LOGINMenciptakan seni pedang sendiri dan memahami niat pedang sendiri adalah hal yang sangat sulit. Hanya seorang prajurit kuat pedang sejati yang dapat mencapai tingkatan itu.Sekarang tugas Chandra bukanlah menciptakan, melainkan belajar. Dia fokus dalam berlatih seni pedang. Energi pedang di dalam tubuhnya menjadi sepenuhnya aktif. Energi pedang itu keluar dari pori-porinya dan berkumpul di kulit seluruh tubuhnya.Energi pedang tidak berbentuk, tapi memiliki wujud. Saat Chandra memahami niat pedang dan teknik pedang, energi pedang dan Citra Dharmanya meningkat tanpa dia sadari.Dalam sekejap mata, Chandra telah berada di dalam Formasi Waktu selama lima ratus tahun. Lima ratus tahun telah berlalu. Tingkat kekuatannya telah meningkat dari tingkat dua puluh awal Alam Ajaib ke tingkat dua puluh puncak. Kecepatan peningkatan kekuatan ini benar-benar menakutkan.Citra Dharma energi pedang Chandra juga jauh lebih kuat dari sebelumnya. Untuk sementara, dia meninggalkan pemahamannya tentang seni
Istana Abadi sendiri merupakan sebuah formasi pengumpul roh, yang mampu terus menyerap dan menyimpan energi dari dunia luar. Berlatih di dalam Istana Abadi jauh lebih efisien daripada di luar. Sejumlah besar Energi Spiritual Langit dan Bumi masuk ke dalam tubuh melalui setiap pori. Kemudian, energi tersebut dimurnikan oleh Formasi Pengubah Lima Elemen dan diubah menjadi energi yang paling murni. Kekuatan Chandra juga perlahan-lahan meningkat.Berkultivasi merupakan sebuah proses yang membosankan dan melelahkan. Selama waktu itu, Chandra harus membagi perhatiannya. Dia berlatih sambil memikirkan aksara hitam misterius di dalam tubuhnya. Aksara-aksara itu terbentuk ketika dia menekan kekuatan kutukan yang diserap Segel Kerajaan.Dalam sekejap mata, sepuluh tahun telah berlalu dalam Formasi Waktu. Selama sepuluh tahun ini, kekuatan Chandra telah meningkat. Dia juga telah mempelajari aksara hitam. Namun, setelah bertahun-tahun lamanya, dia masih tidak dapat memahami arti aksara-aksara ters
Kaisar Ceptra memberikan daftar bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membangkitkan tubuh fisiknya kepada Chandra. Semua bahan yang tertera sangatlah langkah. Kemunculan dari setiap bahan itu akan memunculkan persaingan dari para prajurit kuat. Chandra sadar, kalau dirinya akan kesulitan untuk mendapatkan semua bahan itu dengan kekuatannya saat ini. Dia pun menyimpan daftar itu dengan hati-hati. Kaisar Ceptra memperhatikan raut wajah Chandra yang serius lalu dia tersenyum seraya berkata, “Aku sudah bilang, kalau kamu tidak perlu terburu-buru. Kamu memiliki waktu sekitar seratus ribu tahun untuk mengumpulkannya.” “Tapi ....”Raut wajah Kaisar Ceptra seketika berubah serius lalu kembali berkata, “Aku telah menghabiskan banyak kekuatan dalam pertempuran sebelumnya. Sekarang, aku harus fokus ke pemulihanku. Aku tidak akan bisa menolongmu jika aku kembali mengalami bahaya. Di Dunia Tawang ini, kamu harus selalu berhati-hati dengan apa yang kamu lakukan.”“Aku mengerti, terima kasih atas peri
“Baiklah,” ujar Nova tanpa ragu. Kemudian dia mengingatkan Chandra dengan berkata, “Pavilion Pil adalah kekuatan paling kuat di Dunia Tawang. Bahkan penggabungan ratusan Sekte Bela Diri Sejati saja tetap tidak akan mampu melawan satu Pavilion Pil. Jadi, berhati-hatilah.”Chandra mengangguk lalu berkata, “Baiklah, aku akan lebih berhati-hati.”Kemudian Chandra kembali berdiri dan menatap Dewi seraya berkata, “Katakan pada Burando, kalau aku ada urusan penting dan harus segera pergi sekarang juga.”Raut wajah Dewi terlihat enggan lalu dia berkata, “Papa, apa Papa harus benar-benar pergi sekarang?”Chandra membelai lembut rambut putrinya lalu berkata, “Kita masih punya banyak waktu di masa depan. Kita akan menghabiskan waktu bersama setelah masalah-masalah sulit ini berhasil terselesaikan.”“Oh,” ujar Dewi. Dia sadar kalau Chandra memiliki banyak masalah yang jauh lebih penting yang harus segera diselesaikan. Oleh karena itu, Dewi sama sekali tidak berusaha mencegah kepergian Chandra.
