Share

Bab 5

Penulis: Menikkk
last update Terakhir Diperbarui: 2025-05-02 03:24:30

Pagi hari di Rumah Jendral.

Song Yaoyi masih duduk di ayunan kesayangannya di rumahnya pagi ini. Chu Wei telah pergi ke pengadilan, sejak sebelum subuh tadi. Ada beberapa masalah yang harus diselesaikan Jendral Agung itu. sementara Chu Zhao masih tinggal di Kantornya atau di kamp Militer? Tergantung kebutuhan dan aktivitasnya. Sedangkan Chu Rui, dia menempati rumah Gubernur di dekat alun – alun kota. Dia akan kembali setiap akhir minggu untuk bermain dengan Chu Yiyi. Anak bungsu Song Yaoyi. Entah mengapa Chu Yiyi memiliki sifat yang lengket seperti gula – gula pada kakak – kakak lelakinya. Bahkan Zhu Yu yang telah berkeluarga pun, masih dibuat tidak berdaya olehnya. Kadang Song Yaoyi berpikir, kegenitan dan kemanjaan Chu Yiyi itu menurun dari siapa?

“Ibu~…” Chu Yiyi datang bagaikan diberi mantra. Song Yaoyi hanya memikirkan Chu yiyi saja dan dia sudah datang.

“Ada apa?” Song Yaoyi membelai kepala putri bungsunya dengan sayang.

“Aku sudah memutuskan! Aku tidak akan lagi mau memakan manisan Haw!” Chu Yiyi terlihat sangat bersungguh – sungguh. Matanya menyiratkan keteguhan dan keyakinan yang mendalam.

Song Yaoyi terkejut. Bukankah selama ini dia sangat menyukai manisan itu? Tapi kenapa sekarang berpaling?

“Kamu sudah tidak menyukainya lagi?” Song Yaoyi hanya berpikiran jika anak – anak akan cenderung cepat berubah. Sebentar suka sesuatu dan sebentar lagi akan berpindah suka kepada hal yang lain.

“Aku masih menyukainya.” Chu Yiyi kembali mengangguk dengan yakin.

Song Yaoyi bingung, “Lalu kenapa kamu tidak mau lagi memakan manisan Haw?”

Chu Yiyi hanya menggelengkan kepalanya. Menatap Song Yaoyi dengan yakin dan berucap, “Ibu aku sekarang akan lebih banyak mendapatkan manisan yang beraneka ragam. Kakak Zhu Yu yang selalu memberikannya, setiap dia pergi perjalanan ke banyak kota. Tidak mungkin aku akan memakan manisan Haw disaat aku banyak mendapatkan manisan lain dari Kakak pertama. Ibu… Aku adalah anak perempuan yang cantik. Aku tidak mau menjadi bulat dan bulat. Aku harus memperhatikan makanan ku. Tidak boleh terlalu banyak memakan manisan… Aku harus pilih – pilih.”

Chu Yiyi kemudian menatap dengan bola matanya yan berkaca – kaca, “Aku sudah memutuskan menyingkirkan manisan Haw dulu, sampai aku menghabiskan semua manisan yang dibawa kakak pertama. Ibu… ini pilihan tersulit yang aku buat…“

Song Yaoyi terpana… rasa kesal dicampur geli muncul kedalam hatinya. Song Yaoyi rasanya ingin menangis mendengarnya.

“Sudahlah… Kamu pergi main dulu. Ibu harus pergi sibuk.” Ujar Song Yaoyi yang masih merasa gatal di hatinya.

Hari ini Song Yaoyi akan bertemu dengan Zhu Yu di halaman Bangongshi milik keluarga Chu. Halaman yang terletak di pinggir utara kota itu sangat luas. Terdiri dari empat pilar pintu dengan kesibukan masing – masing. Di sebelah timur ada halaman dengan lahan taman yang paling luas, ditempati oleh Bibi Jiang untuk mengembangkan ramuan herbalnya. Pengobatan Kekaisaran ini lebih maju dari pada negara tetangga lainnya salah satunya karena kemampuan Bibi Jiang. Dia senantiasa membuat obat baru, meneliti, mencoba bahkan memproduksi obatnya disini. Chu Yaoyao pun seringkali ikut berada disini, disela kesibukannya di balai pengobatannya di pusat kota.

Di sebelah barat, adalah bangunan besar yang digunakan oleh Chu Zhao untuk tinggal ataupun memikirkan Langkah – Langkah militernya. Bisa dibilang, di sanalah ‘markas’ Chu Zhao selain di kamp Militer. Song Yaoyi tadinya ingin menggunakan bangunan itu untuk tempat peristirahatannya dengan Chu Wei ketika mereka ingin melarikan diri dari kebisingan ibu Kota. Di jaman ini, di pemerintahan kekaisaran baru ini, Negara mereka mengalami kemajuan yang pesat baik secara ekonomi maupun sosial. sehingga Ibu kota negara menjadi sangat sibuk dari waktu ke waktu. Terkadang Song Yaoyi merindukan kehidupannya yang tenang sewaktu di desa. Untuk itulah dia membuat Villa kecil ini. Menata dan menghiasnya sesuai selera dan keinginannya. Namun yang terjadi kemudian adalah Chu Zhao anak bermata putih itu menguasainya.

