Share

Bab 51. Berhasil Tertangkap

Author: Mylilcosmos
last update Last Updated: 2026-01-13 11:31:38

Setelah selesai, lubang tadi ditutupi dengan ranting-ranting halus, yang akan langsung patah jika terkena beban. Kemudian di atasnya dilapisi daun-daun di sekitar yang sudah mulai membusuk.

Merasa pekerjaannya di sana sudah selesai, Li Yuan berbalik pergi. Berjalan ke arah barat, tempat kemungkinan rusa itu masih berada.

Ia menelusuri area pepohonan dengan jarak yang lebih rapat. Makhluk seperti mereka kemungkinan akan menghindari terik matahari.

Tangannya dengan ringan memetik salah satu daun, kemudian seperti sebelumnya, meniup suara siulan untuk memancing rusa jantan itu mendekat.

Sambil meniup, sambil berjalan, mata dan telinganya selalu awas.

Beberapa waktu kemudian, seperti perkiraan, dari balik pepohonan dia melihat si rusa jantan sedang menundukkan kepala, tampak asyik minum air dari sebuah aliran kecil di lereng.

Li Yuan berjalan mundur dengan perlahan, masih meniup daun tadi di mulutnya. Sementara matanya mengawasi pergerakan hewan buruan di kejauhan yang mulai tergerak.

Des
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 53. Rencana Si Pemburu

    “Paman, apakah Anda seorang pemburu?” Xiao Ru bertanya ketika melihat penampilan pria itu yang mengenakan jubah rami pendek dengan sabuk kulit, di mana menggantung berbagai perlengkapan seorang pemburu, seperti belati, kantong umpan, labu tempat menyimpan air minum, dan lain-lain.Mendengarnya mengatakan itu, Li Yuan secara naluriah mulai mengamati penampilan orang asing di depan dari atas ke bawah.Pria itu terkekeh, “Kau sangat jeli, Nak. Paman memang seorang pemburu. Ini musim yang baik untuk berburu. Namun sayangnya, Paman selain hanya berhasil memburu dua ekor kelinci, juga mengalami kecelakaan ini.”Ia menunduk, menggerak-gerakkan kakinya dengan sangat perlahan. Raut wajahnya kemudian menunjukkan ketidaknyamanan ketika ia berkata, “Seperti

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 52. Tujuan Tercapai

    “Ketemu! Kayak Yuan, Kakak Yuan! Lihat, apakah ini Anggrek yang benar?” seru Nona Kedua Mo.Li Yuan yang tengah berjongkok, menoleh ke belakang kemudian berdiri dan menghampirinya.Ia berjongkok lagi, mengamati tanaman yang sekilas mirip rumput di atas tanah. Ketika diperhatikan baik-baik, warna hijaunya jauh lebih pekat dibanding tanaman sekitarnya. Jika diamati lebih dekat, terdapat gerigi halus yang sangat kecil pada tepi daun tanaman.Li Yuan menganggukkan kepala. “Benar. Kau akhirnya berhasil menemukan Anggrek Chunlan yang asli.” Tidak bisa dibayangkan betapa gembiranya Nona Kedua Mo atas penemuannya. Kalau saja tidak terhalang oleh didikan etiket yang diterimanya sejak kecil, ia sudah akan melompat-lompat sambil menjerit kegirangan di sana.Alhasil, ia hanya menutup mulut dengan kedua tangan, menahan perasaannya yang meluap, sementara binar sukacita terlihat di matanya.Xiulan dan Xiao Ru segera mendekat ketika mendengar anggrek chunlan disebut.Li Yuan mengulurkan tangan. “B

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 51. Berhasil Tertangkap

    Setelah selesai, lubang tadi ditutupi dengan ranting-ranting halus, yang akan langsung patah jika terkena beban. Kemudian di atasnya dilapisi daun-daun di sekitar yang sudah mulai membusuk.Merasa pekerjaannya di sana sudah selesai, Li Yuan berbalik pergi. Berjalan ke arah barat, tempat kemungkinan rusa itu masih berada.Ia menelusuri area pepohonan dengan jarak yang lebih rapat. Makhluk seperti mereka kemungkinan akan menghindari terik matahari.Tangannya dengan ringan memetik salah satu daun, kemudian seperti sebelumnya, meniup suara siulan untuk memancing rusa jantan itu mendekat.Sambil meniup, sambil berjalan, mata dan telinganya selalu awas.Beberapa waktu kemudian, seperti perkiraan, dari balik pepohonan dia melihat si rusa jantan sedang menundukkan kepala, tampak asyik minum air dari sebuah aliran kecil di lereng.Li Yuan berjalan mundur dengan perlahan, masih meniup daun tadi di mulutnya. Sementara matanya mengawasi pergerakan hewan buruan di kejauhan yang mulai tergerak.Des

