LOGINLivina Carolline Oswald mabuk berat untuk melupakan sakit hatinya setelah diselingkuhi. Hal itu membuatnya salah masuk kamar dan berakhir menghabiskan malam bersama Arion Edwards Robbertson yang sedang dijebak oleh obat perangsang. Siapa sangka Livina hamil. Dan dirinya juga baru mengetahui bahwa Arion adalah CEO serta calon investor di perusahaan keluarganya. Livina berakhir menerima penawaran menikah kontrak dengan Arion selama dua tahun. Lantas, apakah keduanya akan bercerai nanti atau justru kembali melanjutkan pernikahan mereka tanpa sebuah kontrak?
View MoreUdara malam terasa menembus ke lapisan kulit terdalam. Livina sudah sampai pada alam mimpinya. Sedangkan Arion masih saja tidak bisa tidur, rasanya kegerahan sekali. Apalagi ketika melihat punggung Livina tercetak jelas di hadapannya. Membuat Arion tidak bisa menahan hasrat yang membuncah. Tangan Arion yang tadinya mengelus pinggangnya saja jadi semakin berani mengelus perut Livina hingga pada elusan di perut atasnya. Livina merasakan tangan Arion akan terus naik ke atas. Barulah Livina bergerak karena merasa terusik. "Tangannya ishh? Lo masih ingat kan dengan peraturan itu?" Tanya Livina langsung menepis tangan Arion yang bergerilya di perutnya. Arion menarik tangannya. Ia juga menopang kepalanya dengan tangan kirinya. Bukannya menjawab, Arion malah balik bertanya kepada Livina. "Bagaimana kau bisa tidur?" Tadi saja Livina berkata gugup tidur berdua dan ingin tidur sendiri namun ketika pinggangnya dipijat malah dirinya ditinggal tidur, tidurnya lelap banget lagi. "Ya tidur
Livina bersyukur kehamilannya tidak terlalu rewel selama pesta pernikahan. Ia masih bisa mengatasinya. Itu juga berkat Arion yang selalu memerintahnya untuk duduk dan jangan sampai terlalu lelah. "Duduklah, jangan terlalu lelah!" "Minumlah, jangan sampai dehidrasi!" "Makanlah, kasian yang di dalam perutmu!" "Mau rebahan dulu?" Banyak sekali perhatian-perhatian kecil dari Arion membuat debaran jantung Livina semakin terasa. Bahkan acara belum selesai, Arion sudah membawa Livina ke kamar hotel yang sudah dipesan oleh keluarga mereka. Karena sudah sama-sama kelelahan. Sesampai di kasur yang ukuran king size. Keduanya memutuskan untuk berbaring bersebelahan. Cahaya rembulan malam masuk ke kamar mereka melalui celah kecil tirai tipis di kamarnya. Malam ini adalah malam pertamanya Arion tidur dengan seorang wanita yang baru saja dinikahinya, seorang gadis polos bernama Livina. Dengan posisi terlentang Arion berusaha memejamkan mata, namun pikirannya melayang pada kejad
Di dalam lift kaca yang melaju cepat, menuju ruang dokter Alexa. Seorang pria berjas hitam dengan ekspresi datar berdiri tegak. Di sebelahnya, seorang wanita dengan wajah pucat dan gugup meremas ujung gaunnya. Arion, CEO muda yang terkenal dingin dan datar, membawa Livina ke dokter kandungan. Suasana tegang menyelimuti mereka, jauh dari kesan bahagia yang biasanya menyertai pasangan yang tengah menantikan kehadiran seorang buah hati. "Aku gugup, Arion." Ujar Livina berbisik kepada Arion. "Tidak perlu. Ini hanya pemeriksaan rutin." Jawab Arion dengan dinginnya, tetap menjaga wibawa di hadapan orang-orang. Di ruang tunggu dokter Alexa. Keduanya duduk bersebelahan. Tiba-tiba Livina melihat majalah seputar kehamilan tergeletak tak terbaca di sampung Livina. Segera Livina mengambil dan membaca salah satunya. Menunggu giliran dipanggil. Hingga nomor antrian semakin mendekat, jantung Livina semakin berdebar kencang. "Aku tidak tahu harus bagaimana. Ini pertama kalinya aku periksa keham
Arion membawa Livina ke kamar apartemennya setelah merasa perutnya sudah baikan. Karena kondisi tubuh Livina lemas sekali, Arion yang tidak tega refleks menggendong Livina ala bridal style. "Istirahat lah! Aku mandi dulu." "Di apartemen ini apakah hanya ada 1 kamar?" Tanya Livina. "Kamar satunya belum di bersihkan. Tidurlah. Tidak ada yang akan mengganggumu." Arion segera membalik tubuhnya menuju ke kamar mandi. Membiarkan Livina istirahat dengan tenang di kamarnya. Livina yang sudah merasa lemas langsung memejamkan matanya. Aroma parfum di kamar ini bagaikan aromatherapy baginya, sehingga membuat Livina merasa nyaman. Sehingga tanpa menunggu lama ia langsung sampai di alam mimpinya. Begitu Arion keluar dari kamar mandi. Ia melihat Livina sudah tertidur pulas sambil memeluk perutnya. Tanpa Arion sadari langkahnya mendekat ke arah Livina. Segera ia duduk di sisi ranjang tidurnya. Membenarkan rambut Livina yang menutupi wajahnya. "Kau wanita pertama yang beruntung tidur disi












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews