共有

Bab 7

作者: Cheryl Cherie
last update 公開日: 2026-07-27 19:58:45

Mia tersentak, ia menoleh cepat dan membuat kedua hidung mancung mereka bersentuhan. Napas keduanya beradu, Mia bisa mencium aroma mint segar dari napas Killian. Sepertinya pria itu baru saja membersihkan diri bersama Julia tadi. Dan entah kenapa perasaan tidak nyaman itu hadir, dia tidak suka, dia marah membayangkan apa saja yang mereka lakukan di dalam kamar mandi.

Kedua mata Mia yang basah menatap tajam Killian, dadanya naik turun karena napasnya yang tak beraturan menahan amarah. "Kurang ajar," ucapnya penuh penekanan.

Killian menaikkan sebelah alisnya—yang dimana itu bagi Mia seperti ekspresi wajah yang menantang dirinya. Killian seperti meremehkan kemarahannya.

"Aku? Kurang ajar?"

"Ya! Dan bukan itu saja, kau pria menjijikan dan tidak bermoral!"

Mimik wajah Killian perlahan berubah datar, kedua matanya berkilat tajam. "Menjijikan katamu? Baiklah, jika aku menjijikan maka kau lebih menjijikan dariku. Tahu kenapa?"

Mia hanya diam dan tetap mempertahankan ekspresi wajah angkuhnya, dan itu membuat Killian berang.

"Karena yang kau sebut menjijikan ini selalu kau puja setiap saatnya dulu, kau wanita munafik, Mia Ruby." Killian semakin mengeratkan rangkulan tangannya, bahkan sesekali ia meremas pinggang terbuka Mia, membuat wanita itu sedikit meringis.

"Aku tidak munafik, aku hanya bersikap realistis. Saat itu kau menawarkan kebahagiaan padaku, jadi aku bersikap semestinya padamu." Mia menekan jari telunjuknya tepat di dada bidang Killian.

"Tapi pada akhirnya yang kau berikan justru penderitaan. Jadi jangan salahkan aku jika sekarang bersikap sebaliknya." Mia berujar penuh penekanan disetiap kalimatnya.

"Singkat saja Killian, kau memberiku bahagia, aku memujamu. Dan kau memberiku luka, aku mengutukmu!” lanjutnya.

Killian meradang, ia semakin kuat mencengkeram pinggang Mia. Dan membuat wanita itu tak bisa lagi menyembunyikan rasa sakitnya, ia meringis dan berusaha melepas tangan kekar itu dari tubuhnya.

"Lepas ...," lirih Mia. Ia menunduk melihat kebawah, tepat pada pinggangnya yang dicengekeram kuat oleh tangan Killian mulai memerah. Lalu saat kembali mendongak, Mia merasa dunianya terhenti.

Killian mencium bibirnya.

Awalnya hanya menempel. Namun, beberapa saat kemudian pria itu mulai melumatnya kasar. Dia menghisap, menjilat dan sesekali menggigitnya.

Mia hendak mendorong Killian menjauh darinya, namun belum sempat ia lakukan, Killian sudah berhasil membuatnya diserang keterkejutan lain.

Killian, pria itu—dengan kurang ajarnya mengangkat sebelah tangannya dan menangkup salah satu payudaranya, meremasnya kuat secara bergantian. Mia merasakan tubuhnya meremang juga merasakan panas disekujur tubuhnya, bukan karena gairah, melainkan amarah yang terasa seperti api yang menyelimuti tubuhnya.

Mia menggigit kuat bibir Killian membuat pria itu berhenti dan melepaskan ciumannya, lalu ia mendorong kuat tubuh Killian sampai terdorong beberapa langkah kebelakang. Tak sampai disitu, Mia meraih sebuah vas bunga yang berada di meja, ia mengangkatnya hendak melemparkannya pada Killian namun terhenti.

Tangannya melayang di udara, seolah ada sesuatu tak kasat mata yang menahan tangannya.

"Kenapa? Kenapa aku selalu tidak bisa melakukannya? Sejak dulu, bahkan sampai sekarang," batin Mia.

Sedangkan Killian terlihat tenang seolah tidak terjadi apa pun, tangannya terangkat mengusap darah yang keluar dari bibirnya. Gigitan Mia cukup kuat dan tajam sampai melukai bibirnya, dan ini adalah pertama kalinya bibirnya terluka karena berciuman.

"Ada apa ini?"

Keduanya menoleh pada Julia yang baru saja tiba, gadis itu kini sudah berpakaian yang lebih baik dari sebelumnya.

"Mia? Apa yang ingin kau lakukan dengan vas itu?" tanya Julia sembari menatap keduanya bergantian, "kau mau memukul Killian?" Mimik wajahnya seketika berubah jengkel, ia mendekat dan berdiri di depan Killian seolah ingin melindungi pria itu dari Mia.

Mia tersadar, ia menurunkan tangannya dan cepat-cepat mengusap jejak basah di kedua pipinya. Diletakkannya vas bunga itu kembali di meja.

