LOGINLaporan ditulis dengan sangat cepat. Kelly menyelesaikannya dalam waktu tak sampai setengah jam. Setelah memeriksa sekali lagi, Kelly pun mengirimkannya ke alamat e-mail Meagan.Kelly meregangkan tubuhnya, kemudian mengirim pesan kepada Jason. [ Kak Jason, aku sudah selesai. Aku tunggu kamu, ya. ]Jason membalas dengan cepat. [ Segera. ]Selagi menunggu Jason, Kelly membuat catatan terpisah mengenai pemikirannya setelah melakukan survei lapangan. Setelah Jason tiba di bawah gedung, dia menghubungi Kelly. Kelly mematikan komputernya, mengambil tas, lalu berlari dengan langkah kecil untuk memasuki lift.Saat memasuki mobil, wajah bulat Kelly kelihatan memerah. Mata besarnya juga semakin hitam dan berkilauan. “Tiga menit. Cukup cepat, ‘kan!”Jason melihat wajah imut Kelly, lalu spontan ingin mengangkat tangannya untuk mencubit Kelly sejenak. “Apa kamu merasa capek? Aku sudah suruh Bi Linda untuk bujukin Yana makan. Sekarang, aku bawa kamu pergi makan enak.”Kelly menggeleng. “Akhir pekan
Pada akhirnya, pria itu berkata, “Semua ini bukan hasil bualanku sendiri. Sepengetahuanku, bos dari Kempinski juga sangat mementingkan soal fengsui. Lebih tepatnya, setiap bos properti pasti akan mementingkannya.”Kelly menunjukkan ekspresi merenung, lalu bertanya dengan tersenyum, “Kamu begitu memahaminya, jangan-jangan dulu kamu juga pernah melakukan desain bangunan?”“Apa kamu menyadarinya?” Pria itu tersenyum lantang. “Aku sudah bekerja selama 20 tahun. Aku sudah mendesain ratusan proyek perumahan, dari yang besar maupun kecil. Tapi lucunya, aku sendiri bahkan tidak mampu membeli satu rumah pun di Kota Jembara.”“Kemudian, aku memutuskan berhenti kerja dan terjun ke dunia bisnis. Sekarang, hanya dengan mengerjakan beberapa proyek saja, aku sudah bisa menghasilkan uang sebanyak yang dulu harus kuperjuangkan selama 10 tahun. Sekarang, aku sudah mampu menyiapkan uang untuk anak laki-lakiku menikah nanti.”Kelly memang belum memiliki banyak pengalaman dalam mendesain proyek perumahan.
Kelly sedang bertelepon. Dia tidak memperhatikan gerak-gerik Laura. Mereka berdua hanya menyapa sesaat, lalu sibuk dengan urusan masing-masing.Laura kembali ke meja kerjanya. Dia berlagak sibuk dengan urusan lain. Beberapa saat kemudian, dia baru melirik sekeliling, lalu membuka kertas gambar yang diberikan Meagan kepadanya.Satu per satu halaman dibuka. Laura diam-diam merasa kaget. Desain Kelly tidak memiliki masalah sama sekali. Padahal dia sudah menyelesaikannya dalam waktu singkat, dia tetap mendesain dengan cermat dan detail, sangatlah sesuai dengan keinginan pihak Kempinski, juga sudah menambahkan ide kreatifnya.Jujur saja, jangankan waktu dua hari, meskipun dua minggu, Laura juga belum pasti bisa menyelesaikan desain seperti ini.Hasil ini sebenarnya sudah bisa diserahkan ke tangan penanggung jawab Kempinski, apalagi hanya draf awal saja. Kenapa Meagan malah memperlakukan Kelly seperti itu?Laura berpikir dengan saksama, akhirnya dia mengerti. Sebelum Meagan bergabung ke peru
Meagan masih saja tersenyum tenang. “Desainer kami memang sangat ketat dalam soal hasil desainnya. Tuan Levin pasti akan puas dengan hasil desain selama sepuluh hari. Seandainya Tuan Levin mencari studio lain, sepertinya waktu yang dibutuhkan akan lebih lama lagi. Aku rasa kamu juga bisa memahaminya.”Levin berpikir sejenak, lalu mengangguk dengan tidak berdaya. “Baiklah. Kalau begitu, sepuluh hari saja. Aku harap aku bisa melihat hasil desain setelah sepuluh hari.”“Pasti!” Meagan mengantar kepergian Levin. Kemudian, dia menyuruh asistennya untuk memanggil Laura ke ruangannya. Dia berbicara dengan raut gembira, “Laura!”Laura segera menyahut, “Bu Meagan!”“Duduklah!” Nada bicara Meagan terdengar lembut. Dia bertanya dengan asal-asalan, “Hari ini, aku sudah mengomeli Kelly di ruang rapat. Bagaimana pendapatmu?”Tatapan Laura berkilauan. Dia berkata dengan terbata-bata, “Kelly … sebenarnya dia sangat berkompeten. Kali ini, batas waktunya memang terlalu singkat.”Meagan menghela napas.
