Beranda / Young Adult / Jerat Ketos Galak / Bab 4. Imbalan Tutup Mulut

Share

Bab 4. Imbalan Tutup Mulut

Penulis: Sweety
last update Tanggal publikasi: 2026-03-31 12:14:01

Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya.  Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. 

Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan, kemudian berjalan pintu kamar seraya menjawab Noela. 

Setelah Andrea membuka pintu, Noela langsung melenggang masuk ke dalam kamar dengan wajah berseri-seri.

"Ada apa?" tanya Andrea. Gadis itu bergerak ke lemarinya mengambil pakaian sembari menata napasnya yang sempat panik. 

Sementara itu Noela duduk di kursi belajar Andrea, memeluk sandaran kursi. "Kamu tau Tyler?! Aku tadi ngobrol sama dia!" Gadis berambut pendek sebahu itu tersenyum lebar, memamerkan jejeran giginya yang rapi.

 

Kedua tangan Noela kemudian pindah memeluk tubuhnya sendiri dengan gemas. "Hari ini juga hari pertama aku ngobrol lebih panjang sama dia, gak cuma say hi doang kayak yang lalu-lalu."

"Oh. selamat, ya." Andrea mendekat dan menyikut lembut pundak sahabatnya

"Oh iya, kamu dipanggil kenapa sama dewan kedisiplinan tadi?" tanya Noela penasaran. 

Andrea menekuk wajahnya. Sesekali mengintip arah lemari.

"Berita-berita aku yang dimuat isinya skandal semua, makanya aktivitas aku di klub jurnalistik dibatasi, aku sampai gak ikut field trip tadi sore karena harus membersihkan lab biologi."

Noela lalu beranjak dari kursinya dan berdiri di belakang Andrea lalu mengangkat kedua tangannya memijat pundak sahabatnya. "Gapapa masih ada aku."

Andrea menurunkan tangan Noela dari pundaknya. "Kamu mandi dulu sana, bentar lagi jam makan malam bersama. Kamu gak mau dapat hukuman kalau telat, kan?"

Setelah memastikan Noela keluar, Andrea buru-buru menggeser pintu balkon lagi dan Kyrran masih ada di sana, bersandar di tepi balkon. 

Andrea melipat tangan di dada. Dia menggeleng sambil mengernyit singkat. "Belum pergi juga? Hari ini ada jadwal makan malam bersama, lho. Gak takut dicariin penjaga asrama?"

 

Kyrran meluruskan punggung, mendekat ke Andrea. Tatapannya turun tajam. "Aku masih mau memastikan kalau kamu beneran tutup mulut soal tadi sore."

 

Andrea mendengus kasar, lalu menatap malas ke arah Kyrran untuk beberapa detik. "Ya."

Puas dengan jawaban itu, Kyrran berbalik menjauh. Satu kakinya terangkat halus melewati pembatas balkon. "Oke."

***

Keesokan harinya, Andrea mendatangi kantor kepala sekolah yang ada di lantai dua gedung utama Alveroz High. Gadis cantik itu mengenakan seragam rapi dengan lencana kecil klub jurnalistik yang terpasang di dada blazernya. Di tangan Andrea ada buku catatan dan hape yang sudah siap merekam wawancara.

Langkah sepatunya berhenti di depan meja resepsionis yang terbuat dari kayu mengilap. Dia menoleh sebentar pada pintu besar bertuliskan Headmaster dengan pelat logam berkilau sebelum menatap sekretaris kepala sekolah di balik meja.

"Permisi, Miss," kata Andrea dengan senyum manis.

Wanita itu mengetik sesuatu di komputer sebelum mengangkat pandangannya pada Andrea. "Ya, Andrea, kamu ada perlu apa?"

"Saya mau mengajukan wawancara singkat dengan Kepala Sekolah, Miss."

