로그인Ekspresi Chandra terlihat sangat serius. Di sisi lain, Nova dikelilingi oleh para prajurit kuat. Prajurit terlemah berada di tingkat Kaisar Semu. Bahkan ada sosok dengan kekuatan Kaisar Agung di antara mereka. Nova tidak mampu menahan serangan semua prajurit kuat itu. Tubuhnya terus-menerus terluka oleh semua serangan mereka. “Kaisar Ceptra, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Chandra kepada Kaisar Ceptra. Tidak lama kemudian, Kaisar Ceptra berkata dari dalam Istana Abadi, “Chandra, aku sudah jelaskan kalau aku tidak bisa asal turun tangan. Bahkan aku tetap tidak bisa mengatasi situasi ini, sekalipun aku turun tangan.”“Roh Penunggu, bagaimana denganmu? Apa kamu bisa turun tangan? Selamatkan Nova dan bawa dia pergi dari sini.”Roh Penunggu berkata, “Kekuatanku tidak sebanding dengan mereka semua. Sosok prajurit terlemah saja berada di tingkat Kaisar Semu dan di antara mereka juga ada Kaisar Agung. Walaupun tingkat kekuatanku bisa setara dengan seorang Kaisar Agung, tapi se
Dewi melihat pertarungan sengit di depan. Setelah berpikir sejenak, dia baru berkata, “Mereka nggak terlalu kuat. Karena kamu nggak bisa bantu, biar aku saja. Yang penting bisa selamatkan sebanyak mungkin.”Namun, Chandra langsung menghentikan Dewi.“Ada apa?” Dewi menatap Chandra dengan bingung.“Sekarang kita nggak bisa khawatirkan nyawa makhluk lain. Hal yang paling penting saat ini adalah temukan Nova secepat mungkin dan cari cara untuk bawa dia pergi dari sini. Begitu kita temukan Nova dan bawa dia ke tempat yang aman, aku mungkin punya cara untuk patahkan kutukannya.”Chandra berasal dari Bumi di Zaman Kiamat. Bumi di Zaman Kiamat, orang-orang meninggal setiap hari karena kutukan. Chandra sudah terbiasa dengan hidup dan mati. Dia bukan seorang penyelamat. Dia tidak bisa menyelamatkan semua orang.Di antara istri sendiri dan nyawa-nyawa lain yang tak terhitung jumlahnya, Chandra memilih istrinya. Bukan karena Chandra egois, melainkan karena dia belum memiliki kekuatan untuk menyel
“Bagaimana, ya?”Chandra juga tidak tahu harus bagaimana. Kaisar Ceptra memintanya untuk menghentikan pembentukan Formasi Kebangkitan. Namun, kekuatannya masih terlalu lemah. Terlebih lagi, kali ini lawannya adalah istrinya sendiri.Chandra membayangkan jika Nova berdiri tepat di sampingnya, melawan makhluk-makhluk yang masuk ke dunia ini. Apa yang harus dia lakukan? Haruskah dia membantu makhluk-makhluk itu membunuh Nova, atau membantu Nova membunuh mereka dan mengaktifkan Formasi Kebangkitan?Chandra tidak tahu harus bagaimana baiknya. Dengan kekuatannya saat ini, dia juga tidak bisa melakukan apa-apa. Yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah melangkah selangkah demi selangkah.“Ayo, kita juga pergi lihat-lihat,” ujar Chandra setelah berpikir sejenak.“Hmm.” Dewi mengangguk setuju.Kemudian, keduanya bergegas meninggalkan puncak bukit. Mereka asal memilih arah dan pergi ke sana. Dunia ini sangat besar. Akan tetapi, banyak makhluk yang datang dari dunia luar. Dari Dunia Roh Sejati send
Chandra juga tercengang dan bertanya, “Apa ini? Apa yang sudah kamu mengerti?”“Formasi Kebangkitan adalah formasi yang menakutkan, sebuah teknik terlarang. Formasi ini butuh saripati energi makhluk hidup untuk mengaktifkannya. Begitu aktif, formasi ini akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa di dalamnya. Jika kekuatan ini dikombinasikan dengan benda pusaka lainnya, dia dapat membangkitkan orang mati,” ujar Kaisar Ceptra.Kaisar Ceptra terdiam sejenak, lalu menambahkan, “Aku bisa merasakannya. Seluruh dunia ini diselimuti oleh Formasi Kebangkitan. Formasi sebesar itu pasti untuk membangkitkan makhluk yang sangat kuat. Setidaknya tingkat lima Kaisar Agung.”“Apa?” seru Chandra kaget.“Chandra, kamu harus hentikan semua ini. Mengaktifkan formasi ini butuh banyak saripati energi prajurit kuat. Dalang di balik ini sudah beraksi. Dia mulai bantai semua makhluk hidup yang masuk ke dunia ini,” perintah Kaisar Ceptra.Setelah menerima informasi ini, ekspresi Chandra berubah menjadi serius.
