Share

Bab 2631

Author: Angin
Chandra terpelongo. Setidaknya ada satu juta Inkarnasi Langit atau bahkan mungkin lebih dari itu di area ini. Bagaimana mungkin bisa membunuh mereka semua dengan satu jurus?

“Bagaimana caranya?” tanya Chandra.

“Hanya mengandalkan tingkat pertama seni pedang saja sama sekali nggak cukup. Kamu sudah mencapai ranah yang sangat mendalam di tingkat pertama. Sekarang kamu harus coba pahami tingkat kedua,” ujar si pria misterius.

“Mungkin di tingkat kedua sudah cukup. Seni pedang Leluhur Pedang terkena
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Sentia Kesaulya
6 bab perhari baru ok
goodnovel comment avatar
Sentia Kesaulya
6 episode perhari baru ok
goodnovel comment avatar
Cu pi'
. terlalu berbelit belit
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Jenderal Naga   Bab 3016

    Menciptakan seni pedang sendiri dan memahami niat pedang sendiri adalah hal yang sangat sulit. Hanya seorang prajurit kuat pedang sejati yang dapat mencapai tingkatan itu.Sekarang tugas Chandra bukanlah menciptakan, melainkan belajar. Dia fokus dalam berlatih seni pedang. Energi pedang di dalam tubuhnya menjadi sepenuhnya aktif. Energi pedang itu keluar dari pori-porinya dan berkumpul di kulit seluruh tubuhnya.Energi pedang tidak berbentuk, tapi memiliki wujud. Saat Chandra memahami niat pedang dan teknik pedang, energi pedang dan Citra Dharmanya meningkat tanpa dia sadari.Dalam sekejap mata, Chandra telah berada di dalam Formasi Waktu selama lima ratus tahun. Lima ratus tahun telah berlalu. Tingkat kekuatannya telah meningkat dari tingkat dua puluh awal Alam Ajaib ke tingkat dua puluh puncak. Kecepatan peningkatan kekuatan ini benar-benar menakutkan.Citra Dharma energi pedang Chandra juga jauh lebih kuat dari sebelumnya. Untuk sementara, dia meninggalkan pemahamannya tentang seni

  • Jenderal Naga   Bab 3015

    Istana Abadi sendiri merupakan sebuah formasi pengumpul roh, yang mampu terus menyerap dan menyimpan energi dari dunia luar. Berlatih di dalam Istana Abadi jauh lebih efisien daripada di luar. Sejumlah besar Energi Spiritual Langit dan Bumi masuk ke dalam tubuh melalui setiap pori. Kemudian, energi tersebut dimurnikan oleh Formasi Pengubah Lima Elemen dan diubah menjadi energi yang paling murni. Kekuatan Chandra juga perlahan-lahan meningkat.Berkultivasi merupakan sebuah proses yang membosankan dan melelahkan. Selama waktu itu, Chandra harus membagi perhatiannya. Dia berlatih sambil memikirkan aksara hitam misterius di dalam tubuhnya. Aksara-aksara itu terbentuk ketika dia menekan kekuatan kutukan yang diserap Segel Kerajaan.Dalam sekejap mata, sepuluh tahun telah berlalu dalam Formasi Waktu. Selama sepuluh tahun ini, kekuatan Chandra telah meningkat. Dia juga telah mempelajari aksara hitam. Namun, setelah bertahun-tahun lamanya, dia masih tidak dapat memahami arti aksara-aksara ters

  • Jenderal Naga   Bab 3014

    Kaisar Ceptra memberikan daftar bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membangkitkan tubuh fisiknya kepada Chandra. Semua bahan yang tertera sangatlah langkah. Kemunculan dari setiap bahan itu akan memunculkan persaingan dari para prajurit kuat. Chandra sadar, kalau dirinya akan kesulitan untuk mendapatkan semua bahan itu dengan kekuatannya saat ini. Dia pun menyimpan daftar itu dengan hati-hati. Kaisar Ceptra memperhatikan raut wajah Chandra yang serius lalu dia tersenyum seraya berkata, “Aku sudah bilang, kalau kamu tidak perlu terburu-buru. Kamu memiliki waktu sekitar seratus ribu tahun untuk mengumpulkannya.” “Tapi ....”Raut wajah Kaisar Ceptra seketika berubah serius lalu kembali berkata, “Aku telah menghabiskan banyak kekuatan dalam pertempuran sebelumnya. Sekarang, aku harus fokus ke pemulihanku. Aku tidak akan bisa menolongmu jika aku kembali mengalami bahaya. Di Dunia Tawang ini, kamu harus selalu berhati-hati dengan apa yang kamu lakukan.”“Aku mengerti, terima kasih atas peri

