Share

Bab 1804

Author: Musim Gugur
Sore harinya, Reza ke lokasi syuting untuk mengunjungi Sonia.

Kali ini, Reza tidak menunggu di mobil, melainkan langsung ke lokasi syuting. Dari kejauhan, dapat terlihat seorang pria bertubuh tinggi dan berwajah tampan berjalan mendekat. Terlihat juga kilauan di dalam tatapannya.

Setelah Reza mendekat, Amelia berkata dengan gugup, “Kamu … kamu cari Sonia, ya?”

Reza mengangguk. “Teleponnya tidak bisa terhubung. Apa dia lagi di lokasi syuting?”

Amelia segera mengangguk. “Ada. Sonia baru saja kembali ke lokasi syuting. Aku antar kamu ke sana.”

“Apa dia di halaman depan? Biar aku ke sana sendiri!” Suara Reza terdengar lembut. Dia mengangkat kakinya, lalu pergi mencarinya.

Tempat Sonia bekerja berada di sebuah halaman kecil yang disiapkan di samping vila yang disewa oleh kru produksi. Proses syuting sudah memasuki tahap akhir, sehingga halaman itu penuh dengan barang-barang dan terlihat cukup berantakan.

Reza mencari cukup lama, hingga akhirnya menemukan Sonia yang sedang tidur di bawah seb
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Dimas rengga permana Firmansyah
bisa kok Sonia hamil asal kmu yakin aja
goodnovel comment avatar
Dyandra Mulya
JASON tuh mulutnya... Diih ?!? Gue aja jika jadi REZA juga bakal NYEKIK leher Jason deh... Nyelekit banget Sindiran²nya gak pake filter !!!
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2636

    Theresia menyipitkan mata menatap bayangan mereka berdua di atas tanah yang berubah dari panjang menjadi pendek, lalu dari pendek menjadi panjang. Dia memandang pegunungan di kejauhan, yang kelihatan merunduk di garis cakrawala seperti seekor binatang buas, lalu menatap bulan sabit di langit yang tertutup awan gelap ….Segala sesuatu yang tertangkap oleh pandangan Theresia kini berubah menjadi jelas dan terang. Theresia memasukkan tangannya ke dalam saku celana, menyentuh kertas jimat di dalamnya, lalu diam-diam mengucapkan sebuah permohonan. Seandainya semua ini hanyalah mimpi, biarkan Theresia tidak segera terbangun dari mimpinya. Semoga perjalanan juga lebih panjang lagi.Di tengah rasa linglung, tiba-tiba Theresia teringat saat parasit yang dicabut dari tulangnya. Keesokan harinya, kakinya bengkak parah hingga tidak bisa berjalan dan Morgan-lah yang menggendongnya keluar dari padang pasir itu.Semua itu sudah kejadian yang sangat lama. Saat itu, Theresia kehilangan terlalu banyak d

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2635

    Theresia berusaha untuk menjelaskan, “Aku nggak mau naik mobil karena peringatanmu sebelumnya. Kamu bilang nggak boleh menurunkan kewaspadaan dengan kebaikan orang lain.”Pria itu berkata, “Emm.”Tentu saja, Morgan tidak akan menjelaskan alasan dirinya tidak menaiki mobil itu.Theresia seketika merasa canggung. Entah kenapa dia merasa semakin canggung setelah menjelaskan.“Kalau tahu seperti ini, lebih baik aku naik mobil Bibi Julia saja. Tadinya aku ingin melindungimu, sekarang malah jadi bebanmu.”Suara Morgan kedengaran rendah, tidak mengandung perasaan apa-apa. “Beban atau bukan, semuanya tergantungku.”Bulu mata Theresia bergetar. Dia menatap bayangan tubuh mereka berdua yang saling bertumpang tindih, lalu bertanya, “Bagaimana denganku?”“Bukan.”Hati Theresia terasa luluh dan santai. Dia memalingkan kepalanya untuk bersandar di atas pundak, lalu bertanya dengan perlahan, “Waktu itu … kenapa kamu bersikeras menyuruhku pergi?”Ada begitu banyak pertanyaan di dalam hati. Akhirnya di

