Share

Bab 320. Risiko

Author: Sweety
last update publish date: 2026-08-19 20:30:44

Makan malam keluarga besar Alveroz akhirnya tiba. Kediaman utama keluarga itu jauh lebih ramai daripada biasanya. Lampu-lampu kristal menyala hangat menyertai suara percakapan memenuhi ruang makan panjang yang mampu menampung puluhan orang sekaligus.

Sudah cukup lama sejak seluruh keluarga Alveroz berkumpul selengkap ini.

Mereka datang terutama karena ingin bertemu Kyrran setelah kepulangannya dari Valkenburg dan ingin mendengar langsung perkembangan pengobatannya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Rahcelle Chuu
aduhhhh berat berat
goodnovel comment avatar
cheesecakee
hmmm kecewa lg netijen
goodnovel comment avatar
Rini Angriani
yahhh thor kok begini
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 70

    Kakek Dedrick memejamkan mata sembari mempererat pelukannya pada putri semata wayangnya. "Ayah juga ingin meminta maaf, Ana."Pria tua itu mengusap punggung Anastasia yang masih berada dalam pelukannya. Suaranya terdengar parau, sarat penyesalan yang telah ia pendam selama bertahun-tahun. "Setelah kehilanganmu, Ayah selalu dihantui rasa bersalah. Ayah terus memikirkan bagaimana seandainya dulu Ayah tidak menentang hubunganmu dengan pria yang kamu cintai. Mungkin semuanya tidak akan berakhir seperti ini."Wanita itu menggeleng pelan. Ia melepaskan pelukannya, lalu menggenggam kedua tangan Kakek Dedrick yang keriput."Sudah, Ayah. Semuanya sudah berlalu." Anastasia tersenyum tipis di antara air matanya. "Aku sudah kembali sekarang. Kita masih punya waktu untuk memperbaiki semuanya, bukan?"Kakek Dedrick menatap putrinya lekat-lekat. Ada begitu banyak hal yang ingin ia tanyakan, tetapi satu dua pertanyaan terus mengusik pikirannya."Tapi, ba

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 69

    "Sampai kapan kau mau membenci dan menyalahkan Kyrran cucuku atas kematian putrimu, Dedrick?" tanya Opa Riovandra sambil mengamati susunan bidak di hadapannya. Kakek Dedrick mengatupkan rahang. Tangannya bergerak memindahkan satu bidak kuda, mengancam posisi pion milik Opa Riovandra. "Sampai kapan pun, selamanya," jawab Kakek Dedrick tajam, membuat Opa Riovandra mengembuskan napas panjang. "Kau tahu kalau Kyrran cucuku juga hanya korban dari penculikan 15 tahun silam itu." "Kau begitu mudah mengatakannya seolah-olah semua ini sesederhana bermain catur." Kakek Dedrick menatap Opa Riovandra tajam. "Kau tidak mengerti apa yang kurasakan, Riovandra. Kau tidak kehilangan putri seperti aku kehilangan putriku." Opa Riovandra terdiam sejenak. Tatapannya beralih pada papan catur sebelum tangannya mengambil bidak dan memindahkannya ke petak lain. "Tentu saja aku mengerti, lebih dari yang kau kira," jawabnya pelan sambil memindahkan bidak. Opa Riovandra menatap balik dengan sorot yang sama

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 68

    Helikopter yang membawa Kakek Dedrick yang didampingi Paman Dimitri—mendarat di helipad pribadi yang terletak di salah satu sudut estate keluarga Alveroz. Hembusan angin dari baling-baling helikopter menerbangkan dedaunan di sekitar area pendaratan. Terlihat beberapa staf estate berdiri tak jauh dari sana, menunggu hingga mesin helikopter benar-benar berhenti berputar. Opa Riovandra, pemilik estate tersebut, sudah menerima kabar mengenai kedatangan tamu penting dari keluarga Beaumont. Begitu helikopter dimatikan dan pintunya terbuka, pria tua itu segera melangkah maju untuk menyambut seorang pria berambut putih yang turun dengan wajah serius. "Mana cucuku?" Itulah kalimat pertama yang keluar dari mulut Kakek Dedrick, bahkan sebelum ia sempat membalas sapaan tuan rumah. Opa Riovandra mengangkat alis. "Cucumu?" "Jangan berpura-pura tidak tahu, Riovandra. Cucumu, Kyrran, membawa kabur cucuku! Katanya dia membawa Andr

