Share

55. Kepergok?!

Penulis: Dre LA
last update Tanggal publikasi: 2026-06-24 23:34:49

Nyonya bSelin tidak bisa menjawab, itu karena mulutnya hanya bisa mengeluarkan desahan dan rintihan yang semakin tidak terkendali, dia merasakan sesuatu membangun di perutnya, panas, intens, seperti gelombang yang siap pecah.

"Bayu, aku... aku...!" Nyonya Selin merintih, tangannya mencengkeram pinggiran meja sampai kuku-kukunya palsunya patah.

"Ayo, Nyonya," desis Bayu, tangannya turun untuk mengusap kacang milik nyonya Selin dengan gerakan cepat dan teratur. "Aku ingin merasakanmu. Aku ingin
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   425.

    Suara kepanikan komandan satpam dari pengeras suara ponsel seketika membelah keheningan kabin mobil bak ganda milik Rendra. Arini mematung selama beberapa detik, mencerna kabar yang terdengar bagaikan petir di siang bolong tersebut. Sorot mata bulat sang nyonya perlahan berubah, dari sisa lelah pasca percintaan panas menjadi kilatan dingin yang teramat tajam. "Diarak ke pos depan rumah saya?" tanya Arini dengan nada suara datar tanpa sedikit pun getaran panik. "Benar, Bu Arini!" sahut komandan satpam dengan napas tersengal di seberang telepon. "Warga kampung memergoki Pak Danang dan perempuan itu di ranjang tanpa busana! Ketua RW kampung ujung menuntut pertanggungjawaban di depan warga komplek!" "Biarkan mereka masuk ke pelataran depan rumah saya, Pak Satpam," titah Arini dingin dan lugas. "Tapi, Bu... ini bakal jadi tontonan warga satu komplek—" "Buka gerbangnya sekarang," potong Arini tanpa ragu. "Saya sedang dalam perjalanan pulang." Panggilan telepon diputus seketika oleh

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   424.

    Getaran panjang di layar ponsel Arini terus berlanjut tanpa henti. Wajah janda ujung kampung itu terpampang jelas menuntut agar panggilan video segera diterima. Rendra menatap layar tersebut dengan rahang mengeras kaku. Telapak tangan kekar sang duda mencengkeram tepi meja kafe hingga urat-urat lengannya menonjol keluar. "Tekan tombol hijau itu, Arini," bisik Rendra dengan suara bariton rendah yang sarat akan ketegasan jantan. "Tunjukkan pada wanita murahan itu kalau nyalimu tidak menciut sedikit pun." Arini menarik napas panjang seraya menyeka sudut matanya yang basah oleh sisa amarah. Ibu jarinya menggeser ikon hijau ke atas, menghubungkan sambungan video di antara mereka. Layar ponsel seketika menampilkan wajah Yuni dengan senyuman mengejek yang menjijikkan. Daster merah tipis sang janda sengaja dibiarkan melorot memperlihatkan tanda merah bekas hisapan di dada montoknya. Kamera ponsel diarahkan berputar ke arah ranjang, menyorot tubuh Danang yang tertidur pulas tanpa bus

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   423.

    Melihat pintu kamar mandi tertutup, Danang hanya bisa menghela napas panjang seraya memijat pelipisnya. Pria itu memutuskan untuk memejamkan mata sejenak, kelelahan setelah adegan ranjang yang menguras tenaganya. Di dalam kamar mandi, Yuni tersenyum dingin di depan cermin retak. Rencananya sudah bulat. Jika Danang terlalu pengecut untuk mendepak Arini, maka dialah yang akan menghancurkan mental istri sah itu sampai Arini sendiri yang meminta cerai. Selesai membilas tubuhnya dan berganti daster sutra merah yang tipis menerawang, Yuni melangkah jinjit kembali ke kamar. Danang tampak sudah mendengkur halus di atas ranjang. Di atas nakas kayu, ponsel mahal milik Danang tergeletak berdampingan dengan dompet kulitnya. Yuni meraih ponsel Danang dengan sangat hati-hati. Layar terkunci dengan pola, namun Yuni sudah hafal gerak-gerik tangan Danang setiap kali membuka kunci. Dengan sekali usapan, layar ponsel itu terbuka. Jari-jari lentik Yuni bergerak lincah membuka aplikasi pesan. Ia m

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   422.

