Share

Bab 704

Author: Musim Gugur
Ketika menyadari kedatangan Reza, Darren spontan berdiri, lalu mengangkat ubi di tangannya. Saking tegangnya, Darren jadi terbata-bata, “Pak … Pak Reza … mau makan ubi, nggak?”

“Terima kasih, tidak usah!” ucap Reza dengan santai, “Kalian makan saja!”

“Aku sudah selesai makan!” Darren lekas meletakkan ubi dan berlari pergi.

Reza duduk di bangku sebelah, lalu menatap Sonia dengan tersenyum. “Sudah bosan makan kacang, sekarang jadi makan ubi?”

Tampak senyuman di dalam tatapan Sonia. “Dibeli sama an
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Dyandra Mulya
Rata² Memang pembeli itu bersikap Arogan, tidak ada Rasa kasihan pd kurir pengantar makanan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2850

    Tentu saja Aska menyadarinya. “Hallie, apa pun ceritanya, ucapanku dulu masih akan berlaku. Kalau kamu tidak ingin mencari orang tua kandungmu, kamu bisa terus tinggal di sini. Kami akan menjadi orang terdekatmu.”Mata Hallie memerah. Dia mengangguk dengan terisak. “Aku nggak merelakanmu!”Aska segera berkata, “Aku mengerti.”Wajah Hallie memucat. Dia menggigit bibir bawahnya. Dia kelihatan sangat malang. “Kakek, aku juga pernah berpikir sebelumnya. Aku bukan anggota keluarganya Kakek. Aku nggak boleh terus tinggal di sini, apalagi sekarang cucu kandungmu sudah ditemukan. Aku pun nggak punya alasan untuk tinggal di sini lagi. Tapi, aku benar-benar nggak ada tujuan. Aku nggak bisa kembali ke rumah orang tua asuhku. Aku nggak punya keluarga dan teman. Aku juga nggak tahu mesti ke mana?”Saat mendengar ucapannya, hati Aska terasa semakin sakit lagi. Dia berjalan maju untuk menepuk-nepuk pundak Hallie berusaha untuk menenangkannya. “Kalau Jeje tidak ditemukan, dia mungkin akan sepertimu, t

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2849

    Ketika melihat semua ini, hati Theresia tergerak. Sepertinya kali ini dia baru benar-benar merasakan bahwa dirinya adalah Jeje.“Kuda kayu ini dibuat oleh kakekmu sendiri. Di atasnya juga adalah lukisannya.” Julia tersenyum lembut. “Lonceng emas ini juga dia buat untuk kamu dengan menggunakan batang emas. Sewaktu kecil dulu, kamu sangat suka dengan kuda kayu ini.”Theresia mengangguk dengan perlahan. Dia duduk di depan kuda kayu, lalu melihat kuda kayu itu. Dia masih sangat menyukai kuda kayu ini.Julia membuka lemari pakaian. Di dalamnya disusun banyak terusan kecil. “Semuanya pernah kamu pakai dulu.”Ada berbagai jenis terusan. Meskipun sudah 20 tahun berlalu dan kelihatannya agak usang, tetap saja kelihatan sangat cantik. Rasa familier kembali dirasakan.“Selain itu ….” Julia mengeluarkan dua foto album yang sangat besar dari laci paling bawah. Dia duduk di lantai bersama Theresia. “Semua ini adalah foto masa kecilmu.”Sejak Jeje hilang, tidak ada yang berani membuka foto album ini.

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2848

    Aska meminum teh dengan tenang. “Meskipun aku pernah mengatakannya, sepertinya waktu itu kamu juga tidak setuju. Kamu bilang, anak muda bebas dalam masalah asmara, sebagai senior tidak seharusnya ikut campur, sekarang sudah tidak tren masalah perjodohan lagi! Kenapa? Setelah Jeje ditemukan, kamu tidak mendukung kebebasannya dalam asmara lagi?”Jemmy menatap Morgan. “Kata siapa tidak tren untuk melakukan perjodohan?”Morgan menggeleng dengan tenang. “Aku tidak ingat!”Aska tersenyum sinis. “Kalian berdua tidak perlu bersandiwara. Kamu pernah mengatakannya. Aku ingat dengan jelas!”Jemmy tersenyum, lalu bertanya pada Morgan, “Bagaimana menurutmu?”Morgan terlihat santai. “Kalau begitu, bebas saja, aku juga tidak masalah.”Jemmy langsung tersenyum. Sepertinya Morgan yakin bisa mendapatkan Theresia!Aska malah berkata, “Tidak, tidak boleh. Intinya, jangan menargetkan Jeje-ku. Aku dan Julia tidak mungkin membiarkannya menikah dengan begitu cepat. Setidaknya, dia mesti tinggal beberapa tahun

