تسجيل الدخولTidak lama kemudian, Jason menuruni mobil, lalu berjalan ke dalam kafe. Di bawah tatapan kaget Kenneth, dia duduk di samping Kelly.Tatapan dingin Jason menyapu ke sisi Kenneth. Matanya hanya menatap Kelly saja. Dia bertanya, “Bukannya kamu bilang kamu janjian sama Christie?”Kenneth menjawab, “Apa Tuan Jason lagi salahin Kelly? Aku ini kakak seniornya Kelly. Aku kenal Kelly lebih dulu daripada Tuan Jason. Kami hanya berhubungan secara normal. Apa Tuan Jason juga tidak mengizinkannya?”Wajah tampan Jason kelihatan dingin. “Aku lagi ngomong sama kekasihku. Tuan Kenneth sendiri sadar kamu itu kakak seniornya. Setelah tahu Kelly punya kekasih, seharusnya kamu lebih jaga batasan!”Kelly segera menjelaskan, “Kak Christie lagi di perjalanan. Dia akan segera kemari.”Kenneth mendengus dingin. “Ketika Tuan Jason lihat Kelly duduk sama cowok lain, kamu pun merasa tidak senang dan datang untuk menyalahkannya. Kalau begitu, aku juga ingin tanya sama Tuan Jason. Semalam saat kamu di bar, siapa wan
Setelah panggilan terhubung, suara lembut Christie pun terdengar. “Kelly, selamat berakhir pekan!”Kelly membalas dengan tersenyum, “Selamat berakhir pekan!”Christie berkata, “Apa kamu ada waktu di pagi hari? Masalah buka studio yang aku katakan sama kamu waktu itu, kebetulan ada temanku ingin menyewakan studionya. Harga dan lokasinya sangat cocok. Kita bisa pergi lihat hari ini.”Kelly tidak menyangka akan secepat ini. “Hari ini?”Christie berkata, “Tempat sebagus itu sangat laris. Kita pergi lihat dulu. Kalau cocok, kita langsung panjar. Kamu jangan bimbang lagi. Aku sudah bilang masalah modal itu bukan masalah.”Kelly berpikir sejenak. “Ketemuan di mana?”Christie berkata, “Aku akan kirim titik studio kepadamu. Kamu cukup ke sini sekarang.”Setelah Kelly janjian dengan Christie, panggilan pun diakhiri.Christie mengirim lokasi kemari.Kelly melihat jam sekilas. Dia memberi tahu Jason dulu, kemudian pergi mengganti pakaiannya, baru keluar rumah.Saat sampai di lokasi yang dikirim Ch
Saskia merasa sangat bersalah. “Semuanya salah aku. Setelah makan malam tadi, Yana bilang dia ingin main air. Aku pun suruh pelayan untuk bawa dia berenang di kolam renang. Dia pasti masuk angin karena pakai baju renang. Setelah membawanya pergi mandi, aku menyadari tubuhnya panas sekali.”Aldrich menenangkannya. “Kalau dia masuk angin gara-gara main air, juga tidak masalah. Yang penting sekarang demamnya sudah reda.”Jason mengangguk. “Aku temani Yana. Kalian pergi istirahat sana.”Saskia bertanya, “Bukannya kamu mau pergi jemput Kelly pulang kerja?”Jason membalas, “Aku sudah suruh sopir untuk pergi menjemputnya. Aku belum beri tahu dia masalah Yana jatuh sakit. Kita bicarakan lagi esok hari.”Kalau sampai Kelly tahu, dia pasti akan datang untuk menemani Yana. Bisa jadi, dia tidak akan tidur nyenyak semalaman. Jason hanya ingin Kelly tidur nyenyak malam ini. Dia bisa menemani Yana sendiri.Setelah Yana meminum obat pereda demam, Jason malah tidak berani tidur. Dia terus mengusap keni
Orlando berkata, “Kalau begitu, aku pergi pesan tiket pesawat sekarang.”Mereka berdua pun tertawa. Kali ini, Orlando baru berkata bahwa putra dari teman ayahnya mengadakan pernikahan. Dia datang kemari untuk menghadiri acara itu.Berhubung bukan urusan pekerjaan, Orlando juga tidak pergi melapor ke Gunawan Group. Setelah datang ke Kota Jembara, dia pun mengajak Jason untuk bertemu di sini.Mereka berdua mengobrol masalah pekerjaan sejenak. Orlando pun diundang seorang wanita untuk menari. Saat ini, hanya tersisa Jason sendiri di meja bar.Jason melihat jam tangannya. Masih ada waktu satu jam sebelum menjemput Kelly. Tiba-tiba tercium aroma wangi dari samping. Jason memutar bola matanya untuk melihat kesana, ternyata si Syifa.Syifa mengenakan sepotong terusan panjang berwarna biru keperakan. Di bawah cahaya lampu, lekuk tubuh wanita itu kelihatan semakin menonjol. Warna biru yang indah itu juga membuat kulit si wanita kelihatan semakin putih saja.Syifa memesan dua gelas alkohol. Dia
