Share

Harga Diri Runtuh

Author: Kuldesak
last update publish date: 2026-05-02 12:30:11

Hari sudah siang di ruang inap VVIP itu. Perlahan, kelopak mata Chloe yang terasa seberat timah terbuka.

"Ughhh..." Chloe melenguh pelan. Bau antiseptik rumah sakit yang khas langsung menyergap penciumannya.

Kesadaran Chloe belum sepenuhnya terkumpul, namun insting pertamanya sebagai seorang ibu langsung bekerja. Tangan wanita itu refleks meraba perutnya.

Deg!

Rata.

Jantung Chloe serasa berhenti berdetak. Ingatan terakhirnya di ruang operasi yang penuh darah dan rasa sakit luar biasa menghant
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Harga Diri Runtuh

    Hari sudah siang di ruang inap VVIP itu. Perlahan, kelopak mata Chloe yang terasa seberat timah terbuka. "Ughhh..." Chloe melenguh pelan. Bau antiseptik rumah sakit yang khas langsung menyergap penciumannya.Kesadaran Chloe belum sepenuhnya terkumpul, namun insting pertamanya sebagai seorang ibu langsung bekerja. Tangan wanita itu refleks meraba perutnya.Deg!Rata. Jantung Chloe serasa berhenti berdetak. Ingatan terakhirnya di ruang operasi yang penuh darah dan rasa sakit luar biasa menghantamnya bak gelombang pasang."Daddy..." rintih Chloe lemah. Napasnya mulai memburu, matanya mencari-cari ke sekeliling ruangan yang masih asing. "Daddy... anak kita... Perutku..."Belum sempat kepanikan menguasai dirinya sepenuhnya, sesosok tubuh besar dan hangat sudah merengkuhnya ke dalam pelukan. Jordan, yang duduk di kursi samping ranjang tanpa memejamkan mata sedetik pun sejak insiden itu, langsung menarik istrinya, membiarkan kepala Chloe bersandar nyaman di dada bidang pria itu."Sst... Sa

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Bayi Sekecil Harapan

    Ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) VVIP itu dijaga lebih ketat dari brankas bank sentral mana pun di dunia. Di balik kaca pelapis ganda, Jordan Arsenio berdiri dalam keheningan. Pria itu sudah membersihkan diri. Kemeja putihnya yang berlumuran darah dan debu bungker telah diganti dengan kemeja katun hitam berlengan panjang yang digulung hingga siku. Luka robek di tangannya pun sudah dijahit dan diperban rapi oleh tim medis. Dari luar, ia sudah kembali tampan paripurna. Namun di dalam, jiwanya masih berantakan.Mata elang Jordan tak bisa lepas dari tabung inkubator di depan. Bibirnya perlahan melengkung, mengukir senyum tipis yang sarat akan kegetiran dan cinta. Bayi laki-laki. Jagoan kecilnya lahir ke dunia. Meski separuh wajah bayi itu tertutup selang ventilator dan dadanya dipenuhi sensor medis, Jordan bisa melihat fitur yang tak asing. 'Duplikatku. Tapi pasti akan sama bandelnya seperti ibunya,' batin Jordan. Ia bahkan belum memikirkan satu nama pun untuk bayi rapuh ini.

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Merayu Tuhan

    "Tuan! Tuan, Anda harus mundur! Biarkan mereka menyelamatkan Nyonya dan bayi Anda!"Mogi menerjang maju, mengunci kedua lengan Jordan dari belakang dengan sekuat tenaga. Pria berbadan besar itu nyaris terpelanting kala Jordan memberontak dengan tenaga brutal yang didorong oleh adrenalin dan kepanikan."Bosman! Kumohon, Nyonya Chole sudah berada di tangan yang tepat!" seru Kiko. Kiko sergap menahan bahu Jordan, mereka menarik paksa sang Bos Besar menjauh dari ranjang operasi. "LEPASKAN AKU! CHLOE! AKU INGIN MENEMANI ISTRIKU. DIA PASTI KETAKUTAN!" raung Jordan. Urat-urat di lehernya menonjol hingga nyaris pecah, matanya memerah penuh kengerian menatap pisau bedah yang kini sudah menyentuh kulit perut istrinya.Jordan menyentak lengannya hingga pegangan Kiko terlepas. Ia nyaris menerjang kembali ke meja operasi, tangannya terulur putus asa seolah ingin menggapai Chloe. "Dia sendirian di sana, Kiko! Istriku sedang bertaruh nyawa di atas meja sialan itu! Lepaskan aku, Brengsek!""Sadarla

