Share

Bab 1194

Author: Musim Gugur
Welly bertanya dengan penasaran, “Pertunjukan seru apa?”

“Sembunyi dengan bagus. Jangan sampai ada yang menyadarimu. Kalau nggak, pertunjukan jadi nggak menarik!” pesan Sonia dengan makna tersirat.

Kedua mata Welly berkilauan. “Kak, apa kamu lagi permainkan aku?”

Sonia membalas, “Selesai menyaksikan pertunjukan, kamu akan punya uang!”

Tentu saja Welly merasa gembira. “Serius?”

“Tentu saja!”

“Baiklah kalau begitu!” Welly langsung bersembunyi di belakang rak buku. “Nggak kelihatan, ‘kan?”

“Emm, berdiri di sana dan jangan bergerak. Jangan bersuara juga!”

“Siap!” Welly terkekeh. “Asalkan dikasih uang, aku bisa melakukan apa pun!”

Sonia tidak berbicara lagi. Sebab, dia melihat Stella dan Amelia sudah berjalan kemari.

Stella memasuki ruangan, lalu menatap Sonia dengan tersenyum tipis. “Kamu cari aku?”

Sonia menyuruh Amelia untuk keluar ruangan, lalu menutup pintu.

“Kak, aku meminta daftar busana Gina juga karena aku lihat kamu capek sekali. Aku ingin membantumu untuk meringankan sedikit peke
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Dyandra Mulya
CATAT tuh Welly !!! SONIA itu BUKAN Kakakmu !!! Sonia BUKAN Anak dari Keluarga QINDARA !!! STELLA itulah KAKAK KANDUNG kamu Welly !!! ikuti saja si STELLA itu...dia Kakakmu yg ASLI !!! yg SEDARAH & SEKANDUNG !!!
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2655

    Theresia tertawa. Dia membuka jendela, lalu melihat pria berambut pirang yang mengikutinya dari belakang. “Ayo, masuk mobil. Bibi Julia lagi tidak berada di kota, masih ada perjalanan yang harus ditempuh.”“Terima kasih!” Pria berambut pirang itu tersenyum memperlihatkan giginya yang putih. Dia membuka pintu belakang mobil, lalu masuk ke dalam.Morgan menempatkan tangannya di atas setir mobil. Ketika melihat senyuman pria itu dari kaca spion, wajahnya menampakkan sedikit rasa kesal.Setelah mobil berjalan dengan stabil, pria berambut pirang itu menyerahkan kartu nama kepada Theresia. Dia tersenyum lembut dan sopan. “Halo, ini kartu namaku.”Theresia mengambil kartu itu. Warna kartu itu coklat kehitaman dengan sebuah nama tertulis “Jevan”, diikuti oleh nama belakang yang panjang.Di sudut kiri atas kartu terdapat sebuah gambar roda, tampak seperti simbol dari suatu keluarga. Selain itu, tidak terdapat informasi lain di atas kartu itu. Ketika melihat simbol roda itu, Theresia merasa san

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2654

    Pria berambut pirang mundur selangkah dengan kaget.Theresia terbengong sejenak, lalu segera meraih lengan Morgan. Dia berkata dengan suara ringan, “Kamu sudah salah paham. Dia itu … teman bule … dia datang untuk mencari Bibi Julia.”Morgan menyipitkan matanya dengan kaget. “Cari Bibi Julia?”“Apa kalian benar-benar kenal sama Julia? Apa kamu bisa bawa aku pergi mencarinya?” Tatapan pria berambut pirang itu kelihatan panik dan penuh harapan.Morgan menatap pria itu dengan tatapan interogasi. “Untuk apa kamu cari Julia?”Pria berambut pirang segera berkata, “Aku itu temannya. Aku sengaja datang ke Negara Cendania untuk mencarinya. Kalau kalian kenal sama dia, mohon bawa aku untuk bertemu dengannya.”“Kenapa kamu tidak langsung telepon dia?”“Tadinya aku ingin beri kejutan kepadanya. Tapi ketika sampai di sini, aku malah kehilangan ponselku, tidak bisa menghubunginya. Aku juga tidak tahu di mana tepatnya dia sekarang?” Pria berambut pirang kelihatan agak putus asa. “Aku sudah seharian ke