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2847

    Julia bertanya pada Morgan, “Apa kamu punya foto masa kecil Theresia dulu?”Morgan melirik Theresia sekilas, lalu berkata dengan mengangguk, “Seharusnya ada. Nanti aku akan suruh orang untuk mencarinya.”“Oke, kamu mesti mencarinya untukku.” Terlihat tatapan penuh penantian di dalam mata Julia.Julia sama sekali tidak tahu apa-apa mengenai Theresia. Dia sudah tidak sabar untuk memahami putrinya.Meja makan itu terbuat dari kayu yang sudah berumur tua. Kebetulan Theresia sedang duduk menghadap jendela. Pohon magnolia di luar jendela sana sudah berbunga. Ketika mendengar ucapan Aska dan Julia, dia tiba-tiba merasakan sesuatu yang pernah dirasakannya dulu.Theresia melihat ke sisi jendela, lalu bertanya, “Dulu ada sebuah rak bunga di sana. Di atasnya dipajang sebuah vas bunga berwarna-warni. Benar, ‘kan?”Aska dan Julia pun terbengong. Aska menatap Theresia dengan kaget. Matanya mulai basah. “Apa kamu masih ingat?”Theresia mengangguk. “Aku merasa seperti pernah melihatnya saja.”Julia me

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2846

    “Kalau begitu, kamu makan dulu, makan!” Aska menatap Theresia. Sepertinya karena terlalu gembira, suaranya pun terdengar sedikit gemetar.Pelayan sudah mempersiapkan makan siang. Semua orang bersama-sama berjalan menuju ruang makan. Dari tadi Julia menggenggam tangan Theresia. Dia masih tidak bisa menenangkan dirinya.“Jadi, di dunia ini tidak mungkin bisa muncul kesan baik terhadap seseorang tanpa alasan. Saat pertama kali kita bertemu, kita bagai sudah kenal lama, ternyata karena punya hubungan darah.”Theresia berkata dengan tersenyum, “Setelah dipikir-pikir saat ini, semuanya terasa sangat ajaib.”Julia menyuruh Theresia untuk duduk. “Kamu makan dulu. Kita ngobrol setelah selesai makan.”Semua orang duduk mengelilingi meja makan. Aska bertanya pada pelayan, “Di mana Hallie? Seharian aku tidak melihatnya.”Pelayan membalas, “Kata Nona, ada sedikit urusan di perusahaan, dia pun sudah pergi bekerja pagi-pagi.”Morgan kepikiran dirinya bertemu dengan Jovita di lembaga forensik. Tatapan

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2845

    Terlihat senyuman di atas wajah tampan Reza. “Hasil ini sangat menggembirakan!”Setidaknya sejak awal, siapa pun tidak akan menyangka hasil ini.Juno mengambil tisu untuk Rose dan Aska. Dia menepuk-nepuk pundak Rose. “Jangan menangis lagi. Kalau kamu menangis lagi, Pak Guru juga tidak bisa merasa tenang.”Rose mengambil tisu untuk menyeka air mata Aska. "Pak Guru jangan menangis lagi. Jangan menangis lagi!”Jemmy juga mengambil tisu yang diberikan Sonia, lalu menyeka matanya. Saat melihat Morgan, dia memberikan tatapan penuh rasa kagum. Cucunya ini memang hebat!Bibir tipis Morgan sedikit melengkung ke atas. Dia mengangkat bola matanya untuk melihat Theresia.Theresia tidak menangis. Tatapan yang diperlihatkan bahkan terasa tidak berdaya. Dia sudah lama tidak memiliki perasaan seperti ini. Hal yang paling berkesan di benaknya adalah masa Morgan membawanya pergi dari Hondura. Theresia duduk di dalam mobil. Dia tidak tahu pria itu hendak membawanya ke mana. Dia tidak tahu apa yang akan d

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 948

    Tiba-tiba ponsel Sonia berdering. Dia melihatnya sekilas, lalu pergi mengangkat panggilan.Tadi Reza sudah sempat membaca nama di atas tampilan ponselnya. Tatapannya seketika menjadi muram. Tidak tampak lagi sedikit pun senyuman di wajahnya.Sonia berjalan sambil berkata, “Kami lagi di Celestial Hotel

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 973

    Tiffany memelototi Bondan. “Cepat ngomong! Kamu janji sama dia, jangan celakai aku!”Bondan terdiam membisu.Bondan tahu dia tidak berharap Tiffany bisa sehidup semati bersamanya. Namun, dia sungguh kaget dengan ucapan Tiffany tadi. Sebelumnya hubungan mereka berdua boleh dikatakan cukup bagus. Dia ba

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 909

    Darah memenuhi wajah Sonia. Hanya terlihat sepasang mata yang berkilauan bagai bintang di langit gelap. …Dari atas posko pengawasan di kejauhan, si lelaki sudah kehilangan kesabaran untuk menunggu lagi. Dia memalingkan kepalanya berkata pada Maduro, “Utus orang untuk segera mengatasinya!”“Tenang asj

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 884

    “Ahh!” Riandy memegang kepalanya. Kemudian, dia berlutut di lantai dan menjerit kesakitan.Polisi lekas menoleh. Saat ini, mereka masih belum bisa memastikan identitas Ranty. Mereka pun tidak berani berbicara kasar terhadap Ranty, apalagi di hadapan Jason. Dia hanya berkata, “Sudah, cukup, ya!”Ranty

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status