    Deru napas terengah-engah dan decit ranjang besi berkarat memecah pengapnya kamar tidur berdinding bilik bambu di ujung kampung. Hawa panas menyengat dari seng atap yang terpanggang terik siang membuat peluh mengalir deras di sekujur punggung kurus Danang, menetes tepat ke atas belahan dada montok Yuni yang telentang pasrah di bawah kukungannya. Daster tipis bermotif kembang milik sang janda sudah robek di bagian kerah, tersingkap berantakan hingga ke leher tanpa menyisakan sehelai benang pun untuk menutupi kulit sawo matangnya yang sintal. Danang bergerak liar bagaikan orang kesurupan. Ego lelakinya yang sempat terluka oleh sikap dingin Arini di rumah mewah tadi pagi kini ia tumpahkan membabi buta ke atas tubuh Yuni. "Ahhh... Mas Danang... kenceng banget, Mas! Terusin, Mas!" erang Yuni seraya melengkungkan pinggangnya ke atas. Kedua kaki jenjang Yuni mencengkeram erat pinggul Danang, mengunci pria beristri itu agar menekan semakin dalam ke liang hangatnya yang sudah banjir pelu

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   421.

    Napas Arini tercekat di tenggorokan saat tawa manja Yuni menembus dinding papan bengkel. Wajah ayu sang nyonya mendadak pias, tangannya gemetar hebat menarik kain jubah satin untuk menutupi dadanya yang masih memerah hangat. Rendra lekas menahan kedua pundak Arini, menatap lurus ke dalam manik mata bulat yang berkilat panik itu. "Tetap di ruangan ini dan kunci pintu dari dalam," bisik Rendra dengan suara bariton rendah yang menenangkan. "Mas, kalau Danang sampai masuk ke sini bagaimana?" rintih Arini seraya mencengkeram lengan kekar sang montir. Rendra mengusap pipi porselen Arini dengan kelembutan yang kontras dengan aura liarnya barusan. "Pria itu tidak akan pernah melangkah melewati pintu depan bengkel saya." Rendra menyambar kaos oblong hitamnya, mengenakannya dengan satu sentakan cepat sebelum melangkah keluar seraya menenteng kunci pas baja berukuran besar. Di pelataran bengkel yang berbau debu dan sisa hujan, sedan hitam Danang terparkir miring memakan jalan. Bemper de

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   420.

    Telapak tangan kasar Rendra menyusup ke balik kain jubah satin, meraba lekuk pinggang ramping Arini yang teramat mulus. Sentuhan kulit kasar sang duda yang penuh kehati-hatian memicu desiran panas di sekujur saraf Arini, melenyapkan sisa rasa perih yang ditinggalkan oleh perlakuan kasar Danang semalam. Puncak dada Arini yang ranum menegang sensitif di balik kain tipis saat dada bidang Rendra menekannya lembut. "Mulai detik ini, tubuh seindah ini hanya boleh disentuh oleh tangan saya," ucap Rendra seraya menatap sepasang mata bulat Arini yang basah berkilau. "Milikmu seutuhnya, Mas... ambil apa pun yang kamu mau," desah Arini pasrah seraya mengangkat dagunya menyambut kecupan basah di leher jenjangnya. Tepat saat Rendra hendak melucuti jubah tipis itu dari pundak Arini, ponsel pintar di dalam saku jubah wanita itu mendadak bergetar panjang. *Bzzzt... bzzzt... bzzzt.* Arini tersentak pelan seraya membuka matanya, menahan napas saat melirik layar ponsel yang terus menyala

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   2. Godaan Nyonya

    “Ikuti saja perintahku dan jangan membantah! Untuk bayarannya, akan kuberi tambahan bonus, khusus dari aku. Paham?” Nyonya Selin berbisik pelan, lantas mendekatkan wajahnya ke wajah Bayu.“Si-siap, Nyonya, saya siap melakukan apapun demi kebaikan Nyonya.”Nyonya Selin akhirnya bernapas lega, yang k

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   1. Puasin Aku

    "Sayang, satu kali lagi, dong. Please, Sayang. Aku belum puas nihh...."Suara rengekan Nyonya Selin, istri bos tempat Bayu bekerja, tak sengaja didengar oleh Bayu yang siap menjemput sang bos untuk berangkat kerja. Dia baru seminggu bekerja di sini, karena membutuhkan biaya untuk sekolah adiknya di

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   4. Mimpi Basah

    Bayu menggenggam kedua tangannya sendiri, tubuhnya gemetar hebat. Pikiran tentang masa depannya yang di ujung tanduk karena menyinggung majikan, membuat dirinya panik bukan main.'Aduh, bodoh banget sih kamu, Bay! Kalau dipecat, gimana nasib sekolah adik di desa? Gimana biaya berobat Ibu?'"Saya cu

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   3. Pijat Aku

    Meski agak terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba Nyonya Selin, Bayu tetap menjawab dengan suara agak terbata-bata, "L-lumayan, Nyonya. Waktu di kampung, saya sering memijat orang tua sepulang kerja di sawah."Jujur saja otaknya sudah mulai berpikir yang tidak-tidak saat ditanya seperti itu oleh Nyon

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status