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 50. Menyiapkan Jebakan

    Li Yuan tidak goyah. Ia terus memainkan siulan daunnya. Menyanyikan apa yang diyakininya sebagai panggilan kawin sang rusa betina.Sementara rusa jantan telah keluar dari semak, memperlihatkan seluruh tubuhnya. Mulai berjalan menuju ke pohon tempat Li Yuan berada.Li Yuan melirik gelondongan tali rami di pinggang, yang dibawanya sebagai persiapan perjalanan ke hutan sebelumnya. Sementara tangan satunya masih memegang daun, tangan lainnya mulai melepas ikatan tali di pinggangnya.Namun, ketika rusa itu sudah berada dalam jarak sekitar lima belas meter darinya, rusa itu tiba-tiba berhenti dan mendadak berbalik melarikan diri.Sial! Rutuk Li Yuan dalam hati.Sepertinya makhluk itu telah mendeteksi aroma tubuhnya. Li Yuan telah melupakan kemampuan satu ini. Hanya bisa menatap dengan muram ketika rusa itu kembali menghilang ke dalam hutan.Ia menengadah.Sungguh usaha yang sia-sia.Dengan sedikit kecewa, ia turun dari pohon. Menggulung tali raminya dan mengikatnya kembali pada sabuk pingga

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 49. Rusa Kesturi

    Li Yuan berjalan lebih dulu.Sesekali, ia akan berhenti untuk menunggu kedua gadis itu yang sebentar-sebentar akan beristirahat, mengatur napas yang tersengal-sengal.Nona Kedua Mo mengusap keringatnya untuk kesekian kalinya. Sebelah tangannya bertumpu pada sebuah pohon, sedangkan tubuhnya dicondongkan ke depan. Setiap hembusan napas, dikeluarkan dari bibirnya yang mengerucut.Cara ini diajarkan oleh Li Yuan sebelumnya, untuk dengan cepat menormalkan ritme pernapasan.Di sebelahnya, kondisi Xiulan tidak lebih baik. Bibirnya tampak memucat. Sementara ia juga tengah melakukan teknik pernapasan yang dianjurkan Li Yuan.Dengan susah payah, ia mengangkat kepalanya, berkata kepada sang majikan, “Nona..kalau tahu.. akan sesulit ini perjalanannya.. lebih baik.. kita.. tidak usah ikut saja. Bukankah.. kita ini.. hanya sedang.. mengantarkan nyawa kepada dewa gunung…” ia bersusah payah menelan ludahnya sembari mengatur napas yang masih terengah.Mo Yifei terkekeh geli melihat wajahnya yang pahit

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 48. Misteri Hilangnya Para Wanita

    Di luar, tidak terlalu ramai orang berlalu lalang. Pandangan mereka segera tertuju pada kerumunan kecil orang tidak jauh dari sana. Orang-orang itu tengah berkerumun di depan sebuah papan besar beratap kecil di atasnya.Ketika mereka bertiga mendekat, mereka segera mengetahui bahwa itu adalah papan pengumuman kota. Di bagian terdalam kerumunan, terlihat seorang pria berseragam biru tua yang tampaknya seorang petugas lapangan dari balai pemerintahan, sedang menempelkan sesuatu di sana.Ketika ia selesai, orang-orang segera bergeser maju. Mencoba mengetahui informasi apa yang telah ditempelkan barusan.Beberapa orang yang bisa membaca, segera bersuara.“Lagi? Ini sudah yang kelima kalinya dalam bulan ini.” “Mungkinkah, benar-benar ada hantu wanita pendendam yang mengincar para wanita hamil di kota ini..” “Omong kosong! Tidak ada hantu seperti itu di dunia ini. Jelas-jelas ulah orang jahat!”“Lantas, bagaimana menjelaskan para wanita itu bisa tiba-tiba menghilang dalam satu malam? Ti

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status