แชร์

Bab 45 – Elena yang Sebenarnya

ผู้เขียน: Hime_Hikari
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-22 21:00:19

Elena tidak langsung bereaksi. Ia hanya berdiri, diam. Menatap layar yang menampilkan sesuatu yang seharusnya tidak pernah ada dalam hidupnya. Anak kecil itu masih di sana sedang duduk di kursi logam. Di ruangan putih yang terlalu bersih untuk terasa nyata. Cahaya lampu memantul dingin di dinding, tidak ada jendela, tidak ada bayangan. Hanya ruang dan dirinya sendiri.

“Itu aku?” Kata-kata itu keluar tanpa ia sadari.

Hampir seperti napas,bukan pernyataan, bukan pertan

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci    SEASON 2 – Bab 107 - Tidak Lagi Sama

    “Kita akhirnya kembali utuh.” Kalimat itu masih menggema di kepala Elena.Bukan seperti suara biasa. Namun seperti sesuatu yang berbicara langsung ke jiwanya dan semakin lama, semakin sulit bagi Elena membedakan mana pikirannya sendiri dan mana suara makhluk itu langit di atas dunia masih retak. Namun sekarang retakan itu bergerak mengikuti napas Elena. DUUUMM, jantung raksasa di balik layer realitas berdetak perlahan dan setiap detaknya seluruh dunia ikut berubah.Gedung-gedung tumbuh seperti makhluk hidup, bayangan manusia bergerak tanpa tubuh. Langit berganti warna dari hitam menjadi merah lalu kosong total dan di tengah semuanya Elena berdiri diam. Tidak lagi sepenuhnya manusia. Leonardo masih menatap Elena dengan wajah pucat atau setidaknya apa yang tersisa dari wajahnya.Tubuhnya hampir seluruhnya menjadi cahaya sekarang. Namun matanya masih dipenuhi rasa takut, bukan takut pada dunia. Namun takut pada Elena.“Elena…” Suaranya pecah pelan.Dan untuk pertama kalinya Elena merasa

  • Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci    SEASON 2 – Bab 106 - Yang Dipilih

    “Tolong bilang itu bukan kamu.” Kalimat Leonardo menggantung di udara.Rapuh, hampir hancur bersama dirinya dan untuk pertama kalinya Elena tidak langsung tahu bagaimana menjawabnya, karena suara itu suara yang baru saja berbicara dari dalam dirinya masih menggema di kepalanya.“Akhirnya…”Bukan suara manusia, bukan suara fragmen. Namun sesuatu yang terasa jauh lebih tua daripada dunia itu sendiri dan yang paling menakutkan adalah Elena mengenali suara itu. Seolah suara itu selalu hidup jauh di dalam dirinya, menunggu bangun. Seluruh realitas membeku, tidak ada angin, tidak ada suara manusia, tidak ada detak jantung. Bahkan jantung raksasa di langit berhenti berdetak.Semua layer dunia diam dan di tengah keheningan itu Elena masih melayang di udara. Tubuhnya dipenuhi cahaya hitam, retakan menyebar di kulitnya seperti pola pecahan kaca dan matanya perlahan berubah, bukan warna. Namun cara ia melihat dunia untuk pertama kalinya Elena bisa melihat semuanya.Setiap layer, setiap emosi man

  • Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci    SEASON 2 – Bab 105 - Melawan Diri Sendiri

    Langit berhenti bergerak, bukan karena dunia kembali tenang. Namun karena sesuatu yang lebih besar baru saja bangun. Makhluk bermata Elena itu masih berada di balik retakan terbesar, matanya terbuka perlahan, kosong, tua, tetapi hidup dan saat matanya menatap Elena seluruh layer dunia langsung bergetar bersamaan. DUUUUMM Jantung raksasa di langit berdetak lebih keras. Gedung-gedung runtuh, langit berubah hitam total dan semua versi Elena langsung berlutut. Termasuk versi Elena yang berdiri di depan Elena sekarang untuk pertama kalinya ekspresinya berubah, takut.“Elena…” Suaranya bergetar sangat pelan. “Kita kehabisan waktu.”Kalimat itu langsung membuat sesuatu di dalam Elena menegang. Karena untuk pertama kalinya versi dirinya yang selalu tenang itu terlihat panik dan itu berarti sesuatu yang jauh lebih buruk sedang datang. Makhluk bermata Elena itu perlahan turun dari retakan langit, tidak memiliki tubuh sempurna, kadang terlihat seperti manusia, kadang seperti bayangan panjang tan

  • Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci    SEASON 2 – Bab 104 - Aku Tidak Mau Hilang

