LOGINPagi hari di Rumah Jendral.
Song Yaoyi masih duduk di ayunan kesayangannya di rumahnya pagi ini. Chu Wei telah pergi ke pengadilan, sejak sebelum subuh tadi. Ada beberapa masalah yang harus diselesaikan Jendral Agung itu. sementara Chu Zhao masih tinggal di Kantornya atau di kamp Militer? Tergantung kebutuhan dan aktivitasnya. Sedangkan Chu Rui, dia menempati rumah Gubernur di dekat alun – alun kota. Dia akan kembali setiap akhir minggu untuk bermain dengan Chu Yiyi. Anak bungsu Song Yaoyi. Entah mengapa Chu Yiyi memiliki sifat yang lengket seperti gula – gula pada kakak – kakak lelakinya. Bahkan Zhu Yu yang telah berkeluarga pun, masih dibuat tidak berdaya olehnya. Kadang Song Yaoyi berpikir, kegenitan dan kemanjaan Chu Yiyi itu menurun dari siapa?
“Ibu~…” Chu Yiyi datang bagaikan diberi mantra. Song Yaoyi hanya memikirkan Chu yiyi saja dan dia sudah datang.
“Ada apa?” Song Yaoyi membelai kepala putri bungsunya dengan sayang.
“Aku sudah memutuskan! Aku tidak akan lagi mau memakan manisan Haw!” Chu Yiyi terlihat sangat bersungguh – sungguh. Matanya menyiratkan keteguhan dan keyakinan yang mendalam.
Song Yaoyi terkejut. Bukankah selama ini dia sangat menyukai manisan itu? Tapi kenapa sekarang berpaling?
“Kamu sudah tidak menyukainya lagi?” Song Yaoyi hanya berpikiran jika anak – anak akan cenderung cepat berubah. Sebentar suka sesuatu dan sebentar lagi akan berpindah suka kepada hal yang lain.
“Aku masih menyukainya.” Chu Yiyi kembali mengangguk dengan yakin.
Song Yaoyi bingung, “Lalu kenapa kamu tidak mau lagi memakan manisan Haw?”
Chu Yiyi hanya menggelengkan kepalanya. Menatap Song Yaoyi dengan yakin dan berucap, “Ibu aku sekarang akan lebih banyak mendapatkan manisan yang beraneka ragam. Kakak Zhu Yu yang selalu memberikannya, setiap dia pergi perjalanan ke banyak kota. Tidak mungkin aku akan memakan manisan Haw disaat aku banyak mendapatkan manisan lain dari Kakak pertama. Ibu… Aku adalah anak perempuan yang cantik. Aku tidak mau menjadi bulat dan bulat. Aku harus memperhatikan makanan ku. Tidak boleh terlalu banyak memakan manisan… Aku harus pilih – pilih.”
Chu Yiyi kemudian menatap dengan bola matanya yan berkaca – kaca, “Aku sudah memutuskan menyingkirkan manisan Haw dulu, sampai aku menghabiskan semua manisan yang dibawa kakak pertama. Ibu… ini pilihan tersulit yang aku buat…“
Song Yaoyi terpana… rasa kesal dicampur geli muncul kedalam hatinya. Song Yaoyi rasanya ingin menangis mendengarnya.
“Sudahlah… Kamu pergi main dulu. Ibu harus pergi sibuk.” Ujar Song Yaoyi yang masih merasa gatal di hatinya.
Hari ini Song Yaoyi akan bertemu dengan Zhu Yu di halaman Bangongshi milik keluarga Chu. Halaman yang terletak di pinggir utara kota itu sangat luas. Terdiri dari empat pilar pintu dengan kesibukan masing – masing. Di sebelah timur ada halaman dengan lahan taman yang paling luas, ditempati oleh Bibi Jiang untuk mengembangkan ramuan herbalnya. Pengobatan Kekaisaran ini lebih maju dari pada negara tetangga lainnya salah satunya karena kemampuan Bibi Jiang. Dia senantiasa membuat obat baru, meneliti, mencoba bahkan memproduksi obatnya disini. Chu Yaoyao pun seringkali ikut berada disini, disela kesibukannya di balai pengobatannya di pusat kota.
