INICIAR SESIÓN"Aku keluar sebentar ya. Kakek aku menelepon," kata Andrea pada semua orang dalam ruangan karaoke itu."Kakek kamu datang?" tanya Noela, menghampiri Andrea. Dari sofa, Kyrran menatapnya.Gadis itu membalas pandangan Kyrran sebelum menoleh ke Noela dan menggeleng ringan. "Aku juga belum tau.""Angkat dulu kalau begitu," ucap Noela, menepuk pundak Andrea.Andrea mengangguk lalu membawa ponselnya keluar. Ia kemudian berjalan menyusuri koridor karaoke yang berlapis karpet tebal dengan lampu-lampu temaram di sepanjang dinding.Ponselnya masih bergetar dan telepon dari kakeknya selalu memiliki kemampuan aneh untuk membuat jantung gadis itu berdebar panik.Alasannya sendiri bukan karena Andrea tidak menyayangi kakeknya.Sejak berusia lima tahun, dunia gadis itu pernah runtuh dalam satu hari yang sama. Hari ketika kedua orang tuanya—Anastasia Shimano dan Ryuji Shimano—dimakamkan.Langit sore itu mendung dan tanah merah
"Pelan-pelan," bisik Noela pada Elyse, Cassandra dan Jolina. Empat gadis itu masuk pelan-pelan ke unit 207 asrama putri. Langkah mereka begitu halus dan nyaris tak menimbulkan suara di koridor yang sudah sepi sejak jam malam berlaku. Dua hari yang lalu mereka memang telah merencanakan kejutan ulang tahun untuk Andrea. Seusai nongkrong di kafe yang tak jauh dari sekolah, mereka berkumpul di unit 306, tepatnya di kamar Elyse. Di sana, mereka menghabiskan waktu untuk menghias kue, menyiapkan topi ulang tahun dan perlengkapan lain untuk memberi kejutan awal untuk Andrea. Sekarang jarum jam menunjukkan pukul 00.43 dini hari. Di barisan paling depan, Noela membawa kue ulang tahun dengan 17 lilin kecil yang menyala. Di sampingnya, Jolina dan Cassandra menggenggam confetti popper mini yang mengeluarkan pita warna-warni tanpa suara ledakan keras. Elyse membawa topi ulang tahun berwarna emas yang sengaja disiapkan untuk Andrea. Mereka semua mengenakan topi ulang tahun berbentuk kerucut
Lama menunggu jawaban Kyrran, panggilan Andrea berhenti, kemudian pesan masuk ke ponsel Derby.Semua cowok itu berkumpul membaca chat Andrea pada Derby.[Der, kamu bareng Kyrran][Dia ada di asrama gak ya sekarang]Derby menatap Kyrran. "Aku jawab apa, Ran?"Kyrran meluruskan punggung kemudian menghela napas tipis. "Balas kalau masih urus persiapan festival musim dingin.""Oke."Setelah semua balon selesai, Vanko keluar lebih dulu karena ingin mengarahkan anak-anak klub otomotif untuk mengamankan jalur mereka ke asrama putri.Derby, Rasya dan Jeremy membantu untuk mengalihkan para penjaga asrama yang bertugas malam itu. Sementara Kyrran mengatur semua balon-balon dengan rapi membentuk kalimat HAPPY BIRTHDAY ANDREA.Setelah beres, Kotak berisi hadiah yang Kyrran siapkan dipegang di belakangnya. Sejenak dia menatap balkon kamar Andrea, mendengarkan wind chime ubur-ubur gadis itu yang berbunyi tertiup angi
Dua hari sebelumnya, tidak ada yang akan menyangka kalau si ketos iblis yang terkenal galak sedang sibuk merencanakan kejutan ulang tahun.Setelah memberikan bimbingan belajar pada Andrea, Kyrran duduk di sofa unitnya dalam asrama sambil memangku laptop.Layar di hadapan Kyrran dipenuhi berbagai tab yang terbuka—rekomendasi hadiah ulang tahun untuk pacar, ide dekorasi yang bikin pacar bahagia, hingga cara memberikan kejutan yang berkesan.Kening cowok itu sedikit berkerut saat membaca satu per satu artikel yang terlalu berlebihan dan norak.Saat Kyrran begitu fokus membaca satu artikel yang menarik perhatiannya, ia tidak menyadari Rasya melintas dan mengintip layar laptopnya. Cowok berambut blonde itu menyeringai lebar."Ekhmmn, mau kasih birthday surprise buat Andrea ya?"Pandangan Kyrran terangkat kaget, lalu cepat-cepat cowok itu berdeham dan menegakkan punggung. "Bukan urusanmu."Rasya terus mencengcengi Kyrran dan s
