LOGINSaat Jason kembali ke rumah, lampu di dalam ruang tamu masih dalam keadaan menyala. Ruangan seketika terasa hening.Jason pergi ke ruang baca. Ternyata Kelly masih berada di sana. Dia bersandar di atas meja dengan ketiduran. Komputer masih dalam keadaan menyala. Kertas-kertas berserakan di atas meja. Pena di tangannya menekan bagian pipinya hingga menunjukkan bekas, membuat orang yang melihatnya merasa luluh dan ingin tertawa.Jason membantu Kelly untuk mematikan komputernya, lalu menggendong Kelly.Kelly bersandar di atas pundak Jason. Dia memejamkan matanya sembari bergumam, “Kak Jason ….”“Aku gendong kamu untuk tidur di kamar,” balas Jason dengan nada rendah.Setelah kembali ke kamar utama, Jason menurunkan Kelly ke atas ranjang, lalu mencium pipi sampingnya. “Aku pergi mandi. Kamu tidur dulu.”Pria itu mengatur cahaya lampu di atas nakas menjadi lebih redup. Kemudian, dia melepaskan jasnya, melepaskan dasi, lalu berjalan ke dalam kamar mandi.Saat Jason kembali, Kelly masih berpos
“Dengar-dengar waktu ke luar negeri waktu itu, Jason pernah menahannya. Setelah dia pergi, Jason juga nggak pacaran selama setengah tahun. Dapat diketahui posisi wanita itu berbeda di hati Kak Jason. Kamu mesti hati-hati, ya!”Kelly terdiam sejenak, lalu bertanya, “Apa uang 20 miliar itu sudah di tanganmu?”Yerin tertegun sejenak. “Apa?”Kelly berkata, “Kalau kamu ada waktu, lebih baik kamu periksa apakah uangmu sudah dihabiskan kekasihmu atau belum!”Selesai berbicara, tanpa menunggu Yerin meluapkan amarahnya, Kelly duluan mengakhiri panggilan dan menyimpan ponselnya.Saat ini, tuan rumah dari acara kali ini, presdir dari Wyndra Group, Edu Wyndra, sedang merangkul lengan Syifa, lalu mengumumkan kepada semuanya. “Putriku, Syifa, baru saja pulang dari sekolah di luar negeri. Kelak, Syifa adalah penerus dari seluruh Wyndra Group ….”Syifa ….Kelly menatap perempuan yang kelihatan gembira karena digandeng ayahnya. Akhirnya Kelly bisa melihat jelas wajah wanita itu. Dia memang cantik sekal
Kiara tidak perlu membuktikan seperti apa hubungan dirinya dengan Jason. Selama dia dan Jason muncul bersama, wibawa Jason di Kota Jembara sudah cukup untuk membuat abang keduanya merasa segan. Jika dia ingin menindas Kiara, dia pasti akan berpikir dua kali.Jason menatapnya dengan mata yang elegan dan datar. “Boleh. Tapi mungkin aku tidak punya banyak waktu untuk menjagamu.”“Tuan Jason nggak perlu menjagaku secara khusus. Cukup biarkan abangku melihat aku muncul bersama kamu saja!”Jason mengangguk dengan datar, lalu melanjutkan langkahnya ke depan. Kiara pun segera mengikutinya.…Kelly menuruni mobil. Tadinya dia ingin menghubungi Jason, tetapi dalam sekilas mata, dia dapat melihat bayangan tubuh pria tampan di bawah cahaya berkilauan. Dalam sekilas mata juga, dia dapat melihat wanita di sisinya.Kelly berdiri di tempat. Setelah ragu beberapa saat, dia baru ikut berjalan ke dalam. Kelly melihat papan instruksi dari lobi, lalu naik ke lantai 11, kemudian memasuki aula.Aula sangat l
Sebelumnya, Laura lembur untuk menemani Kelly. Hari ini, Kelly juga sudah berjanji untuk membantu Laura.Saat Jason mendengar Kelly akan lembur lagi, dia kelihatan sangat kecewa, tetapi dia tidak berkata lain. “Setelah acara jamuan selesai, aku akan pergi menjemputmu.”“Maaf, Kak Jason,” kata Kelly dengan suara ringan.“Ngapain ngomong maaf sama aku? Kamu pergi sibuk sana.” Terdengar rasa toleransi dan kasih sayang di dalam suara Jason.“Emm,” balas Kelly.Di Gunawan Group.Jason memutuskan panggilan. Dia menatap ponsel dengan kening sedikit berkerut.Kelly sangat sibuk. Waktu interaksi mereka berdua juga semakin sedikit, membuat dia tidak merasa mereka berdua sedang berpacaran.Biasanya sang pria yang sibuk, sang wanita akan selalu takut kehilangan. Namun, kondisi malah berbalik dalam hubungan mereka.Jason pun tersenyum menyindir. Ternyata hari seperti ini akan terjadi pada dirinya!Setelah memutuskan panggilan, Kelly menggigit bibirnya sejenak sembari berpikir. Pada akhirnya, dia me
