MasukBanyak makhluk berkumpul di luar Istana Hitam. Mereka semua datang untuk mendapatkan Keberuntungan, tanpa menyadari kalau itu sebenarnya adalah jebakan. Itu hanyalah makhluk-makhluk yang diselamatkan oleh Nova dan Burando. Masih ada banyak lagi makhluk yang tersebar di seluruh dunia. Sekarang, mereka sedang bertarung dengan para monster.Setelah sekian lama, entah sudah berapa banyak makhluk yang kehilangan nyawa. Seluruh dunia itu dipenuhi bau darah yang menyengang. Seluruh dunia itu dipenuhi dengan suasana pertempuran.Chandra, Nova, Dewi, Burando dan prajurit kuat lainnya menatap istana yang berwarna hitam dan melayang di udara di depan mereka. Istana itu sangat besar. Seluruh bagian istana itu berwarna hitam gelap. Istana itu mengeluarkan asap hitam yang melayang di udara dan membuat istana itu tampak semakin menyeramkan.“Auuuhhh!”Pada saat ini, raungan monster tak dikenal menggema di seluruh area. Segera setelah itu, gerbang istana terbuka. Asap hitam mengepul keluar. Asap hitam
Raut wajah Nova juga tampak serius. Jika demikian, maka segalanya akan menjadi kian sulit. Chandra menghela napas dan berkata, “Apa pun yang terjadi, kita harus temukan Pil Leluhur Agung. Itu adalah harapan terakhir manusia. Tanpa pil itu, kita nggak bisa capai kekuatan Leluhur Agung. Kita juga nggak bisa bunuh Hakim Langit. Manusia akan musnah sepenuhnya.”Tepat saat ini, Burando datang menghampiri. “Apa yang kalian bicarakan?” tanya Burando.Chandra langsung berdiri dan menjawab, “Nggak ada apa-apa.”“Semua sudah siap,” kata Burando.“Oke.” Nova menganggukkan kepala, lalu menatap empat ratus ribu prajurit kuat yang sudah siap. Kemudian, dia menatap para prajurit kuat lainnya dan berkata, “Kalau begitu, kalian berangkat saja. Pergi ke bagian terdalam dunia ini. Berhasil atau gagal bergantung pada ini. Kalau berhasil, kita semua masih bisa hidup. Kalau gagal, kita semua akan mati.”Burando mengangguk dengan serius. Setelah persiapan selesai, Chandra dan yang lainnya mulai bergerak. Mes
Pria tua misterius berjubah hitam itu adalah dalang di balik pengendalian Nova. Dia tahu kalau kekuatan kutukan di dalam tubuh Nova sudah dihilangkan. Itu yang membuatnya bingung. Sebenarnya prajurit kuat seperti apa yang bisa menghilangkan kekuatan kutukan di tubuh Nova?Operasi kali ini hanya boleh berhasil, tidak boleh gagal. Istana Hitam sudah merencanakan ini sejak lama untuk membangkitkan kembali tokoh penting ini. Sekarang muncul pengacau. Pria tua itu pun mulai memanggil bantuan untuk memastikan kelancaran operasi. Sesaat kemudian, dia pun mendapatkan jawaban.“Aku akan kirimkan 12 Dewa Petaka untuk bantu kamu. Operasi kali ini harus berhasil. Kalau gagal, kau akan bayar dengan kepalamu.”Sebuah suara bergema di benak pria tua berjubah hitam misterius itu. Ekspresinya seketika menjadi sangat muram.“Kalau ada 12 Dewa Petaka, siapa pun yang menghilangkan kekuatan kutukan di dalam tubuh Nova akan binasa dan jadi energi untuk membangkitkan Tuan.”Chandra tidak menyadari kalau renc
Formasi Penghancur Ajaib adalah kemampuan mahasakti misterius dari Zaman Hemel Kuno. Itu adalah formasi yang diciptakan oleh Dewa Perang. Di Zaman Hemel Kuno, Dewa Perang menggunakan jurus rahasia ini untuk menaklukkan seluruh alam semesta bagi Kaisar Agung Cadas.“Jurus rahasia apa?” tanya Burando.“Formasi Penghancur Ajaib. Untuk menguasai formasi ini butuh sekitar empat ratus ribu prajurit kuat dan empat pemimpin,” kata Chandra.“Itu gampang. Aku akan pilih empat ratus ribu orang dan empat pemimpin,” kata Burando.Setelah itu, Burando mulai memilih empat ratus ribu prajurit kuat. Dengan adanya lebih dari satu miliar prajurit kuat di sana, tidak sulit untuk memilih empat ratus ribu orang. Sesaat kemudian, Burando selesai memilih empat ratus ribu prajurit kuat tingkat Trinitas Dewa Agung. Bahkan ada beberapa yang telah mencapai Kaisar Semu.Sedangkan empat pemimpin sementara yang ditunjuk yaitu Nova, Burando, Nardo dan Chandra. Selesai memilih orang, Burando menatap Chandra dan berkat
