LOGINSelamat membaca para kakak readers kesayangan, mohon maaf hari ini telat update dari biasanya. Semoga kakak semuanya tetap menikmati chapter ini. Have a blessed day. ^^
Andrea berdiri di depan wastafel kamar mandi unit asramanya sambil menggosok gigi. Tanktop ungu muda dan celana pendek yang dikenakannya terlihat santai setelah mandi malam. Rambutnya yang masih basah dibungkus handuk putih di atas kepala.Saat menatap pantulan dirinya di cermin, suara ketukan tergesa-gesa terdengar dari luar kamar mandi."Rea! Udah nggak? Kamu harus lihat ini!"Andrea mengernyit. Suara itu milik Noela.Ia buru-buru berkumur, membilas mulutnya, lalu meletakkan sikat gigi di tempatnya. Setelah menyeka sudut bibir dengan handuk kecil, ia keluar dari kamar mandi."Kenapa, El?"Noela langsung menyodorkan ponsel. "Lihat!"Andrea menunduk ke layar, lalu alisnya terangkat. Di sana terpampang unggahan terbaru dari akun media sosial Kyrran. Selama ini akun pacarnya selalu dikunci dan hanya bisa dilihat segelintir orang. Namun kini akun itu tidak lagi privat.Dan yang membuat Andrea makin terkejut, foto t
"Mmpphh…""Kyrran…"Andrea nyaris kehabisan napas karena ciuman Kyrran yang bertubi-tubi. Dia memukul dada bidang Kyrran berkali-kali. Namun, cowoknya itu tidak melepaskan hisapannya di bibir Andrea.Gadis itu mengerti kalau Kyrran sedang dilanda cemburu tingkat dewa saat ini—karena memeluk Davin sahabat lamanya di depan mata Kyrran—tapi rapat klub jurnalistik sebentar lagi dimulai. Sebagai Ketua Klub Jurnalistik yang baru, tentu Andrea tidak boleh telat.Setelah berbincang singkat dengan Davin tadi, Kyrran menarik Andrea pergi, membawanya ke area tersembunyi samping gimnasium—tempat mereka pertama kali berciuman lama."Hmmmph… Baby… Ran…" Andrea mendorong dada Kyrran, tetapi pacarnya itu terus menekan Andrea ke dinding dan menghisap bibirnya dengan brutal, menyerap segala rasanya."Aku ada meeting sebentar lagi," protes Andrea. Dia bisa berbicara jelas saat bibir Kyrran pindah ke lehernya mengerjai bagian yang membuat Andrea men
Setelah liburan musim panas berlalu, Andrea akhirnya memasuki senior year. Dia sudah jadi siswi kelas dua belas sekarang.Beruntung sampai detik ini, Andrea tidak ketahuan kakeknya kalau dirinya sekolah di Alveroz High dan Daisy penggantinya di Mirelle Girls Academy menjalankan peran sebagai Andrea Beaumont dengan baik.Asrama Alveroz High kembali ramai. Mobil-mobil berdatangan sejak pagi. Siswa-siswa baru membawa koper besar, kardus, dan tas yang hampir lebih besar daripada tubuh mereka sendiri.Koridor yang sempat sepi selama liburan kini kembali dipenuhi suara obrolan.Andrea berdiri di depan gedung asrama putri sambil memandangi keramaian tersebut. Dia menyapa balik adik-adik kelas baru yang melewatinya.Gadis itu kemudian melangkahkan sepatunya menuju gerbang asrama putri. Tujuannya ingin ke gedung utama untuk ke menghadiri rapat klub jurnalistik.Dia sambil berbalas pesan dengan Daisy, membahas pembaruan kesepakatan mereka.
