Home / Fantasi / Jenius yang Disingkirkan / Bab 18. Saatnya Bersikap.

Share

Bab 18. Saatnya Bersikap.

Author: Zayn Z
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-22 22:36:23

Bab 18. Saatnya Bersikap.

“Fan’er?”

Suara Xiao Ling yang lembut membuyarkan lamunan Tian Fan. Ia perlahan kembali sadar dari ingatan masa lalunya.

Tatapannya yang sempat kosong kembali fokus menatap Long Fang dan Xiao Ling di hadapannya.

Ruangan itu hening sesaat.

Long Fang lalu menghela nafas panjang sebelum tersenyum tipis.

“Sekarang paman mengerti. Jika pil itu benar-benar bisa diekstraksi menjadi ramuan dengan kualitas lebih tinggi, maka ini bukan hanya kesempatan…”

“Tapi juga jalan cepat
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 166. Aku, Kau dan Dia?

    Bab 166. Aku, Kau dan Dia?Ruangan VIP 3 mendadak terasa jauh lebih sunyi setelah Tian Fan mengetahui maksud sebenarnya dari hadiah ketiga yang diberikan Si Iblis Besar. Mu Xueyan dan Yue Qing’er masih duduk di hadapannya dengan wajah memerah, sementara Tian Fan sendiri bersandar di kursinya sambil menatap keduanya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Ia sebenarnya tidak pernah membayangkan bahwa perjalanan ke makam kuno akan berakhir dengan situasi seperti ini. Namun setelah semuanya terbuka, Tian Fan merasa tidak ada gunanya lagi menghindar. Jika ia memilih salah satu dari mereka, masalah baru justru akan muncul dan kemungkinan besar akan membuat semuanya semakin rumit. Pada akhirnya, ia hanya bisa menarik napas panjang dan menerima kenyataan bahwa dirinya sudah terlanjur berada di tengah situasi yang sangat aneh ini.“Kalau memang sudah seperti ini, aku akan menyetujuinya. Semuanya sudah terbuka sekarang, dan aku tidak ingin memilih salah satu dari kalian hanya untuk membuat m

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 165. Hadiah Ketiga itu adalah….

    Bab 165. Hadiah Ketiga itu adalah….Tidak lama setelah Xiao Long membawa Yin Canghe dan Yin Ruxia keluar dari Ruangan VIP 3, keduanya akhirnya tiba di sebuah ruangan khusus yang berada di bagian belakang Balai Lelang Bulan. Ruangan itu cukup luas dan memiliki formasi kedap suara yang membuat percakapan di dalamnya tidak mungkin terdengar dari luar. Empat orang telah menunggu di sana, masing-masing mewakili salah satu Ruangan VIP yang sebelumnya disebutkan Tian Fan.Orang pertama adalah seorang lelaki tua berusia sekitar enam puluh tahun dengan rambut putih yang disisir rapi dan tatapan tajam namun tenang. Ia adalah Jin Ru, kepala Klan Jin yang berasal dari Kota Kekaisaran sekaligus kakek Yin Ping dari pihak ayahnya. Di sebelahnya duduk seorang pria paruh baya dengan wajah tegas dan aura bangsawan yang kuat. Ia adalah Cao Pi, perwakilan Klan Cao dari Kekaisaran Cao. Dari Kekaisaran Tang hadir Tang Yulong, seorang pria berusia sekitar empat puluh tahun yang memiliki tatapan dalam dan s

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 164. Tahu maksud.

    Bab 164. Tahu maksud.Setelah suasana di dalam Ruangan VIP 3 kembali sedikit tenang, Yin Ruxia dan Yin Canghe masih beberapa kali melirik ke arah empat tanaman spirit yang telah diberikan Tian Fan kepada keempat gadis. Jelas sekali keduanya masih memikirkan kejadian yang baru saja berlangsung. Bahkan setelah bertahun-tahun mengelola Balai Lelang Bulan, mereka belum pernah melihat empat tanaman spirit sekaligus mampu membuat para tamu VIP kehilangan ketenangan seperti tadi.Akhirnya, Yin Canghe mengalihkan pandangannya kepada Tian Fan. “Tuan Muda Tian, jika aku boleh bertanya, apakah kau masih memiliki tanaman spirit lainnya? Jika masih ada dan kau memang berniat menjualnya, Balai Lelang Bulan bersedia menjadi perantara. Dengan begitu, kami juga dapat membantu menyelesaikan kekacauan di aula sekaligus memberikan kesempatan kepada beberapa tamu penting untuk mendapatkan benda yang mereka inginkan,” katanya dengan senyum tipis.Tian Fan langsung memahami maksud perkataan tersebut. Kalima

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 163. Tanaman Spirit yang Menggemparkan.