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2634

    Suasana terlalu hening. Theresia hendak mengatakan sesuatu, tetapi dia tidak memiliki topik pembicaraan, sengaja mencari topik. “Jane orangnya imut, ya? Seandainya ada orang berkarakter lincah sepertinya di dalam regu, suasana kerja setiap hari juga akan terasa sangat santai. Contohnya seperti asistenku, si Ingga, biasanya dia sangat cerewet. Tapi kalau dia nggak di kantor, aku akan merasa nggak terbiasa.”Pria itu mengeluarkan respons yang sangat singkat. “Emm.”Balasan itu membuat Theresia langsung menelan kembali kata-kata yang hendak dilontarkannya lagi.Saat Theresia hendak melanjutkan suasana hening ini, tiba-tiba Morgan bersuara, “Kalau kamu tidak ada urusan dalam dua hari ini, gimana kalau kamu ikut aku pulang untuk kunjungi Kakek?”Ekspresi Theresia tertegun sejenak. Dia bertanya dengan suara ringan, “Apa kondisi tubuh Kakek Jemmy baik-baik saja?”“Baik.”Theresia menurunkan kelopak matanya dan berkata, “Aku nggak pamitan sama Kakek saat pergi dari Kota Atria waktu itu.”Morga

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2633

    Hanya saja, kedengarannya Jane yang menang.Theresia berjalan lebih lambat setengah langkah daripada Morgan. Tersembunyi di balik sosoknya yang tinggi dan gagah, tangan Theresia tergenggam erat oleh tangannya, mengikuti setiap langkahnya.Di sekeliling begitu sunyi, hingga Theresia bisa mendengar dengan jelas suara daun tertiup angin, suara pasir di anak tangga yang terinjak sepatu, dan suara detak jantungnya sendiri yang berdegup dengan penuh semangat.…Setelah menuruni pegunungan, mereka pun bertemu dengan Julia yang sedang menunggu mereka.Sebelumnya Julia sempat telepon, Theresia mengatakan bahwa mereka baik-baik saja dan estimasi waktu mereka kembali ke vila. Hanya saja, Julia tetap merasa tidak tenang. Dia mengendarai mobil ke kaki gunung untuk menjemput mereka.Setelah mendengar kabar Jane terluka, raut wajah Julia langsung berubah. Hanya saja, dia malah melihat Jane langsung melompat turun dari punggung Lovin dengan lincah. “Nggak apa-apa, cuma terkilir saja, sudah sembuh juga

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2632

    Theresia juga mengambil tas rangka lukisan Steffie untuk memikulnya. “Biar aku pikul saja. Kamu ke depan untuk terangi jalan Lovin. Kamu juga mesti hati-hati!”Steffie berterima kasih kepada Theresia, lalu mengambil senter berjalan ke hadapan Lovin untuk menerangi jalannya.Morgan dan Theresia berjalan di belakang. Mereka berdua memikul tas rangka lukisan yang berat, tetapi langkahnya sangat ringan bagai sedang berjalan di permukaan datar saja.Saat berjalan di area jalan pegunungan yang agak curam, Morgan memalingkan kepalanya berkata kepada Theresia, “Berikan tas rangka lukisanmu kepadaku juga!”“Nggak usah!” Theresia tersenyum tipis. “Aku masih bisa memikulnya. Kalau nggak bisa, aku pasti akan cari kamu!”“Pegunungan sudah mulai berembun. Anak tangga pasti sangat licin. Kamu juga mesti lebih hati-hati!” ucap Morgan, lalu mengulurkan tangan kepada Theresia.Tangan Theresia sempat melintas di telapak tangannya yang lebar dan hangat. Jantungnya berdebar lebih cepat, tetapi dia tidak me

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2631

    Theresia berdiri di atas sebongkah batu, lalu melambaikan tangan ke sisi Morgan. “Kamu lihat sebelah sana.”Morgan berjalan ke sana, lalu melihat ke arah yang ditunjuk Theresia. Samar-samar terlihat beberapa bangunan berdiri di lereng setengah gunung.“Ada apa?” tanya Morgan.“Apa ada orang yang tinggal di sana?” tanya Theresia.Morgan menggeleng dengan perlahan. “Tidak ada yang tinggal di sana. Itu tempat istirahat sementara yang disiapkan khusus untuk orang-orang yang naik gunung.” Theresia mengangguk dengan perlahan dan ingin pergi melihat. Hanya saja, jika pulang pergi, langit pasti sudah gelap, jadi dia menyingkirkan pemikiran itu.Morgan yang memiliki tatapan tajam itu dapat membaca isi hati seseorang. Dia berkata dengan suara datar, “Hari ini sudah kemalaman. Lain kali aku akan bawa kamu ke sana. Tapi, tidak ada yang seru di sana, cuma beberapa gubuk kayu saja.”Theresia tersenyum. “Kamu pernah ke sana?”Morgan duduk di atas bebatuan, lalu melipat kakinya. “Sewaktu kecil dulu,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status