Share

Pulang

Author: NomNom69
last update publish date: 2026-09-01 22:52:42

Juned menyunggingkan senyum miring, melempar tas pakaiannya ke sembarang tempat lalu melangkah santai mendekati sofa.

"Baru nyampe rumah langsung disuguhi pemandangan begini," goda Juned sambil menatap intens lekuk tubuh Desi dari atas ke bawah.

Desi menepuk tempat kosong di sampingnya, melempar tatapan manja yang siap menerkam sang suami kapan saja.

"Kan aku udah bilang, Mas, aku kangen banget sama kamu," bisik Desi saat Juned akhirnya mendaratkan tubuh di sisinya.

Tanpa basa-basi, Desi langsu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Back To City

    Juned hanya tersenyum santai meraba lehernya, tidak ada sedikit pun rasa canggung atau risih di wajahnya."Biasa, Bu. Namanya juga udah lama gak ketemu," sahut Juned terkekeh tipis, menerima rantang makanan tersebut dengan rileks.Tetangga itu tertawa mengangguk-angguk paham, lalu berpamitan melangkah pergi meninggalkan halaman rumah.Juned memutar badan melangkah kembali ke dalam rumah, membawa rantang kue itu langsung menuju ke area dapur.Di dapur, Desi sedang sibuk memotong bumbu di atas meja dengan daster lamanya yang agak melonggar di bagian dada."Siapa yang datang di depan tadi, Mas?" tanya Desi tanpa menoleh, fokusnya masih tertuju pada irisan bawang."Bu RT antar rantang kue pesan kamu tuh," jawab Juned santai, menaruh rantang di atas meja persis di sebelah Desi.Desi menoleh, matanya langsung tertuju pada bekas memar merah di leher Juned yang dipamerkan terang-terangan.Wajah Desi mendadak merona merah, teringat betapa liarnya ia menggigit leher suaminya saat di kamar tadi

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Pulang

    Juned menyunggingkan senyum miring, melempar tas pakaiannya ke sembarang tempat lalu melangkah santai mendekati sofa."Baru nyampe rumah langsung disuguhi pemandangan begini," goda Juned sambil menatap intens lekuk tubuh Desi dari atas ke bawah.Desi menepuk tempat kosong di sampingnya, melempar tatapan manja yang siap menerkam sang suami kapan saja."Kan aku udah bilang, Mas, aku kangen banget sama kamu," bisik Desi saat Juned akhirnya mendaratkan tubuh di sisinya.Tanpa basa-basi, Desi langsung naik ke atas pangkuan Juned, melilitkan kedua lengannya di leher pria itu dengan sangat ketat.Aroma parfum manis yang merebak dari tubuh Desi seketika menyapu indra penciuman Juned, membakar gairahnya yang sempat reda."Kangennya beneran atau cuma mau minta jatah nih?" bisik Juned terkekeh pelan seraya meremas pinggul lunak Desi dari balik daster satinnya.Desi mendesah halus, menyandarkan dahi mereka hingga napas hangatnya yang terengah-engah menerpa bibir Juned."Dua-duanya, Mas... Kamu la

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Malam Perpisahan Sementara

    Nayla terdiam sejenak, meremas kunci motor di genggamannya dengan jemari yang mendadak dingin.Gadis itu berusaha keras menutupi raut kecewanya di depan Ratna yang sedang duduk santai di samping Juned."Kok mendadak banget sih, Mas? Berapa hari emangnya di desa?" tanya Nayla pelan, menatap Juned dengan pandangan menuntut yang terselubung.Juned menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa, menjawab pertanyaan itu dengan sangat rileks."Paling cuma dua atau tiga hari, Nay. Cuma nengok Desi sebentar, sekalian ada urusan rumah yang mau dibereskan," sahut Juned santai.Ratna menoleh ke arah Juned, meraih cangkir tehnya di atas meja lalu meminumnya perlahan."Yaudah kalau gitu, besok berangkat pagi aja biar gak kena macet di jalan," ulas Ratna tanpa rasa curiga sedikit pun.Nayla mengangguk pelan, berusaha menyunggingkan senyum manis meski pikirannya sudah dipenuhi rasa tidak rela membiarkan Juned pergi."Yaudah deh... Nay ke kamar dulu ya, mau ganti baju," pamit Nayla seraya bangkit berdiri da

