LOGINTian Fan mengalihkan pandangannya ke arah bangunan istana yang menjulang di kejauhan. Pilar-pilar tinggi, dinding kokoh, dan atap megah berlapis genting keemasan berdiri sebagai lambang kekuasaan keluarga kerajaan. Namun, di mata Tian Fan, semua kemegahan itu tidak berarti banyak jika orang-orang yang berlindung di baliknya terus menganggap kekuasaan sebagai sesuatu yang tidak mungkin digoyahkan.“Setinggi apa pun tembok istana dibangun, sekuat apa pun gerbangnya dijaga, dan sebanyak apa pun prajurit ditempatkan di sekelilingnya, semua itu tidak akan mampu menahan gelombang keadilan ketika orang-orang yang tertindas akhirnya bangkit bersama. Kekuasaan mungkin bisa membungkam satu orang, bahkan seratus orang, tetapi ia tidak akan selamanya mampu membungkam semua orang yang telah kehilangan harapan. Sebuah istana bisa berdiri selama ratusan tahun, tetapi jika fondasinya dibangun di atas ketakutan dan ketidakadilan, kehancurannya hanya menunggu waktu. Sebab, penguasa boleh memiliki pedan
Bab 180. Jebakan FormasiTian Fan berjalan bersama Lu Bu, Lu Tang, dan Zhang Fei di bagian depan rombongan yang menuju paviliun utama tempat Raja Shui dirawat. Di sepanjang perjalanan, para penjaga berjubah emas berdiri dengan sikap tegap, sementara para pelayan yang berpapasan dengan mereka segera menundukkan kepala dan menepi. Suasana istana tampak tenang, tetapi di balik ketenangan itu tersimpan ketegangan yang sulit diabaikan. Terlebih lagi, kondisi Raja Shui belum diketahui secara pasti, sedangkan perebutan kekuasaan di antara anggota keluarga kerajaan semakin memanas.Lu Tang berjalan di samping Tian Fan sambil sesekali melirik kakak laki-lakinya. Ia kemudian tersenyum dan berkata, “Tuan Muda Tian, izinkan aku memperkenalkan seseorang yang mungkin belum pernah kau temui secara resmi. Dia adalah kakakku, Jenderal Besar Lu Bu, orang yang bertanggung jawab atas Pasukan Khusus Pengawal Raja. Meskipun wajahnya selalu serius dan sikapnya terkadang kaku, sebenarnya dia bukan orang yang
Bab 179. Ada yang janggal.Tian Fan menatap tiga pria yang berjalan di bagian depan pasukan berjubah emas itu. Begitu melihat wajah mereka dengan jelas, ia segera mengenali ketiganya. Pria yang berjalan di tengah adalah Jenderal Besar Lu Bu, seorang jenderal Kerajaan Shui yang pernah ditemuinya di Kota Fu ketika pria itu sedang menyelidiki kasus kelumpuhan Tetua Agung Klan Tang. Di sebelahnya adalah Lu Tang, pengawal khusus Pangeran Shui Wen dan Putri Shui Xian yang sudah beberapa kali berurusan dengannya. Sementara itu, pria ketiga tidak lain adalah Menteri Zhang Fei, orang yang pernah diselamatkan Tian Fan dari upaya pembunuhan di Hutan Merah.Kedatangan mereka membuat suasana di depan gerbang istana utama berubah dengan cepat. Kubu Shui Feng yang sebelumnya dipenuhi keyakinan kini terlihat menahan kemarahan, terutama ketika menyadari bahwa Pasukan Khusus Pengawal Raja telah kembali dengan kekuatan penuh. Sebaliknya, Permaisuri Duan Ning, Shui Wen, Shui Xian, dan orang-orang yang be