Bermula dari dia harus membicarakan sesuatu yang penting berkaitan dengan tugas kemiliterannya, namun tidak dapat dilakukan di Kamp Miiter, tetapi jika harus kembali ke arah Ibu kota akan memakan banyak waktu, maka Chu Zhao dengan hati bersihnya menggunakan Villa itu untuk sementara. Namun yang terjadi adalah kebalikannya. Si mata putih menyebalkan itu menguasainya. Kini dia bagaikan pindah ke Villa itu dan menjadikannya sebagai markas Jendral Chu Zhao sendiri. Song Yaoyi tidak bisa tidak mencibir, dia ingin memarahinya untuk kepuasan hatinya dan ingin mengambilnya kembali. Maka hari ini, dia meminta pertemuannya dengan Zhu Yu diadakan disana.

Aula kecil di sebelah Selatan yang sangat nyaman. Song Yaoyi membangunnya untuk tempat keluarga mereka akan berkumpul di tahun baru. Setiap tahun, mereka akan makan dan bercengkrama disini. Memakan Hot pot kesukaan mereka dan melepaskan lentera disini. Song Yaoyi sudah merencanakan untuk mengusir si mata putih menyebalkan itu dari Villanya. Dia ingin tinggal disana selama Pertemuan Pergadangan Benua itu berjalan di Ibu kota. Song Yaoyi akan menepi dan melarikan diri dari kebisingan ibu kota.

*

Zhu Yu sudah sampai di Bangongshi, hari ini dia akan berdiskusi dengan Ibunya mengenai bisnis keluarga mereka. Pagi - pagi sekali dia sudah datang bersama dengan anaknya. Bangongshi memang di desain sangat nyaman untuk siapa pun, termasuk juga anak - anak. Jadi saat istrinya mengatakan dia sangat sibuk hari ini, dan memintanya untuk membawa anak mereka, Zhu Yu tidak merasa keberatan sama sekali.

Jadi dia membiarkannya berlarian dan mulai bekerja di aula miliknya.

Sebuah kereta kuda dengan lambang militer datang dan menurunkan seorang wanita. Dua penjaga militer berbadan tegap mengawalnya masuk ke dalam. 

Zhu Yu tidak melihatnya. Dia terlalu sibuk bekerja.

****

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 51

    Chu Zhao berdiri dalam gelap di pucuk sebuah pohon Evergreen yang menjulang tinggi. keberadaannya di ngarai suatu lembah membuat Chu Zhao dapat melihat dengan jelas aktivitas di dibawahnya. Pasukan yang sedang berkemah di ujung lembah ngarai itu Chu Zhao curigai sebagai pasukan Bozima yang dimaksud. Dengan hati – hati Chu Zhao mulai mengamati mereka. Bahkan menghitung jumlah persediaan makan mereka sebelum mereka bergerak ke kota Bongshi dan meminta bahan makanan pada Han Xiajung.Yang membuat Chu Zhao heran adalah mengapa mereka berada di kota ini. Kota Bongshi terletak tidak terlalu jauh dari Ibu Kota. Wilayah Bongshi secara administrative berada dalam lindungan Raja Pu Yi. Beliau adalah adik dari Mendiang Raja terdahulu, yang berarti Kakek Paman dari Kekaisaran saat ini. Raja Pu YI adalah seorang Raja Kecil yang bersahaja, yang memilih tinggal seperti rakyat biasa. Seorang Raja yang sangat mencintai rakyat dan alam. Keturunan – keturunannya pun hidup damai bersanding dengan alam. M

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 50

    Murong Feng mengatur beberapa anak buahnya untuk membeli semua persediaan bahan – bahan yang sudah dituliskan oleh Ji Yuan tadi. Menghentikan pendistribusiannya, dan mendata pabrik – pabrik yang menggunakan bahan – bahan itu, lalu mengawasinya dengan ketat. Jangan sampai ada bahan – bahan itu yang berada di luar pengawasannya. Apa lagi jika bahan – bahan itu di miliki oleh Murong Di Jiu.Murong Feng juga mengatur prajurit bayangan hitamnya untuk mengawasi Murong Di Jiu dengan ketat. Meminta mereka melaporkan apa yang dia lakukan setiap harinya, tanpa ada celah sedikit pun.Setelah itu Murong Feng memanggil prajurit bayangannya yang dia perintahkan untuk mengawasi dia saat berada di bangunan yang hancur itu.“Apa yang kamu dapatkan?” Murong Feng bertanya dengan tegas. Hatinya sedikit kecut setelah mengetahui jika paman yang dia kasihi sejak kecil, paman yang dia sayangi bagaikan seorang kakak, mengkhianati dirinya.“Seseorang ditugaskan untuk mengawasi bangunan hancur itu sejak beberap

