Home / Fantasi / Jenius yang Disingkirkan / Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.

Share

Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.

Author: Zayn Z
last update publish date: 2026-03-30 05:51:48

Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.

Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.

“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.

Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.

Ia menoleh ke kiri dan kanannya, ia  makin terkejut saat pandangannya teralih ke arah belakang, tampak satu tangan terulur mencengkram kerah bajunya.

Ya, dia selamat karena sesosok misterius yang berada dalam tumpukan mayat di tepi jurang itulah yang mencegahnya jatuh ke dalam jurang.

Sosok tersebut kemudian menarik dan melemparkan tubuhnya ke atas yang membuatnya jatuh di tepian jurang.

Tubuhnya jatuh diantara tumpukan mayat,tampak di sekelilingnya terbaring mayat manusia, mayat para praktisi yang dibuang ke Gunung Kematian dan mati mengenaskan.

Segera ia turun dan menjauh dari tumpukan tersebut, tentu saja ia melakukan itu karena sang penolongnya berada di bawah tumpukan mayat tersebut.

Ia pun dengan susah payah merangkak turun dari tumpukan mayat itu agar terhindar jatuh kedalam jurang kematian.

Tian Fan menyandarkan tubuhnya di dinding tebing, pandangannya terarah ke tumpukan mayat untuk menilai situasi yang terjadi.

Tanpa menghiraukan rasa sakit di tubuhnya, ia beranjak bangkit. Ia berdiri lalu berjalan tertatih ke arah tumpukan mayat, ia segera menuju tumpukan mayat itu untuk membantu penolongnya.

Terlihat satu sosok pria tua terbaring lemah di tanah,tubuh pria tersebut penuh dengan luka dengan setengah nafas berada di tenggorokan,tanda kematian sudah hampir menjemput.

Dengan hati hati Tian Fan membalikan tubuh sang pria tua untuk menyelamatkan hidupnya.

Tiba-tiba pria itu mencengkram tangannya, menatapnya teduh, tampak ia berusaha berkata namun ia tidak memiliki tenaga untuk melakukannya.

Melihat sorot matanya yang tenang, Tian Fan bisa menilai jika pria tersebut tampaknya berusaha menyampaikan untuk tidak perlu menyelamatkannya karena dirinya memang sudah tidak bisa diselamatkan.

Sang pria tua menunjukan gestur agar Tian Fan mendekat padanya, segera ia pun memposisikan pria tua tersebut untuk bersandar di tubuhnya.

“Tuan, apa yang bisa kulakukan untukmu?”

“Aku seorang tabib, aku akan berusaha untuk menyelamatkanmu!” ujarnya tegas.

Tukk.

Tian Fan akan berkata kembali namun  sang pria tersebut mendahuluinya dengan mengetukan dua jarinya ke kening Tian Fan.

Tian Fan tertegun karenanya, bagaimana tidak? Apa yang dilakukan sang pria telah membuat memori otak di kepalanya kini dipenuhi banyak pengetahuan baru yang sangat misterius dan diluar nalarnya.

Tak hanya itu saja, ia juga merasakan jika ingatan miliknya seperti ditarik paksa keluar seperti terhubung melalui benang tak kasat mata dengan si pria tua.

“Apa ini? Pengetahuan apa ini? Kenapa juga dengan ingatanku, kenapa seperti ditarik paksa keluar?” batinnya.

Tian Fan hanya bisa menggeram kesakitan menahan serbuan ribuan ingatan yang memenuhi kepalanya.

Tak hanya itu saja, ia merasakan tubuhnya seperti dipatahkan dan dibentuk ulang kembali dari dalam.

“Prisma apa itu?” batinnya merujuk pada terbentuknya sebuah simbol di dalam dantiannya.

Entah berapa lama waktu yang terlewati, akhirnya Tian Fan merasakan rasa sakit di kepala dan tubuhnya berkurang. Nafasnya tersengal, keringat membasahi tubuhnya dengan deras.

Ia kembali menatap penolongnya penuh arti

“Tuan, apa ini benar? Tuan mewariskan ini–”

Sang pria tua kembali mencegahnya berkata, satu gestur tangannya menunjuk ke arah balik pakaiannya,tanda agar Tian Fan mengambil sesuatu yang tersemat di dalam sana.

