Home / Romansa / Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan / Bab 85: Racun dalam Madu

Share

Bab 85: Racun dalam Madu

last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-26 13:10:18

Mobil sedan mewah yang dikendarai Davian meluncur halus memasuki pelataran Cameron Estate.

Suasana di dalam kabin masih menyisakan sisa-sisa kehangatan dari restoran tadi, namun begitu ban mobil menyentuh aspal lobi yang diterangi lampu temaram, atmosfer itu mendadak menguap.

Sesosok pria berdiri bersandar di pilar besar lobi, mengenakan sweter cashmere hitam dengan segelas wiski di tangan kanan.

Vincent. Senyumnya terkembang tipis, namun matanya tidak menunjukkan binar keramahan yang sewajarny
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Icha Qazara Putri
Vincent kenapa sih demen banget bikin suasana tegang, Davian dan Viona berhak bahagia loh
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan   Bab 211: Dunia Baru Davian dan Viona

    Keheningan yang damai kini menyelimuti kamar perawatan VIP di kediaman Cameron. Sinar matahari pagi yang lembut menerobos masuk melalui celah gorden sutra, menciptakan garis-garis emas di atas lantai marmer.Di tengah ranjang besar yang nyaman, Viona berbaring dengan raut wajah yang memancarkan kebahagiaan murni, meski sisa-sisa kelelahan dari perjuangan hidup dan mati semalam masih membekas di sudut matanya.Di dalam dekapannya, terbungkus kain bedong katun Swiss yang sempat diperdebatkan Davian, sesosok malaikat kecil tertidur dengan tenang.Alexander Samuel Cameron. Nama itu telah diputuskan sebagai identitas sang pewaris takhta. Saat bayi mungil itu sedikit menggeliat dan membuka matanya yang jernih, Viona terkesiap pelan.Alex memiliki mata yang besar dan teduh persis seperti miliknya, namun garis rahang yang tegas serta bentuk hidung yang sempurna adalah salinan identik dari Davian.Ia adalah perpaduan sempurna dari dua jiwa yang hampir hancur namun memilih untuk kembali menyatu.

  • Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan   Bab 210: Pertaruhan Nyawa di Ruang Putih

    Suasana di dalam ruang persalinan darurat yang telah disiapkan Davian kini terasa begitu mencekam. Bau antiseptik yang tajam berpadu dengan aroma ketegangan yang pekat.Setiap detik terasa seperti keabadian yang menyiksa. Davian, pria yang selalu tampil tak bercela dengan kontrol emosi yang sempurna, kini tampak hancur. Ia mengenakan baju operasi berwarna hijau yang tampak kedodoran di tubuhnya yang bergetar hebat.Davian berdiri di sisi kepala Viona, menggenggam tangan istrinya dengan kekuatan yang seolah ingin menyalurkan seluruh sisa hidupnya ke dalam tubuh wanita itu.Namun, setiap kali kontraksi hebat datang, Viona mencengkeram tangan Davian begitu kuat hingga kuku-kukunya melukai kulit sang suami. Davian tidak peduli. Rasa perih di tangannya tidak ada apa-apanya dibandingkan pemandangan mengerikan di depannya.“Tarik napas dalam, Nona Viona! Sedikit lagi! Kepalanya sudah mulai terlihat!” seru dokter senior yang memimpin persalinan, suaranya berusaha tetap tenang di tengah badai

  • Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan   Bab 209: Detik-Detik Kelahiran Sang Pewaris

    Malam di perbukitan kediaman Cameron biasanya diselimuti oleh kesunyian yang menenangkan, namun beberapa hari menjelang Hari Perkiraan Lahir (HPL), atmosfer di dalam rumah besar itu terasa seperti sebuah pusat komando militer yang sedang menunggu serangan fajar.Davian, sang penguasa bisnis yang biasanya mampu tidur tenang di tengah krisis ekonomi global, kini telah kehilangan kemampuan untuk memejamkan mata lebih dari dua jam.Ia terjaga dalam kewaspadaan yang akut, telinganya selalu terpasang tajam untuk menangkap setiap desahan napas atau rintihan kecil dari arah Viona.Persiapan yang dilakukan Davian benar-benar melampaui batas kewajaran.Di halaman belakang yang luas, sebuah helikopter medis dengan mesin yang telah dipanaskan secara berkala standby 24 jam, siap menerjang langit menuju rumah sakit pusat dalam hitungan menit.Tidak hanya itu, Davian mengubah salah satu sayap bangunan rumahnya menjadi paviliun medis darurat. Tiga tim dokter spesialis termasuk dokter kandungan, anast

  • Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan   Bab 207: Penantian di Ambang Cahaya

