Share

Jerat Cinta Pak Dosen
Jerat Cinta Pak Dosen
Author: Riski Hakiki

Prolog

Author: Riski Hakiki
last update publish date: 2025-01-03 15:56:43

"Angel! Kenapa bisa telat sih!?”

Wanita berambut panjang nan bergelombang yang terburu duduk dengan napas terputus-putus itu hanya nyengir kuda sembari mengipas wajahnya yang kepanasan.

Berlarian dari gerbang menuju kelasnya bukan perkara mudah. Letaknya lumayan berjauhan apalagi dia harus naik tangga karena lift sedang bermasalah.

“Sorry, Levy. Ada insiden kecil tadi,” jawabnya sembari menarik napas kasar. Gerak bola matanya yang indah, terpaksa melihat tugas kuliah yang sedang Levy pegang. “Pak Marko memberikan tugas lagi?” desahnya dengan wajah putus asa. Hidup sebagai mahasiswi di tengah kesibukan yang menerpa tentulah tidak mudah.

Tuk!

Levy mengetuk kening Angel yang sedikit basah oleh bintik keringat. “Jangan bilang kau lupa jika hari ini kita ada kuis, Angelina.”

“Astaga ya Tuhan ...,” Angel menelungkupkan wajahnya ke meja. Kerucutkan bibir yang selalu Angel tunjukkan saat putus asa pun terlihat.

“Nah, kan ... Aku sudah hafal sama penyakit kronismu yang bernama lupa itu.”

Levy, teman sebangku Angel yang Angel kenal beberapa bulan yang lalu saat masuk di universitas, memang kerap kali memarahinya karena alasan ini itu. Terlebih saat dia melupakan mata kuliah wajib mereka yang dosennya terkenal menakutkan sejak jaman dahulu. Tanpa dia ramal pun, tanduk merah Levy pasti akan keluar dengan sendirinya. Belum saat dia telat memasuki kelas? Tekanan darah wanita itu, bisa naik sampai kepala.

“Lalu, apa kata pak Marko tadi saat melihat kursiku kosong?” tanya Angel lagi. Karena terburu-buru, dia sampai tidak sadar jika dosennya tidak ada di kelas.

Levy tersenyum kilas. “Selamat! Anda beruntung karena hari ini pak Marko tidak masuk kelas. Beliau sakit, dan hanya memberikan tugas.”

“Syukurlah ...,"

Levy memutar bola matanya malas.

“Angel, Please. Sudah berapa kali aku bilang sebelum kau bicara kata-katamu itu jangan lupa di filter dulu. Masak iya, dosen sakit dengan seenak hati kau bilang syukur?” omel Levy dan Angel kembali tertawa tanpa dosa.

“Maaf, Levy. Yang tadi itu keceplosan.”

“Bukan keceplosan! Tapi kebiasaan!”

Angel menutup mulutnya yang nyaris terbahak. Usia Levy yang jauh di bawahnya, justru lebih serius menghadapi masalah. Sedangkan dirinya? Dirinya sudah lelah terjebak dalam sebuah keseriusan, sedangkan perasaannya justru selalu dipermainkan.

“Oiya, Angel. Dengar-dengar, akan ada dosen baru yang menggantikan pak Marko.”

Celetukan Levy selanjutnya membuat Angel yang sedang menggulung rambutnya ke atas, sontak menoleh dengan cepat.

“Benarkah? Kau tidak salah mendengar informasi 'kan?"

"Kali ini tidak lagi, Angel. Bahkan satu kampus sudah mengetahui tentang berita itu. Kau saja yang ketinggalan berita.”

“Eh, sebentar lagi dosen baru yang menggantikan pak Marko akan mengajar di kelas ini."

“Katanya, dia masih muda.”

“Tampan dan keren pula.”

“Semoga wajahnya masih sedap di pandang. Biar kelas tidak membosankan seperti biasa."

Ruang kelas mulai riuh oleh obrolan para mahasiswi yang membicarakan dosen baru pengganti pak Marko. Mereka sudah tidak sabar untuk bertemu dengan dosen baru yang digadang-gadang akan menjadi idola baru. Sedangkan si dua manusia yang bernama Angel dan Levy, justru sibuk dengan dunia mereka sendiri.

“Levy, aku ke toilet sebentar ya?"

