LOGINHallie tersenyum dan berjalan maju. “Nggak secepat itu. Mesti empat jam baru bisa ada hasilnya. Kakek, kamu jangan buru-buru!”“Perlu selama itu!” Aska duduk, lalu melihat jam sekilas. Setiap detik terasa tersiksa baginya.Vanz bertanya pada Julia dengan perhatian, “Apa sakit ketika diambil darah?”Julia tersenyum datar. “Sedikit saja, tidak sakit.”Jemmy berkata, “Selagi menunggu, ada yang ingin aku katakan.”Semua orang langsung terdiam melihat ke sisi Jemmy.Jemmy berkata dengan perlahan, “Hasilnya cuma dua saja, kemungkinannya setengah-setengah. Kita semua mesti persiapkan mental. Seandainya Hallie adalah anggota keluarganya Aska, semua pun akan ikut berbahagia, tidak ada yang perlu dikatakan lagi. Seandainya bukan, Julia, kamu juga jangan kecewa dan jangan salahkan Aska. Selama bertahun-tahun ini, dia tidak pernah melepaskan Jeje. Saat Jeje hilang waktu itu, dia tidak makan dan tidak minum, hampir saja ikut pergi. Kamu juga melihatnya.”Hidung Julia terasa tidak nyaman. Dia mengan
Hallie merenung sejenak, lalu mengangguk dengan linglung. “Aku tahu, tapi … aku tetap saja merasa sedikit takut ….”Sonia menatap mata Hallie, lalu langsung bertanya, “Kamu takut kehilangan keluargamu atau takut kehilangan persyaratan mewah dari keluarga Kakek Aska?”Hallie terbengong sejenak, lalu segera menjawab, “Tentu saja nggak merelakan Kakek. Dia memperlakukanku dengan sangat baik. Selama beberapa bulan ini, aku pun sudah menganggapnya sebagai kakek kandungku sendiri!”Sonia berkata, “Kata Pak Guru, meskipun kamu bukan anak kandungnya Bibi Julia, dia juga akan menjagamu seperti dulu, makanya kamu nggak perlu khawatir.”Hallie memaksa dirinya untuk tersenyum. Dia menunduk dan berbisik, “Beda, dong.”Sonia mengerutkan sedikit keningnya. “Hallie, coba kamu pikir saat kamu berada di Hondura, kamu sedang berada di kondisi yang sangat membahayakan dan nggak memiliki apa pun, apa kondisi sekarang jauh lebih buruk daripada waktu itu?”Hallie menatap Sonia dengan terbengong dan tidak ber
Roger berkata dengan datar, “Kalau mau jilat, kalian jilat sendiri saja. Jangan tarik-tarik aku! Selain itu, segera cari orang untuk perbaiki mobil Theresia. Kalau tidak, aku akan suruh Theresia untuk lapor polisi. Kalian sudah merusak barang milik orang lain, perbuatan itu tergolong ilegal. Kalau kamu ingin putramu masuk penjara, kamu tidak usah mengurusnya.”Selesai berbicara, Roger langsung mengakhiri panggilan.Jovita merasa marah hingga hampir membanting ponselnya. Dia duduk di tempat sembari berpikir dengan kepala dingin. Pada akhirnya, dia menelepon orang untuk memperbaiki mobil Theresia.Roger juga menelepon Theresia, menyuruhnya untuk lebih berhati-hati dalam beberapa hari ini. Mesti lebih memperhatikan sekitar apabila mengendarai mobil.Theresia memberi tahu Roger bahwa dia akan lebih hati-hati.…Saat Sonia, Morgan, dan yang lain tiba di rumah Aska, waktu sudah siang. Julia pun masih belum tiba.Aska merasa agak panik. Dia tidak menelepon sendiri, melainkan terus mendesak Je
Reza melirik Sonia sekilas, lalu berkata pada Jemmy, “Melihat kondisinya seperti ini, aku juga tidak mungkin buru-buru.”Nada bicara Reza memang terdengar tidak berdaya, tetapi penuh dengan rasa memanjakan. Jemmy pun tersenyum lebar.Malam harinya, mereka menemani Jemmy hingga larut malam, baru kembali beristirahat ke kamar masing-masing.Saat kembali ke vilanya, masih digantung lampion berwarna merah di bawah lorong kayu. Bulu putih bersih White pun tampak berubah menjadi berwarna-warni.Sonia mengambil inti kenari untuk memberi makan White. White pun mulai bersuara, “Selamat untuk Sayangku. Semoga Sayangku segera mendapatkan anak!”Sonia menatap Reza dengan syok, “Siapa yang ajari White ngomong begini?”Reza meraih pergelangan tangan Sonia, lalu memeluknya. Kelima indra tampannya kelihatan sangat memesona di bawah bayangan lampu. “Tidak usah diajari. Semakin banyak orang yang mengatakannya, ia pun bisa sendiri!”Reza menggenggam tangan Sonia lanjut memberi makan untuk White. Dia be
