Beranda / Zaman Kuno / Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita / Bab 39. Pertemuan dengan Nona Ketiga Wei

Share

Bab 39. Pertemuan dengan Nona Ketiga Wei

Penulis: Mylilcosmos
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-31 19:22:20

"Tunggu, tadi kau bilang Mingshu? Maksudmu, Mingshu putri Perdana Menteri?" Shen Min memastikan.

"Benar. Rong'er dan Mingshu bisa dikatakan tumbuh bersama dan sudah dekat sejak mereka masih kecil."

Shen Min mencibir, "Tapi bagaimana mungkin kita bisa menjalin hubungan pernikahan dengan keluarga Perdana Menteri? Itu sesuatu yang tidak bisa kita jangkau. Bukannya kau hanya bermimpi!"

Gu Shi mendesah pendek. "Suamiku pikir aku hanya bermimpi? Percayalah, aku juga masih mengira aku bermimpi. Sampai ketika Mingshu sendiri yang menyatakan niatnya padaku..."

Di belakang paviliun, Li Yuan menegakkan kembali tubuhnya yang disandarkan pada pohon bambu. Ketidakpedulian terlihat di matanya saat ia melangkah pergi dari sana.

Suara kratakan renyah terdengar ketika langkah demi langkahnya menjejak di atas tanah yang dipenuhi daun-daun bambu kering.

Orang-orang yang tanpa sengaja lewat mungkin akan ketakutan saat mendengar suara-suara langkah itu di tengah kesunyian hutan di antara gemerisik daun b
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 47. Mengunjungi Pusat Kota

    Li Yuan merenung.Anggrek Chunlan. Waktu yang tepat untuk mencari tanaman ini di hutan adalah saat musim semi, ketika bunganya telah mekar, aromanya akan tercium dari jauh yang memudahkannya untuk ditemukan.Pada dasarnya, anggrek ini hampir tidak bisa dibedakan dengan rumput biasa. Untuk menemukannya, membutuhkan pengamatan yang jeli dan tentu saja pengetahuan yang baik tentang tanaman ini.Jika dikatakan mustahil untuk menemukannya di akhir musim panas, itu tidak salah. Namun, bagi Li Yuan yang melihat ini sebagai kesempatan untuk membalas kebaikan, menganggapnya tidak mustahil.“Bagaimana kalau aku yang pergi mencari ke hutan?” Li Yuan mengusulkan.Mata mereka berdua melebar tidak menyangka.Bagaimana mungkin seorang wanita akan masuk ke dalam hutan sendiri? Lagipula, bukankah penduduk asli Gucheng saja menyerah untuk mencari, apalagi seorang pendatang sepertinya? Jangankan menemukan satu, tidak tersesat saja sudah sangat beruntung.Dengan pemikiran ini, Mo Yifei segera menolak, “T

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 46. Lonceng Senja

    Kembali ke penginapan, Li Yuan mengeluarkan sapu tangan berisi bunga dan menaruhnya di meja.Ia keluar lagi dan meminta sebuah guci keramik pada pelayan penginapan. Kemudian mengisi guci dengan air yang telah ditambahkan garam ke dalamnya.Untuk mendapatkan barang-barang ini, Li Yuan harus mengeluarkan beberapa koin tembaga.Dengan beberapa barang di tangan, ia kembali ke kamar.Semua bunga tadi kemudian dimasukkan ke dalam guci, lalu diaduk hingga terkena air garam sepenuhnya. Sebuah kain hitam dililitkan ke seluruh badan guci, setelahnya guci itu disimpan di sebuah sudut yang tak terkena cahaya matahari.Li Yuan memandangi guci kecil di bawah sana dengan tangan bertumpu di pinggang; sebuah senyum tertarik di salah satu sudut bibirnya.Orang-orang ini tampaknya belum mengetahui kegunaan lain dari bunga yang mereka sebut ceri merah ini.Ia mengerti, mungkin karena zaman di mana dia berasal pengetahuan sudah jauh lebih maju.Sebenarnya, selain keindahan bunganya untuk dinikmati, tanama