Kenneth mengenakan kemeja berwarna biru keabuan. Kancing manset safir berwarna biru di ujung lengan bajunya memancarkan kilau lembut dan hangat di bawah sinar matahari, sangat selaras dengan auranya.Kenneth memandang ke depan, lalu berkata dengan nada suara tenang, “Kamu terlalu sibuk. Kami tidak pernah berhasil mengundangmu dalam beberapa kali reuni dengan teman sekolah. Sekarang semua orang bahkan sudah tidak berani meneleponmu lagi, takut mengganggumu.”Kelly berkata dengan bersalah, “Belakangan ini memang agak sibuk. Lain hari, aku akan traktiran.”Kenneth tersenyum. “Tidak masalah. Semuanya juga paham. Jangan masukin ke hati.”Kenneth melirik Kelly sekilas, lalu melanjutkan, “Ketika di Kowloon waktu itu, kamu bekerja tiga tempat karena kamu sendirian di luar negeri, kamu butuh mencari uang untuk menghidupi Yana. Sekarang, kondisimu juga stabil, kenapa kamu masih sesibuk ini? Kamu itu seorang perempuan. Masa muda baru berapa tahun saja. Jangan bekerja sekeras itu.”Kelly memalingk
Christie menuangkan kopi untuk Kelly. “Kamu begitu berbakat. Apa kamu nggak kepikiran untuk buka studio sendiri?”Kelly berterus terang. “Sebelumnya memang kepikiran, tapi aku selalu merasa ada banyak kekurangan di diriku, terutama dalam beberapa waktu ini. Aku bertemu dengan banyak orang dan menghadapi banyak masalah, perasaan seperti itu semakin terasa lagi. Lagi pula, sekarang aku juga nggak punya uang sebanyak itu.”Raut wajah Christie kelihatan lembut. “Saat aku baru pulang dari luar negeri, aku sangat nggak terbiasa dengan lingkungan pekerjaan di dalam negeri. Aku pernah merasa bingung dalam satu waktu. Terakhir, aku mengandalkan hobiku untuk membuka kafe ini. Tapi, setelah aku menenangkan diriku sekarang, aku merasa aku lagi buang-buang waktu. Aku sudah belajar selama bertahun-tahun, aku malah nggak mengaplikasikannya. Aku benar-benar merasa sayang sekali.”Kelly mencicipi camilan sembari mendengar omongannya dengan tenang.Christie mencondongkan sedikit tubuhnya ke depan, kemud
Reza langsung menebaknya. “Jason?”Sonia merasa sangat tidak masuk akal. “Jason pakai jubah mandi Kelly!”Reza pun tertawa. “Maksudmu, mereka tidur bersama?”Sonia menggeleng. Dia merasa semuanya terlalu cepat, tidak seperti karakter Kelly.“Tidak ada wanita yang bisa menolak Jason. Semuanya juga wajar.
Reviana menyadari Stella tidak sedang di rumah. Saat dia menelepon Stella, Stella pun sedang berada di atas ranjang Edward.Edward langsung melihat tampilan ponsel, lalu mengakhirinya. Dia membuang ponsel ke atas pakaian yang berserakan di atas lantai.….Pada hari Minggu sore, Sonia bertemu dengan Ros
Dalam makan kali ini, hampir 30 kali Rose mengungkit nama Devin. Sonia melihat kedua mata berkilauannya. Dia tahu bahwa Rose sudah jatuh cinta parah terhadap lelaki itu!Jujur saja, Sonia sungguh penasaran bagaimana sosok lelaki yang begitu disukai Rose?Selesai makan, mereka berjalan keluar hotel. Mo
Howard memalingkan kepala untuk melihat Kelly sekilas. Dia merendahkan nada bicaranya, lalu berkata, “Biasanya cowok memang ada masa-masa seperti ini. Kondisi dia cukup serius!”Kelly tertegun sejenak, lalu tertawa.Howard melipat kedua tangannya, lalu berucap dengan tersenyum, “Baguslah kalau kamu bi