Di sebelah barat, adalah bangunan besar yang digunakan oleh Chu Zhao untuk tinggal ataupun memikirkan Langkah – Langkah militernya. Bisa dibilang, di sanalah ‘markas’ Chu Zhao selain di kamp Militer. Song Yaoyi tadinya ingin menggunakan bangunan itu untuk tempat peristirahatannya dengan Chu Wei ketika mereka ingin melarikan diri dari kebisingan ibu Kota. Di jaman ini, di pemerintahan kekaisaran baru ini, Negara mereka mengalami kemajuan yang pesat baik secara ekonomi maupun sosial. sehingga Ibu kota negara menjadi sangat sibuk dari waktu ke waktu. Terkadang Song Yaoyi merindukan kehidupannya yang tenang sewaktu di desa. Untuk itulah dia membuat Villa kecil ini. Menata dan menghiasnya sesuai selera dan keinginannya. Namun yang terjadi kemudian adalah Chu Zhao anak bermata putih itu menguasainya.
Bermula dari dia harus membicarakan sesuatu yang penting berkaitan dengan tugas kemiliterannya, namun tidak dapat dilakukan di Kamp Miiter, tetapi jika harus kembali ke arah Ibu kota akan memakan banyak waktu, maka Chu Zhao dengan hati bersihnya menggunakan Villa itu untuk sementara. Namun yang terjadi adalah kebalikannya. Si mata putih menyebalkan itu menguasainya. Kini dia bagaikan pindah ke Villa itu dan menjadikannya sebagai markas Jendral Chu Zhao sendiri. Song Yaoyi tidak bisa tidak mencibir, dia ingin memarahinya untuk kepuasan hatinya dan ingin mengambilnya kembali. Maka hari ini, dia meminta pertemuannya dengan Zhu Yu diadakan disana.
Aula kecil di sebelah Selatan yang sangat nyaman. Song Yaoyi membangunnya untuk tempat keluarga mereka akan berkumpul di tahun baru. Setiap tahun, mereka akan makan dan bercengkrama disini. Memakan Hot pot kesukaan mereka dan melepaskan lentera disini. Song Yaoyi sudah merencanakan untuk mengusir si mata putih menyebalkan itu dari Villanya. Dia ingin tinggal disana selama Pertemuan Pergadangan Benua itu berjalan di Ibu kota. Song Yaoyi akan menepi dan melarikan diri dari kebisingan ibu kota.
*
Zhu Yu sudah sampai di Bangongshi, hari ini dia akan berdiskusi dengan Ibunya mengenai bisnis keluarga mereka. Pagi - pagi sekali dia sudah datang bersama dengan anaknya. Bangongshi memang di desain sangat nyaman untuk siapa pun, termasuk juga anak - anak. Jadi saat istrinya mengatakan dia sangat sibuk hari ini, dan memintanya untuk membawa anak mereka, Zhu Yu tidak merasa keberatan sama sekali.
Jadi dia membiarkannya berlarian dan mulai bekerja di aula miliknya.
Sebuah kereta kuda dengan lambang militer datang dan menurunkan seorang wanita. Dua penjaga militer berbadan tegap mengawalnya masuk ke dalam.
Zhu Yu tidak melihatnya. Dia terlalu sibuk bekerja.