Bab 178. Debat dan bukti.Kemunculan Tian Fan di hadapan rombongan Shui Feng membuat suasana di gerbang istana utama mendadak berubah. Beberapa saat sebelumnya, Shui Feng masih berdiri dengan sikap tenang, seolah seluruh keadaan berada dalam kendalinya. Ia telah berhasil mengumpulkan dukungan sejumlah pejabat penting, mengamankan penjagaan istana utama melalui Klan Qin, serta menggunakan diagnosis para alkemis Sekte Raja Obat untuk menekan kubu Permaisuri Duan Ning. Namun, kehadiran seorang pemuda berjubah hitam kini mengacaukan suasana yang telah ia bangun dengan susah payah.Shui Feng mengepalkan tangannya di balik lengan bajunya. Ingatannya tanpa sadar kembali pada peristiwa di makam kuno, ketika Tian Fan bukan hanya menggagalkan rencananya, tetapi juga mempermalukannya di hadapan orang-orang yang berada di sana. Ia masih mengingat tatapan tenang pemuda itu, seolah segala ancaman dan kedudukan yang dibanggakannya tidak lebih dari lelucon. Kebencian yang selama ini terpendam kembali
Bab 177. Pertemuan yang Tidak Diinginkan.Rombongan Tian Fan akhirnya meninggalkan Istana Timur dan bergerak menuju istana utama Kerajaan Shui, tempat Raja Shui, Shui Baxian, saat ini terbaring dalam kondisi tidak sadar. Permaisuri Duan Ning berjalan di bagian depan bersama Shui Wen dan Shui Xian, sementara Yin Ping, Jin Xilang, Yin Ruxia, serta Tian Fan mengikuti di belakang. Semakin dekat mereka dengan istana utama, suasana di sekitar mereka justru semakin sunyi. Tidak seperti bagian lain dari istana yang masih dipenuhi pelayan dan pejabat yang berlalu-lalang, kawasan tempat Raja Shui dirawat justru dijaga jauh lebih ketat.Ketika rombongan akhirnya tiba di depan gerbang utama, puluhan prajurit bersenjata lengkap langsung terlihat berdiri dalam formasi. Aura mereka tidak lemah. Sebagian besar berasal dari pasukan khusus kerajaan, sedangkan beberapa orang yang berdiri paling depan mengenakan pakaian perang dengan lambang Klan Qin. Melihat pemandangan itu, alis Shui Wen langsung berke
Bab 176. Racun yang Tidak Terlihat Kereta yang membawa Tian Fan dan Yin Ruxia akhirnya berhenti di depan Istana Timur Kerajaan Shui. Tempat ini merupakan kediaman khusus Shui Wen dan Shui Xian, dua saudara dari keluarga kerajaan yang memiliki kedudukan cukup tinggi di istana. Begitu pintu kereta dibuka, Tian Fan turun dengan langkah tenang, sementara Yin Ruxia menyusul dari belakang. Beberapa penjaga yang berdiri di sekitar gerbang langsung memberi hormat, tetapi perhatian Tian Fan justru tertuju kepada dua sosok yang sudah menunggu di depan aula. Shui Wen dan Shui Xian terlihat jelas merasa lega ketika melihat kedatangan Tian Fan. Wajah mereka yang sejak tadi kusut akhirnya menunjukkan sedikit kegembiraan. Shui Wen bahkan segera melangkah maju sambil berkata, “Tuan Muda Tian, akhirnya kau datang. Kami benar-benar sudah menunggumu cukup lama.” Tian Fan hanya mengangguk santai. Namun tatapannya segera menyapu seluruh aula dan menangkap beberapa orang lain yang berada di dalam.
Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca
Bab 06. Perjalanan BerdarahAngin dingin berhembus pelan di atas tebing tandus Lembah Kematian. Disana satu sosok berjubah hitam berjalan sendirian di antara kabut tipis yang menyelimuti jalur berbatu.Tian Fan, ia berjalan tanpa pengawal, tanpa tunggangan dan tanpa membawa simbol kekuasaan apa pun
Bab 05. Dimulai.Dua tahun berlalu.Lembah Kematian tak lagi seperti dahulu yang penuh dengan kematian dan penyakit aneh. Semua telah berubah sejak kemunculan dua kelompok baru.Dari sekian banyak kelompok dan klan yang lahir dan tenggelam di tanah penuh darah itu, dua nama baru muncul dan langsung
Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.Bulan masih menggantung tinggi,Sun Li terdiam oleh ucapan terakhir Tian Fan.“Racun ini buatan manusia.”Namun setelah itu, Tian Fan tak berkata lagi. Ia hanya berdiri memandangi bulan yang mulai tertutupi awan.Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan ujung kain