Miss Tania menatapnya sebentar, lalu menggeser mouse dan melirik jadwal di layar komputer. Jemarinya berhenti beberapa detik seolah mempertimbangkan sesuatu.

"Apa kamu sudah membuat janji sebelumnya?" tanyanya dengan nada formal dan sedikit judes.

Andrea menggeleng pelan. "Belum, Miss, tapi ini cuma wawancara singkat. Jadi gak akan lama."

Sekretaris cantik itu menarik napas kecil. "Maaf, Andrea, Kepala Sekolah sedang tidak bisa ditemui hari ini."

Andrea sedikit terdiam. Jari-jarinya tanpa sadar menekan ujung buku catatan di tangannya. Manik kecokelatannya melirik ka arah pintu ruangan Kepala Sekolah. Haruskah dia menerobos masuk?

Tapi jika dia melakukan hal itu, pasti dia akan dipanggil ke dewan kedisiplinan lagi dan diberi hukuman.

"Kalau begitu saya tunggu sampai urusan pak kepsek selesai ya, Miss." Dia menatap sebentar ke arah bangku tunggu di sisi ruangan.

Miss Tania melengkungkan senyum kaku sembari menarik napas dalam-dalam. 

"Kalau kamu mau wawancara, silakan kirim permohonan resmi melalui email. Miss akan menghubungi klub kamu jika ada waktu yang tersedia."

Andrea akhirnya keluar dari kantor Kepala Sekolah dengan helaan napas berat. "Pakai kirim permohonan dan penyampaiannya ke klub makan waktu. Lagipula anak-anak klub juga gak boleh tahu dulu kalau aku punya berita skandal terhot," gerutunya. Dia kemudian melangkah ke lokernya untuk mengambil tas.

Saat berbalik, matanya bertumpu dengan Kyrran. Cowok itu tampil rapi seperti biasa. Andrea tersenyum tipis. 

Seorang ketua OSIS punya hak khusus untuk menghubungi dan bertemu Kepala Sekolah kapan dan di mana saja.

Dan, Andrea mengantongi rahasia Kyrran.

Kilatan mata gadis itu seperti memancarkan kembang api karena Kyrran solusi masalahnya kali ini. "Tutup mulut bukan tutup mulut kalau tidak ada imbalan, kan?" gumam Andrea, menyeringai tipis.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Devisa
Took the chance era
goodnovel comment avatar
Pooh Winnie
swmangatt rea
goodnovel comment avatar
Kirari
ayo maju andrea
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 44

    "Daisy…" bisik Andrea.Sosok yang duduk di kursi itu membelalak. Wajahnya yang pucat menegang saat melihat Andrea dan Kyrran berdiri di ambang gudang."Mmhh!""Hmmmhhhh!"Daisy mulai meronta. Tubuhnya yang terikat ke kursi berusaha ia lepaskan meski sia-sia. Teriakannya sendiri teredam oleh kain yang menutupi mulutnya.Padahal ia sudah yakin membuat Kyrran percaya kalau Andrea selingkuh dan berakhir membenci gadis itu. Tapi kenapa sekarang mereka malah bersama?Sial.Daisy terus meronta, namun sia-sia saja usahanya hingga akhirnya ia kecapean sendiri bergerak.Sementara itu, Andrea mengerjap pelan, masih sulit memercayai pemandangan itu. Selama ini, sosok yang terus menghantui hubungannya dengan Kyrran, yang menjadi sumber begitu banyak kesalahpahaman, kini berada tepat di hadapannya.Andrea menoleh ke samping, menatap Kyrran yang berdiri tenang dengan kedua tangan di saku celana.Cowok itu ikut menoleh, memandang Andrea. Seolah tahu pertanyaan yang berputar di kepala Andrea, Kyrran s