    Bab 163. Tanaman Spirit yang Menggemparkan.Sejatinya, keempat tanaman spirit yang dikeluarkan Tian Fan bukanlah benda yang benar-benar langka di benua-benua lain. Tanaman seperti Ginseng Hitam, Apel Ungu, Jamur Lingzhi Merah, dan Pir Emas masih dapat ditemukan di beberapa wilayah dengan sumber daya spiritual yang lebih melimpah. Hanya saja, tanaman-tanaman tersebut hampir tidak tumbuh di Benua Timur. Kelangkaan itulah yang membuat keberadaannya di Balai Lelang Bulan menjadi sesuatu yang luar biasa. Bagi para kultivator Benua Timur, tanaman spirit yang bagi Tian Fan sebenarnya tidak terlalu istimewa itu sama berharganya dengan harta langka yang hanya muncul sekali dalam puluhan tahun.Karena situasi di aula sudah benar-benar tidak terkendali, juru lelang akhirnya terpaksa menghentikan sementara seluruh proses pelelangan. Perang tawaran dari Ruangan VIP 1, 2, 4, 5, dan 6 telah membuat para peserta umum tidak lagi memperhatikan barang yang seharusnya dilelang. Bahkan beberapa pengurus

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 162. Jadi Pusat Lelang (2)

    Bab 162. Jadi Pusat Lelang (2)Suasana damai itu ternyata tidak bertahan lama.Dari aula utama tiba-tiba terdengar suara keributan yang semakin lama semakin keras. Pada awalnya hanya terdengar beberapa suara samar, tetapi dalam hitungan napas, suara-suara tersebut mulai bercampur menjadi kegaduhan yang membuat bahkan juru lelang di atas panggung menghentikan ucapannya. Para peserta yang semula fokus pada barang lelang mulai menoleh ke segala arah, mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.Tian Fan mengerutkan kening dan mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Dari balik tirai khusus Ruangan VIP 3, ia dapat melihat sebagian besar aula utama.Balai Lelang Bulan memiliki sebuah aula besar dengan panggung lelang di bagian tengah sebagai pusat perhatian. Di bawah panggung terdapat area luas yang dipenuhi kursi untuk para peserta umum, sementara di bagian atas, mengelilingi aula dari sisi kiri hingga kanan, terdapat enam ruangan VIP. Keenam ruangan itu dibuat sedikit lebih tinggi

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 161. Jadi Pusat Lelang.

    Bab 161. Jadi Pusat Lelang.Suasana di Ruangan VIP 3 masih terasa canggung. Setelah memberikan slip jade secara sembunyi sembunyi itu, keempat gadis itu memang tidak lagi banyak berbicara kepada Tian Fan, tetapi entah mengapa suasana di antara mereka justru terasa semakin tegang. Tian Fan yang duduk di tengah ruangan dapat merasakan bahwa ketiganya kembali menunjukkan sikap saling bersaing, sementara Yin Ping yang berada di antara mereka sesekali hanya memandang dengan ekspresi bingung.Perasaan itu semakin jelas ketika seorang juru lelang di panggung utama memperkenalkan salah satu barang berikutnya. Sebuah botol giok berisi Pil Penaik Ranah Tingkat Satu dibawa ke atas panggung. Juru lelang menjelaskan kualitas dan efek pil tersebut sebelum membuka harga awal.Namun, sebelum para peserta di aula sempat menaikkan tawaran, Shui Xian menoleh pada Yue Qing’er dan Mu Xueyan lalu berkata dengan sedikit angkuh.“Pil seperti itu sebenarnya tidak terlalu istimewa. Aku pernah memakan Pil Pen

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 07. (21++) Digagahi.

    Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 03. Tamu?

    Bab 03. Tamu?Dua tahun berlalu.Di dalam gua yang ada di tepian jurang.Tian Fan yang kini telah berusia 16 tahun dengan tenang menyelesaikan sayatan terakhirnya pada satu sosok mayat di depannya.Tampak mayat kultivator dari Sekte Harimau terbang itu hanya menyisakan tulangnya saja dengan semua o

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.

    Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.Ia menoleh ke kiri

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 01. Jenius  yang Disingkirkan.

    Bab 01. Jenius yang Disingkirkan. Di bawah cahaya lilin yang redup di lorong istana, seorang remaja berjalan menuju Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat. Langkahnya tegas, namun dipenuhi ketenangan yang sulit digoyahkan. Sesampainya di Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat, ia melangkah masuk ke dala

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status