共有

Rindu Yang Sebenarnya

作者: NomNom69
last update 公開日: 2026-04-29 11:00:47

"Maaf ya Mas... tadi ada kurir nganter paket," ucap Desi sambil menutup pintu kamar setelah kembali dari depan.

"Oalah... ganggu aja," gerutu Juned sambil menarik napas panjang, mencoba menetralkan kembali rasa kesalnya.

Desi kembali mendekat dan duduk di pangkuan Juned, tangannya melingkar di leher suaminya. "Kamu beneran belum laper Mas?" tanya Desi lembut, menatap mata Juned dalam-dalam.

"Laper sih, tapi aku kepengen makan kamu," bisik Juned den
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Sandiwara

    Ratna melangkah masuk ke area meja makan dengan pakaian santai, mengikat rambutnya ke belakang tanpa rasa curiga sedikit pun. "Duduk, Ned. Kita makan bertiga," ajak Ratna seraya menarik kursi kayu di sebelah Juned. Juned mendaratkan tubuhnya di kursi, sementara Nayla sibuk menyendokkan nasi hangat ke piring sang kakak dan piring Juned. Saat meletakkan piring di hadapan Juned, jemari Nayla sengaja menyenggol pelan punggung tangan pria itu, meninggalkan sentuhan singkat yang membakar. Juned menyunggingkan senyum tipis, menyambut sendok yang disodorkan Nayla dengan tatapan mata yang dalam. "Terima kasih ya, Nay," ucap Juned tenang, suaranya terdengar biasa bagi Ratna namun sarat akan kehangatan rahasia untuk Nayla. "Sama-sama, Mas..." bisik Nayla pelan, langsung berbalik menuju kompor demi menyembunyikan senyum yang tak sanggup ia tahan. Suasana makan malam berlangsung hangat, diiringi obrolan ringan Ratna mengenai rencana akhir pekan mereka. Juned mendengarkan seraya menikmati s

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Kebimbangan?

    Ratna tersenyum hangat, mengelus punggung tangan Juned sebentar sebelum kembali merapikan lembaran kertas di mejanya."Kamu emang selalu bisa diandalkan, Ned. Nanti sore kita pulang bareng ya, Nayla tadi udah kirim pesan nanyain kita mau makan malam apa," ucap Ratna lembut.Juned mengangguk tenang, membalas usapan jemari Ratna dengan genggaman singkat yang hangat."Siap, Ra. Pekerjaan aku tinggal sedikit lagi di ruangan, nanti kalau udah siap aku samperin kamu," balas Juned seraya beranjak dari kursi.Ia melangkah keluar dari ruangan Ratna, menutup pintu dengan pelan tanpa menimbulkan suara bising sedikit pun.Saat melintasi lorong menuju ruang kerjanya, langkah Juned mendadak tertahan oleh sosok Caca yang sudah berdiri menunggu di balik sudut pilar.Wanita itu menarik lengan baju Juned pelan, membawanya sedikit bergeser ke area tangga darurat yang sepi."Masih lama ya? Katanya cuma sebentar sama Fitri..." bisik Caca manja, merapatkan tubuhnya seraya menatap wajah Juned penuh kerindua

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Pejantan Buas

    Dinding kamar yang temaram menyambut kehadiran mereka, diiringi harum lembut aroma vanilla yang menenangkan.Juned meletakkan tubuh Fitri secara perlahan di atas ranjang empuk berbalut sprei sutra tebal.Fitri langsung menarik tengkuk Juned, enggan memberi jarak sedikit pun di antara mereka.Ciuman lembut yang semula tenang berproses cepat menjadi lebih intens, menyatukan napas mereka yang makin memburu.Jemari Juned bergerak cekatan melepaskan kancing kemejanya sendiri, lalu membiarkan pakaian itu jatuh ke lantai.Fitri mendesah halus saat tangan hangat Juned merayap menyusuri pinggangnya, meloloskan gaun ketat yang dikenakannya hingga terlepas sempurna."Kamu selalu tahu cara bikin aku lupa sama semua masalah kantor, Jun..." bisik Fitri terbata-bata di celah bibir pria itu.Juned tidak membalas dengan kata-kata, ia menatap dalam mata Fitri sebelum kembali melumat bibir manis wanita di bawahnya.Sentuhan demi sentuhan terjalin hangat di tengah kesunyian kamar, membangun irama gairah