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 67

    Keesokan harinya, Kakek Dedrick duduk di balik meja kerja besarnya dengan amarah yang membuncah dalam dada pria tua itu. Kerutan di wajahnya tampak semakin dalam dan sorot matanya mengeras menatap surat yang kini berada dalam cengkeramannya. Ya, itu surat yang ditinggalkan oleh Andrea sebelum melarikan diri bersama Kyrran. "Berani-beraninya dia membawa cucuku!" geram Kakek sembari meremas ujung surat itu. Di samping meja, Paman Dimitri, asisten pribadi sekaligus kepala pelayan yang telah mengabdi lama kepada keluarga Beaumont, berdiri dengan sikap hormat. Ia sudah terbiasa menghadapi temperamen tuannya, tetapi kali ini ia tahu kemarahan Kakek Dedrick bukan semata-mata karena Andrea meninggalkan rumah tanpa pamit. Ada kekhawatiran besar yang tersembunyi di baliknya. "Dari rekaman CCTV, Tuan Muda Kyrran membawa Nona Andrea keluar melalui balkon kamarnya, Tuan," lapor Paman Dimitri hati-hati. Kakek Dedrick memejamkan mata sejenak, berusaha meredam emosinya. Namun, beberapa detik kem

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 66

    Andrea masuk ke dalam kamarnya dengan langkah tergesa. Setelah menutup pintu, gadis itu menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang. Tangannya kemudian terulur meraih ponsel yang tergeletak di nakas.Tanpa membuang waktu, Andrea menghubungi Kyrran. Ia ingin memarahi cowoknya itu karena tidan memberitahu Andrea soal rencana terselubungnya. Namun, setelah beberapa kali nada sambung terdengar, panggilannya justru berakhir tanpa jawaban.Belum sempat ia mencoba menelepon untuk kedua kalinya, terdengar suara ketukan dari arah balkon kamarnya.Tok... Tok...Andrea spontan menoleh. Ia mengerjap sekali sebelum akhirnya bangkit dari ranjang, kemudian melangkah mendekati pintu kaca yang tertutup tirai tebal.Jangan-jangan…"Kyrran?" gumamnya curiga.Gadis itu buru-buru menyibak tirai dan benar saja—Di balik pintu kaca balkonnya, Kyrran berdiri dengan santai sambil melambaikan tangan.Andrea melongo. Ia kira Kyrran suda

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 65

    "Karena Andrea mengandung anak aku, Kakek," ucap Kyrran serius. Kakek Dedrick syok, apalagi Andrea. Bagaimana mungkin gadis itu mengandung anak Kyrran? Mereka bahkan belum pernah melakukan hubungan intim. Sejauh ini, interaksi mereka hanya sebatas berciuman dan sesuatu yang tidak akan menyebabkan kehamilan. Namun ucapan Kyrran barusan sukses membuat ruangan membeku untuk beberapa saat. Kakek Dedric yang masih duduk di kursinya mendongak ke arah Andrea. Matanya membulat penuh pada sang cucu. Paman Dimitri yang berdiri tak jauh dari mereka bahkan ikut terperangah. Sementara itu, Andrea yang berdiri di samping kakeknya menatap Kyrran dengan raut wajah yang penuh tanda tanya. "A-apa?" Kakek Dedrick mengeluarkan suara tercekat. Tatapannya kembali beralih pada Kyrran. "Kamu bilang apa tadi?" Kyrran mengembuskan napas, kemudian menjawab dengan nada yang cukup mantap, "Andrea mengandung anak aku, Kek. Makanya, kakek harus merestui kami. Aku siap bertanggung jawab, Kek." Andrea mengeru

  • Jerat Ketos Galak   Bab 5. Ancaman

    Setelah kelas selesai, satu per satu siswa keluar dari kelas. Biasanya, Andrea juara satu siswa yang meninggalkan kelas paling cepat. Tapi, kali ini gadis itu menahan diri.Setelah melihat Kyrran beranjak dari kursi, gadis itu ikut bangkit dan langsung menghampiri cowok itu."Kyrran," kata Andrea.

  • Jerat Ketos Galak   Bab 4. Imbalan Tutup Mulut

    Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan

  • Jerat Ketos Galak   Bab 3. Kemunculan Tiba-tiba Kyrran

    Lampu taman mulai menyala satu per satu dan para siswa Alveroz High mulai kembali ke asrama masing-masing. Di kamar mandi sebuah unit kamar 207 lantai dua di asrama putri, Andrea berendam dalam bathtub. Air di bathtub bergerak pelan saat gadis itu bersandar, bahunya tenggelam setengah dan rambut h

  • Jerat Ketos Galak   Bab 2. Ketua OSIS Galak

    Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status