Setibanya di Kediaman Keluarga Bina, Indra juga sudah menunggu di depan pintu.“Kakek Indra!” Sonia berlari mendekat. “Aku sudah kembali!”“Iya!” Indra menatap Sonia dengan tersenyum. Terlihat rasa gembira di dalam tatapannya.Setelah Reza berjalan pergi, dia pun menyapa Indra dan bersama Sonia berjalan memasuki rumah.Jemmy sudah tidak bisa bersabar ingin ke luar rumah untuk melihat kedatangan Sonia. Kebetulan sekali, saat berjalan ke halaman, dia pun langsung tersenyum ketika melihat bayangan tubuh Sonia.…Saat makan, mereka sekeluarga sedang membahas masalah tes DNA yang dilakukan Hallie dengan Julia.Morgan berkata, “Tadi pagi, Bibi Julia telepon aku. Katanya dia bisa kembali ke Kota Jembara besok.”Sonia memiliki sebuah firasat. Setelah Julia bertemu dengan Hallie, dia pasti akan semakin antusias dalam soal tes DNA, sepertinya dia sudah tidak sabar untuk memutuskan hubungan dengan Hallie. Setelah dipikir-pikir, sepertinya salah paham di antara mereka berdua memang sangat dalam.“
Tasya juga merasa antusias. “Semangat, semangat!”Tasya pun semakin merasa gembira saja. “Sonia, aku menyadari kamu itu bintang keberuntungan bagi keluarga kami. Begitu kamu keluar, masalah Paman Reza kesulitan dalam menikah pun teratasi. Kamu bahkan sudah membawakan kekasih begitu baik buat aku. Aku benar-benar sangat menyukaimu!”Sonia mengangkat-angkat alisnya, lalu tersenyum tidak berdaya. “Menurutku, kamu sudah terobsesi sama Yandi!”“Asalkan dia suka sama aku, aku juga bersedia untuk jadi gila!” Perempuan itu tersenyum cerah. Dia terlihat begitu tegas.“Tasya, ayo cepat kemari. Jangan selalu menempel dengan Sonia!” jerit Diana sembari menoleh.“Segera!” balas Tasya dengan suara gumam, “Memangnya kenapa kalau nempel sebentar? Lagi pula, setelah kami pergi nanti, Sonia pun akan jadi milik Paman Reza!” Tasya bergumam sembari berjalan cepat ke sisi Diana.Akhirnya hanya tersisa Sonia dan Reza berdua saja. Di dalam vila yang luas ini, mereka berdua berpelukan dengan tenang, mendengar
“Hmm!” Sonia hanya bergumam, tidak menjawab.Reza menoleh dan mencium bagian belakang telinga Sonia. Melihat wanita itu sepertinya tidak ingin membicarakannya, dia pun mengubah topik pembicaraan, “Kamu pesan apa untuk Yandi?”Selesai main, Sonia bangkit dan berkata, “Aku nggak pesan apa pun untuk Yand
“Sales? Lumayan juga. Selama punya motivasi, pasti punya masa depan!” ujar Mandy sambil tersenyum.“Iya!” Sonia mengangguk sambil tertawa kecil.Di sisi lain. Pak Nathan memanggil Siska Dayanti dan memperkenalkannya dan Gina Tanadi agar mereka saling kenal. Bagaimanapun juga, mereka akan menjadi kakak
Di kantor Wendy, Sonia kembali mengetuk pintu dan berjalan masuk, “Ibu Wendy, apakah perjanjiannya sudah ditandatangani?”Wendy menjawab tanpa mengangkat kepalanya, “Kamu nggak lihat aku sedang sibuk!”Mata Sonia redup, perempuan itu berjalan lurus dan mengambil kembali perjanjian tersebut, “Berhubung
David menatap perempuan itu lekat-lekat, lalu menoleh ke belakang dan tertegun sejenak. “Desain yang sebelumnya juga sudah diubah? Bukankah ada dua versi yang sudah ditentukan desainnya?”Silvia langsung melihat ke arah Stella, sambil berkata dengan wajah yang serius, “Bukankah aku sudah memberitahum