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 43

    "Aku…" Andrea menelan salivanya berat. Jujur saja tak pernah ada di pikiran gadis itu untuk menikah muda. Terlebih saat ini, ia memang fokus ingin meraih cita-citanya menjadi jurnalis. Tetapi… ketika menatap Kyrran yang memelas ke arahnya, Andrea tak bisa menepis jika jauh di lubuk hatinya ia sangat menginginkan cowok itu. Andrea mengangkat tatapannya menatap Tante Drassha dan Om Adriell secara bergantian lalu berbicara. "Aku mau…Tante, Om… Tapi sekarang aku masih berstatus sebagai tunangan Jasper dan seperti yang Om dan Tante sampaikan tadi… Kakek tidak setuju dan Opa Riovandra belum memberikan izin." Di sebelahnya, Kyrran menghela napas lega. Cowok itu menggenggam tangan mungil Andrea lebih erat. "Kita akan mengurus semua itu, satu per satu, Andrea." Andrea menatap iris hitam Kyrran lekat-lekat. Ia bisa melihat jelas pancaran keyakinan dari mata Kyrran. Hal itu memberi Andrea keyakinan sama. Om Adriell dan Tante Drassha saling memandang kemudian memberikan solusi untuk mereka b

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 42

    Andrea terdiam di sebelah Kyrran. Gadis itu menoleh pada cowoknya yang tampak memproses semua pengakuan mama dan papanya—mengenai masa lalu Kyrran.Ruangan luas itu hening untuk beberapa saat sebelum akhirnya Kyrran bersuara."Jadi intinya kakek Andrea gak merestui hubungan aku dan Andrea karena Beliau menyalahkan aku atas kepergian orang tua Andrea.""Lebih tepatnya cuma Ibu Andrea, Sayang. Karena Kakek Andrea juga gak merestui ayah Andrea menikah dengan Ibu Andrea," sahut Mama Drassha.Kyrran menoleh pada Andrea dan meraih tangan mungil gadis itu, menggenggamnya erat. "Maaf… aku—"Kalimat Kyrran terjeda lantaran Andrea segera menyela."Kyrran… kamu gak bersalah, bahkan sebelum kamu hilang ingatan aku gak pernah merasa kamu bertanggung jawab atas kepergian Ibu dan ayahku," ucap Andrea, meraih tangan Kyrran yang menggenggamnya dan mengusapnya pelan dengan Ibu jarinya.Kyrran menatap Andrea lama dan tiba-tiba saja ia meng

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 41

    Setelah makan malam tersebut selesai, Drassha berdiri lebih dulu."Pa, ikut aku sebentar," ucap Drassha dengan suaranya yang manis.Adriell mengernyit. "Sebentar, Ma. Papa juga perlu bicara dengan Andrea dan Kyrran."Drassha menarik napas panjang sembari mengangkat sudut bibirnya. "Sekarang, A-d-r-i-e-ll…"Nada lembut itu terdengar seperti perintah mutlak dan mendengar namanya disebut di depan putra mereka, membuat Adriell tidak punya pilihan lain selain mengikuti sang istri.Beberapa saat kemudian keduanya menghilang ke lantai dua. Sementara Kyrran dan Andrea mulai membereskan meja makan.Jari-jari Drassha melingkar di lengan suaminya. Ia membawa Adriell melewati ruang keluarga hingga ke balkon. Drassha menarik pintu kaca geser pelan sebelum akhirnya menutupnya rapat. Hembusan angin malam dan kerlap-kerlip lampu kota di kejauhan menyambut keduanya.Wanita itu lalu melepaskan lengan Adriell dan menatap suaminya dengan sorot mata tajam."Apa yang terjadi sebenarnya, ingatan putra kita