Ia menuruti keinginan pria tua yang terlihat hampir meregang nyawanya itu.

Tian Fan mengambil sesuatu dari balik pakaiannya, tampak di genggaman tangannya sebuah token emas berbentuk segi enam dengan ukiran sebuah naga dan timbangan seimbang di permukaannya

“Dari ingatan yang diberikan tuan ini, bukankah token ini merupakan–”

“Uhukk!”

Sang pria tua memuntahkan darah segar hingga menyembur ke wajah dan tubuh Tian Fan, genggaman tangannya semakin erat mencengkram tangan Tian Fan.

Perlahan sinar di mata sang pria perlahan meredup dan…akhirnya menghilang.

Tian Fan menatap lirih pada jasad sang pria tua, tampak olehnya jasad pria tersebut kini mulai berubah menjadi ratusan butiran cahaya yang terbang ke udara, menyisakan sebuah cincin penyimpanan merah yang kini jatuh ke genggaman tangan kirinya.

Ia menengadah memperhatikan butiran cahaya sang pria yang kini terbang ke langit malam yang dihiasi bintang.

“Tuan Xiaohu Yan…tidak– Master Xiaohu Yan, selamat jalan….”

“Meski singkat tapi pertemuan ini pastinya jalan takdir kita berdua.”

“Dari ingatan Master aku menyadari jika tujuan Master dan aku ternyata sejalan.”

“Peninggalan, keinginan, harapan dan tujuan serta dendam Master pastinya akan aku jalankan dan aku balaskan…Aku berjanji!” ujar Tian Fan penuh tekad.

Ya, semua warisan dan ingatan yang diberikan Master Xiaohu Yan rupanya sejalan dengan tujuannya.

Dengan apa yang telah diberikan oleh sang pria tua dan juga kesamaan tujuan dengannya langsung membuat Tian Fan tak ragu mengakui sang pria tua, Master Xiaohu Yan sebagai gurunya, dan sebagai pewaris dari peninggalannya, tentunya ia pun harus menjalankan keinginan dari Masternya itu.

Tian Fan menyeringai.

Di situlah ia belajar kenyataan.

Tak ada yang suci.

Tak ada yang benar-benar peduli menyelamatkan nyawa.

Ternyata ada yang bernasib sama seperti dirinya.

Kini di hatinya terpancar sebuah tekad untuk menjadi kuat karena kekuatan adalah segalanya.

Jika dunia menolaknya sebagai tabib dan alkemis dengan metodenya maka ia memutuskan akan menjadi sesuatu yang lebih mengerikan untuk orang orang yang menghina dan menindasnya.

“Dunia ini akan terus berkembang, pemikiran kalian yang ortodoks dan hanya memikirkan keuntungan saja akan tergerus oleh zaman dan waktu.”

“Aku…aku akan melihat itu semua terjadi pada kalian dengan mataku sendiri!” ujarnya penuh keseriusan.

Tian Fan merasakan kondisi tubuhnya sendiri, warisan yang diberikan Master Xiaohu Yan kini telah menyembuhkan luka lukanya.

Tak hanya itu saja, ia bisa merasakan jika tubuhnya kini dipenuhi kekuatan yang luar biasa.

Tian Fan menatap tumpukan mayat yang ada di depannya, ia bangkit lalu berjalan ke arah tumpukan mayat yang ada.

Bukan tanpa sebab ia melakukan itu, tumpukan mayat di depannya adalah mayat para praktisi bela diri yang mati dalam pertarungan.

Tentunya di tubuh mereka masih terdapat ‘sesuatu’ yang mungkin bermanfaat untuk dirinya.

Ia mencari cincin penyimpanan yang mungkin masih ada di tubuh mereka dimana mungkin isi di dalamnya bisa berguna untuknya.

Sesuai perkiraannya, diantara kantong penyimpanan dan cincin penyimpanan tersebut terdapat banyak barang berharga.

Tanpa ragu ia segera meminum pil yang ada meski kualitasnya begitu buruk di matanya.