  • Jenderal Naga   Bab 3013

    “Baiklah,” ujar Nova tanpa ragu. Kemudian dia mengingatkan Chandra dengan berkata, “Pavilion Pil adalah kekuatan paling kuat di Dunia Tawang. Bahkan penggabungan ratusan Sekte Bela Diri Sejati saja tetap tidak akan mampu melawan satu Pavilion Pil. Jadi, berhati-hatilah.”Chandra mengangguk lalu berkata, “Baiklah, aku akan lebih berhati-hati.”Kemudian Chandra kembali berdiri dan menatap Dewi seraya berkata, “Katakan pada Burando, kalau aku ada urusan penting dan harus segera pergi sekarang juga.”Raut wajah Dewi terlihat enggan lalu dia berkata, “Papa, apa Papa harus benar-benar pergi sekarang?”Chandra membelai lembut rambut putrinya lalu berkata, “Kita masih punya banyak waktu di masa depan. Kita akan menghabiskan waktu bersama setelah masalah-masalah sulit ini berhasil terselesaikan.”“Oh,” ujar Dewi. Dia sadar kalau Chandra memiliki banyak masalah yang jauh lebih penting yang harus segera diselesaikan. Oleh karena itu, Dewi sama sekali tidak berusaha mencegah kepergian Chandra.

  • Jenderal Naga   Bab 3012

    Chandra memutuskan untuk tinggal di Sekte Bela Diri Sejati sementara waktu agar bisa menghabiskan waktu bersama istri dan putrinya. Di sisi lain, Ayu tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Namun, dia merasa kalau Chandra saat ini terasa semakin misterius dengan jarak yang semakin lebar di antara mereka.Dia tidak bisa menahan diri untuk menatap Nova. Wajar saja Chandra tidak tertarik padanya, karena Chandra sudah memiliki istri yang cantik dan menawan seperti Nova. “Nova, apa yang terjadi pada Dewi?” tanya Chandra. Dia sudah cukup lama ingin menanyakan hal ini kepada Nova. Namun, tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengajukannya. Dia memang sudah tahu kalau Dewi adalah putrinya, tapi Dewi dilahirkan jauh sebelum Chandra mengetahuinya. Nova langsung menatap Chandra lalu berkata, “Apa lagi yang perlu kamu tanyakan? Aku sudah hamil sejak masih berada di Bumi.”“Lalu kenapa kamu tidak memberitahuku?”“Aku ingin memberimu kejutan, tapi aku malah tersesat di Sungai Waktu.”Chandra m

  • Jenderal Naga   Bab 3011

    Tidak lama kemudian, mereka semua sudah meninggalkan penginapan. Di luar penginapan, banyak orang sudah menunggu, termasuk Burando, Tetua Sekte Bela Diri Sejati dan Penguasa Kota Gurun Selatan yang terus menunjukkan rasa hormatnya ketika berhadapan dengan Burando. Di saat yang bersamaan, Ayu tampak bingung ketika melihat ada banyak orang di luar. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ada begitu banyak prajurit kuat di sini? “Senior Chandra, apa kita bisa pergi sekarang dari tempat ini?” tanya Burando kepada Chandra dengan penuh hormat. Chandra mengangguk pelan lalu berkata, “Ya, kita pergi sekarang.”Burando memberi isyarat seraya berkata, “Silakan, lewat sini.”Chandra langsung berjalan di urutan paling depan yang terus membuat Ayu terkejut bukan kepalang. Bagaimanapun juga, Burando adalah sosok terkuat di Dunia Tawang, tapi dia bersikap sangat penuh hormat kepada Chandra. Hal ini sungguh membuat Ayu bingung dan dia hanya bisa mengikuti Chandra dengan tatapan kosong. Mereka semua pe

  • Jenderal Naga   Bab 2181

    Chandra menoleh ke arah datangnya suara. Di kejauhan, seorang pria terbang dengan cepat dan muncul di depan Chandra dalam hitungan detik.Setelah sampai di depannya, Chandra bisa melihat dengan jelas rupa pria itu. Pria itu masih muda, hanya sekitar 25 atau 26 tahun. Dia mengenakan baju besi hitam d

  • Jenderal Naga   Bab 2057

    Chandra berdiri di puncak gunung sambil menatap sebuah kota menakjubkan di kejauhan. Keinginannya untuk mendapatkan Rumah Abadi terasa semakin kuat. Chandra mengabaikan orang-orang yang berkumpul cukup banyak di puncak gunung dan memilih untuk langsung berjalan menuruni gunung. Tidak lama kemudian,

  • Jenderal Naga   Bab 2150

    Beberapa hari kemudian, mereka semua tiba di Kota Sky Draga yang sekarang sudah berubah menjadi kota mati. Mayat bergelimpangan di mana-mana dengan darah yang mengalir tanpa henti bagaikan sungai disertai dengan bau busuk yang menyengat ke seluruh penjuru kota. Jarga memerintahkan prajurit dari kot

  • Jenderal Naga   Bab 2144

    Namun, sepertinya Chandra lebih dari sekedar bawahan bagi Lilian. Cendekia merasa kesal di dalam hatinya, tapi dia tidak ingin menunjukkan kekesalannya. Jadi, dia menatap Chandra sambil tersenyum lalu berkata, “Anak muda, apa kamu sadar dengan ucapanmu? Apa kamu tahu, kelompok seperti apa Istana Ke

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status