Setiap sekte memiliki teknik rahasia masing-masing. Dewi menggunakan teknik rahasia untuk mengirim pesan kepada Tetua Agung. Tetua Agung meneruskan pesan itu kepada Burando, ketua Sekte Bela Diri Sejati.Setelah menerima kabar tersebut, Burando berpikir sejenak lalu berkata, “Kalau begitu, ayo kita pergi dan berkumpul dengan Zanovar dan yang lainnya.”Tetua Agung dapat merasakan lokasi Dewi. Sementara itu, setelah mengirimkan kabar menggunakan teknik rahasia, Dewi menunggu di tempatnya. Dia menunggu selama tiga hari. Tiga hari kemudian, Burando datang bersama beberapa prajurit kuat lainnya.Pada saat ini, prajurit kuat yang diselamatkan Burando dan Nova telah melebihi satu miliar. Setelah Burando datang, dia langsung bertanya, “Zanovar, kamu punya rencana apa?”Nova sangat tidak senang dengan panggilan “Zanovar”. Namun, dia tidak mengatakan apa-apa. Dia berpikir sejenak, lalu berkata, “Kita harus segera pergi ke Istana Hitam. Asalkan kita bisa bunuh prajurit kuat di Istana Hitam, semua
Sementara itu, garis-garis merah di dalam Formasi Kebangkitan misterius di langit semakin terlihat jelas. Garis-garis merah itu terbentuk dari saripati energi yang terkumpul. Sekarang ada begitu banyak garis merah, jadi berapa banyak orang yang telah mati?Monster buas yang dikendalikan oleh kekuatan kutukan bertarung sengit dengan manusia yang telah memasuki dunia ini. Pertarungan itu begitu dahsyat, hingga membuat langit dan bumi pun bergetar.Nova datang dan melambaikan tangannya. Aksara misterius muncul di telapak tangannya, lalu berubah menjadi energi hitam yang mengalir dan meresap ke dalam tubuh monster buas. Para monster buas itu tiba-tiba berhenti menyerang. Setelah berhenti, mereka sadar kembali untuk sementara, lalu menatap kosong ke sekeliling mereka.Siapa aku? Di mana aku? Apa yang sedang aku lakukan?Monster siluman itu adalah prajurit-prajurit kuat, yang mampu berubah wujud menjadi manusia. Mereka semua adalah eksistensi yang berdiri di puncak piramida.Setelah serangan
Tepat saat itu, salah seorang tentara datang dengan membawa seekor kelinci di tangannya, lalu menyodorkannya ke arah Chandra, “Jenderal, saya baru menangkap seekor kelinci dan sudah dibersihkan perutnya. Silakan dibakar dan dimakan, sangat enak.”Chandra mengambil kelinci tersebut lalu tersenyum, “Te
Wajah tua itu memancarkan sedikit kekhawatiran. Dia menghela nafas, berkata, "Masa akhirku sudah dekat, keluar pun hanya akan hidup beberapa hari lagi. Setelah terkurung di sini selama puluhan tahun, aku sudah tidak ingin pergi lagi." Chandra terkejut mendengarnya. Orang tua ini ternyata telah terku
“Gah!”Chandra memuntahkan darah lalu dia terpental lagi hingga sepuluh meter.Sonia bergegas berlari untuk membantu Chandra bangun. Tapi sesampai di tempat, Chandra lekas bangkit dan duduk bersila untuk menyalurkan energi sejatinya dan menekan energi darah yang berontak dalam tubuhnya. Melihat dia ma
Devita memberikan serangkaian perintah secara berturut-turut.Pertama, penelitian harus segera dimulai.Kedua, di Someria hanya boleh ada satu Centennial Group; grup medis lain harus dimusnahkan.Ketiga, di Jalan Medis hanya boleh ada satu klinik, yaitu Klinik Majestic.Dengan tegas dan cepat, Devita bi