Ia kemudian menyerap khasiat pil sambil mengambil sikap lotus guna mencapai khasiat terbaiknya.

“Meski pil-pil ini tingkat rendah namun setidaknya ini berguna menaikan sedikit ranahku.”

“Untuk sisanya…sepertinya aku hanya bisa mengandalkan kemampuanku sendiri untuk menaikannya,” ujarnya datar.

Tian Fan kembali melihat isi cincin penyimpanan lainnya, pandangannya tertuju pada sebuah cincin penyimpanan berwarna merah darah yang ditinggalkan Master Xiaohu Yan.

Ia mengambilnya lalu mengeluarkan semua isi di dalamnya. 

Semua benda yang ada di dalam cincin penyimpanan itu kini tergeletak di tanah di depannya.

Matanya terbelalak saat mendapati sebuah kitab hitam lusuh yang hanya tersisa setengahnya saja.

“Ini…bukankah ini kitab kultivasi kuno yang telah hilang itu, kitab tubuh matahari!” ujarnya sambil menelisik kitab hitam lusuh tersebut.

Segera ia melihat isi kitab untuk memastikannya. 

Wajahnya berbinar, senyum lebar terhias penuh di wajahnya karena dugaannya ternyata benar.

Dari ingatan Master Xiaohu Yan diketahui jika kitab tubuh matahari berisikan teknik kultivasi yang berdasar pada teknik pengembangan tenaga dalam tubuh dimana teknik tersebut bisa membuat seseorang bisa menumbuhkan kembali jalur energi tiga kali lipat dari normalnya.

“Dengan teknik ini aku bisa mengembalikan ranahku yang dihancurkan, tidak…bahkan ini lebih dari itu!” ujarnya penuh keyakinan.

Tian Fan kembali menatap tumpukan mayat yang ada di depannya, gegas ia menarik satu persatu mayat yang ada disana untuk menghilangkan penasaran yang ada pada dirinya.

Tampak pakaian yang pria itu kenakan bercorak harimau dengan dua sayap di punggungnya.

“Pakaiannya ini…jelas orang ini berasal dari Sekte Harimau terbang, sekte tersembunyi yang konon merupakan sekte terkuat  kedua di lembah kematian!”

“Sepertinya Master Xiaohu Yan ini lari dari pengejaran orang-orang ini namun ia tidak berhasil lari dan akhirnya membawa para pengejarnya ini ke dalam kematian!” duganya sambil melihat keadaan semua mayat yang ada.

Mengetahui jika tumpukan belasan mayat itu adalah orang yang kemungkinan besar membunuh Master Xiaohu Yan, Tian Fan langsung menunjukan seringainya

“Karena kalian yang membunuh guru sekaligus penyelamatku,maka aku tidak akan sungkan!”  

Ia menarik salah satu mayat dan menyeretnya masuk ke dalam gua kecil yang berada tak jauh dari posisinya.

Ia mulai membedah mayat-mayat itu.

Mempelajari struktur tulang, aliran darah, jaringan saraf, cara energi meresap ke organ.

Ia belajar bukan dari kitab suci.

Tapi dari pengalaman dan kematian.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 143. Pemburu Bayaran

    Bab 143. Pemburu BayaranTian Fan segera berdiri.Sisa Qi di dalam tubuhnya memang belum sepenuhnya pulih, tetapi itu sudah cukup untuk saat ini.Tubuhnya bergerak cepat. Dalam beberapa lompatan, sosoknya telah menghilang di antara pepohonan.Semakin dekat dengan sumber suara, Tian Fan semakin memperlambat gerakannya.Ia tidak terburu-buru memperlihatkan dirinya.Beberapa saat kemudian, Tian Fan berhenti di atas sebuah cabang pohon besar.Dari tempat itu, pandangannya langsung tertuju ke sebuah area terbuka di antara pepohonan.Di sana...ia melihat tiga orang yang sedang dikepung.Seorang pria paruh baya bersandar pada batang pohon besar.Kondisinya cukup mengenaskan.Pakaian di bagian dadanya telah robek dan dipenuhi darah. Sebuah luka panjang terlihat di sisi tubuhnya, sementara darah masih terus mengalir perlahan. Napasnya berat,wajahnya pucat,namun aura seorang kultivator kuat masih dapat dirasakan dari tubuhnya.Di depan pria itu berdiri dua orang pemuda. Seorang pria dan seorang gad

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 142. Uji Coba.