Andrea mengintip koridor asrama yang lengang, kemudian melangkah keluar dengan hati-hati. Gadis itu merapatkan kardigan rajut yang membungkus tubuhnya, berusaha menghalau udara dingin yang menggigit. Napasnya membentuk kabut tipis saat ia menuruni tangga dan berjalan menuju halaman asrama. Dari kejauhan, balon-balon huruf yang membentuk tulisan HAPPY BIRTHDAY ANDREA terlihat bergoyang pelan diterpa angin. Namun, Kyrran yang jadi fokus pandangan Andrea. Cowok tinggi itu berdiri tegak di bawah cahaya lampu taman. Menyadari kemunculan Andrea, Kyrran menoleh ke arahnya. Andrea sendiri mempercepat langkah, lalu berhenti di tepat di hadapan cowok yang mengenakan jaket kulit hitam itu. Untuk beberapa saat, keduanya tidak ada yang berbicara. Mereka hanya saling memandang lama dengan binar mata yang sama-sama memancarkan rindu. Kyrran membungkukkan badan sedikit, mendekatkan wajahnya. Sementara itu, Andrea mengangkat dagu, menatap iris hitam yang selalu membuatnya sulit berpaling. K
"Kenapa ya Kyrran tiba-tiba cuek begitu?" gumam Andrea. Ujung sepatunya menyentuh tanah, menggerakkan ayunan di taman samping perpustakaan.Hanya derit pelan rantai ayunan yang menjawabnya.Ada apa sebenarnya dengan Kyrran?Sejak pagi semuanya baik-baik saja. Semalam Kyrran masih sabar membimbing Andrea belajar hingga larut. Pagi tadi mereka bahkan sempat saling menyemangati sebelum memasuki ruang ujian. Tidak ada yang aneh.Namun setelah seluruh ujian hari pertama selesai, sikap Kyrran berubah.Chat Andrea tidak dibalas dan teleponnya diabaikan, seolah-olah Kyrran sedang menghindar.Andrea mengembuskan napas panjang sambil menatap ujung sepatunya. Apa Kyrran cemburu dengan Ketua Klub Jurnalistik?Andrea memang sempat berbincang dengan kakak kelas bernama Keenan itu. Tapi cuma membahas pemberhentian Samuel dari klub.Kyrran tahu dan tidak menunjukkan tanda-tanda marah saat melihat Andrea dan Keenan."Ak
Khusus hari itu, terbilang sebagai keberuntungan bagi Andrea saat melihat layar menu digital yang tergantung di area pemesanan—menampilkan menu spesial edisi terbatas—ramen ekstra pedas. Matanya kemudian terpaku pada papan peringkat yang terpampang di bawah menu tersebut. Berisi nama-na
Malam sudah turun dan Andrea keluar dari kamar mengenakan piama berwarna pastel. Rambutnya masih agak basah sehingga dibungkus dengan handuk kecil. Ia kemudian menoleh sebentar ke arah kamar Noela yang tertutup rapat. Ke mana sahabatnya itu? Tumben suara nyaringnya tidak memenuhi ruangan. A
Siang itu, kafetaria Alveroz High ramai oleh suara percakapan para siswa yang sedang menikmati waktu istirahat siang. Di salah satu meja dekat jendela, lima gadis duduk bersama. Andrea, Noela, Jolina, Elyse dan Cassandra yang sejak semalam resmi bergabung dengan geng OTTD setelah makan
"Satu saksi gak cukup." Rasya mengangkat alis pada supervisor resek itu. Vanko dan Jeremy mengangguk. "Betul.""Kita bisa cek CCTV lain yang masih aktif," sahut Jolina dengan suara provokatif. Elyse turut menambahkan sambil mendongak kiri kanan. "Pasti ada CCTV lain d


![Without You [Indonesia]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)




