Mag-log inYana tersenyum hingga menunjukkan beberapa gigi putih kecilnya. Dia menatap Kelly dengan penuh penantian. “Ibu, apa kamu bersedia?”Kelly menatap Jason dengan tatapan mendalam. Dia pun mengangguk. “Bersedia. Aku sangat bersedia!”Tatapan Jason terlihat semakin mendalam, tetapi penuh rasa manja. Jason mencondongkan tubuhnya untuk mencium kening Kelly. Dia menurunkan Yana dan kue tar, lalu mengambil cincin tersebut, memasangkannya di tangan Kelly.Jason melihat cincin perlahan masuk ke dalam jari tengah tangan kiri Kelly. Cincin itu terlihat sangat sempurna dengan jari tangan putih kurus Kelly. Hati pria itu juga mulai terasa tenang.“Kelly, kelak kita masih akan melewati jalan yang sangat panjang. Sekarang, aku merasa semakin yakin dan semakin menantikannya!”Kelly menatap cincin di atas tangan. Suasana hatinya terasa bagai mimpi, seperti ketika melihat vila ini. Senyumannya pun berubah menjadi lebih hangat dan manis. “Terima kasih, Tuan Jason!”“Terima kasih juga, Nona Kelly!” Jason ke
Yana memeluk leher Kelly dengan gembira. Suara tawanya terdengar nyaring seperti suara lonceng saja.…Jason sedang mengendarai mobil, sedangkan Kelly dan Yana sedang mengobrol di belakang.Terkadang Jason menoleh untuk menimpali. Yana pun tertawa hingga jatuh ke dalam pelukan Kelly. Suara tawanya menular ke semua orang.Kelly melihat ke luar jendela. Dia menyadari pemandangan di luar sana sangat familier. Dia pun bertanya dengan kaget, “Apa kita pergi cari Sonia?”Ini adalah perjalanan menuju Vila Green Garden.Dulu, Kelly sering pergi bekerja paruh waktu di toko kue di Jalan Yunani. Dia sering bolak-balik berapa kali. Tentu saja dia sangat jelas.Jason pun tersenyum dan tidak berbicara.Kelly anggap Jason mengiakan ucapannya. Dia juga tidak bertanya lagi, melainkan memberi tahu Jason untuk berhenti di depan toko kue sebelumnya. Dia ingin membawakan beberapa kue kesukaan Sonia.Tidak lama kemudian, Jason berhenti di depan toko kue, tetapi dia tidak membiarkan Kelly menuruni mobil. Jas
Keesokan harinya, Jason dan Kelly duluan kembali ke kediaman lama. Ketika melihat Kelly datang bersama, akhirnya Saskia merasa tenang.Yana sedang bermain di taman bunga. Jason pergi mencari Yana, sedangkan Kelly menemani Saskia mengobrol di ruang tamu.Kelly merasa agak bersalah. “Belakangan ini aku terlalu sibuk. Aku pun terus nggak pulang bersama Kak Jason. Jadi bikin kalian cemas saja!”Saskia tersenyum lembut dan penuh toleransi. “Wajar kalau anak muda sibuk. Saat Jason baru mengambil alih bisnis keluarga, dia juga sibuk sampai tidak pulang ke rumah. Jadi, ketika giliran wanita sibuk dengan pekerjaannya, masa dia mesti minta maaf?”Selesai berbicara, Saskia pun berkata lagi dengan tersenyum, “Waktu itu, dia benar-benar sangat sibuk. Kamu jangan berpikir kebanyakan.”Tiba-tiba hati Kelly terasa sangat hangat. Dia mengulurkan tangannya dan berkata, “Apa aku boleh peluk kamu?”Tatapan Saskia semakin lembut lagi. Dia berinisiatif mencondongkan tubuhnya untuk memeluk Kelly sembari mene
Jason mengangguk. “Aku tahu.”Kelly mengangkat kelopak matanya. Wajah putihnya seketika memerah karena dicium beberapa kali. Dia pun tersenyum. “Aku masih mau buka studio.”Jason menatap Kelly tanpa berbicara.Kelly pun tersenyum, kemudian berkata dengan perlahan, “Aku menolak investasi dari Kak Christie. Aku mau buka studio sendiri. Kamu hormati keputusanku, ya, jangan ikut campur dengan masalah pekerjaanku. Aku buka studio juga pakai uangmu. Nanti kamu pasti akan kehilangan banyak uang dari rekeningmu. Kamu jangan kaget, ya.”Terlintas kilauan cahaya di dalam tatapan Jason. Tatapannya kelihatan membara. “Apa gara-gara aku?”Kelly mengangkat alisnya. “Menurutmu?”Jatuh cinta itu mudah. Satu tatapan, satu senyuman, atau satu gerakan kecil saja mungkin sudah cukup membuat seseorang jatuh hati. Namun, beda cerita dengan hidup bersama.Dua orang yang tumbuh dalam lingkungan dan latar belakang berbeda, dengan lingkaran pergaulan yang berbeda pula, harus belajar menyatukan hidup mereka. Mas