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2653

    Theresia tertegun sejenak, lalu membalikkan kepalanya untuk melirik pundak Morgan. Dia mengulurkan tangannya hendak memilih sebuah payung.“Satu saja sudah cukup!” Morgan menarik lengan Theresia. “Tidak ada ruang untuk menaruh begitu banyak payung!” Sambil berbicara, Morgan menarik Theresia untuk berjalan pergi.Theresia hanya sempat menoleh untuk tersenyum bersalah terhadap penjual payung itu.Mereka berdua masuk ke dalam apotek. Theresia berjalan ke depan kasir. Baru saja dia ingin mengatakan obat yang dia inginkan kepada staf, Morgan pun mengeluarkan selembar daftar kepada staf itu. “Sediakan sesuai dengan yang ditulis!”Theresia melihat kertas itu dengan syok, lalu memalingkan kepalanya untuk menatap Morgan.Raut wajah Morgan kelihatan santai. “Kertas ini diberi staf yang mengurus anak-anak tadi. Mungkin Bibi Julia tidak tahu.”Theresia sedikit tersenyum. Memangnya apa yang bisa dia lakukan jika Julia tahu?Saat staf apotek sedang mempersiapkan obat-obatan, Theresia berjalan-jalan

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2652

    Dengan keunggulan tinggi badan Morgan, memayungi mereka berdua akan jauh lebih gampang dibandingkan dengan Theresia.Tubuh Theresia hampir menempel pada lengannya. Payung menutupi cahaya lampu jalan, membuat suasana di bawahnya semakin redup, seolah-olah sebuah ruangan tertutup saja. Di dalam ruang sempit itu, hanya terdengar suara rintik hujan yang jatuh di atas payung, serta napas mereka berdua yang saling bercampur. Dunia di luar seakan-akan telah terisolasi.Julia berjalan menuju vila tempat tinggal para murid. Dari kejauhan, dia melihat bayangan tubuh kedua orang di bawah cahaya lampu jalan. Morgan memegang payung, tetapi payung itu kelihatan miring, sebagian besar condong ke arah Theresia. Dia sedang melindungi Theresia dari hujan, sementara setengah bahu Morgan justru terkena hujan.Jane juga sudah melihatnya. Dia segera berkata, “Aku pergi antar satu payung lagi buat mereka.”“Tidak usah!” Julia tersenyum tipis sembari menghalangi Jane. “Kita pergi lihat murid-murid yang sakit

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2651

    Terlihat rasa gembira di dalam tatapan Jane. “Tadi ibuku baru saja telepon aku. Dia tanya masalah kita berdua dengan detail. Dia memang merasa agak nggak bersedia untuk melepaskan putra dari kepala organisasi itu, tapi dia setuju aku untuk bawa Lovin pulang ke rumah.”Rambut Theresia disanggul ke atas. Dia bersandar di bangku dengan memegang gelas teh yang diseduh langsung oleh Julia. Dia sungguh merasa gembira dengan masalah Jane. “Selamat.”Jane tersenyum imut. “Terima kasih, Theresia. Aku benar-benar berterima kasih sama kamu. Kalau bukan karena dorongan dari kamu, kami juga nggak mungkin bisa buka hati, kemungkinan kami benar-benar akan melewatkan satu sama lain.”Theresia berucap, “Jujur saja, aku juga pertama ini melakukan hal seperti ini, aku sempat takut niat baikku malah akan merusak masalah. Untung saja, kalian berdua memang sangat bersemangat!”Jane mengangkat kepalanya sembari tersenyum. Dia menatap Theresia dengan tatapan membara. “There, aku pasti akan berteman sama kamu!

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2650

    “Emm,” balas Morgan, lalu menyerahkan kotak kepada Theresia.Theresia mengambil kotak dengan kedua tangannya. Matanya seketika berkilauan. Jam itu sangat indah, permukaan jamnya terbuat dari emas murni, di dalamnya ada sebuah perahu layar kecil, dengan jarum jam dan menit dibuat menyerupai layar kapal.“Cantik sekali!” ujar Theresia.“Buat kamu,” kata Morgan.Theresia segera menggeleng, lalu mengembalikan jam kepadanya. “Aku nggak boleh terima hadiah darimu lagi!”Morgan mengambilnya, lalu melihat jam di dalam kotak. Dia pun berkata dengan suara rendah dan pelan, “Saat aku berusia sekitar lima tahun, ayahku ke luar negeri dan menghadiri sebuah acara lelang. Dia menghabiskan uang banyak untuk membeli jam ini untuk ibuku. Hanya saja, aku merusaknya saat kami liburan di sini.”Theresia berkata dengan tersenyum, “Jam ini terlalu berharga. Aku nggak boleh mengambilnya!”Tatapan Morgan tertuju pada diri Theresia. Dia membuka laci terdalam, lalu meletakkan jam ke dalam.Theresia merasa Morgan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status