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Godaan Ancaman Berbagai Arah

    Juned menyunggingkan senyum miring, santai saja menyandarkan bahunya pada bodi motor baru milik Nayla."Kenapa, Ca? Kamu cemburu nih ceritanya?" goda Juned sambil menatap Caca dari ujung kaki sampai kepala.Caca melangkah semakin dekat hingga aroma parfum mewahnya menusuk hidung Juned, mengikis habis jarak di antara mereka.Jari-jari lentur Caca yang berkutek merah menyala merayap naik, merapikan kerah kemeja Juned dengan gerakan amat pelan."Siapa yang cemburu?" bisik Caca mendongak, menatap mata Juned dengan pandangan menantang yang begitu berani. "Aku cuma mau nagih janji... Hadiah motor ini kan udah aku bereskan sesuai permintaan Kamu, Pak."Juned terkekeh pelan, meraih pergelangan tangan Caca lalu menggenggamnya erat. "Terus? Kamu mau imbalan apa dari aku?"Caca mendekatkan bibirnya ke telinga Juned, membisikkan sesuatu dengan deru napas yang terasa begitu hangat."Siang ini... sebelum Kamu pulang ke desa besok, Kamu harus luapin waktu penuh cuma buat aku di apartemen," tuntut Ca

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Pulang Ke Pangkuan Sang Istri

    Juned merapikan kaos dan celananya yang agak kusut, lalu menyunggingkan senyum puas di bibirnya.Pria itu mematikan laptopnya, melangkah santai keluar dari ruang kerja tanpa ada beban sedikit pun.Bagi Juned dan Nayla, main belakang seperti tadi sudah jadi hal biasa yang sering mereka nikmati berdua.Juned melangkah santai menyusuri koridor rumah yang sepi menuju kamarnya.Saat melewati kamar Nayla, Juned sempat mengetuk pintunya pelan dua kali sebagai kode rahasia mereka.Dari dalam kamar, terdengar kekehan halus Nayla yang membalas ketukan tersebut dengan manja.Juned tersenyum miring, lalu memutar gagang pintu kamarnya sendiri dengan tenang.Namun begitu pintu terbuka, lampu meja rias mendadak menyala terang menyiram sudut ruangan.Ratna duduk rileks di tepi ranjang, menatap Juned dengan sebelah alis terangkat tinggi."Lama banget kamu di ruang kerja, Juned?" tanya Ratna santai tapi matanya meneliti tajam.Juned berjalan santai tanpa panik, langsung merebahkan diri di samping Ratna

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Hadiah Penuh Gairah

    Belum ada lima menit Juned memfokuskan pandangan ke layar laptop, pintu ruang kerja kembali berdecit pelan.Juned mendongak kaget saat melihat Nayla kembali melangkah masuk dengan mengunci pintu ruangan dari dalam."Lho, Nay? Ada yang ketinggalan?" tanya Juned heran sambil menatapi langkah adiknya yang terasa beda.Nayla tidak menjawab, hanya berjalan pelan mendekat dengan tatapan mata yang terkunci lurus pada Juned.Gaun tidur tipis berwarna putih satin yang dikenakan Nayla tampak mencetak jelas siluet lekuk tubuhnya.Nayla mengikis jarak, mendadak mendudukkan dirinya tepat di atas pangkuan Juned tanpa ragu sedikit pun.Juned tersentak kaku, kedua tangannya refleks terangkat di udara karena terkejut setengah mati."N-Nay... kamu ngapain?" bisik Juned dengan napas yang mulai tertahan di tenggorokan.Nayla mengalungkan kedua tangan halusnya di leher Juned, menatap mata pria itu dari jarak yang sangat dekat."Nay cuma mau kasih hadiah ucapan terima kasih yang beneran buat Mas," bisik Na

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status