Sikap Meagan terlihat angkuh dan ketus. “Kamu pernah membimbing Kelly sebelumnya. Dia memang pernah membuat satu atau dua desain yang menakjubkan, tapi bukan berarti dia adalah seorang desainer yang unggul. Aku nggak ingin lihat prestasinya yang dulu. Aku cuma lagi lihat hasil desain yang dia perlihatkan kepadaku sekarang, hasilnya memang nggak bisa memuaskanku.”Ucapan Meagan seolah-olah mengaitkan prestasi Kelly sebelumnya karena adanya bimbingan Nick. Kelly tidak menyangkal. Ekspresinya kembali kelihatan seperti biasa. Dia mulai menenangkan dirinya sembari menunggu ucapan selanjutnya Meagan.Kelly sangat paham. Kritik Meagan terhadap dirinya jelas bukan tujuan utamanya. Meagan tampak berpikir sejenak, lalu akhirnya mengambil keputusan.“Nanti, setelah Tuan Levin datang, aku akan memintanya untuk memberi kita tambahan waktu beberapa hari. Kelly, kamu masih kurang pengalaman dan kurang melakukan survei langsung terhadap pembangunan proyek perumahan.”“Selama dua hari ke depan, kamu ng
Kelly menunjukkan ekspresi merendah dan tidak berbicara.Nada bicara Meagan semakin bersahabat lagi. “Kelly, perlihatkan desainmu kepadaku.”Kelly menyerahkan kertas kerjanya kepada Meagan.Meagan melihat satu per satu halaman, tidak terlihat senyuman di wajahnya, keningnya juga berkerut. Raut wajahnya seketika menjadi muram.Orang lain juga sudah mengamati raut wajahnya dan mulai terdiam.Tidak lama kemudian, Meagan membuang kertas kerja itu ke atas meja dengan kuat. Dia pun berkata dengan ketus, “Kelly, kamu benar-benar sudah mengecewakanku!”Kelly merasa syok. “Apa Bu Meagan merasa nggak puas?”Meagan kelihatan serius. “Aku tahu waktu dua hari terlalu mendesak, makanya aku sengaja suruh Laura dan Irvan untuk membantumu, tapi kamu malah menyerahkan draf asal-asalan seperti ini, sama sekali nggak ada nilai desainnya. Seandainya hasilmu sebiasa ini, untuk apa Kempinski datang mencari kita?”“Kalau kamu nggak sanggup, seharusnya kamu beri tahu aku waktu itu. Bukannya setelah berjanji bi
Sonia memutar bola matanya. Angin sepoi-sepoi mengembus rambut di samping telinga Sonia. Rambut itu melayang ke pipi putih mulus Sonia. Kelembutannya sungguh meluluhkan hati orang-orang yang melihatnya.Pada saat ini, Sonia menggigit bibirnya sembari tersenyum. “Kalau nggak, kamu cari dia untuk baha
Jadi, sebenarnya ada apa dengan anggota Keluarga Dikara?Kenapa mereka mesti keluar dan mengatakan mereka yang membesarkan King?Di sisi lain, Keluarga Dikara sedang menonton siaran langsung. Reza mengatakan Sonia telah menikah dengannya pada enam tahun silam dan merupakan istri dari presiden Herdia
Sekujur tubuh Aminah gemetar. Dia hampir saja pingsan karena emosi.“Sekarang semua itu ide siapa sudah tidak penting lagi. Hal yang penting adalah Sonia sama sekali tidak ingin bertemu dengan kalian. Hendri dan Reviana sudah menulis pengumuman dengan sangat jelas. Sonia adalah anak yang diadopsi me
Sonia berkata canggung, “Hallie masih berada di Kediaman Keluarga Herdian.”“Aku sudah beri tahu Ibu. Malam ini kita akan tinggal di rumah Tuan Aska untuk temani Kakek. Aku suruh Ibu untuk bantu jaga Hallie,” ucap Reza dengan perlahan.Sonia memalingkan kepala untuk melihat Reza. “Kalau di Kediaman







