LOGINJi Yuan yakin bahwa dia tidak sedang diawasi, baik secara terang-terangan maupun diam-diam. Dia selalu mengecek berkali – kali ketika pergi keluar dan cenderung selalu berhati – hati dalam setiap tindakan. Tapi mengapa dia dipanggil ke markas Militer oleh seorang jendral?
Sebagai seorang ahli pemurnian, yang paling penting adalah budidaya materi dan pengukuran kekuatan materi, dan ini selalu menjadi kekuatan Ji Yuan. Bagi seorang praktisi yang kuat secara dalam pengukuran dan budidaya materi, tidak mungkin untuk dipantau tanpa menyadarinya, Ji Yuan memiliki kepercayaan diri ini.
Jadi dia sekarang sangat bingung, kelalaian apa yang menyebabkan seorang Letnan Jenderal Perang muncul langsung di depannya? Bahkan mengatakan jika Jendral Chu Zhao yang terkenal itu mencarinya?
Saat pikiran Ji Yuan berbalik, kereta yang membawanya telah melaju kencang bagaikan terbang. Melalui jendela, dia bisa melihat jalan Ibu kota yang selalu sibuk dan Kereta – kereta kuda yang bergiliran melaju dengan tertib di jalan – jalan. Nampaknya Dynasty ini sangat maju dan super sibuk.
Letnan jenderal, yang telah duduk rendah di samping, akhirnya mengalihkan pandangannya ke Ji Yuan lagi, dan tampak sedikit lebih bingung daripada sekarang, "Apakah kamu takut?"
Ji Yuan mengangkat alisnya, menghadap seorang letnan jendral dari awal hingga akhir, dia tidak rendah hati atau sombong, "Apa yang membuat ku ketakutan?"
Pihak lain memberikan penghinaan yang lembut, lalu menoleh, seolah-olah dia tidak ingin mengatakan apa pun padanya. Sampai kendaraan yang melaju kencang terus memacu kecepatannya. Ji Yuan melihat bangunan di luar jendela, saat bangunan semakin tua dan semakin sedikit, dan pemandangan di antaranya begitu indah sehingga orang tidak bisa tidak kagum.
Letnan jenderal itu tiba-tiba bangkit, dan saat tubuhnya yang tinggi menghalangi pintu, Ji Yuan mendengarnya berkata dengan sedikit marah, "Jika Jendral kita tidak memerlukan bantuannya sudah sejak tadi aku lemparkan dia ke jalan.”
Ji Yuan : “???”
Kereta itu berhenti.
Sebuah bagunan besar ada di depannya, seperti taman langit, menggantung dengan tenang di depan Ji Yuan, seperti istana peri di dunia itu, berdiri di atas awan berwarna-warni. Ji Yuan tidak bisa menahan napas karena pemandangan di depan dari dia. Sungguh ini diluar ekspektasinya. Dia pikir bangunan militer akan sangat membosakan. Akan memberikan kesan galak dan kaku. Namun bangunan di depannya sangatlah berbeda. Tampak diatur dengan sangat cantik dan nyaman. Berbagai tamanan tumbuh dengan sangat subur disini. Mulai dari tanaman besar hingga bunga – bunga yang sangat indah. Nampaknya orang yang melakukan pemilihan taman di bangunan ini adalah orang yang sangat terampil.
Mengikuti letnan jenderal yang sangat aneh itu di sepanjang jalan, apa yang dia lihat di depannya berada di luar imajinasi Ji Yuan dan jauh di luar ingatan pemilik aslinya. Ji Yuan menghela nafas, dan melihat seorang anak laki-laki yang tampak halus berlari ke arah mereka dengan rasa ingin tahu, dan kemudian berbisik kepada kakak tertuanya, tetapi pemuda itu meraih tangannya dengan hati-hati. Dia kembali berlari dengan lengan bajunya yang berterbangan. Sang kakak tampak kewalahan menjaga bersamanya. Letnan Jendral itu berdeham kencang, dan kemudian diam-diam menoleh ke belakang untuk melihat apakah Ji Yuan masih mengikutinya di belakang.
Ji Yuan terpana, tempat apa ini? Mengapa ada anak kecil dalam kamp militer? Ini kamp militer kah? Tempat apakah ini?