Chandra memutuskan untuk tinggal di Sekte Bela Diri Sejati sementara waktu agar bisa menghabiskan waktu bersama istri dan putrinya. Di sisi lain, Ayu tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Namun, dia merasa kalau Chandra saat ini terasa semakin misterius dengan jarak yang semakin lebar di antara mereka.Dia tidak bisa menahan diri untuk menatap Nova. Wajar saja Chandra tidak tertarik padanya, karena Chandra sudah memiliki istri yang cantik dan menawan seperti Nova. “Nova, apa yang terjadi pada Dewi?” tanya Chandra. Dia sudah cukup lama ingin menanyakan hal ini kepada Nova. Namun, tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengajukannya. Dia memang sudah tahu kalau Dewi adalah putrinya, tapi Dewi dilahirkan jauh sebelum Chandra mengetahuinya. Nova langsung menatap Chandra lalu berkata, “Apa lagi yang perlu kamu tanyakan? Aku sudah hamil sejak masih berada di Bumi.”“Lalu kenapa kamu tidak memberitahuku?”“Aku ingin memberimu kejutan, tapi aku malah tersesat di Sungai Waktu.”Chandra m
Tidak lama kemudian, mereka semua sudah meninggalkan penginapan. Di luar penginapan, banyak orang sudah menunggu, termasuk Burando, Tetua Sekte Bela Diri Sejati dan Penguasa Kota Gurun Selatan yang terus menunjukkan rasa hormatnya ketika berhadapan dengan Burando. Di saat yang bersamaan, Ayu tampak bingung ketika melihat ada banyak orang di luar. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ada begitu banyak prajurit kuat di sini? “Senior Chandra, apa kita bisa pergi sekarang dari tempat ini?” tanya Burando kepada Chandra dengan penuh hormat. Chandra mengangguk pelan lalu berkata, “Ya, kita pergi sekarang.”Burando memberi isyarat seraya berkata, “Silakan, lewat sini.”Chandra langsung berjalan di urutan paling depan yang terus membuat Ayu terkejut bukan kepalang. Bagaimanapun juga, Burando adalah sosok terkuat di Dunia Tawang, tapi dia bersikap sangat penuh hormat kepada Chandra. Hal ini sungguh membuat Ayu bingung dan dia hanya bisa mengikuti Chandra dengan tatapan kosong. Mereka semua pe
Chandra mencoba mengalihkan perhatian Titan. "Kamu tahu, Rahasia 14 Pedang milikku bisa membunuh seorang ahli Tangga Langit Sembilan. Tapi orang-orang Klan Darah berhasil menahan serangan itu. Ini menunjukkan betapa mengerikannya kekuatan mereka. Bukan hanya kita berdua, bahkan seluruh pesilat Somer
Cahaya pedang yang menyilaukan memancar dari Pedang Api, membawa kekuatan yang luar biasa, menyerang Chandra dengan dahsyat. Namun, Chandra hanya tersenyum tipis. Dengan gerakan anggun, dia mengangkat Pedang Naga Pertama untuk menahan serangan tersebut.Saat berhasil menahan serangan, Zeno dengan kec
Di sebuah pulau terpencil di mana Lethran berada. Chandra membutuhkan waktu beberapa hari untuk memulihkan seluruh energi sejati yang dihabiskannya untuk menggunakan Rahasia 14 Pedang. Proses pemulihan ini membuatnya cukup tertekan karena dia tidak bisa melakukannya hanya dalam sekejap mata. Proses
Chandra terus menatap Nova yang saat ini tampak sangat polos dan suci. Bahkan dia terlihat sangat manis ketika membuka mulutnya. “Aku tidak mau mengenalmu!” tolak Nova. Nova kembali mengerutkan mulutnya lalu bertanya, “Apa kamu benar-benar mengenalku?”“Ya, aku sangat mengenalmu,” jawab Chandra cepat







