เข้าสู่ระบบSetelah liburan musim panas berlalu, Andrea akhirnya memasuki senior year. Dia sudah jadi siswi kelas dua belas sekarang.
Beruntung sampai detik ini, Andrea tidak ketahuan kakeknya kalau dirinya sekolah di Alveroz High dan Daisy penggantinya di Mirelle Girls Academy menjalankan peran sebagai Andrea Beaumont dengan baik.Asrama Alveroz High kembali ramai. Mobil-mobil berdatangan sejak pagi. Siswa-siswa baru membawa koper besar, kardus, dan tas yang hampir lebih besar daripadaAndrea perlahan beranjak dari pasir. Kakinya masih terasa lemas setelah terlalu lama duduk di sana, tetapi ia tidak peduli. Pandangannya hanya tertuju pada Kyrran yang mendekat perlahan. Gadis itu juga ikut melangkah ke arah Kyrran hingga mereka sama-sama berhenti di hadapan satu sama lain. Andrea menatap wajah Kyrran dengan mata sembab. Ia mengusap rambut hitam legamnya yang sedikit berantakan karena angin pantai. "Ya, aku sudah dengar semuanya," ucapnya pelan. Kyrran mengembuskan napas panjang, menatap Andrea beberapa lama, lalu tangannya terangkat dan memegang kedua pundak Andrea. Tanpa mengatakan apa-apa lagi, ia menarik gadis itu ke dalam pelukannya dengan erat. Andrea langsung membalas. Kedua tangan gadis itu melingkar di punggung Kyrran dengan wajahnya yang tersembunyi di dada bidang cowok itu. Begitu hangat dan nyata. Dan hal itu membuat air mata Andrea kembali mengalir. "Maaf, Rea…" Suara Kyrran terdengar berat di atas kepalanya. "Maaf aku gak bicara lagi sama kamu."
Andrea melewati pintu sebuah kafe dengan bunyi lonceng kecil yang bergemerincing di atasnya. Gadis itu masuk dengan langkah pelan.Sejak menerima telepon dari Darell kakak sepupu Kyrran, pikirannya tidak berhenti berputar. Ia bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya ingin dibicarakan cowok itu sampai matanya menemukan sosok yang duduk sendirian di sudut kafe.Darell mengangkat tangan begitu melihatnya."Andrea."Gadis itu menghampiri lalu duduk di kursi berhadapan dengannya. "Ada apa, Darell? Sepertinya kamu mau membicarakan hal yang sangat penting sampai minta bertemu."Darell tidak langsung menjawab. Tatapan cowok itu tampak serius."Ya, memang sangat penting, karena ini mengenai Kyrran."Jantung Andrea langsung berdegup lebih cepat. "Kyrran kenapa? Beberapa hari ini dia ada jadwal kontrol rutin, apa terjadi sesuatu di rumah sakit?"Darell menghela napas. "Tidak terjadi apa-apa, hanya saja hasil pasti dari dokter
Brooooooommmm…Brooooooommmm…Kyrran terus menekan pedal gas lebih dalam dan kencang. Mesin mobil sport miliknya meraung nyaring, memecah keheningan malam di Yoseviano International Circuit—sirkuit pribadi milik keluarga pihak papanya yang terletak di pinggiran kota.Jarum speedometer terus bergerak naik. Angin menghantam bodi mobil dengan keras saat kendaraan itu melesat di lintasan lurus sebelum menikung tajam ke tikungan berikutnya.Kedua tangan Kyrran yang terbalut sarung tangan balap mengunci kemudi erat. Jemarinya menegang di balik material hitam itu, seolah seluruh emosinya tertumpah pada genggaman tersebut.Sudah dua hari sejak kedua orang tuanya memberi tahu soal risiko operasi yang bisa menyembuhkan Kyrran. Dan setiap kali memejamkan mata, ia selalu teringat soal kehilangan ingatan yang akan dialami jika ia menerima melakukan operasi itu.Kenapa bayaran kesembuhannya harus dengan kehilangan semua yang pernah membentuk d
Makan malam keluarga besar Alveroz akhirnya tiba. Kediaman utama keluarga itu jauh lebih ramai daripada biasanya. Lampu-lampu kristal menyala hangat menyertai suara percakapan memenuhi ruang makan panjang yang mampu menampung puluhan orang sekaligus.Sudah cukup lama sejak seluruh keluarga Alveroz berkumpul selengkap ini.Mereka datang terutama karena ingin bertemu Kyrran setelah kepulangannya dari Valkenburg dan ingin mendengar langsung perkembangan pengobatannya.Kyrran sendiri duduk di sisi meja bersama Noela. Di hadapannya, para paman, bibi, sepupu, dan opa oma dari pihak mamanya sibuk mengobrol.Topik pembicaraan berganti-ganti. Mulai dari bisnis keluarga, rencana liburan, prestasi para generasi keempat sampai kemenangan tim basket sekolah Kyrran beberapa waktu lalu.Namun suasana hangat itu perlahan berubah ketika Opa Riovandra meletakkan sendoknya. Ruangan mendadak lebih tenang."Kondisi Kyrran bagaimana sekarang?"