    Untuk pertama kalinya Elena tidak langsung bisa menjawab dan itu langsung membuat sesuatu di dalam Leonardo runtuh perlahan, karena selama ini meski Elena berubah, meski Elena mulai lupa, meski dunia di sekitar mereka terus pecah Leonardo selalu percaya masih ada bagian Elena yang akan memilih bertahan. Namun sekarang ia tidak lagi yakin langit terus retak di atas mereka. Jantung raksasa di balik layar dunia masih berdetak. DUUM … dan setiap detaknya membuat realitas berubah. Gedung-gedung runtuh lalu kembali utuh, jalanan berubah menjadi laut hitam. Orang-orang kehilangan wajah mereka lalu mendapatkannya kembali dalam bentuk berbeda, dunia tidak lagi stabil dan Elena berdiri di tengah semuanya dengan hati yang perlahan mulai kosong.Versi Elena lain masih menyentuh dada Elena dan rasa damai itu masih ada, tidak ada sesak, tidak ada rasa takut kehilangan Leonardo, tidak ada panik. Semuanya terasa ringan dan bagian paling mengerikan adalah Elena mulai mengerti kenapa dirinya yang lain

  • Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci    SEASON 2 – Bab 103 - Retakan Terbesar

    Dunia akhirnya mulai pecah, bukan perlahan lagi, bukan sekadar glitch kecil di sudut kota. Namun benar-benar runtuh di depan mata mereka, langit retak sampai ujung horizon. Gedung-gedung terlipat seperti kertas, jalanan bergeser sendiri dan layer-layer realitas mulai bertabrakan tanpa kendali orang-orang berteriak. Namun suara mereka terputus-putus kadang terdengar terlalu jauh.Kadang terdengar tepat di dalam kepala, seolah dunia tidak lagi tahu mana yang nyata dan di tengah semua kekacauan itu, Elena berdiri diam, tubuhnya masih gemetar, tetapi bukan karena takut melainkan karena sesuatu di dalam dirinya mulai berubah terlalu cepat.“Aku mulai nggak bisa ingat.” Kalimatnya sendiri masih menggantung di udara.Dan Leonardo masih menatapnya dengan wajah hancur, bukan karena tubuhnya yang retak. Namun karena ketakutan terbesar dalam dirinya akhirnya mulai menjadi nyata. Tiba-tiba suara keras mengguncang seluruh kota CRAAAKKK. Langit di atas mereka terbelah dua, bukan retakan biasa. Namu

  • Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci    SEASON 2 – Bab 102 - Dua Elena

    Langit dunia itu akhirnya pecah sepenuhnya, bukan retakan kecil lagi. Namun lubang besar yang memperlihatkan layer lain di balik realitas manusia dan dari balik layer itu ribuan versi Elena masih berdiri diam. Menatap ke arah yang sama, ke arah Elena yang asli atau setidaknya yang selama ini percaya dirinya asli.“Aku memilih—” Kalimat Elena terhenti di tenggorokannya sendiri.Karena saat ia menatap semua versi dirinya sesuatu mulai terasa salah. Mereka semua terlihat lebih utuh darinya. lebih tenang. lebih stabil. Sementara dirinya retak. tubuhnya dipenuhi cahaya pecah. Kenangannya mulai hilang dan hatinya perlahan tidak bisa membedakan mana rasa takut dan mana rasa kosong.“Elena.” Suara Leonardo terdengar lagi.Sangat lemah sekarang. Namun tetap berhasil membuat Elena menoleh dan detik itu dadanya langsung terasa sesak. Karena tubuh Leonardo tinggal separuh, lengan kirinya sudah berubah menjadi cahaya, sebagian wajahnya hilang. Namun matanya masih terus mencari Elena dan justru kar

  • Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci    Bab 42 – New York: Sarang Singa

    Langit Berlin masih abu-abu ketika mereka meninggalkan kota itu. Tidak ada waktu untuk berduka, tidak ada waktu untuk berhenti. Hanya ada satu arah maju. Pesawat jet kecil kembali mengudara, meninggalkan Eropa di belakang mereka. Dan membawa mereka menuju sesuatu yang jauh lebih besar, New York.Ka

  • Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci    Bab 37 – Bayangan Pengkhianatan

    Ruangan persembunyian itu mendadak terasa terlalu sunyi. Lampu putih di langit-langit memantulkan cahaya dingin di dinding beton. Di layar laptop Adriana, nama pengguna itu masih terlihat jelas. Sofia Bianchi.Tidak ada

  • Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci    Bab 38 – Wanita yang Berjalan di Dua Dunia

    Alarm jaringan masih berkedip di layar laptop Adriana. Server Helios yang sebelumnya stabil kini menunjukkan lonjakan aktivitas aneh. Grafik merah menyebar di peta jaringan global. Sofia berdiri di depan meja komputer. Tangannya masih berada di keyboard.

  • Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci    Bab 34 – Raja di Menaranya

    Pesan itu masih menyala di layar laptop Sofia. “Selamat datang kembali, Sofia.”Ruangan kantor tua itu mendadak terasa lebih sempit, Elena menatap layar lalu menatap Sofia dan lalu kembali ke layar. Tidak ada yang berbicara selama beberapa detik. Angin malam berhembus melalui jendela yang sedikit t

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status