Di bagian terdalam dunia yang diselimuti kekuatan kutukan. Sebuah istana hitam yang aneh melayang di udara. Di sekeliling istana itu dipenuhi dengan monster buas. Ada monster buas yang terbang, jalan, semua ada di sana. Semuanya memiliki satu ciri khas. Yaitu, tubuh mereka semua memancarkan aura hitam yang membuat mereka terlihat sangat jahat.Tepat saat ini, seorang perempuan cantik dengan mata tanpa ekspresi terbang keluar dari aula istana. Dia melayang di udara sambil memegang sebilah pedang panjang berwarna hitam. Bilah pedang itu sedikit melengkung dan memancarkan aura hitam yang membawa kekuatan jahat dan menakutkan.Perempuan itu mengayunkan pedang panjang hitam di tangannya hingga mengeluarkan energi hitam. Kemudian, energi itu membentuk aksara-aksara misterius. Itu seperti semacam perintah. Begitu aksara hitam itu muncul, monster buas yang mengelilingi istana seketika meraung marah.Seketika, langit berubah warna. Setelah itu, monster buas menyebar ke segala arah. Sedangkan No
Tepat saat ini, awan gelap perlahan berkumpul di depan Nardo dan membentuk sosok hitam. Nardo tidak dapat melihat sosok hitam itu dengan jelas.“Aku sudah lakukan seperti yang kamu perintahkan. Sekarang sudah banyak prajurit kuat yang tertarik ke dunia ini. Bagaimana dengan apa yang kamu janjikan padaku?” tanya Nardo.“Hmph ….”Sosok hitam itu tertawa pelan. Kemudian, sosok itu melambaikan tangannya. Pada detik berikutnya, muncul beberapa aksara misterius di telapak tangannya.“Ini Prasasti Kutukan. Kamu ambil dan latih baik-baik. Setelah kau kuasai Jurus Kutukan, kamu bisa abaikan kekuatan kutukan tempat ini. Kamu juga bisa menguasai kekuatan kutukan yang dahsyat. Gunakan kekuatan kutukan untuk kendalikan prajurit kuat di dunia.”Nardo menerima aksara-aksara misterius itu dan bertanya, “Kamu susah payah tarik begitu banyak prajurit kuat ke dunia ini. Sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan?”“Kamu nggak perlu tahu.”Usai berkata, sosok hitam itu langsung menghilang. Kemudian, awan hita
Chandra datang ke hadapan Verda, lalu bertanya sambil tersenyum, “Kak Verda diganggu?”Wajah Verda langsung menjadi muram. “Apa hubungannya denganmu?” tukas Verda dengan nada ketus.“Apakah kamu ingin aku bantu rampas kembali Inti Jiwa itu?” tanya Chandra.“Kamu?”Verda melirik Chandra dengan ekspre
Tiba-tiba saja terdengar teriakan kesakitan dari arah depan. Seorang murid Klan Guno merangkak dan berguling-guling ke arah luar ngarai. Chandra melihat tubuh pemuda itu sudah terluka karena kekuatan pedang yang sangat kuat. Seluruh lubang di tubuhnya mengeluarkan darah dengan wajah memucat dan kond
Sekte Dayan sudah mengungsikan seluruh murid mereka. Sekarang, hanya para prajurit kuat yang berasal dari seluruh dunia yang tersisa di Sekte Sutan. Bagaimanapun juga, kondisi Dunia Primordial saat ini sudah benar-benar kacau. Mereka tidak lagi peduli dengan Lethran. Akhirnya mereka memberikan token
Chandra menunjuk Guradi yang sombong lalu berkata dengan tenang, “Hari ini, dia harus menyerahkan barang rampasannya. Jika tidak ….”“Jika tidak, kenapa?”Raut wajah Tuga seketika berubah suram lalu berkata, “Masalahnya sudah jelas. Perempuan ini yang ingin menguasai obat itu, bahkan memukul teman-t