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Hidup, Lalu ... Sekarat

    Tiga belas menit penerbangan gila yang terasa bak siksaan seabad di neraka akhirnya usai. Pilot telah melanggar seluruh batas kecepatan aman udara, membelah langit malam Maldives secara brutal demi berpacu dengan sisa waktu yang semakin menipis. Akhirnya, helikopter medevac itu menukik tajam, menghantam landasan helipad Rumah Sakit Internasional Indira Gandhi dengan pendaratan yang nyaris kasar. Baling-baling ganda memutar angin badai yang memekakkan telinga, menyapu jas putih belasan dokter spesialis yang sudah berbaris gemetar di atap gedung. Direktur Rumah Sakit, seorang pria paruh baya bernama Dr. Sterling, berdiri paling depan bersama tim bedah saraf dan kandungan terbaik yang dimiliki Maldives. Keringat dingin membasahi dahi mereka. Mereka—tim medis tahu betul siapa yang ada di dalam helikopter itu. Malam ini, nyawa rumah sakit berbanding lurus dengan nyawa wanita di dalam sana. Belum sempat baling-baling melambat, pintu geser helikopter ditarik kasar dari dalam oleh Kiko. S

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   40 Menit Menuju Kematian

    "MEDIS! BAWA TIM MEDIS KE SINI BRENGSEK!"Teriakan Jordan menggetarkan dinding bungker yang hancur. Pria arogan dan sombong itu sekarang tak ubahnya pria rapuh yang baru saja kehilangan separuh jiwanya. Jordan mendekap kepala Chloe ke dadanya, mengayunkan tubuh istrinya pelan seperti sedang menidurkan bayi."Jangan tinggalkan aku, Chloe... Kumohon," isak Jordan, air mata membasahi rambut istrinya. "Dokter Ryu sialan! Apa yang dia suntikkan padamu?!"Mata liar Jordan menatap nyalang jarum suntik kosong yang tergeletak di lantai. Rahangnya mengeras. Jika Ryu tidak sedang terkapar tak berdaya dengan bibir berlumuran darah, Jordan mungkin sudah menembak kepala dokter itu detik ini juga.Tap, tap, tap!Dari luar celah pintu titanium, suara derap langkah kaki bergemuruh. Tim paramedis militer dari armada penyelamat berhamburan masuk membawa tandu lipat, tabung oksigen murni, dan tas kejut jantung (defibrillator)."Minggir, Tuan! Beri kami ruang!" teriak seorang letnan medis lapangan, langs

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Bungker Terbuka

    Drrt, drtt, drrt!Di tengah keputusasaan yang mencekik lorong bawah tanah itu, dering tajam dari ponsel satelit di saku Kiko memecah keheningan. Kiko gegas melihat layar ponselnya, lalu menelan ludah. "Bosman! Panggilan darurat berenkripsi tingkat satu!" seru Kiko. "Tuan Lucifer!"Jordan merampas ponsel itu dengan tangan yang dibalut perban berdarah. Dan langsung menempelkan benda pipih itu ke telinga. "Ayah?" "Bagaimana keadaan menantuku?" Suara bariton Lorenzo terdengar dingin."Buruk. Sangat buruk," geram Jordan, napasnya memburu. "Protokol Kiamat aktif. Pelat titanium setebal setengah meter menyegel pintu utama. Oksigen mereka pasti sudah habis!""Siapa bajingan yang berani menyerang wilayah kita?""Arthur Liem. Dia mengirim penyusup ke dalam bungker. Jika istri dan bayiku sampai mati, aku bersumpah akan menguliti bajingan itu!" "Tenang, Jordan. Jangan biarkan amarah membutakan logikamu," potong Lorenzo tegas. "Keluarga Arsenio bukan sekadar preman jalanan. Uang dan kekuasaan

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Dua Pilihan

    "KIKO! KIKO! Ke mana anak sialan itu?!" Suara bariton Ryu menggelegar memecah ketegangan di lorong vila. Ia baru saja keluar dari ruangan Jordan dengan napas memburu dan wajah menahan emosi. "Hais, merepotkan sekali si Jordan ini. Seharusnya aku tidak peduli. Lagian, dia pria dewasa yang sudah je

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Kejar-kejaran

    BRAAAKKK!Jeep Rubicon hitam itu menghantam tanah berbatu dengan brutal setelah menabrak pembatas lalu melompati gundukan hutan. Pegas suspensi mobil Rubicon itu menjerit, memantulkan badan mobil seberat dua ton itu ke udara sebelum bannya kembali mencengkeram bumi.Brak!"Awww! Hei! Kamu gila?!"

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Sarapan Beracun

    Sinar mentari pagi menembus jendela besar ruang makan Mansion Arsenio, meja panjang yang penuh dengan hidangan mewah. Namun, Chloe yang berdiri di samping kursi kosong Tuan Rumah justru menatap hamparan makanan itu dengan horor.Tubuh Chloe yang ringkih masih terasa linu di sana-sini. Semalam adala

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Musang Malam Turun Arena

    "Jangan pedulikan lukaku!" bentak pria bertopeng Oni itu dari balik alat pengubah suara yang terdengar berat dan mekanis."Bagaimana aku tidak peduli? Darahmu mengalir deras sekali! Kamu bisa kehabisan darah sebelum kita sampai ke jalan raya!" bantah Chloe, menarik lengannya."Dengar, Nona! Untuk s

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status