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Lobby Apartemen

    Sedan hitam itu melaju memotong jalur cepat, menderu halus membelah arus lalu lintas kota yang mulai padat. Di dalam kabin yang sejuk dan temaram, suasana terasa kian memanas oleh gestur berani Fitri. Jemari lentik wanita itu makin lancang merayap, mengusap perlahan pangkal paha Juned dari balik celana kainnya. "Aku udah nggak sabar, Jun?" bisik Fitri dengan napas yang mulai tak teratur, menatap samping wajah Juned dari balik bulu matanya. Juned menyunggingkan senyum miring, membiarkan jemari Fitri menjelajah tanpa niat sedikit pun untuk menghentikannya. Tangan kirinya yang bebas sengaja diturunkan dari kemudi, mendarat tepat di atas paha mulus Fitri yang terekspos akibat gaun ketatnya yang makin tersingkap. Ia meremas lembut daging empuk itu dengan cengkeraman penuh dominasi, membuat Fitri terperanjat kecil lalu mendesah halus. "Sebentar lagi sampai," sahut Juned santai, nada suaranya berat dan tenang tanpa ada riak kegugupan sama sekali. Mobil berbelok mulus memasuki area ba

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Makan Siang Berlanjut

    Caca berusaha mendorong dada Juned, namun tenaganya seolah menguap saat bibir pria itu mulai melumat ceruk lehernya dengan panas."Jangan... di sini, Pak," bisik Caca terbata-bata, desahan halus lolos dari tenggorokannya saat jemari Juned makin berani merayap masuk ke balik kemejanya."Kenapa? Bukannya kemarin kamu ngambek mau minta imbalan?" goda Juned rendah.Suara beratnya berbisik tepat di depan bibir Caca, membuat wanita itu makin tak berdaya.Napas Caca kian memburu, matanya meredup diliputi gairah. Tangannya yang semula menolak kini justru meremas balik bahu kekar Juned, melilitkan leher pria itu dengan erat."Mas Juned parah banget sih..." keluh Caca pasrah, membiarkan tubuhnya diangkat dan didudukkan di atas meja kerja yang berantakan oleh tumpukan berkas.Tanpa membuang waktu, Juned membungkam bibir Caca dengan ciuman liar yang mengunci seluruh penolakan.Suara decakan halus dan deru napas bersahutan memenuhui ruangan kedap suara itu.Sentuhan Juned yang tegas dan dominan de

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Sebuah Janji dan Penagihan

    Juned menggeser layar ponsel, lalu menempelkan benda tipis itu ke telinganya dengan gerakan teratur. "Halo, Fit?" sapa Juned lembut, nada suaranya berubah berat dan teratur. "Halo, Jun..." suara Fitri terdengar mendayu-dayu dari seberang telepon, diselingi tawa kecil yang sarat godaan. "Nanti siang sibuk gak? Makan siang bareng yuk di kantorku, sekalian ada yang mau aku omongin... berdua aja." Jemari Juned mengetuk-ngetuk permukaan meja makan, menyunggingkan senyum tipis yang langsung ia sembunyikan di balik cangkir kopi. "Sebentar ya, Fit..." potong Juned halus. Pria itu menurunkan ponselnya sedikit, membiarkan layar tetap menyala sebelum beralih menatap wanita di hadapannya. "Na, nanti siang kita ada agenda keluar gak?" tanya Juned tenang, menatap mata Ratna tanpa ada keraguan. Ratna yang sedang memotong buah pisang menghentikan gerak pisunya, menatap Juned seraya menggeleng pelan. "Gak ada kok, Ned, bebas aja hari ini. Emang kenapa?" sahut Ratna seraya menyuapkan potongan p

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status