kontakku. Kita belum resmi ambil akta cerai, semuanya masih bisa diperbaiki.""Kenapa kamu nggak bilang dari awal kalau kamu putri Keluarga Wijaya? Aku memang nggak setia padamu, tapi kamu juga menyembunyikan sesuatu dariku, jadi kita impas! Ke depannya kita jalani hidup dengan baik ya?"Mengingat bagaimana dulu dia membentakku di parkiran, sekarang posisi kami terbalik, aku hanya merasa itu menggelikan.Melihat wajahnya yang lesu dan jasnya yang kusut, aku tersenyum. "Andrew, sepertinya akhir-akhir ini bisnismu nggak bagus ya? Aku kira tanpa aku yang kamu anggap beban, kamu akan terbang lebih tinggi."Andrew tidak menyangka aku akan berkata seperti itu. Dia seketika terdiam, lalu memalingkan wajah dengan bersalah.Dulu banyak keputusan di perusahaan yang dia jalankan setelah bertanya kepadaku. Orang lain mungkin tidak tahu, tetapi di
Setelah kembali ke posisiku, aku justru terkejut menemukan bahwa semuanya jauh lebih cocok dari yang kubayangkan.Orang tuaku langsung mengumumkanku sebagai wakil presdir, sekaligus langsung masuk ke jajaran manajemen perusahaan, bahkan diberi saham.Awalnya kukira akan ada yang meragukan, tetapi setelah kakakku memperkenalkanku, tidak ada satu pun petinggi yang berwajah serius itu mengajukan keberatan.Kakakku berbisik di telingaku, "Orang-orang tua ini semua tahu keluarga kita sangat melindungi orang sendiri."Setelah menjabat itu, aku beradaptasi dengan sangat cepat. Dalam laporan panjang yang bertele-tele, aku bisa langsung menemukan inti masalah.Di lingkungan kerja yang kompleks, aku bisa dengan cepat melihat kelebihan dan kekurangan setiap orang, lalu membagi tugas dengan tepat.Dalam negosiasi bisnis, aku hanya menggunakan pertukaran kepentingan tanpa perlu duduk di meja minum.Dengan pengamatan tajam, aku dengan cepat menemukan titik keseimbangan yang memuaskan kedua belah pih
Setelah menandatangani perjanjian, tinggal menunggu masa tenang satu bulan lewat, aku sudah bisa mendapatkan akta cerai.Aku menghapus semua kontak Andrew dan menyerahkan semuanya kepada pengacara untuk ditangani.Saat pulang ke rumah, yang mengejutkanku adalah, ayah, ibu, dan kakakku tidak menyalahkanku, malah tidak ada yang menyinggung soal aku kabur dari rumah dulu karena keras kepala.Aku berbaring di kamarku sendiri, menyadari tata letak dan perabotnya masih sama seperti dulu, tidak ada yang berubah.Tiba-tiba aku merasa hatiku sangat tenang dan damai. Waktu kecil aku tidak mengerti orang tuaku di luar adalah pemimpin di dunia bisnis, tetapi di rumah justru penuh pertengkaran tanpa henti.Sampai aku SMP, karena masalah harta, mereka memilih hanya menjadi pasangan formalitas.Di belakang, masing-masing punya kekasih, cinta sudah lama tidak ada. Namun, kalau menyangkut kepentingan bersama, mereka tetap bersatu menghadapi orang luar.Sejak kecil aku tidak pernah merasakan kasih kelua
Setelah menelepon ke rumah, aku langsung mengurus prosedur keluar dari rumah sakit.Beberapa hari ini Andrew juga tidak datang, hanya mengirim telepon dan pesan. Namun, semuanya pun kuabaikan.Kalau bukan karena masih kurang satu surat perjanjian cerai, aku sudah lama memblokirnya sepenuhnya.Di hari aku keluar dari rumah sakit, Andrew datang. Tangan kirinya membawa termos makanan, tangan kanannya memegang seikat bunga lili, terlihat sangat berusaha menyenangkan.Namun, aku tidak menanggapinya, langsung menyerahkan surat perjanjian cerai yang sudah disusun pengacara kepadanya. "Kamu sudah datang, 'kan? Tandatangani saja."Andrew melirik surat itu, alisnya kembali berkerut. Melihatku sudah berkemas rapi dan ranjang rumah sakit juga sudah kosong, wajahnya langsung menjadi suram. "Siapa yang izinin kamu keluar? Kenapa nggak bilang padaku?"Melihat dia sengaja menghindari membicarakan perceraian, aku benar-benar kehilangan kesabaran. "Andrew, kamu punya hak apa untuk menuntutku? Tolong jan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.