Selesai berbicara, Jason berjalan ke sisi Kelly, lalu menggenggam tangannya. Tatapannya menjadi tajam. Terlihat rasa mendalam dan rindu di dalamnya.Setelah itu, Jason membawa Kelly berjalan pergi. Hanya ada satu sama lain di dalam tatapan mereka masing-masing. Sejak awal, Jason tidak pernah melirik Syifa sekilas pun.Syifa berdiri terbengong di tempat. Dia melihat kedua bayangan punggung manusia yang berjalan melewati kerumunan. Dia menyadari dirinya benar-benar sudah tidak memiliki kesempatan lagi.Tatapan Jason ketika melihat wanita itu sangat fokus. Dia sama sekali tidak bisa menampung orang kedua. Siapa sangka, Jason malah akan mencintai seseorang dengan begitu mendalam. Semua ini benar-benar membuat Syifa merasa kaget dan kecewa.Syifa merasa kecewa karena wanita itu bukanlah dirinya. Kali ini, dia juga tidak keras kepala lagi. Syifa hanya tersenyum, kemudian membalikkan tubuhnya untuk berjalan pergi. Dia melanjutkan langkahnya kembali ke kerumunan milik dirinya.Jason menggengga
Dalam sebuah hubungan, setiap orang perlu belajar untuk tumbuh.Jason menghabiskan alkohol di dalam gelas, lalu berkata dengan tersenyum tipis, “Mengenai masalah Kelly hari ini, aku ucapkan terima kasih kepada kalian berdua. Kelly tidak bisa minum alkohol. Aku bawa dia pulang dulu. Lain hari aku akan traktir kalian lagi!”Selesai berbicara, Jason langsung berdiri dan berjalan ke sisi Kelly.Reza menatap Matias. “Apa ini namanya habis manis sepah dibuang?”Matias tersenyum. “Tergolong iya!”…Jason menerobos kerumunan. Belum sempat dia berjalan ke sisi bar, langkahnya pun dihalangi seseorang.Saat Jason muncul di dalam bar, Syifa sudah memperhatikannya. Dia sudah minum alkohol. Terlihat rasa mabuk dan sedih di dalam tatapannya. “Jason, sebenarnya selama beberapa tahun di luar negeri, aku masih nggak bisa melupakanmu. Kita juga sangat gembira ketika bersama.”“Aku merasa kita bisa coba memulai dari awal. Seandainya kamu masih merasa aku nggak sebagus kekasihmu yang sekarang, aku bisa seg
Jantung Theresia berdegup kencang. Dia menunduk untuk melihat kotak P3K. Rambutnya menutup wajah sampingnya. Dia berkata dengan suara pelan, “Ini juga bukan pertama kalinya kamu terluka. Kenapa kamu bisa nggak tahu mesti berbuat apa?”Terlintas tatapan muram di dalam mata dingin dan tegas Morgan. “I
Theresia berpesan kepada Ingga, “Aku bawa Tuan Roger untuk melakukan pemeriksaan. Kamu pergi jenguk Ashley dulu.”Roger segera berkata, “Aku pergi sendiri saja. Aku juga bukan tidak bisa berjalan sampai perlu dijaga. Aku bisa melakukannya sendiri. Kamu dan Ingga pergi jenguk Ashley sana!”Theresia m
Mereka berdua mengikuti alamat pemberian Ashley menuju ke rumah Tony. Setelah tiba, Ingga dan Theresia saling bertukar pandang, lalu pergi menekan bel pintu.“Siapa?” Terdengar suara Tony dari dalam rumah.Suara Ingga terdengar ramah dan lembut. “Tuan, kami dari pihak properti. Kami datang untuk mem
Theresia kembali meletakkan foto ke bawah bantal, lalu keluar setelah melipat pakaian.Saat berdua dengan Roger saja, Theresia pun bertanya, “Penyakit Nenek Riana sudah semakin parah saja. Apa kakekmu masih belum kembali untuk menjenguknya?”Tatapan Roger menjadi datar. “Tidak, Nenek juga tidak akan