****
“Berhasil…” ucap Ji Yuan pelan.“Apa katamu?” ucap Bibi Jiang. Dia mendengar Ji Yuansmengatakan sesuatu namun dia tidak dapat mendengarnya dengan jelas.“Selesai Bibi. Kita berhasil.” jawab Ji Yuan kali ini dengan suara yang lebih lantang.“Kamu yakin?” tanya Bibi Jiang.“Ya. Hanya saja kita perlu mencobanya.” Jawab Ji Yuan.“Mencobanya? Apa maksudmu?” Tanya Bibi Jiang dengan kebingungan.“Ya kita perlu mencobanya dulu.” Ucap Ji Yuan.Ji Yuan mengambil beberapa bungkus anti materi b*m diatas meja dan berjalan keluar ruang berkubah.Sebenarnya pembuatan anti materi b*m ini tidak sulit untuk Ji Yuan. Dia jaman modern dia pernah membuatnya beberapa kali. Namun kini di jaman kuno, terasa akan lebih sulit karena kekurangan alat dan bahan yang masih sangat mentah. Sehingga Ji Yuan harus mengekstrasi bahannya satu persatu sehingga memerlukan waktu yang lebih lama.Bibi Jiang mengikuti Ji Yuan ke luar ruangan berkubah.Ji Yuan berjalan menuju kumpulan pengawal dan pasukan Chu Wei yang ditingg
Hari ke empat hingga ketujuh semua masih berjalan seperti biasa. Chu Yaoyao sudah bisa menjalani dengan ringan. Dia sudah terbiasa. Dan lagi keadaan pasien – pasien dengan luka berat (para prajurit Chu Zhao) sudah lebih baik.Peilu sudah bisa bernafas normal. Paru – parunya mengalami peningkatan penyembuhan setelah beberapa kali meminum ramuan obat yang dibuat oleh Ji Yuan. Bibi Jiang sendiri memberikan ramuan lain untuk mempercepat pengeringan lukanya. Kini, Peilu sudah bisa duduk dan bergerak ringan di atas tempat tidur.Dingbang juga sudah lebih baik. Bengkak di kakinya sudah hampir hilang. Kini yang tersisa adalah perawatan lukanya, baik itu luka di kaki dan tangannya. Paru – parunya juga sudah membaik. Luka kecil pada paru – parunya akibat hembusan panas dari b*m dahsyat itu telah sembuh beberapa hari lalu. Kini Dingbang hanya menunggu luka – lukanya mongering. Yang menurutnya luar biasa adalah luka bakar pada tangannya, luka itu kini sudah tidak sakit lagi. Memang masihlah ditut
Selesai menemui Nenek Buguo dan Pingguo kecil, Chu Yaoyao kembali menghampiri Song Yaoyi di taman belakang bangunan utama halaman miliki Bibi Jiang.“Ibu~” Chu Yaoyao langsung duduk meringsek Song Yaoyi dan memeluknya erat.“Apa kamu sudah selesai?” Song Yaoyi tersenyum dan memeluk Chu Yaoyao.“Sudah Ibu.” Chu Yaoyao meletakkan kepalanya pada pangkuan Song Yaoyi dan menarik nafas panjang.“Ada yang ingin Ibu bicarakan. Ibu akan kembali ke Rumah Utama Kediaman Jendral Agung Chu, untuk ke mengaburkan fakta jika di halaman Bibi Jiang sedang ada beberapa pasukan Chu Zhao yang terluka.” Ucap Song Yaoyi sambil mengusap kepala Chu Yaoyao yang ada dipangkuannya.Chu Yaoyao segera mengeluarkan suara keberatannya.“Apa yang kamu lakukan? Ibu harus melakukan itu, agar tidak ada yang mencurigai aktivitas di halaman Bangongshi. Kita tidak ingin orang lain tau mengenai hal ini. Ibu yakin fraksi pendukung Selir Tua Gui sedang mengawasi semua orang. terlebih keluarga Jendral Agung Chu.” Song Yaoyi be
Keesokan harinya, halaman Bangongshi milik Jendral Agung Chu sangat sibuk. Prajurit dan pelayan yang dimiliki Chu Wei, mulai bergerak keluar dengan hati – hati untuk mencari bahan obat – obatan dengan bantuan jaringan perdagangan yang dimiliki Song Yaoyi dan Zhu Yu. Zhu Yu sendiri bahkan ikut sibuk untuk mencari dan memastikan bahan – bahan tersedia.Beberapa Prajurit bahkan mencari Ikan salmon dan Ikan Aselarat dengan terjun langsung ke sungai – sungai berarus deras. Mereka menjaring dengan hati – hati dan juga sembunyi – sembunyi.Chu Yaoyao sudah sibuk sejak pagi. Dia mempersiapkan obat dan peralatan pergantian perban dan olesan obat untuk luka bakar. Ji Yuan sudah memberikan resepnya dan sudah menuliskan Langkah – Langkah pembuatannya dengan sangat rinci. Chu Yaoyao tidak merasa kesulitan membuatnya. Dalam hatinya dia berpikiran jika Ji Yuan memang sangat tepat menjadi guru. Karena Ji Yuan menuliskan baik cara pembuatannya maupun cara memberikan obat – obatannya dengan sangat deta