“Tapi sebentar lagi dosen baru itu akan masuk ke kelas kita, Angel!"

“Sebentar saja, Levy!"

“Tapi—“

Angel bangkit dari duduknya kemudian pergi. Meninggalkan Levy yang harus mendesah kesal karena Angel yang tidak mau diperingati. Sampai akhirnya, perkataannya benar terbukti saat pintu kelas yang tak tertutup rapat diketuk sebanyak dua kali.

Tok! tok!

Ketukan pintu yang menggema memenuhi ruangan, sontak saja membuat suasana kelas yang sempat berisik menjadi mencekam seketika.

Fokus mereka pun sepenuhnya teralihkan pada sisi pintu yang terbuka. Di mana, ada seorang pria bertubuh jangkung yang kini berdiri di pintu dengan pantofel mengkilapnya. Celana hitamnya ter setrika dengan sangat rapi. Bahkan kemeja putihnya seperti menyatu dengan kulitnya yang putih.

“Permisi,” ucap pria itu sebelum kakinya jauh melangkah ke dalam kelas. Menimbulkan ketukan di lantai yang berhasil menghipnotis semua orang.

Bagaimana tidak? Dia adalah dosen tertampan yang pernah ada di universitas.

Levy hanya bisa membuang napas sambil celingak-celinguk tidak jelas. Jujur saja, kehadiran dosen tampan nan gagah memesona itu juga membuatnya terpesona. Namun, belum kembalinya Angelina jelas saja membuatnya resah.

Dia hanya bisa berdoa, semoga saja Angel tidak terkena masalah di hari pertama dosen baru itu mengajar.

Dengan posisi tegap, dosen pria itu menyapukan pandangannya ke setiap sudut kelas yang akan sering dia kunjungi selama beberapa minggu ke depan. Memulai tantangan yang diberikan seseorang demi sebuah perusahaan yang harus dia dapatkan dan harus dia miliki segera.

“Selamat pagi,” sapanya di tengah keheningan yang tercipta. Kaca mata yang sebelumnya membingkai wajah tampannya, pun dia lepaskan.

“Selamat pagi, Mr.” Seisi kelas kompak menjawab dengan pandangan yang tak lepas dari sosok rupawan itu. Apalagi saat melihat manik matanya yang Indah dan menenggelamkan bak samudera.

“Mulai hari ini, saya yang akan menjadi dosen kalian,” ucap pria itu dengan wajah yang datar, “saya Jim Luxander Mitchael. Saya adalah lulusan terbaik di universitas Perancis dan satu hal yang harus kalian ingat saat mata kuliah saya adalah, siapa pun yang terlambat memasuki kelas maka bersiap saja berdiri di luar ruangan."

Glek!

Levy menelan saliva kasar. Lebih-lebih saat sebuah pertanyaan tertuju ke arahnya.

“Kenapa kursi itu kosong?”

Susah payah Levy mengambil napas. Tak punya nyali untuk mengelabui dosen muda yang dia pikir baik hati. "Ini ... kursi teman saya, Mr. Teman saya sedang ke--"

“Pindahkan kursinya ke luar kelas sekarang!”

Bukannya menerima alasan, dosen itu justru langsung membuat keputusan kejam dan Levy yang tidak mau terkena masalah pun dengan terpaksa menuruti perintah.

Memindahkan kursi Angel keluar kelas. Membiarkan kursi itu tergeletak sendiri di sana dan berharap pemiliknya segera datang kemudian minta maaf.

"Mulai hari ini jangan ada lagi yang terlambat jika tidak ingin bernasib sial!”

Semua mahasiswa membeku di tempat. Harapan mereka pupus sudah karena dosen pengganti pak Marko yang ketus namun baik hati saat memberikan hukuman, justru sangatlah menakutkan.

“setelah ini, katakan kepada pemilik kursi kosong itu untuk menemui saya setelah kelas selesai.”

Jim membuat keputusan mutlak. Dia tidak akan segan memberikan peringatan keras kepada siapa pun yang menetang aturannya dan adalah hal tak terduga jika di hari pertamanya menjadi dosen di universitas, sudah ada seseorang yang dia masukkan ke dalam list hitam.

“Bisa-bisanya, mahasiswi itu mengacuhkan hari pertamaku mengajar?”

