공유

Bab 59. Dimana Ini?

작가: Zara Kisaka
last update 게시일: 2026-06-12 23:26:15

​Deru mesin mobil sedan milik Rio perlahan meredup, berganti dengan suara desir angin malam yang kencang dan deburan ombak yang menghantam dermaga sepi di pinggiran Jakarta.

Rio mematikan lampu utama mobil, membiarkan area sekitar tenggelam dalam remang cahaya bulan yang tertutup awan mendung.

​Rio keluar dari pintu kemudi, melangkah cepat ke pintu belakang. Dengan gerakan sigap, dia membopong tubuh Vio yang masih lunglai tak sadarkan diri akibat pengaruh obat bius dosis tinggi.

Di ujung derm
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 72. Apa Isi Surat Itu?

    Vio melepaskan pelukan ibunya perlahan, napasnya mulai memburu pendek karena ketakutan yang kian nyata. “Ibu, Ayah... kenapa wajah kalian seperti itu? Kael mana? Bagas bilang Kael pergi karena urusan keluarga. Apa Kael sudah ke sini?” tanya Vio yang masih berusaha untuk terus menghilangkan pikiran buruknya. Ayah Vio menghela napas berat, seolah ada beban berton-ton yang menghimpit dadanya. Pria paruh baya itu melangkah mendekat, lalu menyerahkan selembar amplop putih tebal ke tangan Vio yang kini sudah sedingin es. Ayah Vio awalnya sedikit merasa berat memberikan surat itu karena ia yakin pasti isinya bukanlah sesuatu yang akan membuat anaknya bahagia, hanya saja jika tak diberikan ia juga khawatir semuanya akan menjadi jauh lebih menyakitkan. “Kael tidak ke sini, Vio. Tapi anak buahnya mengantarkan surat ini subuh tadi,” ujar Ayahnya dengan suara rendah, bergetar. “Kael... dia sudah menemukan keluarga kandungnya, Vio. Dan dia sudah kembali ke tempat asalnya yang sebenarnya.”Vio m

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 71. Rasa Gelisah

    Pagi itu, sinar matahari menembus celah kelambu sutra vila dengan kehangatan yang lembut. Vio menggeliat pelan, perlahan membuka kelopak matanya yang sayu. Hal pertama yang dia lakukan adalah meraba sisi ranjang di sebelahnya, mencari kehangatan tubuh Kael yang semalam memeluknya begitu protektif.Namun ternyata kosong. Kasur di sebelahnya sudah tak ada siapa pun lagi, menyisakan seprai yang sedikit berantakan.Vio membuka mata sepenuhnya, lalu tersenyum kecil. Sambil memegangi lehernya yang masih menyisakan rasa perih manis akibat tanda kemerahan hasil ciuman panas Kael semalam, dia beranjak bangun. Pagi ini, ada kerinduan yang membuncah di dadanya. Vio tidak sabar ingin segera berlari, menghambur ke pelukan Kael, dan menggelayut manja di lengan pria itu seperti hari-hari sebelumnya.Dengan langkah ringan, Vio berjalan keluar kamar. “Kael?” panggilnya dengan suara serak khas bangun tidur.Vio melangkah menuju ruang tengah, sepi. Dia kemudian berbelok ke arah dapur. Biasanya, setiap

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 70. Malam Manis yang Menyakitkan

    ​Matahari sore itu turun dengan warna jingga di langit perairan vila. Demi memberikan ketenangan bagi Vio, Kael telah memerintahkan Bagas dan seluruh anak buahnya untuk menyingkir dari area pulau. Mereka semua diperintahkan berjaga di kapal patroli yang jauh di batas perairan, memastikan pulau privat itu benar-benar menjadi dunia milik mereka berdua saja.​Vio keluar dari teras vila dengan gaun pantai berbahan katun tipis berwarna putih. Di tepi pantai, Kael sudah menunggu. Pria itu menanggalkan seluruh atributnya, hanya mengenakan celana pendek dan kemeja putih yang kancing atasnya dibiarkan terbuka. Di dekat sebuah pohon kelapa yang rindang, Kael telah menyiapkan panggangan arang kecil untuk membakar ikan hasil pancingannya, persis seperti yang pernah Vio impikan dulu.​Begitu makanan habis dan langit berubah menjadi keunguan, Kael langsung menarik Vio ke dalam pangkuannya. Dia tidak ingin menyia-nyiakan satu detik pun yang tersisa. Vio berbalik posisi hingga kini duduk menghadap K

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 69. Tak Ingin Kehilangan Lagi