Ji Yuan duduk di atas tempat tidur di dalam kamar Bibi Jiang. Di sebelahnya Chu Yaoyao berbaring setengah badan. Kakinya lurus memanjang di atas lantai. Sementara Bibi Jiang terlentang dan sedang memukul – mukul pinggangnya.Song Yaoyi yang duduk di dekat Chu Yaoyao sambil memijat tangan Chu Yaoyao menatap mereka dengan tatapan kasian. Chu Wei berdiri menatap jendela dengan tenang.Pingguo kembar masuk kedalam kamar dengan perlahan. Pingguo kecil membawa baki kecil berisi botol – botol yang juga berukuran kecil. Sedangkan Pingguo besar membawa gelas – gelas berisi air gula hangat.Keduanya meletakkan baki – baki itu diatas meja, lalu dengan sopan Pingguo kecil memberikan gelas gelas berisi air gula merah pada masing – masing orang yang ada di dalam ruangan.“Terima kasih.”“Mengapa kamu disini? Seharusnya kamu beristirahat. Kamu pun masih dalam tahap pengobatan?” Tanya Chu Yaoyaou pada Pingguo kecil.“Nona saya sudah merasa lebih baik.” Pingguo kecil menajawab dengan penuh hormat.“Se
Halaman Bangongshi, sangat sibuk malam ini, terutama Bibi Jiang dan Chu Yaoyao. Anggota pasukan Chu Zhao dikirim langsung ke halaman Bongongshi tanpa kereta. Mereka di bopong dengan rekan sesama pasukannya bergantian hingga bisa sampai pada halaman Bangongshi dalam satu dupa.Setelah menyerahkan ketiga rekannya yang sedang dalam kondisi terluka parah, ke duabelas anggota pasukan Chu Zhao lainnya langsung terduduk lemas. Malah ini energi mereka terkuras habis.Beberapa penjaga di halaman Bangongshi segera memberikan mereka air madu untuk membantu mereka meraih energi mereka kembali.Song Yaoyi bahkan keluar menemui mereka dan memberikan mereka kurma merah yang sangat mahal untuk mengembalikan kondisi mereka.Saat ini, Chu Yaoyao, Bibi Jiang dan Ji Yuan sedang mengobati pasukan yang terluka.Satu orang prajurit Chu Zhao bernama Peilu, terluka parah akibat sabetan benda tajam di bagian punggungnya. Lukanya dalam dan menembus organ paru – parunya. Chu Yaoyao sedang mengobatinya dan menut
“Nyonya, saya akan kembali ke kota Bongshi malam ini. Saya akan menemui Tuan Jendral Perang Chu Zhao dan membantu mengatasi masalah disana.”“Tidak!” Ji Yuan reflek menahan Acugo.“Katakan pada Chu Zhao jangan bertindak apa – apa dulu. Lakukan saja pengawasan. Sampai aku kembali kesana dan membawak
“Bibi Jiang, aku membutuhkan bantuan mu,” Ji Yuan menatap Bibi Jiang dengan tatapan memohon.“Apa maksud mu?” Bibi Jiang menantan Ji Yuan dengan acuh tak acuh. “Bukankah kamu hanya merasa bosan di halaman militer dan datang ke halaman ku?”Ji Yuan terbelalak lalu memutar bola matanya. “Bibi kamu ti
Setelah perjalanan yang ditempuh hampir delapan jam lamanya, mereka kini sudah memasuki wilayah yang dikenal. Hutan perbatasan menuju Bangongshi. Ji Yuan yang kini telah berada di dalam kereta melihat dari dalam memalui jendela. Hutan rindang yang sangat sunyi, yang pernah dia lewati saat meninggal
Jendral Foxli mengubah tujuannya secepat kilat. Seorang anak buahnya melaporkan melihat seorang pemuda berambut coklat di pertokoan elite Kota Fulong. Tanpa pikir panjang Jendral itu pun berubah tujuan dan segera ke pertokoan yang dimaksud.Dia melihatnya, Pemuda kurus dan pendek berambut coklat da