Jim memutar tubuhnya kemudian duduk di kursi yang mulai sekarang akan menjadi kursi kekuasaannya. Ekor matanya sesekali melirik pintu. Berharap mahasiswi yang sudah dia masukkan ke dalam list hitam itu segera datang dan meminta maaf.

“Mari kita mulai mata kuliah kita hari ini."

Jim bersuara lagi walau hatinya tengah berkomat-kamit. Mahasiswi itu belum nampak batang hidungnya jadi bersiap saja untuk menerima hukuman darinya.

Hanya ... bagaimana jadinya jika mahasiswi yang Jim masukkan ke dalam list hitamnya adalah Angelina?

Saudara perempuan yang pernah Jim perlakukan tidak adil hingga kehilangan masa depannya?

Mungkinkah, kali ini takdir akan membuat mereka berdamai dengan menempatkan Jim di pihak si lemah?

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jerat Cinta Pak Dosen   Bab 9 - Gadis Pembangkang

    Bibir Angel mengetat seiring langkahnya menaiki tangga. Tidak hanya telapak tangannya yang terasa panas karena bergesekan dengan lengan kursi tetapi, kedua pipinya pun sampai memerah--begitu kontras dengan kulitnya yang putih.Sedari beberapa menit yang lalu, sekuat tenaga dia mencoba untuk tak menjatuhkan riak air mata yang sudah membentuk genangan. Walaupun dadanya terasa sesak, pun dunianya seolah hancur seketika saat monster paling menakutkan dalam hidupnya itu muncul begitu saja di depan mata, dia harus menunjukkan pada dunia jika dirinya bukan lagi Angelina yang lemah.Selama 5 tahun terakhir, dia sudah mencoba berdamai dengan semuanya. Belajar melupakan rasa sakitnya pun terbiasa dengan kehidupan barunya. Tapi sekarang? Semuanya kembali ke titik awal. Begitu saja mengingatkannya pada rasa sakit dan juga kecewa."Apa mereka pikir, mempertemukanku dengan Jim akan membawa perubahan yang lebih baik?" Angel membatin pedih. Dia tau, pertemuannya dengan Jim pastilah pertemuan yang d

  • Jerat Cinta Pak Dosen   Bab 8 - Bukan Angel Yang Dulu

    Tangan Angel terkepal kuat dengan keringat dingin yang membasahi pori-pori kulitnya. Ingin rasanya dia menganggap semua ini mimpi. Tapi mungkinkah? Sedangkan Jim begitu nyata?Tidak hanya Angel, Jim pun kehilangan kata-kata begitu wajah yang teramat dia rindukan benar berada di depannya.Angelina ...Saudara perempuannya yang menghilang selama 5 tahun terakhir dan tidak pernah dia kabarnya ...? gadis polos yang sudah dia tinggalkan setelah dia hisap madunya ...?"Angel?"Suara Jim terdengar lagi sehingga menyadarkan Angel dari rasa sakit yang mulai menyayat hati.Tidak! Dia tidak boleh lari walaupun dia ingin. Dia harus membuktikan pada Jim jika dirinya bukan lagi Angelina si bodoh itu. Angelina yang rela menyerahkan segalanya hanya demi omong kosong bernama cinta.Cinta?Bahkan semboyan itu, sudah lama mati dalam hidupnya setelah pria itu menyakitinya begitu dalam."Angel kau--?" Jim melangkah mendekat dan Angel malah mundur selangkah. Angel tau, apa maksud dari tatapan itu. Dia men

  • Jerat Cinta Pak Dosen   Bab 7 - Pertemuan Tak Terduga

    Angel berjalan tergesa.Hari ini, mau tidak mau dia harus menemui dosen itu kemudian meminta maaf atas kesalahannya kemarin. Selain karena surat peringatan yang sudah mendarat sempurna di atas meja kakaknya, buku gambar miliknya pun harus dia dapatkan kembali karena demi Tuhan, buku gambar itu sangatlah berarti.Yang membuatnya tak habis pikir sampai saat ini adalah? Bisa-bisanya dosen itu mengambil buku gambarnya juga? Apakah dosen itu berpikir jika di dalam buku gambarnya terdapat rahasia atau harta karun berharga?Dasar manusia menyebalkan! Awas saja jika terjadi sesuatu pada buku gambarku. Batin Angelina menahan kesal sembari melangkah cepat di sepanjang koridor yang mana, membuatnya menjadi pusat perhatian.Tadinya dia berpikir jika ada yang salah dengan penampilannya sehingga dia menjadi pusat perhatian orang-orang yang sebelumnya bahkan tidak mengetahui keberadaanya. Akan tetapi, setelah dia mendengar celetukan seorang mahasiswi yang mengatakan jika maut sudah menunggunya, dia

  • Jerat Cinta Pak Dosen   Bab 6 - Jim Curiga

    Hari mulai gelap.Setelah menjelajahi area yang Jim tempati selama beberapa jam lamanya, Jim pun memutuskan untuk masuk ke restoran bernuansa klasik yang berada di seberang jalan untuk mengisi perutnya yang kembali keroncongan setelah dia isi dengan satu buah burger yang dia beli di sebuah kedai.Pertama kali melihat restoran itu, Jim langsung tertarik untuk melihat isi di dalamnya juga mencicipi menu yang tersedia di sana karena pengunjung restoran itu lumayan ramai. Biasanya, restoran yang ramai pengunjung begini makanannya enak dan pelayanannya sempurna.Sebuah kursi di dekat jendela pun, menjadi pilihannya. Lumayan, dari sini dia bisa melihat orang-orang yang berlalu lalang dengan kesibukan mereka.“Selamat datang di restoran kami, Tuan. Adakah yang ingin Anda pesan?"Suara seorang pelayan yang terdengar di sana, sontak saja membuat fokus Jim yang menatapi sekitar teralih kan. Terlebih pada lilin aroma yang ada di tengah-tengah meja. Tiba-tiba saja dia teringat pada Angelina yan

  • Jerat Cinta Pak Dosen   Bab 5 - Surat Peringatan

    “Sampai kapan, kau akan bersembunyi seperti ini, Angelina?”Angel menutup mulutnya tak percaya. Dia pun segera menghambur ke dalam pelukan pelanggan yang ternyata berjenis kelamin pria dan tentu saja dia kenali sejak balita.“Kakak ... kapan datang? Ya Tuhan ... aku sangat rindu sampai rasanya tidak bisa bernapas.”Angel menahan diri untuk tak menangis sekarang. Bisa-bisa penyamarannya sebagai gadis miskin terbongkar jika seseorang sampai melihat sosok pria yang dipeluknya saat ini adalah Davio William--sang penguasa.Beruntungnya saudara lelakinya yang anti perempuan itu memakai pakaian yang cukup merakyat. Tidak berkelas seperti biasa atau orang-orang di sini akan menjadikan Dave sebagai pusat perhatian. Angel tersungut saat melepaskan diri dari pelukan Dave. Sebenarnya, dia masih ingin memeluk tubuh tegap kakaknya itu lebih lama demi mengurangi sedikit rasa sesaknya karena kerinduan. Tapi, apa daya? Tempat dan drama publik menjadi penghalang dan bisa jadi malapetaka untuk penyam

  • Jerat Cinta Pak Dosen   Bab 4 - Orang Asing

    “Jadi, ada masalah apa? Kau bisa mengatakannya sekarang,” ucap Angel sambil mengunyah steik yang dipesannya. Saat ini, mereka sudah berada di kantin universitas. “Kau sadar tidak, jika kau itu tidak kembali ke kelas, saat dosen baru kita--?” “Masuk ke kelas kemudian memperkenalkan dirinya?” potong Angel dengan cepat sehingga membuat Levy menganggukkan kepala dengan wajah seriusnya. “100% persen sadar, Levy. Aku masih terlalu muda untuk kehilangan fungsi ingatanku.” "Lalu kenapa kau tidak muncul? Apa kau tahu akibat dari kecerobohanmu tadi?” “Apa?” “Kursimu dosen itu pindahkan ke ...,” Levy menjeda kalimatnya. Matanya melirik ke kanan kiri, memastikan jika tidak ada penguping di dekat sini. Bagaimana pun, dosen baru itu sudah pasti berhasil mencuri perhatian beberapa mahasiswi. “Ke lapangan basket, Angel." “Whatt the--?!” Angel tersentak luar biasa sampai-sampai pekikannya membuat beberapa mahasiswa menoleh ke arahnya. “kau serius?" Levy mengangguk dengan wajah mengerucu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status