Menaklukkan El Patron

Menaklukkan El Patron

last updateZuletzt aktualisiert : 16.02.2026
Von:  Hans MafazaLaufend
Sprache: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Nicht genügend Bewertungen
7Kapitel
12Aufrufe
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen

Teilen:  

Melden
Übersicht
Katalog
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN

Seorang wanita ditawan dan dilelang oleh El Patron untuk mendapatkan uang. Tanpa El Patron tahu bahwa wanita itu sebenarnya adalah putri dari pimpinan kartel yang ia kalahkan. Apa jadinya jika wanita tawanan itu justru memikat hati El Patron karena kegilaannya? Apakah wanita tawanan itu akan tetap di lelang atau justru El Patron yang memenangkannya kembali?

Mehr anzeigen

Kapitel 1

1. Tawanan

Plak

"Katakan siapa namamu, j*lang!"

"Kau benar-benar keras kepala! Katakan siapa namamu jika tidak ingin aku semakin menyiksamu."

Tamparan serta umpatan itu menggema di gudang bawah tanah tempat dimana seorang wanita di sekap dan di siksa.

Sebelah mata wanita itu sudah bengkak hingga tidak mampu lagi terbuka. Darah mengalir dari pelipis juga sudut bibir dengan memar menghiasi kedua pipinya. Dan kini, tidak hanya warna biru keunguan saja yang mewarnai pipinya, tapi bekas tamparan yang baru saja diterima juga meninggalkan bekas berwarna merah gelap.

Kedua tangan wanita itu diikat ke belakang, sedang kakinya sudah diinjak berulang kali hingga menyisakan sakit dan nyeri luar biasa. Wanita itu kembali jatuh meringkuk setelah dipaksa duduk hanya untuk ditampar dan ditendang perutnya.

"Uhuk."

Ia terbatuk dengan memuntahkan darah segar.

Penyiksaan terhadapnya baru berhenti ketika terdengar suara langkah kaki yang berjalan mendekat menggema di lorong ruang bawah tanah itu.

Tap

Tap

Tap

Suara langkahnya terdengar tegas dengan irama beraturan. Seolah menunjukkan bahwa orang yang sedang berjalan adalah orang yang memiliki pengaruh kuat dan berbahaya.

Sedang pria yang sejak tadi menyiksa si wanita, mundur dengan sendirinya ketika seseorang masuk ke dalam sel tahanan, tempat wanita itu disekap dan di siksa.

Wanita yang tengah disiksa itu tidak mampu melihat siapa sosok yang mendatanginya. Namun, telinganya masih bisa mendengar dengan baik setiap pembicaraan yang mereka lakukan.

"Bagaimana? Apa dia sudah mengaku?"

"Belum, Patron. Wanita ini benar-benar keras kepala. Dia tidak berkata sepatah katapun sejak dia dibawa kemari."

Patron, adalah bahasa Latin yang berarti Bos, panggilan yang digunakan untuk menunjukkan rasa hormat dari anak buah kepada pemimpinnya.

"Hmm."

Pria yang dipanggil Patron itu bergumam sambil memperhatikan wanita yang sudah dihajar habis-habisan dan kini terkulai lemas di hadapannya itu.

Meski demikian wanita itu sebenarnya masih bisa membaca pergerakan dan merasakan keadaan di sekitarnya. Dan kini wanita itu juga bisa merasakan bahwa pria yang baru datang itu tengah berjongkok di hadapannya.

Tangan pria itu terulur, menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajahnya.

"Aku dengar wanita ini ditangkap ketika dia berada di dalam ruang pribadi Don Carlos. Apa itu benar?" Sang Patron bertanya dengan suara dingin dan datar, namun terasa begitu berwibawa dan tegas di saat yang bersamaan.

"Es verdad, Patron. Dia tidak hanya sedang berada di ruang pribadi Don Carlos. Tapi wanita ini sedang duduk di pangkuannya ketika pasukan kita melakukan penyergapan."

"Estupido! Apa salahnya aku berada di pangkuan ayahku sendiri!"