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 40

    "Justru tante yang ingin meminta maaf dengan kamu secara langsung, Andrea…" ujar Mama Drassha.Andrea mengerjap bingung menatap mama Kyrran yang entah kenapa justru minta maaf padanya. "Maksud Tante Drassha… apa?""Tante tahu kamu mencintai Kyrran, tapi saat kakek kamu mengetahui soal kamu yang sekolah di Alveroz High dan berpacaran dengan Kyrran, Tante gak bisa apa-apa selain mengikuti semua skenario dari papanya Kyrran dan papa Tante," jelas Mama Drassha pelan.Andrea meraih tangan wanita cantik itu dan mengusapnya lembut. "Aku mengerti, Tante. Dan… Tante Drassha gak perlu minta maaf soal itu. Pertama, karena bohong dengan kakek memang salahku. Dan aku sempat salah paham dengan Kyrran karena perempuan yang pernah menggantikan posisi aku di Mirelle High, Tante."Andrea menarik napas pelan sebelum melanjutkan ucapannya. "Sekarang aku gak mau melepaskan Kyrran lagi, Tante. Soal tunangan aku… aku akan bicara dengan dia dan juga pelan-pelan memberitahu kakek."Mama Drassha meraih pundak

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 39

    Andrea masih menunggu di kamar Kyrran. Pandangan gadis itu beberapa kali melayang ke arah pintu. Sudah cukup lama cowok itu bicara dengan Tante Drassha, membuat pikiran Andrea berkelana ke mana-mana.Jangan-jangan Kyrran dimarahi? diomeli karena membawa Andrea ke sini?Atau…Kyrran diminta meninggalkan Andrea karena Andrea sudah bertunangan dengan Jasper dan kakeknya tidak akan pernah merestui hubungan mereka?Andrea menggigit bibir bawahnya kuat-kuat membayangkan skenario buruk yang berputar di kepalanya itu.Lalu, pintu kamar terbuka perlahan. Kyrran muncul dari balik panel kayu walnut berwarna gelap tersebut, sosok tinggi itu memenuhi ambang pintu.Andrea yang duduk di tepi ranjang segera berdiri dan menghampirinya."Mama kamu marah?" tanya gadis itu hati-hati.Tatapan Kyrran melembut. Cowok itu mengangkat kedua tangannya dan meraih wajah cantik Andrea. Telapak tangannya yang hangat menangkup pipi gadisnya itu."Enggak, Baby Rea," bantah Kyrran dengan suara berat yang lembut. Lanta

  • Jerat Ketos Galak   Bab 1. Skandal di Lab Biologi

    "Andrea Ilsa Shimano dari kelas 11-D, silakan ke ruangan dewan kedisiplinan sekarang juga."Suara pengumuman dari interkom sekolah menggema di setiap sudut Alveroz International High School.Percakapan siswa pada deretan meja panjang kafetaria langsung mereda. Hampir semua kepala menoleh bersamaan

  • Jerat Ketos Galak   Bab 132. Menenangkan Andrea

    "Gak punya bukti, kan?" sahut Kyrran lagi. Tatapannya semakin menyeramkan. Cowok itu kemudian mempertegas. "Asal kalian tau, aku yang ada di lab bersama Andrea malam tadi."Andrea mendongak, memperhatikan Kyrran yang masih memeluknya erat. Tak pernah ia sangka akan dibela oleh

  • Jerat Ketos Galak   Bab 5. Ancaman

    Setelah kelas selesai, satu per satu siswa keluar dari kelas. Biasanya, Andrea juara satu siswa yang meninggalkan kelas paling cepat. Tapi, kali ini gadis itu menahan diri.Setelah melihat Kyrran beranjak dari kursi, gadis itu ikut bangkit dan langsung menghampiri cowok itu."Kyrran," kata Andrea.

  • Jerat Ketos Galak   Bab 3. Kemunculan Tiba-tiba Kyrran

    Lampu taman mulai menyala satu per satu dan para siswa Alveroz High mulai kembali ke asrama masing-masing. Di kamar mandi sebuah unit kamar 207 lantai dua di asrama putri, Andrea berendam dalam bathtub. Air di bathtub bergerak pelan saat gadis itu bersandar, bahunya tenggelam setengah dan rambut h

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status