    Memasuki trimester ketiga, kediaman utama Cameron seolah berubah menjadi sebuah tempat suci yang didedikasikan sepenuhnya untuk kenyamanan Viona.Perut Viona kini telah membulat sempurna, melambangkan kehidupan yang sedang berdenyut kuat di dalamnya.Namun, seiring dengan semakin dekatnya hari persalinan, beban fisik yang harus ditanggung Viona pun mencapai puncaknya.Tidur nyenyak kini menjadi kemewahan yang sulit diraih; ia sering terbangun di tengah malam hanya untuk mencari posisi yang tidak menekan paru-parunya, sementara sakit punggung yang menusuk menjadi teman setianya setiap kali ia mencoba melangkah.Davian, yang kini telah menjelma menjadi suami paling siaga dalam sejarah keluarga Cameron, tidak membiarkan Viona melewati penderitaan itu sendirian.Setiap malam, setelah semua urusan kantor ia delegasikan secara total kepada Julian, Davian akan duduk di ujung ranjang yang dipenuhi bantal-bantal empuk.Dengan tangan yang biasanya digunakan untuk menandatangani kontrak triliuna

  • Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan   Bab 206: Titik Akhir Sang Penghianat

    Dua bulan telah berlalu sejak persidangan perdana yang mengguncang stabilitas publik, dan pagi ini, gedung Pengadilan kembali menjadi pusat gravitasi perhatian nasional.Langit tampak mendung, seolah-olah awan kelabu turut memberikan kesaksian atas jatuhnya sebuah nama yang pernah diagungkan.Di dalam ruang sidang utama, udara terasa sangat tipis dan dingin, namun kali ini bukan karena pendingin ruangan, melainkan karena ketegangan yang sudah mencapai puncaknya.Setiap kursi di barisan pengunjung terisi penuh oleh para jurnalis, analis hukum, dan beberapa anggota dewan direksi yang ingin melihat akhir dari prahara dinasti Cameron.Davian Cameron duduk di barisan terdepan dengan postur yang tak tergoyahkan. Setelan jas hitam yang ia kenakan hari ini tampak lebih gelap dari biasanya, mencerminkan ketegasan keputusannya.Di sampingnya, kursi yang biasanya kosong kini diisi oleh Julian dan Axel yang tetap waspada.Viona sengaja tidak hadir atas permintaan Davian; ia tidak ingin istrinya y

  • Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan   Bab 205: Detak Jantung Sang Pewaris

    Pagi di kediaman utama Cameron kini tak lagi diawali dengan dering telepon bisnis yang agresif atau tumpukan berkas yang harus segera ditandatangani. Sebaliknya, sinar matahari yang menembus celah gorden kamar utama disambut oleh ketenangan yang menyejukkan.Davian, pria yang dulunya menganggap setiap detik adalah uang, kini telah bertransformasi sepenuhnya. Baginya, jam tangan mewah yang ia kenakan bukan lagi alat untuk mengejar tenggat waktu rapat direksi, melainkan pengingat jadwal nutrisi dan vitamin Viona.Hari ini adalah jadwal pemeriksaan rutin ke dokter kandungan, dan Davian sudah membatalkan tiga pertemuan strategis dengan investor asing tanpa ragu sedikit pun.Sekretarisnya sempat panik, namun Davian hanya membalas dengan satu kalimat dingin namun tegas: “Kekaisaran bisnis ini tidak akan runtuh dalam sehari, tapi aku tidak akan melewatkan satu detik pun pertumbuhan anakku.”Davian membantu Viona bersiap dengan sangat telaten. Ia bahkan berlutut di lantai hanya untuk memastik

  • Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan   Bab 101: Aku hanya Ingin Normal

    Pintu kaca geser itu terbuka dengan bunyi desis halus. Davian melangkah keluar dari ruang praktik dr. Aris dengan kepala menunduk, tangannya sibuk merapikan kancing jas seolah sedang memasang kembali zirah pelindungnya.Namun, langkahnya terhenti seketika. Seluruh otot di tubuhnya menegang saat mat

  • Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan   Bab 100: Rahasia yang Selama ini Davian Sembunyikan

    Pagi di Royal Sapphire masih menyisakan sisa kabut yang menyelimuti perbukitan. Di dalam rumah yang serba kaca itu, Davian sudah terjaga sejak pukul lima.Dia berdiri di depan cermin wastafel, menatap pantulan dirinya yang tampak lelah. Jas hitamnya tergantung di pintu, dan kemeja putihnya sudah te

  • Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan   Bab 99: Menemukan Sesuatu yang Janggal

    Davian menarik napas panjang, bahunya yang tegang perlahan meluruh, lalu memutar tubuhnya dan menatap Viona yang masih berdiri dengan tangan bersedekap.“Julian selalu bicara tanpa berpikir,” ujar Davian dengan nada yang lebih tenang namun mengandung nada lelah.“Dia tidak terdengar seperti sedang

  • Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan   Bab 97: Pagi yang Cukup Berantakan

    Matahari pagi menembus dinding kaca lantai dua Royal Sapphire, membiaskan cahaya yang terlalu terang di atas lantai marmer yang masih bersih tanpa cela. Viona terbangun dengan perasaan disorientasi.Tidak ada aroma kayu tua atau suara derit lantai seperti di Cameron Estate. Di sini, semuanya berbau

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status