*
Chu Zhao sedang membaca kertas lusuh dengan sangat serius, betapa pun dia membacanya sampai berkali – kali, dia tetap tidak mengerti. Haruskah dia mengganggu Chu Rui untuk membahas ini? Tidak, adik kembarnya itu belakangan ini disibukkan dengan tugas berat. Ibu kota saat ini sedang mempersiapkan diri sebagai tuan rumah perdagangan benua. Dalam dunia modern ini bisa dianggap sebagai pertemuan G20 suatu negara. Kali ini mereka akan membahas perdagangan. Chu Rui, sudah sangat sibuk. Diingatnya tadi pagi dia bahkan tidak bisa menyelesaikan sesi latihannya karena ada masalah dalam pembangunan kantor perdagangan baru.
Chu Zhao menghela nafasnya, kali ini disertai dengan garukan kasarnya ke atas kepalanya. Mengapa ini begitu sulit. Mengapa mereka harus menggunakan bahan – bahan yang tidak dia ketahui ini.
“Jendral…” suara di luar pintu memanggilnya dengan jelas di tempat ini, dan mengatakan kepadanya bahwa tamu yang diundangnya sudah datang. Tak Lama Wang Yi’an masuk dan memberikan hormat kemiliterannya. Dibelakangnya sesosok ramping berdiri.
Dia terlihat lembut dan cantik, warna rambut coklat tua dan matanya sangat mempesona, dia adalah seorang wanita. Tingginya sekitar 1,67 meter, tetapi dengan tinggi bahu Letnan Jenderal Wang Yi’an dia terlihat seperti kurcaci yang imut. Apa imut? Chu Zhao tiba – tiba punya keinginan memukul belakang kepalanya. Wanita itu berusia tujuh belas atau delapan belas tahun, dan dia adalah wanita muda yang kuat dan cantik. Pupil mata coklat muda itu sedikit membesar ketika dia melihat Chu Zhao. Dan kemudian Chu Zhao tanpa sadar seperti mendengar wanita muda itu mengucapkan dua kata dengan suara rendah, "Sangat tampan."
Ji Yuan segera mengangkat alisnya dan tersenyum padanya dengan ramah, sementara Wang Yi’an menoleh dan memberinya tatapan tidak puas. Nona Muda itu tersipu setelah melihat wajah Jendralnya. Huh tipikal gadis – gadis kota lainnya.
Mengatakan bahwa satu-satunya hal yang membuat Ji Yuan puas dengan tubuhnya di jaman kuno ini adalah kulit yang bagus ini. Dan ini adalah satu-satunya yang dibanggakan oleh Ji Yuan. Tetapi kali ini dia akan mengutuk kulitnya. Pasti sangat memalukan karena ketika dia tersipu, kulit yang bagus ini akan menjelaskan sejelas – jelasnya. Kemerahan yang jelas terlihat dipipi hingga telinganya. Benar – benar membuatnya dia ingin mengubur dirinya sendiri. Ji Yuan… kamu benar – benar.
“Nona Ji Yuan…” Chu Zhao mempersilahkannya duduk di depan sebuah meja besar.
“Menurut Putri Nishang, Anda adalah Guru di akademi Putri Kekaisaran yang pernah membuat tulisan akademik tentang beberapa materi asing yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan peledak dan api. Apakah itu Benar?” Chu Zhao menatap dengan tajam langsung pada Iris coklat wanita itu.
Ji Yuan yang dipandangi sedemikian rupa merasakan sedikit dingin dan gemetar pada hatinya. Benarkah ini Jendral yang terkenal itu? Pantas saja baru tatapannya saja rasanya sudah menghunus lawan bicaranya.
“Nona…” Chu Zhao sudah tidak sabar.
“Ya.” Ji Yuan akhirnya meraih kesadarannya dan menjawab. Untungnya Ji yuan pemilik tubuh ini adalah seorang guru, sehingga tidak mencurigakan jika dia menulis literasi dan Gentry Jurnal ilmiah.
“Bisakan Nona memberitahu saya mengenai ini?” Chu Zhao memberikan kertas yang sudah kusut. Tampak seringnya dibaca dan dibaca.
Ji Yuan tidak bisa tidak tersenyum. Lalu melihat kertas yang dimaksud. Berupa tulisan gambar dan diagram. Tanpa penjelasan apa pun disana. Tapi Ji Yuan tau, apa ini. Bahkan dia menghapalnya diluar kepala. Ini adalah cara paling standar dan mudah untuk membuat bom kimia, tanpa bubuk mesiu. Sebuah ledakan besar tanpa residu.