    Bab 142. Uji Coba.Setelah menghabiskan hampir seharian penuh untuk menganalisis, mencoba, gagal, lalu mencoba kembali berbagai kemungkinan, Tian Fan akhirnya membuka kedua matanya.Ia masih duduk bersila di tengah sebuah area tersembunyi di dalam hutan. Beberapa pohon besar mengelilinginya, sementara dedaunan yang lebat menghalangi sebagian besar cahaya matahari. Tempat itu cukup sepi dan jauh dari jalur utama sehingga tidak ada seorangpun yang memperhatikan apa yang telah dilakukannya selama berjam-jam.Pakaian Tian Fan telah basah oleh keringat,napasnya sedikit berat.Qi di dalam tubuhnya juga telah mencapai titik yang hampir habis.Namun alih-alih menunjukkan kelelahan, wajah Tian Fan justru tampak jauh lebih cerah daripada sebelumnya.Senyum tipis perlahan muncul di wajahnya.“Jadi ternyata seperti itu...”Selama sehari penuh, Tian Fan tidak hanya duduk diam sambil memikirkan berbagai kemungkinan. Ia benar-benar mencoba menguji satu demi satu teori yang muncul di dalam pikirannya.

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 141. Jenius yang Sesungguhnya.

    Bab 141. Jenius yang Sesungguhnya.Mengingat dan menimbang seluruh situasi yang ada, Tian Fan akhirnya memutuskan untuk tidak terburu-buru menuju Ibukota Kerajaan Shui.Kini ia terus berjalan menuju arah barat, tetapi langkahnya tidak lagi secepat sebelumnya. Jika dirinya memilih berjalan dengan kecepatan biasa dan sesekali berhenti di kota-kota yang dilewatinya, perjalanan dari wilayah Kota Fu menuju Ibukota Kerajaan Shui diperkirakan akan memakan waktu sekitar empat hingga lima hari.Bukan tanpa alasan Tian Fan mengambil keputusan tersebut.Pertama, Shui Feng dan Sekte Harimau Merah kemungkinan besar masih mencarinya.Setelah kejadian di makam kuno, nama Tian Fan sudah tidak lagi dapat dianggap sebagai sesuatu yang tidak diketahui. Meskipun Shui Feng tidak mengetahui secara pasti ke mana dirinya pergi, ia tidak cukup bodoh untuk bergerak secara terang-terangan menuju Ibukota Kerajaan Shui.Kedua, perjalanan ini memberinya kesempatan untuk mencari informasi dari perbincangan orang ora

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 140. Kejutan dari Si Iblis Besar.

    Bab 140. Kejutan dari Si Iblis Besar.Tian Fan meninggalkan Desa Yin ketika malam masih belum sepenuhnya berlalu.Langkahnya perlahan menjauh dari halaman yang sebelumnya menjadi tempat terakhir puluhan penduduk desa itu berada. Kini tidak ada lagi tumpukan mayat, tidak ada lagi Banlu yang melayang, dan tidak ada lagi aura keperakan yang memenuhi halaman tersebut.Yang tersisa hanyalah keheningan.Namun Tian Fan tahu bahwa keheningan di belakangnya bukanlah akhir.Ia telah mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas pembantaian itu.Seorang Tetua Sekte Harimau Merah dan Shui Feng.Tian Fan menarik napas perlahan sambil terus berjalan menuju arah barat dimana Ibukota Kerajaan Shui berada di sana.“Masalah ini belum selesai, sebagai Tian Fan, aku tidak akan membiarkan pembantaian itu berlalu begitu saja. Dan sebagai pemimpin Klan Pengadilan Hitam... aku juga tidak bisa membiarkan orang-orang yang menganggap nyawa manusia tidak lebih berharga daripada rumput bertindak sesuka hati.” gumamn

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 139. Melepas.

    Bab 139. Melepas.Apa yang terjadi di hadapannya sedikit banyak telah memberikan Tian Fan sebuah jawaban.Meskipun belum dapat dipastikan sepenuhnya, dugaan yang muncul di dalam pikirannya semakin kuat. Puluhan Banlu penduduk Desa Yin itu kemungkinan besar memang telah terikat kepadanya.Tian Fan memandang bola-bola cahaya perak yang masih melayang di sekeliling tubuhnya. Tidak ada satupun yang mencoba pergi. Bahkan ketika dirinya diam tanpa memberikan perintah, mereka tetap berada di sekitarnya seperti sedang menunggu sesuatu.Namun justru karena itu, Tian Fan merasa semakin yakin bahwa ada sesuatu yang tidak wajar.Ia mengingat kembali apa yang terjadi ketika dirinya menyentuh Banlu milik kepala Desa Yin.Bukan hanya ingatan.Saat itu, untuk sesaat, Tian Fan merasa seolah dirinya dapat membaca sesuatu yang jauh lebih dalam.Isi hati…keinginan,bahkan perasaan samar yang tersembunyi di dalam kesadaran Banlu tersebut.Tian Fan menundukkan kepala dan bergumam pelan. “Ketika aku menyentu

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 138. Banlu ( Jiwa Pendamping )

    Bab 138. Banlu ( Jiwa Pendamping )Debu hitam perlahan berputar di atas halaman Desa Yin.Tian Fan berdiri diam.Tatapannya tidak beralih sedikit pun dari tumpukan abu yang sebelumnya merupakan puluhan mayat penduduk desa. Aura samar yang ia rasakan semakin jelas, lalu sesuatu perlahan muncul dari tengah tumpukan tersebut.Weng!Sebuah bola cahaya sebesar kepalan tangan melayang ke udara. Cahaya itu berwarna merah namun merahnya bukan seperti api biasa.Ia menyerupai sebuah matahari kecil yang menyala dengan tenang di tengah malam. Cahayanya berpijar lembut tanpa menyilaukan mata. Bahkan dari jarak beberapa meter, Tian Fan dapat merasakan sesuatu yang sangat murni di dalamnya…esensi spiritual kehidupan.Tian Fan langsung terpaku.“Ini adalah... Banlu?”Ia tidak salah mengenalinya.Di dunia kultivasi, Banlu juga dikenal oleh sebagian orang dengan nama Qarana. Namun bagi para kultivator, nama yang paling umum digunakan tetaplah Banlu.Banlu adalah jiwa pendamping.Setiap manusia memilik

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 06. Perjalanan Berdarah

    Bab 06. Perjalanan BerdarahAngin dingin berhembus pelan di atas tebing tandus Lembah Kematian. Disana satu sosok berjubah hitam berjalan sendirian di antara kabut tipis yang menyelimuti jalur berbatu.Tian Fan, ia berjalan tanpa pengawal, tanpa tunggangan dan tanpa membawa simbol kekuasaan apa pun

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 05. Dimulai.

    Bab 05. Dimulai.Dua tahun berlalu.Lembah Kematian tak lagi seperti dahulu yang penuh dengan kematian dan penyakit aneh. Semua telah berubah sejak kemunculan dua kelompok baru.Dari sekian banyak kelompok dan klan yang lahir dan tenggelam di tanah penuh darah itu, dua nama baru muncul dan langsung

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.

    Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.Bulan masih menggantung tinggi,Sun Li terdiam oleh ucapan terakhir Tian Fan.“Racun ini buatan manusia.”Namun setelah itu, Tian Fan tak berkata lagi. Ia hanya berdiri memandangi bulan yang mulai tertutupi awan.Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan ujung kain

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 03. Tamu?

    Bab 03. Tamu?Dua tahun berlalu.Di dalam gua yang ada di tepian jurang.Tian Fan yang kini telah berusia 16 tahun dengan tenang menyelesaikan sayatan terakhirnya pada satu sosok mayat di depannya.Tampak mayat kultivator dari Sekte Harimau terbang itu hanya menyisakan tulangnya saja dengan semua o

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status