Share

Dibalik Rencana Besar

Author: NomNom69
last update publish date: 2026-07-07 16:03:48

Sinta menatap Juned lekat-lekat, matanya menyipit penuh selidik seolah sedang menginterogasi. "Ned, jujur deh, apa sebelumnya kamu udah tahu soal isi dokumen peralihan saham ini?" tanya Sinta penasaran.

Juned segera menggelengkan kepalanya cepat, berusaha bersikap senatural mungkin agar Sinta tidak mencium kejanggalan apa pun. "Gak tahu sama sekali, Sin. Kan tadi dikasih tahu sama Bu Ratna aja pas kita lagi di sini, makanya aku langsung pulang ke rumahnya buat ambil dokumen ini," jawab Juned me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Quality Time!

    Juned mengembuskan napas lega setelah berhasil melewati ketegangan di lobi. Ia bergegas menuju minimarket terdekat untuk membeli rokok dan beberapa kaleng kopi, lalu segera melangkah kembali menuju kamar resort dengan langkah yang sengaja dicepatkan. Cklek. Pintu kamar terbuka. Sinta yang sedang bersandar di kepala ranjang langsung menoleh ke arah pintu, lalu melirik jam dinding kamarnya dengan dahi sedikit berkerut. "Kok lama banget sih, Ned? Beli rokok doang sampai hampir setengah jam sendiri," tanya Sinta, nadanya terdengar sedikit menuntut namun tetap dengan gaya manjanya. Juned berjalan santai menghampiri meja, lalu meletakkan bungkusan plastik belanjaannya di sana. Ia memutar otak sejenak, memasang wajah selelah mungkin untuk menutupi pertemuannya dengan Ratu tadi. "Iya, maaf, Sin. Tadi di minimarket depan lobi antriannya panjang banget, kasirnya cuma buka satu padahal yang mau bayar rame," alasan Juned berbohong, lalu berjalan mendekati Sinta. "Mana tadi ada bapak-bapak di

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Pertemuan Tak Disengaja

    Juned langsung menoleh ke arah sumber suara, dan matanya seketika membelalak lebar begitu mengenali sosok wanita yang kini sedang berjalan cepat ke arahnya. Ternyata itu adalah Ratu, anak kandung dari Pak Rio. Ratu sudah mengenal Juned cukup lama, bahkan sejak zaman Juned baru saja lulus sekolah hingga akhirnya Ratu sempat menghilang karena harus melanjutkan kuliah S2-nya di luar negeri. Di sisi lain, Pak Rio—ayah Ratu—bukanlah orang sembarangan, melainkan salah satu mitra bisnis paling krusial bagi kantor tempat Ratna bekerja sekarang. "Lho, Ratu? Kamu... ngapain di sini?" Juned terkejut bukan main, jantungnya mendadak berdegup kencang karena takut posisi Sinta yang ada di kamar atas sampai ketahuan. Namun, Juned langsung berusaha mengontrol ekspresi wajahnya, memasang senyum seramah mungkin dan melangkah cepat untuk menghampiri Ratu yang berdiri anggun di dekat pilar lobi. Ratu tampak senang sekali bertemu dengan Juned setelah sekian lama terpisah jarak dan waktu. "Ya ampun, Kak

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Staycation

    Mobil yang dikemudikan Juned melaju dengan kecepatan stabil, membelah jalanan aspal yang mulai terasa lengang menuju ke arah pesisir pantai luar kota. Sinta yang duduk manis di kursi penumpang sesekali melempar pandangan ke arah luar jendela, menikmati deretan pohon kelapa yang mulai terlihat di sepanjang pinggir jalan, sebelum akhirnya menoleh ke samping untuk menatap wajah Juned yang sedang fokus menyetir."Ned, aku mau nanya deh dari tadi agak penasaran," buka Sinta, memecah keheningan di dalam kabin mobil yang sejuk oleh semburan AC. "Kamu sebelumnya udah pernah ke daerah sini juga atau gimana sih? Kok bisa tahu banget ada resort tersembunyi yang bagus di daerah pantai sebelah sini?"Juned terdiam sejenak, tangannya memutar kemudi dengan santai untuk melewati tikungan tajam di depan mereka sebelum akhirnya melirik Sinta sekilas. "Ya... sebenarnya aku emang udah pernah ke sini sekali dulu sama si Desi, udah agak lama lah waktu itu. Pas ke sana kulihat sih tempatnya emang bagus bang