***
Dalam kegelapan malam, Chu Zhao mengawasi, menahan nafasnya lalu menajamkan mata dan pendengarannya.Wuussss…Sebuah anak panah mendekati Chu Zhao, dengan segera Chu Zhao menghindar dan melihat dari mana asal anak panah itu, dan membidik ke arah asal anak panah itu dengan busur biasa.ShuuusssJlebbbBrukkkSeorang pasukan Bozima terjatuh tepat ditengah pertempuran dibawah.Panah yang Chu Zhao lepaskan tadi tertancap tepat di dadanya. Chu Zhao mengenali pria itu, wajahnya familiar saat Chu Zhao mengawasi pasukan Bozima di lereng Gunung Fu.Lalu terdengar lagi sebuah suara daun yang berderak, dari arah kanan Chu Zhao dan sebuah pisau melayang ke arahnya. Chu Zhao dengan sigap menghindar, kemudian datang lagi dari arah yang lain, Chu Zhao menghindar lagi. Lalu datang lagi pisau yang melayang, sepertinya prajurit Bozima yang ini sudah belajar dari rekannya yang terb*n*h tadi, jadi sekarang dia melakukannya dengan cepat dari berbagai sisi. Chu Zhao dengan tenang tetap menghindar, tetapi t
“Ibu… Ibu jangan khawatir, aku akan berusaha sekuat tenaga membuat anti materi b*m dahsyat itu. Sehingga b*m itu tidak akan meledak dan tidak akan mendatangkan korban jiwa.” Ji Yuan mengelus – elus tangan Song Yaoyi berusaha untuk menenangkannya.Chu Wei melakukan hal yang sama, “Zhao Zhi tenang lah. Kami pasti akan memikirkan masak – masak mengenai hal ini. Kami akan memikirkan strateginya dulu sebelum melawan mereka. Yang dilakukan Ji Yuan sekarang, akan sangat membantu kami. Tenanglah.”“Ji Yuan, pastikan kamu bisa membuat anti materi b*m itu ya… jangan sampai kengerian itu kerjadi…” Song Yaoyi memegang tangan Ji Yuan dan berbicara dengan suara yang bergetar. Song Yaoyi berada dalam kekagetan dan ketakutan.“Ya, Ibu aku akan berusaha melakukannya dengan tepat dan cepat.” Jawab Ji Yuan dengan kepala yang mengangguk – angguk tegas. Berusaha meyakinkan Song Yaoyi agar tidak lagi merasa ketakutan dan sedikit lega.Song Yaoyi mengangguk dengan tegas, juga mengisyaratkan jika dia percaya
“Ji Yuan, Bolehkah aku masuk.” Song Yaoyi mengetuk pintu ruangan berkubah dengan keras. Song Yaoyi tau jika tidak keras, maka orang di dalam ruangan berkubah tidak akan mendengarnya.Tak lama pintu terbuka, kepala Ji Yuan menyembul dan dia tampak kaget, “Ayah… Ibu…”“Apakah kami boleh masuk?” Tanya Song Yaoyi lagi.Ji Yuan merasa tidak enak hati karena Song Yaoyi harus mengatakannya dua kali. Ji Yuan lalu membuka lebar pintu tebal itu dan mempersilahkan keduanya masuk.Begitu masuk, Song Yaoyi merasakan suhu udara yang sangat rendah. Dia juga melihat Ji Yuan memakai berlapis – lapis pakaian. Lalu Song Yaoyi tersadar jika suhu ruangan berkubah ini dibuat seperti ini dengan tujuan.“Ibu Ayah, Pakai ini…” Ji Yuan memberikan sebuah selimut besar untuk Song Yaoyi dan Chu Wei pakai.Song Yaoyi menerimanya lalu menarik Chu Wei dan membungkus mereka agar lebih hangat. Namun, Song Yaoyi merasakan, setelah dia berdekatan dengan Chu Wei, Song Yaoyi langsung bisa merasakan hangat. Chu Wei bagaika
Kereta kuda milik Kediaman Jendral Agung Chu sudah memasuki halaman Bibi Jiang, sebelum kereta berhenti seorang gadis cantik meloncat turun dengan segera.“Chu Yiyi!!” Teriak Song Yaoyi keras, dia kaget sekaligus takut dengan kelakuan anak bungsunya.“Aku sampai lebih dulu Ibu, Aku anak yang paling hebat!” Chu Yiyi menampilkan cengiran jahilnya dan berlalu masuk ke dalam.“Lihatlah… Itu anak mu. Kamu mendidiknya menjadi monyet kecil.” Song Yaoyi menatap Chu Wei, suaminya dengan tatapan yang kesal.“Dia paling tidak harus memiliki pertahanan diri, Zhao Zhi jadi bukan hal yang salah dia mempelajari Qinggong." Chu Wei, Jendral Agung Kekaisaran ini menjawab istrinya dengan acuh tak acuh.Song Yaoyi mendengus kesal, tetapi dalam hatinya membenarkan ucapan Chu Wei suaminya.“Nenek… Nenek… Nenek…” Chu Yiyi berlari meringsek masuk langsung ke halaman belakang, tempat biasa Nenek Jiangnya bersantai.“ohh Chu Yiyi, monyet kecil ku… “ Bibi Jiang langsung berdiri dan menyambut Chu Yiyi.Chu Yiyi