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 45. Gucheng

    Gucheng merupakan sebuah kota kecil yang terletak tepat di bawah kaki gunung. Sungai Yinlu yang mengalir melewatinya menciptakan kondisi lingkungan yang sangat menguntungkan bagi vegetasi yang tumbuh di area itu.Tanah yang subur serta bentang alamnya sangat mendukung pertumbuhan tanaman obat maupun rempah-rempah bermutu tinggi.Oleh karena itu, kota kecil ini merupakan salah satu dari beberapa wilayah penghasil bahan obat dan rempah-rempah terbanyak di Dinasti Quan.Masyarakatnya sendiri kebanyakan hidup dari bertani, menanam herba dan rempah komoditas, yang kemudian akan dikumpulkan untuk diolah oleh bengkel-bengkel yang khusus menangani pengolahan herba menjadi bahan obat maupun rempah-rempah kering untuk selanjutnya didistribusikan ke beberapa wilayah yang memiliki permintaan.Hujan turun dengan deras sejak pagi. Membuat orang-orang yang berada di dalam penginapan enggan keluar.Seorang gadis muda mengintip dari balik pintu yang sedikit terbuka. Li Yuan sedang duduk di sofa ketik

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 44. Penyelamatan

    Sungai Yinlu mengalir dari utara ke selatan, seolah menjadi seutas benang merah yang menghubungkan antar wilayah Dinasti Quan. Sungai ini juga melewati Gucheng yang merupakan sebuah kota kecil yang terletak di daerah perbatasan wilayah utara di mana ibu kota berada dan wilayah tengah dinasti.Siang itu Mo Yifei dan pelayannya Xiulan sedang berjalan-jalan untuk menyegarkan diri di area sekitar penginapan, yang letaknya tidak jauh dari aliran Sungai Yinlu.Karena tanpa sengaja menginjak lumpur, Nona Kedua Mo berjalan dengan langkah-langkah kecil yang canggung menuju tepi sungai untuk membersihkan sepatunya. Xiulan mengikuti dari belakang.“Nona, hati-hati.” Xiulan menopang satu tangannya agar ia tidak tergelincir oleh lumut yang tumbuh di atas bebatuan sungai.Mencapai tepi, Mo Yifei memperhatikan Xiulan yang segera berjongkok lalu mengambil air dari sungai dengan tangan, menyirami lumpur di ujung sepatunya.Matahari hampir berada di atas kepala. Meski begitu, udara tidaklah panas kare

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 43. Rumor

    Kabar pembatalan pernikahan segera tersebar ke kalangan keluarga biasa hingga beberapa kalangan terkemuka di ibu kota. Ini bukan karena keluarga Shen begitu populer. Hanya karena orang-orang sangat senang bergosip, menyebar kabar-kabar terbaru yang terjadi di ibu kota. Dari yang penting hingga yang tidak penting sekalipun kadang akan dibicarakan.Karena sebelumnya tersebar lebih dulu mengenai kondisi sang nyonya muda yang mandul, maka ketika kemudian mendengar tentang pembatalan pernikahan oleh keluarga Shen, orang-orang tidak banyak berkomentar lagi. Kediaman Marquis Wu juga tak luput dari percikan kabar itu.Nyonya Marquis menghela napas ketika mendengar cerita itu dari teman baiknya. “Gadis yang malang.” gumamnya.“Bagaimanapun, kita tidak bisa menyalahkan keluarga Shen karena membatalkan pernikahan begitu saja. Lagipula, keluarga mana yang menginginkan seorang menantu mandul untuk menjadi nyonya rumah di masa depan? Bukankah ini akan membawa bencana bagi keluarga?” jelas Nyonya

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 42. Wanita Licik

    Kediaman JiangShen Ling sedang duduk di depan meja rias di kamar pengantin. Cermin tembaga di meja memantulkan sosoknya yang tengah menyisir rambut panjangnya dengan hati-hati.Matanya tampak linglung. Rona merah segera terlihat di wajahnya yang masih tanpa riasan. Sebuah senyum kecil yang tak tertahankan kemudian muncul di sudut bibirnya ketika ia menunduk.Meski kegiatan malam pertamanya telah berlalu, ketika teringat kembali bagaimana suaminya menyentuhnya semalam, ia tak kuasa untuk kembali merona.Ia tak pernah membayangkan bahwa pria yang dinikahinya ternyata begitu tampan dan memperlakukannya begitu mesra. Juga.. sangat pandai menyenangkannya.Wajahnya makin memerah.Jika keadaannya seperti ini, sama sekali tidak ada penyesalan ia menikah ke dalam keluarga ini. Membayangkan hari-hari kedepannya dengan suami tampannya, ia telah melupakan kecemburuan sebelumnya terhadap Zhu Niang saingannya.Di masa depan, ia bertekad akan memperlakukan suaminya dengan sangat baik, sehingga ia a

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status