Sore harinya, Jason menelepon Kelly. Setelah tahu Kelly masih harus lembur, dia pun mengendarai mobil untuk pulang ke kediaman lama duluan.Yana tidak bertemu dengan Jason semalaman. Dia langsung memeluk leher Jason, tidak ingin melepaskan Jason. “Ayah, aku kangen sama Ibu. Kenapa Ibu nggak datang bersama Ayah?”Jari tangan Jason mengusap hidung kecil Yana, lalu berkata dengan tersenyum, “Sebentar lagi, Ayah akan pergi jemput Ibu.”Yana merasa sangat gembira. “Malam ini aku mau tidur sama Ibu.”“Oke, biar Ibu baca cerita untuk kamu!”Aldrich merasa belakangan ini Jason selalu pulang sendiri. Dia pun bertanya, “Apa pekerjaan Kelly sibuk sekali … sampai mesti lembur terus?”Jason duduk di sofa, lalu membujuk Yana. Setelah itu dia berkata dengan tersenyum datar, “Sebenarnya semua ini juga salah aku. Proyek dari gedung Gunawan Group sudah membuat nama Kelly jadi terkenal. Sekarang, ada banyak orang yang mencarinya.”Aldrich tersenyum ramah. “Kamu tidak perlu menjelaskan. Aku merasa anak mu
“Jadi, pada akhirnya memang demi aku atau demi barang pemberian Kiara, makanya kamu sengaja membocorkan jadwalku kepadanya?” Jason sudah tidak memiliki kesabaran untuk berdebat dengan Tina. “Keluar!”Tina merasa gugup dan takut. Dia sudah tidak ingin melakukan pembelaan apa-apa, melainkan membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi.Semalam, saat Tina mengantar dokumen ke dalam ruangan, dia memang kedengaran Jason sedang menelepon kekasihnya. Dia tahu kekasihnya tidak bisa menemani Jason untuk menghadiri acara jamuan, makanya dia sengaja untuk membocorkannya kepada Kiara.Tina mengira Jason tidak akan memedulikannya. Siapa sangka ….Tina sungguh merasa menyesal. Dia telah menghilangkan kesempatan bekerja di Gunawan Group demi kalung seharga beberapa puluh juta.Di dalam ruang kerja, asisten yang satu lagi tidak berani bernapas. Dia tahu suasana hati atasannya sedang tidak bagus. Lantaran takut terlibat dan siapa tahu Jason sedang memberi contoh kepadanya, raut wajahnya juga semakin serius
Pria itu bangkit berdiri dan berkata dengan tenang, “Aku akan mengantarkan kamu pulang.”“Di mana supirnya?” tanya Sonia.Reza sudah berjalan hingga ke depan pintu. Begitu mendengar pertanyaan dari perempuan itu, langkah kakinya langsung berhenti dan menoleh ke belakang. “Aku kebetulan lewat sana.”Son
Stella terdiam sejenak, lalu berkata dengan sedih, “Hanya saja, aku takut Kakek akan suruh aku cepat-cepat nikah. Aku masih ingin tinggal di sisi Mama lebih lama.”Reviana merasa kesal begitu teringat kejadian sebelumnya, “Kakekmu sudah linglung. Kamu tenang saja, aku nggak akan membiarkan kamu menik
Begitu pintu tertutup, wajah Sonia pelan-pelan berubah menjadi pucat. Perempuan itu mengingat kembali percakapannya dengan Reza, sedikit tidak masuk akal, tetapi dia tidak merasa bahwa tindakannya barusan sedikit berlebihan.Perempuan itu menoleh untuk mencari ponselnya. Lalu menemukan, bahwa ponseln
Kalau Stella bisa berhasil masuk ke dalam lingkaran mereka, maka status mereka sekeluarga akan meningkat hingga berkali-kali lipat.Mereka berdua bukan hanya akan merasa bangga karena putrinya. Namun di depan seluruh keluarga Dikara, bahkan di seluruh kota Jimbara ini, mereka bisa berjalan dengan dag