Chu Zhao mendengar dari beberapa penjaga mata – mata yang dimilikinya jika kereta Tucui tadi diikuti oleh sebuah kereta lain. Mendengarnya Chu Zhao merasakan tidak nyaman di hatinya, dia takut jika Pangeran murong Di Qiu akan mengetahui keterlibatannya Ji Yuan dan seluruh rumah Jendral Agung Chu. Chu Zhao mengkhawatirkan Ibu dan adik – adiknya, juga istrinya yang saat ini berada di halaman Bangongshi. Bukannya Chu Zhao merasa penakut untuk melawan Pangeran Murong Di Qiu, namun Chu Zhao sadar jika Pangeran Murong Di Qiu memiliki bom dahsyat itu maka dia tidak akan memiliki kesempatan untuk menang bahkan melawan.Trakkk“Tuan Jendral… ” Suara seorang prajurit terdengar di luar jendela.“Masuk.” Prajurit yang menggunakan pakaian serba hitam itu pun melesat dengan cepat ke dalam.“Laporkan.” Ucap Chu Zhao.“Tucui sudah melapor di halaman Bangongshi milik Jendral Agung Chu. Dia sudah memasuki halaman Bibi Jiang. Tucui, Sudah menyadari dia diikuti tak jauh setelah dia keluar dari gerbang Ko
Sementara di dalam, Chu Yaoyao sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Nenek Bugouo.“Nenek, Penyakit ini, sebenarnya dapat sangat mudah disembuhkan jika masih dalam tahap awal. Tapi… ini sudah terlalu lama…” Chu Yaoyao mengernyitkan dahinya tampak berpikir keras.“Nona Dokter, saya tahu… saya mengerti dan sudah pasrah dengan semuanya. Saya hanya ingin bertahan untuk memberikan kehidupan yang baik pada cucu ku. Saya ingin dia memiliki majikan yang baik.” Nenek Buguo berbicara dengan sorot mata yang sedih.“Dia sudah tidak punya siapa – siapa. Ibunya meninggal karena kelelahan bekerja untuk menghidupi dan mengobati saya. Saya sangat merasa bersalah padanya.” Nenek Buguo menyeka airmatanya dengan lengan bajunya yang tipis.“Nenek… Kamu bicara apa? Aku belum selesai berbicara kamu sudah memutuskan sesuatu yang begitu besar.” Chu Yaoyao menggeleng – gelengkan kepalanya pelan.“Aku tadi mau bilang, karena sakit ini sudah lama, maka butuh banyak waktu, kerja keras dan kesabaran. Kamu ha
“Tuan Gu, aku mulai merasa berada disini atas udanganmu adalah merupakan gerakan mu untuk menggoyang Jenderal Agung Chu.” Panatua Lu tiba – tiba bersuara.Tuan Chen yang tadinya ikut bersemangat memandang Panatua Lu dengan kaget. Apa maksudnya.“Kamu mengatakan padaku jika ada perpindahan pasukan b
“ini benar – benar memalukan… seorang jenderal perang, berbuat tak sen*noh dengan seorang gadis yang tidak jelas.” Gu Shengui mulai melancarkan aksinya.Saat ini mereka sedang berada di aula halaman Bangongshi. Chu Wei dan Song Yaoyi telah sampai disini. Mereka kaget sekaligus marah dan kesal melih
“Murong Feng!!” Murong Di Jiu berteriak keras.Mu Feng tersenyum sinis, “Kenapa? Kamu pikir aku tidak bisa tau?”Murong Di Jiu bangkit, dengan marah dia menjatuhkan semua barang dari atas meja hingga jatuh berkeping - keping.
Feng Yi gelisah. Dia mamacu kudanya cepat. Dia tidak menyangka jika Gu Shengui akan berlaku sangat licik seperti ini. Baru saja Feng Yi mendapat informasi dari pengintai di hutan luar Ibu kota, jika Gu Shengui, Chen Shinhui Menteri Ritus Tingkat I dan Lu Bojing, penatua Kekaisaran yang sangat dih