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Tanpa Penolak Di Pagi Hari

    Keesokan paginya, sinar matahari hangat mulai menerobos masuk melalui celah gorden kamar. Juned yang baru saja selesai mandi sudah berdiri di dekat tempat tidur, tampak sibuk memilah-milah kemeja santai dari dalam tas pakaiannya.Tak lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka dan Sinta melangkah keluar. Tubuhnya hanya terlilit selembar handuk putih sebatas dada yang mengekspos bahu mulusnya yang masih basah, sementara rambutnya digulung rapi ke atas. Ia berjalan santai menghampiri lemari pakaian tanpa menyadari sepasang mata Juned yang langsung tertuju padanya.*Kalau handukan gitu, seksi juga ya dia,* gumam batin Juned sembari menelan ludah, pandangannya tertuju pada lekuk tubuh Sinta yang tampak segar.Sinta yang hendak membuka pintu lemari menyadari tatapan itu. Ia menoleh ke arah Juned, lalu menyunggingkan senyum tipis yang menggoda. "Kenapa kamu liatin aku kayak gitu, Ned?" tanya Sinta dengan nada manja.Juned tidak menjawab dengan kata-kata. Ia meletakkan kembali baju yang semula

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Dibalik Rencana Besar

    Sinta menatap Juned lekat-lekat, matanya menyipit penuh selidik seolah sedang menginterogasi. "Ned, jujur deh, apa sebelumnya kamu udah tahu soal isi dokumen peralihan saham ini?" tanya Sinta penasaran.Juned segera menggelengkan kepalanya cepat, berusaha bersikap senatural mungkin agar Sinta tidak mencium kejanggalan apa pun. "Gak tahu sama sekali, Sin. Kan tadi dikasih tahu sama Bu Ratna aja pas kita lagi di sini, makanya aku langsung pulang ke rumahnya buat ambil dokumen ini," jawab Juned meyakinkan sambil mengusap tengkuknya yang sebenarnya masih terasa agak linu.Sinta mengangguk-angguk paham, kembali memandangi deretan angka dan nama yang tertera di kertas tersebut. "Berarti ada kemungkinan besar saham punya Pak Timothy ini mau dialihkan ke Bu Ratna atau ke Maudy, makanya sifatnya rahasia banget sampai dibungkus rapi begini," duga Sinta menerka-nerka dengan kening berkerut."Iya, mungkin gitu, Sin. Makanya kamu yang dipercaya dan disuruh cek detailnya dulu sama Bu Ratna," ucap J

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Sesuatu Yang Terpenting

    Lusiana meringis kecil saat merasakan cengkeraman tangan Juned di leher belakangnya terasa semakin kuat dan menekan. Nyalinya seketika menciut melihat kilatan amarah di mata pria itu. "I-iya, Ned... maaf. Aku minta maaf. Lepasin, aku janji bakal segera keluar dari rumah ini sekarang juga," ucap Lusiana dengan suara yang mulai bergetar panik. "Cepat pakai bajunya dan keluar, Bu," titah Juned dengan nada suara yang teramat dingin. Juned pun akhirnya melepaskan tekanan pada tubuh Lusiana, lalu melangkah mundur satu langkah. Ia berdiri tegak di tempatnya, menatap dengan pandangan sedingin es sementara Lusiana bergegas memunguti pakaiannya dan mengenakannya kembali dengan terburu-buru hingga lengkap. Setelah selesai merapikan pakaiannya, Lusiana langsung menyambar tasnya di atas meja. Juned yang juga sudah membenahi penampilannya sendiri tetap mengawasi setiap gerak-gerik wanita itu. Lusiana berjalan cepat hendak keluar dari ruangan, namun tepat sebelum ia melewati ambang pintu, June

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status