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 49

    “Jangan lakukan hal itu. kita tidak tahu apakah mereka masih memiliki b*mnya. Sebaiknya jangan terburu – buru.”“Apa maksudmu? Apa lagi yang harus kita tunggu?”“Pangeran Murong Feng, Kita tidak tau apakah Pangeran Murong Di Jiu dan pasukannya masih memiliki b*m itu lagi atau tidak. Jika masih memilikinya, bukankah menyerang mereka adalah b*n*h d*r*?” Ji Yuan sedikit menaikkan suaranya ketika mengatakan itu. Ji Yuan benar – benar panik.Murong Feng terdiam. Dalam hatinya dia berkata, bahwa apa yang dikatakan oleh Ji Yuan memang benar. Hanya saja, Pengeran Murong Feng merasa sangat marah dan geram mengetahui jika Murong Di Jiu, pamannya, yang melakukan semua ini. sehingga dia gelap mata dan ingin menagkapnya segera.“Apa maksudmu? Dia memiliki b*m lainnya?” Murong Feng berbicara dengan nada geram.“Ya. Menurut saya seperti itu, Bangunan itu telah lama digunakan sebagai tempat pembuatan b*m. saya bisa melihat dari terkikisnya dinding batu disana, dan berbagai serpihan materi pembentuk b

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 48

    Ji Yuan mengelilingi lima bangunan yang hancur dengan berhati – hati. Ji Yuan banyak berhenti dan memeriksa di beberapa tempat. Mengambil beberapa bubuk, tanah, dan serpihan benda tertentu dan memasukkannya ke dalam suatu wadah yang Murong Feng bahkan tidak tahu apa namanya.Sepanjang jalan Ji Yuan mengelilingi bangunan – bangunan ini, Murong Feng mengikutinya dia belakang.Di bangunan yang merupakan lahan rahasia Murong Di Jiu, Ji Yuan paling lama memeriksanya.Murong Feng bahkan heran ketika Ji Yuan terlihat menghapus airmatanya.Setelah lewat setengah hari, Ji Yuan duduk di lantai dan menyandar di dinding depan bangunan yang terlihat masih kokoh. Meluruskan kakinya dan menghela nafas panjang berkali – kali. Acugo yang ada disana, menyerahkan botol labu berisi air kepada Ji Yuan.“Nyonya, silahkan.” Acugo menyerahkan botol itu.Ji Yuan menerimanya dengan sangat bersyukur dan meminumnya banyak – banyak.“Nyonya Ji Yuan, apakah Anda tidak apa – apa?” Murong Feng mendekat dan berjongko

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 47

    Sementara itu di Kota Bongshi, Chu Zhao memanggil Dozou, orang kepercayaannya yang paling pandai membuat senjata.“Aku ingin kamu memproduksi senjata ini, minimal lima buah dalam sehari. Bisakah kamu melakukannya?” Chu Zhao memberikan perkamen yang berisi senjata rancangan buatan Ji Yuan kepadanya.Dozou melihat rancangan itu dan tercengang. Di dalamnya sudah di tentukan bahan dan cara membuat yang sangat jelas. Dozou sampai berpikiran jika ornag yang merancang ini adalah seorang ahli senjata.“Ini… Rancangan senjata ini sangat luar biasa. Jendral Chu Zhao, darimana kamu mendapatkan ini?” Dozou menatap Chu Zhao dengan wajah yang masih menyisakan jejak kekaguman.“Kenapa?” Chu Zhao malah menanyakan hal lain. “Kenapa rancangan ini menjadi sangat luar biasa?”“Rancangan ini sangat mendetail. Lengkungan ini dan posisi tali busur, serta bahan yang

  • Jatuh dalam Ledakan Cinta   Bab 46

    Ji Yuan tertidur sangat nyenyak dalam kereta. Quzo bahkan sampai dua kali masuk ke dalam kereta untuk menengok keadaan Ji Yuan. Mereka khawatir Ji Yuan sakit ataupun di bius orang sehingga tidak sadar. Namun setiap kali Quzo mengecek, melihat nafas Ji Yuan yang teratur, Quzo entah bagaimana meyakini jika Ji Yuan baik – baik saja. Lubou dan Acugo berniat memanggil tabib saat mereka sampai di kota Fulong.Karena Ji Yuan yang tertidur, waktu istirahat mereka menjadi sangat singkat. Segera setelah kuda mereka makan dan minum, mereka pun melanjutkan perjalanan.Pada dini hari, mereka sampai di kota Fulong dan langsung menuju penginapan tempat Murong Feng berada.“Lubou, kamu pergi panggil Dokter untuk memeriksa Nyonya Jendral.” Acugo berbicara pada Lubou sesaat kereta mereka berhenti.“Aku tidak yakin ada dokter di balai pengobatan pada jam ini. Kita harus menunggu besok pagi.” Lubou bebic

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status