เข้าสู่ระบบDua hari sebelumnya, tidak ada yang akan menyangka kalau si ketos iblis yang terkenal galak sedang sibuk merencanakan kejutan ulang tahun.
Setelah memberikan bimbingan belajar pada Andrea, Kyrran duduk di sofa unitnya dalam asrama sambil memangku laptop.Layar di hadapan Kyrran dipenuhi berbagai tab yang terbuka—rekomendasi hadiah ulang tahun untuk pacar, ide dekorasi yang bikin pacar bahagia, hingga cara memberikan kejutan yang berkesan.Kening cowok itu sedikit beAndrea menoleh lagi pada Kyrran, dari balik veil yang menutupi wajahnya, perempuan itu masih tidak menyangka jika momen ini akan tiba. Saking gugupnya, Andrea lupa menyerahkan buket bunga yang masih ia genggam erat.Di sebelahnya. Kyrran melirik ke arah buket di tangan Andrea, kemudian tersenyum tipis."Bunganya, Sayang," bisik pria itu pelan.Andrea tersentak kecil, lalu menunduk, baru menyadari bahwa buket itu masih berada dalam genggamannya."Oh, iya," balasnya berbisik.Kyrran menahan senyum melihat tingkah gugup Andrea. Beruntung, Noela juga menyadari hal itu dan segera mendekat dan menerima buket dari tangan Andrea."Makasih, El," bisik Andrea sambil tersenyum malu. Noela mengangguk tipis, menenangkannya.Andrea kembali meraih jemari panjang Kyrran. Pria itu menyambutnya dengan senyum geli, lalu mengusap punggung tangannya seolah ingin menenangkan kegugupan Andrra.Keduanya lalu menghadap ke depan.
Kyrran sudah menghadapi begitu banyak hal dalam hidupnya. Mengambil keputusan besar, menghadapi berbagai persoalan dan melewati masa-masa sulit yang mempertaruhkan nyawanya. Namun, menunggu seorang perempuan berjalan ke arahnya untuk menjadi istrinya ternyata jauh lebih mendebarkan daripada semua itu. Lalu— Pintu utama gereja perlahan terbuka. Alunan musik pernikahan mulai memenuhi ruangan. Percakapan kecil di antara para tamu seketika mereda. Semua orang mengalihkan perhatian ke arah pintu masuk. Kyrran pun mengangkat wajahnya yang tegang oleh kegugupan. Sosok mungil seorang anak perempuan bernama Lilly muncul lebih dahulu. Itu keponakannya—putri kakak sepupunya dari keluarga Alveroz. Lilly mengenakan gaun putih sederhana dengan pita kecil menghiasi rambutnya, flower girl itu melangkah perlahan menyusuri aisle. Kedua tangan mungilnya memegang sebuah keranjang kecil berisi kelopak bunga putih d
Suasana di salah satu ruangan privat gereja tampak begitu hangat. Sinar matahari menyelinap melalui jendela-jendela tinggi, menciptakan pantulan keemasan yang lembut di lantai marmer.Beberapa orang terlihat sibuk mempersiapkan diri, sementara enam sahabat Kyrran—Vanko RJ, Jeremy, Derby, Rasya, Davin dan Ryu berkumpul di salah satu sudut ruangan dengan ekspresi yang mencurigakan, tampak sedang merencanakan sesuatu.Kyrran berdiri tak jauh dari jendela. Pria tampan itu mengenakan setelan jas pengantin berwarna putih gading dengan kemeja putih dan dasi kupu-kupu senada, penampilannya tampak begitu sempurna. Rambut hitam legamnya ditata rapi, sementara sebuah boutonniere—rangkaian bunga mini—tersemat di sisi kiri jasnya.Namun, di balik ketenangan pria itu, ada kegugupan yang sulit ia sembunyikan. Hari ini, Kyrran Diandra Yoseviano akan menikahi Andrea Ilsa Shimano."Hei, pengantin pria!" Ryu menghampiri Kyrran sambil menepuk bahunya.Kyrran