Dua minggu berlalu sejak Kyrran kembali dari Valkenburg. Namun kepulangannya itu bukan berarti rangkaian pengobatan selesai. Justru sejak kembali ke negaranya, jadwal Kyrran semakin padat. Dokter Armand yang menanganinya di dalam negeri terus berkomunikasi dengan tim medis dari Valkenburg. Hasil pemeriksaan yang dibawa Kyrran dari luar negeri dipelajari ulang, sementara beberapa pemeriksaan tambahan dilakukan untuk memastikan kondisi tubuhnya cukup kuat apabila nantinya menjalani terapi. Hampir setiap beberapa hari, Kyrran melakukan konsultasi. Kadang secara langsung atau melalui panggilan video bersama dokter Sebastian dari Valkenburg. Dan selama menunggu keputusan akhir, Kyrran memilih menjalani hari-harinya seperti biasa. Ia tidak mau waktunya hanya dihabiskan di rumah sakit. Ia makan malam bersama dua keluarga besarnya. Bertemu sahabat-sahabatnya. Menghabiskan waktu dengan Darell dan Noela yang masih saja suka mengganggunya. Dan tentu saja, bersama Andrea sang kekasih. Bahkan
Bagaimana cara membuat Kyrran berhenti marah saat ini? Andrea juga bingung.Ciuman yang didominasi sendiri oleh cowoknya tadi ternyata sama sekali tidak mempan juga meredam amarahnya. Kyrran masih memasang wajah dingin, tatapannya bahkan tak sedikit pun melunak.Andrea mengembuskan napas pelan. Kalau begini terus, mereka tidak akan selesai.Ia kemudian menjinjit, berusaha menyamai tinggi cowoknya itu di depannya, lalu melingkarkan kedua lengannya di leher Kyrran."Jangan marah lagi dong, Baby Ran," pintanya lirih. "Kita lama gak ketemu, harusnya kita lepas kangen aja."Cowok itu terdiam. Tatapannya turun menatap Andrea yang kini bergelayut manja di lehernya."Kalau begitu… block dan hapus permanen chatnya dia," ujar Kyrran datar. Biasanya kalau Andrea mendekat, tangannya akan merengkuh pinggang Andrea, namun kali ini kedua tangan Kyrran masih lurus di sisi tubuh tingginya.Andrea mengerucutkan bibir sebentar, lalu berkat
"Rea! Aku punya berita penting!" Teriakan heboh Noela membuat Andrea terkejut. Dia tidak mengenakan headphone dan pintu kamarnya memang terbuka lebar, sehingga suara melengking sahabatnya itu langsung menyerang pendengarannya. Andrea menoleh, iris kecokelatannya yang bening beralih dari layar l
Setelah kelas selesai, satu per satu siswa keluar dari kelas. Biasanya, Andrea juara satu siswa yang meninggalkan kelas paling cepat. Tapi, kali ini gadis itu menahan diri.Setelah melihat Kyrran beranjak dari kursi, gadis itu ikut bangkit dan langsung menghampiri cowok itu."Kyrran," kata Andrea.
Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan
Lampu taman mulai menyala satu per satu dan para siswa Alveroz High mulai kembali ke asrama masing-masing. Di kamar mandi sebuah unit kamar 207 lantai dua di asrama putri, Andrea berendam dalam bathtub. Air di bathtub bergerak pelan saat gadis itu bersandar, bahunya tenggelam setengah dan rambut h