Wanita itu mengumpat mendengar laporan si anak buah. Tapi semua itu hanya bisa ia lakukan di dalam hati. Tubuhnya terlalu lemah bahkan hanya untuk menggerakkan satu jarinya saja.

"Hmm ... jadi dia adalah wanitanya Don Carlos. Pantas saja dia sangat keras kepala dan angkuh. Tapi .... "

Sang Patron menjeda kalimatnya hanya untuk berdiri dan meminta sebatang cerutu dari salah satu anak buahnya. Dengan cekatan, anak buahnya menyodorkan sebatang cerutu lalu menyalakan api dari pemantik yang sudah ia bawa.

Pria itu menyesap cerutu itu dalam-dalam, lalu menghembuskan asapnya perlahan.

"Keangkuhan dan keras kepalanya tidak akan berguna lagi di sini. Dia tetap tawananku, dan aku bisa melakukan apa saja yang aku inginkan padanya," lanjutnya.

Seorang anak buah yang lain lagi berjalan mendekat sambil menunduk penuh hormat.

"Lalu apa yang akan Anda lakukan pada wanita ini, Patron?"

Hening menjeda sejenak, membuat wanita yang diam-diam menguping itu mengira jika dirinya sudah tidak sadarkan diri karena sudah tidak mendengar apa pun lagi.

Namun, helaan napas yang terdengar membuat wanita itu sadar bahwa pembicaraan masih akan berlanjut.

"Gustavo berkata bahwa wanita ini sangat cantik. Terlalu murah jika aku hanya mengambil organnya untuk kujual ke pasar gelap."

"Si, Patron. Wanita ini memang berparas sangat cantik dengan tubuh tak kalah seksi. Tapi sekarang semuanya tertutup oleh luka dan memar," kata si anak buah membenarkan.

"Hmm."

"Perintahkan kepada kami apa yang harus kami lakukan kepada wanita ini, Patron," si anak buah berbicara lagi, seolah sudah tidak sabar untuk melakukan eksekusi setelah perintah diberikan nanti.

Akan tetapi, lagi-lagi suasana mendadak hening. Membuat wanita yang masih meringkuk di lantai itu kembali mengumpat dalam hati. Sejak tadi ia menguping. Dan sama seperti si anak buah, dirinya juga sudah tidak sabar untuk mendengar keputusan apa yang akan diberikan oleh sang bos terkait masa depannya selanjutnya.

"Bawa dia ke rumah sakit dan obati seluruh luka-lukanya. Pastikan dia pulih dalam sebulan karena aku akan menjualnya ke pasar lelang. Setidaknya uangku harus kembali setelah terlalu banyak yang harus aku keluarkan untuk mengalahkan Don Carlos."

Andai tidak sedang sekarat, semua orang pasti bisa melihat bahwa wanita yang sedang mereka bicarakan itu kini tengah tertawa terbahak-bahak sekarang. Ia bersorak dalam hati, merasa keputusan sang Patron adalah keputusan paling bodoh karena tidak menghabisinya saja saat itu juga.

Wanita itu tahu, lelang bukanlah akhir dari hidupnya. Tapi awal baru untuknya memulai perjalanan balas dendamnya.

Acara lelang yang dibicarakan oleh Sang Patron barusan, mana mungkin si wanita tidak tahu apa artinya. Ia sangat tahu. Bahkan ia tahu harus berbuat apa agar dirinya tidak berakhir mengenaskan setelah dimenangkan.

Tubuh wanita yang sudah tidak berdaya itu terasa melayang ketika diangkat untuk dipindahkan, sejalan dengan suasana hatinya yang juga diterbangkan oleh banyak rencana dan harapan.

"Jangan menyesal karena menyelamatkanku hari ini, Culero," kata wanita tawanan itu, yang hanya mampu diucapkannya dalam hatinya sendiri.

Erweitern
Nächstes Kapitel
Herunterladen

Aktuellstes Kapitel

Weitere Kapitel

An die Leser

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Keine Kommentare
7 Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status