"Kyrran… kamu sakit kepala lagi?" tanya Andrea penuh perhatian, walaupun sedikit kaget karena tiba-tiba Kyrran berbaring di pahanya.Kyrran terdiam beberapa detik sebelum mengangguk tipis."Hm… sedikit," suara cowok itu parau. Rahangnya terlihat mengeras.Andrea kemudian mengusap tangan Kyrran yang menggenggam satu tangannya. "Aku pijit ya kepalanya.""Iya…" sahut Kyrran pelan, ia masih memejamkan mata. Genggamannya mengendur, membiarkan tangan Andrea bergeser.Jari-jari gadis itu kemudian bergerak perlahan memijat pelipis Kyrran dengan tekanan ringan dan selembut mungkin.Beberapa saat kemudian, cowok itu perlahan membuka mata. Pandangan mereka bertemu, terkunci satu sama lain.Pijatan lembut jari Andrea di pelipis Kyrran membuat wajah tegang cowok itu sedikit melunak."Kamu mikirin kegiatan OSIS yang akan datang ya?" tebak Andrea pelan.Kyrran mengerjap pelan sebelum menjawab. "Iya, setelah liburan in
"Kalian ganti pakaian?" Andrea memicing heran.Vanko menjawab santai. "Iya, tadi aku sama Derby sempat jatuh kesandung di jalur setapak. Kotor banget, jadi sekalian ganti.""Oh…" Andrea mengangguk pelan.Padahal di balik wajah santai Vanko dan Derby, keduanya sedang mati-matian menjaga ekspresi agar tetap biasa saja. Pasalnya hanya mereka yang tahu apa yang sebenarnya terjadi beberapa saat lalu. Dan mereka juga tahu alasan mengapa rahasia itu harus tetap menjadi rahasia.Di tengah keheningan yang mulai menyelimuti kelompok itu, Andrea mengeluh. Nadanya penuh kekhawatiran. "Kyrran sebenarnya ke mana sih?""Aku di sini."Suara dingin itu membuat semua kepala spontan menoleh. Andrea yang mengenali pemilik suara ikut berbalik dan membeku.Di ujung area kolam renang, Kyrran berdiri santai dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana. Ia sudah berganti pakaian. Kemeja linen hitam berlengan pendek yang dikenakannya kini mengga
"Arghh…"Dengungan yang sejak tadi menghantam kepala Kyrran perlahan mereda. Rasa sakit yang menusuk pelipisnya juga tidak lagi sebrutal beberapa menit sebelumnya. Napas Kyrran terdengar berat saat ia membuka mata perlahan.Suasana di sekitarnya gelap, hanya cahaya bulan dan lampu-lampu samar yang menyelinap di antara pepohonan.Kyrran mengernyit bingung. Cowok itu mencoba mengingat apa yang terjadi.Terakhir yang Kyrran ingat, dirinya masih berada di sekitar kompleks vila. Kyrran meninggalkan area barbeque untuk menyusul Andrea.Cowok itu kemudian berdiri dengan susah payah. Kakinya masih terasa lemas. Satu tangannya mencengkeram rambutnya sendiri, berusaha meredakan sisa nyeri yang berdenyut di kepalanya.Pandangan cowok itu beredar pelan ke sekeliling dan semakin lama alisnya semakin bertaut.Kyrran akhirnya sadar kalau dia tidak berada di area vila. Di hadapannya terbentang jalan setapak sempit yang diapit semak dan
Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan
Lampu taman mulai menyala satu per satu dan para siswa Alveroz High mulai kembali ke asrama masing-masing. Di kamar mandi sebuah unit kamar 207 lantai dua di asrama putri, Andrea berendam dalam bathtub. Air di bathtub bergerak pelan saat gadis itu bersandar, bahunya tenggelam setengah dan rambut h
Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan
"Andrea Ilsa Shimano dari kelas 11-D, silakan ke ruangan dewan kedisiplinan sekarang juga."Suara pengumuman dari interkom sekolah menggema di setiap sudut Alveroz International High School.Percakapan siswa pada deretan meja panjang kafetaria langsung mereda. Hampir semua kepala menoleh bersamaan