    Kapal milik Kael tidak membawa mereka kembali ke hiruk-pikuk Jakarta. Atas perintah Kael langsung, kemudi diputar menuju sebuah pulau privat kecil lainnya sebuah vila peristirahatan tersembunyi milik klan naga hitam yang jauh dari jangkauan siapa pun.Sebelum kapal merapat, Kael sempat menghubungi sang kakek melalui jalur telepon satelit yang aman. Di bawah langit subuh yang remang, Kael mengabaikan sisa harga dirinya demi memohon satu hal terakhir.“Beri aku waktu, Kek.” Suara Kael terdengar sangat berat, penuh dengan keputusasaan yang melelahkan. “Kondisinya kritis. Izinkan aku merawatnya di vila sampai dia benar-benar pulih dan siap berdiri di atas kakinya sendiri. Setelah itu... aku akan datang ke Bogor, memakai cincin pertunangan itu, dan pergi dari kehidupannya untuk selamanya.”Di seberang telepon, sang kakek sempat terdiam, sebelum akhirnya terkekeh rendah. Pria tua itu tahu cucunya tidak akan ingkar janji setelah takhta mafia dilepaskan untuknya. “Baik. Aku akan menunggumu.

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 68. Aku Merindukanmu

    Laut malam itu bergulung hitam di bawah langit yang gelap tanpa bintang. Di atas dek kapal perang berkecepatan tinggi yang membelah ombak dengan liar, Kael berdiri tegak di barisan paling depan. Seragam hitamnya melekat pas di tubuh, lengkap dengan rompi anti peluru dan senjata laras panjang yang tergantung di dadanya. Di kerah bajunya, sebuah emblem naga emas berkilat samar tertimpa cahaya lampu, sebuah simbol kekuasaan mafia yang kini resmi dia genggam. Di belakang Kael, puluhan pria bersenjata lengkap dari klan naga hitam berdiri kokoh dalam kesunyian yang mencekam. Mereka semua tunduk pada satu perintah mutlak dari sang pewaris baru. Namun, di balik penampilannya yang tampak dingin dan mematikan seperti malaikat pencabut nyawa, dada Kael bergemuruh hebat. Pikirannya tidak berada di medan pertempuran ini, pikirannya telah melesat jauh ke dalam sebuah kamar di Pulau Caraka. ‘Bagaimana keadaanmu sekarang, Vio?’ batin Kael meraung frustrasi. Setiap detik yang berlalu terasa sep

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 67. Ingin Malam Pertama

    Rintik hujan di luar jendela kaca besar vila Pulau Caraka seolah menjadi latar musik bagi penderitaan Vio yang tiada akhir. Di sudut lantai dingin itu, kondisi fisik Vio sudah berada di ambang batas pertahanan manusia. Bibirnya pecah-pecah hingga mengeluarkan darah kering, matanya cekung dengan lingkaran hitam yang pekat, dan tubuhnya terus menggigil akibat mogok makan dan minum sejak menginjakkan kaki di pulau terkutuk ini. Namun, rasa sakit di perutnya yang melilit tidak sebanding dengan siksaan mental yang menghantam jiwanya. Penyesalan karena telah salah paham pada Kael terus merongrong dadanya. ‘Kael... maafkan aku... aku tahu kamu tidak bersalah,’ batin Vio menjerit pilu dalam sunyi, meratapi ketololannya yang langsung berlari pergi malam itu hingga berakhir di tangan monster berwajah malaikat ini. Klek. Suara pintu terbuka seketika memicu alarm bahaya di otak Vio. Tubuhnya yang lemas refleks menegang, mempererat pelukan pada lututnya seolah ingin menghilang ke dalam dindi

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 66. Identitas Sesungguhnya

    Kapal cepat itu kembali bersandar di dermaga sunyi Jakarta Utara dengan kondisi mengenaskan. Lambung kapal dipenuhi baretan akibat hantaman ombak, dan rintik hujan yang kian menderu seolah ikut meratapi kegagalan Kael.​Kael melangkah turun dengan tubuh yang basah kuyup. Langkahnya tak lagi limbung

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 65. Di Sebuah Pulau

    Kembali ke dalam mobil sport hitamnya, Kael mencengkeram kemudi dengan napas yang memburu. Bagas yang duduk di kursi penumpang depan bergerak secepat kilat dengan laptopnya, meretas sistem pemantauan radar maritim swasta yang sempat melintasi wilayah pesisir subuh tadi.Suasana di dalam kabin mobil

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 64. Pernah Melihat Wanita Ini?

    Kembali ke Jakarta, suasana di ruang kerja apartemen Kael terasa begitu mencekam. Setelah menyadari bahwa hilangnya Vio, Gisella, dan Rio secara bersamaan bukanlah pelarian biasa melainkan sebuah skenario penculikan yang rapi, Kael tidak lagi membuang waktu dengan botol-botol alkohol.Predator di d

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bba 63. Tarik Ulur

    Di belahan bumi yang lain, matahari pagi menyiram vila mewah di tepi pantai itu dengan cahaya keemasan. Namun bagi Vio, kilau itu tak ubahnya jeruji besi yang memantulkan keputusasaan.Vio masih setia meringkuk di sudut lantai dingin di samping jendela kaca besar, mengenakan pakaian sisa dua hari l

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status