"A–aku ... aku tidak ...," kata Mia tergagap, ia tiba-tiba kesulitan bicara karena bingung harus menjawab apa.

"Aku membuatnya terkejut, dan itu hanya bentuk dari reaksi terkejutnya." Killian dengan cepat menyela ucapan Mia.

Julia menoleh, ia terdiam sebentar sebelum akhirnya kembali menatap Mia yang terdiam kaku. "Begitu ternyata, maaf Mia."

Mia hanya mengangguk dan menunduk, ia berusaha mengatur napasnya kembali dan bersikap tenang sebisa mungkin.

Namun, Julia menangkap semua gerak-geriknya, ia merasakan kejanggalan. Dimulai dari reaksi berlebihan Mia hanya karena terkejut, jejak air mata di kedua pipinya, lalu pakaiannya sedikit berantakkan. Dan yang paling menarik perhatiannya adalah kondisi bibir wanita itu yang sedikit pucat dan tak berwarna cerah seperti sebelumnya.

Julia menoleh lagi pada Killian yang masih menatap Mia, ia memperhatikan ada bekas luka yang kentara di bibir pria itu. Dalam hati ia tertawa getir, membayangkan apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka.

"Oh iya, kau bilang kau ingin langsung pulang setelah membersihkan diri tadi?"

Killian menoleh, menatap Julia yang tersenyum. "Aku masih ingin di sini sebentar lagi," jawab Killian.

Julia mengangguk-anggukkan kepalanya, jika tidak berada dalam situasi tegang seperti ini ia akan teramat senang karena berpikir Killian masih ingin menghabiskan waktu bersamanya lebih lama lagi. Tapi tidak, pria itu jelas memiliki niat lain, dan bukan dirinya yang menjadi alasan utamanya itu.

****

Setelah suasana tegang itu, kini Julia dan Mia sudah duduk berhadapan di sofa. Julia tampak tenang memeriksa beberapa tas bermerek Mia yang akan ia beli, sedangkan Killian memilih duduk di kursi kayu dekat jendela dengan secangkir kopi di meja. Posisinya berada cukup jauh di belakang sofa tempat Julia berada, dan ia bisa leluasa menatap Mia yang sedari tadi terlihat gelisah namun berusaha bersikap tenang.

"Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya, Mia."

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Jerat Ambisi Killian   Bab 8

    "Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya, Mia." Julia yang tengah melihat dan memeriksa beberapa tas itu menatap lekat pada Mia, ada senyum tipis penuh makna saat megatakannya. Mia mendongak sembari mengernyitkan keningnya, lalu tersenyum. "Banyak orang yang datang dihidupku lalu pergi begitu saja." Kedua matanya melirik sekilas pada Killian, lalu kembali berucap, "Jadi maaf, aku tidak terlalu mengingatmu. Mungkin kau mengingatku, tapi aku tidak." Killian yang mendengarkan dari kejauhan tersenyum geli lalu berguman, “pembohong.""Oh ... begitu, ya." Julia berusaha tersenyum meski hatinya tak puas dengan jawaban dan sikap Mia yang tenang, tapi ia tak berhenti mencari celah untuk mengusik perasaan wanita itu. "Mungkin juga aku salah orang, kau mirip dengan seseorang yang pernah datang ke toko ku bersama seorang pria dua tahun yang lalu."Mia melunturkan senyumannya, dalam hati ia mengumpati gadis dihadapannya. Dilihat dari tampilan luarnya memang terlihat polos dan seperti gadis bai

  • Jerat Ambisi Killian   Bab 7

    Mia tersentak, ia menoleh cepat dan membuat kedua hidung mancung mereka bersentuhan. Napas keduanya beradu, Mia bisa mencium aroma mint segar dari napas Killian. Sepertinya pria itu baru saja membersihkan diri bersama Julia tadi. Dan entah kenapa perasaan tidak nyaman itu hadir, dia tidak suka, dia marah membayangkan apa saja yang mereka lakukan di dalam kamar mandi. Kedua mata Mia yang basah menatap tajam Killian, dadanya naik turun karena napasnya yang tak beraturan menahan amarah. "Kurang ajar," ucapnya penuh penekanan.Killian menaikkan sebelah alisnya—yang dimana itu bagi Mia seperti ekspresi wajah yang menantang dirinya. Killian seperti meremehkan kemarahannya. "Aku? Kurang ajar?""Ya! Dan bukan itu saja, kau pria menjijikan dan tidak bermoral!"Mimik wajah Killian perlahan berubah datar, kedua matanya berkilat tajam. "Menjijikan katamu? Baiklah, jika aku menjijikan maka kau lebih menjijikan dariku. Tahu kenapa?" Mia hanya diam dan tetap mempertahankan ekspresi wajah angkuhny

  • Jerat Ambisi Killian   Bab 6

    Mia menoleh ke dalam rumah, di sana sosok gadis muda terdiam setelah berlari sembari membawa kain berwarna hitam yang ia yakini itu adalah pakaian milik Killian. Sedangakan Killian sama sekali tidak menoleh ke belakang, kedua matanya menatap dalam pada sosok Mia. Mia menelan ludahnya ketika menyadari apa yang sudah terjadi di rumah ini sebelum kedatangannya. Di sana, wanita muda itu tersenyum canggung dan berusaha menutupi bagian tubuhnya yang terlapisi lingerie. Sama seperti Kllian, penampilannya berantakkan, rambut hitamnya tidak beraturan, dan ada beberapa tanda merah di bagian leher dan tulang selangkanya. Dalam sekejap Mia bisa menyimpulkan semuanya, tentang apa yang baru saja mereka lakukan di rumah ini. Ia menundukkan pandangannya. Wanita muda itu melangkah mendekati Killian dan tersenyum canggung, ia memegang lengan kekarnya. "Pakai dulu bajumu," ujarnya menarik pelan Killian untuk mundur. "Kau pasti Mia?" Mia mendongak dan tersenyum tipis menatap wanita muda

  • Jerat Ambisi Killian   Bab 5

    Mia menatap kosong ke depan, di mana mobil Killian sudah melaju kencang meninggalkannya seorang diri di tengah-tengah jalanan. Hatinya benar-benar hancur sekarang. “Sialan …,” gumamnya lalu terkekeh. “Jadi … meski aku meminta dan memohon padamu, kau tetap tidak memberi apa yang aku mau.” Mia mengusap kasar wajahnya yang basah oleh air mata, ia bangkit dan berdiri. Kedua netranya menukik tajam pada mobil Killian yang perlahan mengecil dari pandangan, kedua tangannya terkepal erat. “KILLIAN! AKU PASTIKAN KAU AKAN MENYESAL! KAU AKAN MENYESALI SETIAP PERKATAAN DAN PERLAKUANMU PADAKU!” teriak Mia sekencang mungkin. Tatapan tajam itu perlahan melunak, aiir matanya kembali meluncurkan bebas ke bawah. “Aku akan menunggunya, tidak peduli berapa lama hari itu datang, aku akan menunggu. Aku akan berdoa setiap hari pada Tuhan untuk melihatmu menyesal dan berlutut dihadapanku.” Setelah puas, Mia berbalik menuju mobil taksi yang ia tumpangi sebelumnya. Ponselnya berdering, ia meliri

  • Jerat Ambisi Killian   Bab 4

    "Mia! Kau mau ke mana Sayang?!" Mia tak memedulikan panggilan ibunya di belakang sana, ia terus berlari ke luar bangunan itu. Miranda akhirnya berhasil menahan lengan Mia. "Lepas!" Mia dengan kasar menghempaskan tangan ibunya. Miranda tanpa sengaja melihat Killian diseberang, pria itu tampak memasuki mobilnya. "Tidak, Mia. Ibu tidak akan mengizinkanmu menemuinya, Ibu tidak ingin ayahmu berbuat lebih jauh lagi dalam mengatur kehidupanmu Sayang." "Aku tidak peduli!" sentak Mia. "Tapi Ibu peduli, Mia Ruby!" balas Miranda tak kalah keras suaranya. "Kalau Ibu peduli padaku, biarkan aku bersama Killian! Aku akan menjelaskan semuanya sekarang padanya. Dan jika kesalahpahaman diantara kami selesai, Ibu ataupun Ayah jangan melarang hubungan kami lagi!" Miranda tampak lelah menghadapi putrinya yang keras kepala. "Mia kenapa kau tidak mengerti juga? Kalau begini ayahmu tidak akan ragu untuk membuangmu seperti perkataannya waktu itu, Ibu tidak mau itu terjadi Sayang." "Aku tidak masalah

  • Jerat Ambisi Killian   Bab 3

    Damon berdiri di ambang pintu, wajahnya tampak tegas dan dingin. Kedua bola matanya bergerak melihat ke sekeliling kamar, lalu berakhir di putrinya yang tampak kacau karena emosi yang meledak-ledak. "Masih belum sadar juga dengan kesalahanmu?" Damon berjalan masuk, kedua tangannya ia masukkan ke saku celana. "Damon, aku mohon jangan hentikan pendidikan—" "Kalau seperti ini terus, mungkin Ayah akan membuangmu ke jalanan." "Damon!" pekik Miranda. Mia tampak tidak peduli, ia kembali menunjuk ke luar kamar. "Keluar kalian berdua!" "Anak kurang ajar!" desis Damon sebelum akhirnya menarik Miranda keluar kamar. Mia berjalan cepat menutup dan mengunci pintu, tubuhnya ia sandarkan di sana. Ia kembali terisak, hanya beberapa saat sebelum akhirnya berjalan ke arah laci meja disamping ranjang. Tangannya bergerak cepat membuka dan mencari-cari sesuatu di dalamnya. Sebuah foto USG dan surat keterangan dokter yang menyatakan dirinya hamil beberapa minggu yang lalu. "Kau har

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status