Tak terasa waktu berlalu, Andrea berhasil menyelesaikan pendidikannya di bidang Jurnalistik dan meraih gelar Bachelor of Arts (B.A.). Sementara itu, Kyrran berhasil menyelesaikan pendidikan Bachelor of Science (B.S.) in Biology dengan jalur persiapan pre-med. Namun, kelulusan itu bukanlah akhir perjalanan mereka. Masih ada banyak hal yang harus diperjuangkan, terutama bagi Kyrran. Cowok itu akan melanjutkan pendidikan kedokterannya ke luar negeri untuk meraih gelar Doctor of Medicine (MD). Suasana halaman utama Universitas Haster dipenuhi para wisudawan dan keluarga mereka. Jubah hitam dengan selempang merah marun tampak mendominasi pemandangan. Beberapa mahasiswa sibuk berfoto, sebagian lainnya berpelukan dengan keluarga. Suara tawa dan ucapan selamat terdengar dari berbagai penjuru. Andrea berdiri di dekat tangga gedung utama sambil memegang buket bunga yang baru saja diberikan oleh Anastasia ibunya, Kakek Dedrick yang didampingi oleh P
Empat bulan kemudian, tim basket Universitas Haster akhirnya berhasil bangkit dari keterpurukan. Sejak kehadiran Kyrran, performa tim tersebut mengalami peningkatan yang signifikan. Cowok itu tidak hanya membawa perubahan dalam strategi permainan, tetapi juga berhasil mengembalikan kepercayaan diri rekan-rekan setimnya.Dan hari itu, Kyrran, Ryu sang kapten dan rekan-rekannya berhasil mencapai Final Turnamen Basket Nasional Antarkampus.Sorak-sorai memenuhi arena pertandingan. Ribuan penonton memadati tribun, sebagian besar mengenakan atribut universitas masing-masing. Spanduk dukungan terbentang di berbagai sudut dan suara genderang serta yel-yel suporter bersahutan tanpa henti.Di salah satu tribun khusus media, Andrea berdiri dengan kamera tergantung di lehernya. Gadis itu mengenakan jaket universitas sambil sesekali mengangkat kameranya untuk mengabadikan jalannya pertandingan.Namun, jangan salah. Meski sedang bertugas meliput pertandingan un
Kyrran melingkarkan lengannya di punggung Andrea sembari mendekatkan wajah mereka. "Kenapa, Baby Reaku Sayang… kamu gak nyaman?"Andrea menggeleng pelan. "Nyaman kok, cuma…" ia melipat bibir sejenak, "deg-degan aja."Kyrran berkedip pelan sembari mengulas senyum tipis. Tangan cowok itu naik meraih pipi Andrea dan mengusapnya pelan dengan Ibu jarinya. Kyrran menatap Andrea lekat-lekat. "Karena yang di bawah?" tanyanya dengan nada yang menggoda.Andrea menunduk. "Hmm."Kyrran menyeringai tipis. Tiap mereka bermesraan di posisi itu, Andrea kerap kali mengungkapkan hal yang sama. Namun ketika sudah larut, Andrea sendiri akan lupa jika dirinya deg-degan dan justru bergerak di atas Kyrran dengan semangat.Cowok itu akhirnya menyentuh dagu Andrea, mendongakkan gadisnya itu, kemudian mendaratkan kecupan lembut di bibir Andrea.Cup…Andrea mengerjap pelan, mengalungkan lengan di leher Kyrran, lalu membalas kecupan sang kekasih.
Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan
"Andrea Ilsa Shimano dari kelas 11-D, silakan ke ruangan dewan kedisiplinan sekarang juga."Suara pengumuman dari interkom sekolah menggema di setiap sudut Alveroz International High School.Percakapan siswa pada deretan meja panjang kafetaria langsung mereda. Hampir semua kepala menoleh bersamaan
Setelah kelas selesai, satu per satu siswa keluar dari kelas. Biasanya, Andrea juara satu siswa yang meninggalkan kelas paling cepat. Tapi, kali ini gadis itu menahan diri.Setelah melihat Kyrran beranjak dari kursi, gadis itu ikut bangkit dan langsung menghampiri cowok itu."Kyrran," kata Andrea.
Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan