Share

Jerat Rahasia Kapten Ragnar
Jerat Rahasia Kapten Ragnar
Penulis: jimskin003

Bab 1

Penulis: jimskin003
last update Tanggal publikasi: 2026-01-28 11:10:28

SINGA DI DALAM SANGKAR

Lantai lima puluh lima Adhitama Tower terasa seperti ruang hampa udara. Valencia Adhitama duduk di ujung meja marmer panjang, menatap tajam sepuluh direktur senior yang sejak tadi mencoba menguliti otoritasnya. Di tangannya, sebuah pulpen emas ia ketuk-ketukkan ke meja, menciptakan irama yang konstan dan mengintimidasi.

"Waktu kamu habis, Valencia," ujar Baskoro, pengacara senior keluarga, sambil menggeser map hitam di atas meja. "Kakek kamu sudah mengunci segalanya. Menikahlah dengan keturunan Surya dalam dua puluh empat jam, atau saham kendali itu lepas. Kamu akan keluar dari gedung ini tanpa membawa apa pun kecuali nama belakang Kamu yang tidak lagi berharga."

Valencia menarik napas panjang. Ia menatap ke luar jendela besar yang menampilkan cakrawala Jakarta yang berkabut. "Cari pria itu. Bawa dia ke hadapan I, hidup atau mati."

─────── ༺♡༻ ───────

Bengkel bubut itu pengap, berbau solar, dan penuh rongsokan besi yang disusun tidak beraturan. Di tengah kekacauan itu, seorang pria duduk di atas ban bekas sambil menghisap sisa batang rokoknya. Kaos hitamnya sobek di bagian lengan, memperlihatkan otot bisepnya yang kokoh namun ternoda oli.

"Duitnya mana, Ragnar!" Jago, preman pasar itu, menendang tumpukan kaleng oli di depan kaki Ragnar hingga isinya tumpah membasahi lantai semen.

Ragnar tidak bergerak. Ia justru menghembuskan asap rokoknya tepat ke wajah Jago. Matanya tajam, dingin, dan penuh tantangan. Tidak ada ketakutan di sana, hanya ada kebosanan yang mendalam terhadap gangguan kecil seperti Jago.

"Cek saku belakangmu," suara Ragnar rendah dan serak.

"Hah?" Jago merogoh saku belakangnya dan tersentak saat menemukan sebuah obeng panjang yang entah sejak kapan sudah terselip di sana, nyaris menusuk kulit pantatnya. Wajahnya memucat seketika.

"Lain kali, obeng itu akan masuk ke tempat lain jika kamu menendang barangku lagi," ujar Ragnar pelan. Ia berdiri perlahan, sosoknya tinggi dengan postur tubuh yang siaga, meski pakaiannya berantakan.

Langkah kaki yang tegas terdengar di ambang pintu bengkel. Valencia Adhitama melangkah masuk, sepatu hak tinggi miliknya berbunyi nyaring di lantai semen yang kotor. Ia berhenti tepat di depan Ragnar. Aroma parfum mahal Valencia bertabrakan dengan bau keringat dan logam dari tubuh Ragnar.

"Hentikan dramanya," ujar Valencia dingin. Ia menatap Jago dengan pandangan menghina, lalu beralih ke Ragnar. "Berapa utang pria ini?"

Baskoro maju satu langkah. "Lima puluh juta dengan bunganya, Nona."

Valencia mengeluarkan buku cek, menuliskan angka dengan gerakan cepat, dan melemparkannya ke dada Jago. "Pergi. Sekarang. Jangan biarkan I melihat wajah You lagi di sekitar sini."

Jago segera lari tanpa berani menoleh lagi. Kini hanya tersisa Valencia dan Ragnar di tengah bengkel yang remang-remang. Ragnar menatap Valencia dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan senyum miring yang provokatif.

"Penyelamat yang cantik," gumam Ragnar. Ia melangkah maju, memperpendek jarak hingga dada bidangnya hampir bersentuhan dengan bahu Valencia. "Apa harganya untuk saya?"

"Harga diri kamu," sahut Valencia tanpa berkedip. Ia menyodorkan dokumen pernikahan di atas meja kerja yang berkarat. "Tanda tangani ini. Kamu akan tinggal di tempat layak, utang ayah kamu lunas, dan sebagai gantinya, kamu menjadi suami pajangan I."

Ragnar mengambil dokumen itu, membacanya sekilas, lalu tertawa pendek. Ia mengambil pulpen dari tangan Valencia, namun sebelum menandatangani, ia menarik tangan Valencia. Ibu jarinya yang kasar mengusap pergelangan tangan Valencia yang halus dengan tekanan yang sengaja.

"Suami pajangan?" Ragnar menatap mata Valencia dengan intensitas yang dalam. "Hati-hati, Nona Valencia. Pajangan ini bisa menggigit."

Ragnar membubuhkan tanda tangan dengan gerakan kasar, lalu melemparkan kembali dokumen itu ke arah dada Valencia.

─────── ༺♡༻ ───────

Di dalam mobil mewah yang melaju menuju pusat kota, atmosfer berubah menjadi medan perang tanpa suara. Valencia duduk menyudut, berusaha menjaga jarak. Namun Ragnar justru duduk dengan santai, menyandarkan punggungnya dan merentangkan kedua tangannya di sandaran jok, seolah ia adalah pemilik sah dari kemewahan ini.

"Dengar, Ragnar," Valencia memulai, suaranya sedikit tertahan. "Di rumah I, You punya aturan. Jangan menyentuh I, jangan bicara kecuali I tanya."

"Wasiat itu bilang kita harus menikah secara sah, kan?" Ragnar memotong pembicaraan. Ia memutar tubuhnya menghadap Valencia. "Itu artinya saya punya hak atas banyak hal di hidup kamu."

Ragnar mendekatkan wajahnya ke arah leher Valencia. Ia bisa mencium aroma tubuh Valencia yang murni di balik kulit putihnya. Aroma jantan dari tubuh Ragnar yang belum mandi terasa begitu dominan, memenuhi kabin mobil yang sempit.

"Jangan pernah berpikir saya bisa dikendalikan dengan uang, Valencia," bisik Ragnar tepat di telinganya.

Mobil mengerem mendadak saat kerumunan wartawan menyergap di depan pintu gerbang utama. Tubuh Valencia terdorong ke depan dengan keras. Secara refleks, tangan Ragnar yang kuat segera melingkar di pinggang Valencia, menarik tubuh wanita itu hingga jatuh tepat ke atas pangkuannya.

Valencia tersentak, tangannya menempel kuat di dada Ragnar yang keras. Ia bisa merasakan detak jantung pria itu yang tenang, sangat kontras dengan napasnya sendiri yang memburu. Ragnar menatap Valencia dengan tatapan predator, tangannya meremas pinggang Valencia dengan posesif sebelum akhirnya melepaskannya saat pintu mobil dibuka dari luar.

"Selamat datang di neraka, suamiku," desis Valencia sambil merapikan gaunnya yang berantakan.

Ragnar turun dari mobil dengan senyum yang tidak hilang dari wajahnya. Ia menatap gedung pencakar langit di depannya seolah ia baru saja menemukan mangsa baru yang menarik untuk ditaklukkan.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 85

    Eksodus Abisal dan Pergeseran Realitas (Bagian 2)Saat Ragnar, Valencia, dan sang bayi melompat ke dalam pusaran merkuri, gravitasi seolah-olah berbalik arah, menarik setiap molekul tubuh mereka hingga terasa seperti benang cahaya yang halus.Mereka tidak lagi merasakan berat badan atau sentuhan air; sebaliknya, mereka terseret masuk ke dalam terowongan dimensi yang disebut "The Chronos-Tunnel", di mana waktu tidak lagi mengalir secara linear.Di dalam lorong cahaya yang memusingkan itu, Ragnar melihat kilasan sejarah masa lalu yang bertabrakan dengan bayangan masa depan—perang besar para Arsitek, pembangunan kota bawah laut, hingga kehancuran permukaan bumi.Sang bayi yang berada di dekapan Valencia bertindak sebagai navigator; setiap kali denyut jantungnya berdetak, arah cahaya di dalam terowongan tersebut bergeser, mencari celah di antara realitas yang retak.Ragnar melihat proyeksi dirinya sendiri dalam ribuan versi yang berbeda: satu di mana ia mati di Pulse Core, satu di mana ia

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 84

    Eksodus Abisal dan Pergeseran Realitas (Bagian 1)Gelombang kejut dari hantaman pertama bom antimateri Maya merobek lapisan luar Katedral, menciptakan distorsi gravitasi yang membuat lantai logam di bawah kaki Ragnar melengkung seperti kertas yang diremas.Suara alarm dari sisa-sisa sistem Elias memekik dalam frekuensi tinggi, memperingatkan bahwa integritas ruang di dalam The Forge sedang menuju kehancuran total dalam hitungan detik.Ragnar mendekap Valencia dan bayinya sekuat tenaga, namun ia menyadari bahwa pelarian fisik menggunakan kapal penyelamat sudah mustahil; air laut di luar sana telah berubah menjadi plasma panas yang akan menguapkan baja apa pun dalam sekejap."Tekanan gravitasi ini... ia mulai melipat dimensi di sekitar kita, Ragnar!" teriak Elias sambil berusaha menahan konsol kendali yang mulai mengeluarkan percikan api biru yang mematikan.Plafon katedral yang megah mulai rontok, menjatuhkan pilar-pilar kristal raksasa yang hancur berkeping-keping sebelum sempat menye

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 83

    Ritual di Jantung Katedral dan Pilihan Sang Pelindung (Bagian 2)Ragnar menyadari bahwa untuk melawan kekuatan janin yang bersifat digital-biologis ini, ia tidak bisa menggunakan senjata api, melainkan harus menggunakan "jangkar" dari darah dagingnya sendiri.Ia menarik belati taktisnya dan tanpa ragu menyayat telapak tangannya sendiri cukup dalam, membiarkan darah merah pekatnya yang telah terkontaminasi serum Guardians mengucur deras.Ragnar segera menempelkan telapak tangannya yang bersimbah darah itu tepat di atas perut Valencia yang membara, membiarkan cairan merahnya membasahi sirkuit hitam-emas yang sedang berpendar liar di sana."Ragnar... hhh... apa yang You lakukan?" rintih Valencia saat ia merasakan sensasi dingin dan kental dari darah suaminya mulai meresap ke dalam pori-pori kulitnya.Seketika, "The Singularity" di dalam rahim bereaksi hebat; darah Ragnar yang mengandung kode genetik murni sang ayah bertindak sebagai perisai biologis yang memaksa sang janin untuk kembali

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 82

    Ritual di Jantung Katedral dan Pilihan Sang Pelindung (Bagian 1)Elias melangkah dengan kaku menuju pusat piramida terbalik, menyeret kakinya yang sebagian besar telah menyatu dengan logam katedral, sementara suaranya menggema seperti logam yang beradu."Selamat datang di The Forge, tempat di mana garis antara pencipta dan ciptaan dihapuskan selamanya," ujar Elias sambil menyentuh altar utama yang terbuat dari kristal hitam.Ragnar memapah Valencia masuk ke dalam ruangan melingkar yang sangat luas, di mana di tengahnya terdapat sebuah kolam berisi merkuri cair yang berpendar dengan energi panas bumi murni yang memancarkan uap berwarna ungu keperakan.Begitu Valencia berada di tepian kolam, seluruh Katedral seolah-olah bernapas kembali; dinding-dinding kuno itu mulai berpendar dengan garis-garis cahaya yang mengikuti denyut jantung Valencia.Langit-langit ruangan yang semula gelap gulita mendadak berubah menjadi layar hologram raksasa yang menampilkan proyeksi rasi bintang kuno yang su

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 81

    Palung Tak Bertepi dan Suara dari Rahim (Bagian 2)Ragnar tidak bisa lagi hanya menjadi penonton saat melihat Valencia menderita dalam pergolakan batinnya, maka ia memutuskan untuk melakukan hal yang paling berbahaya: menyentuh pusat dari segala kekacauan itu.Ia berlutut di depan Valencia dan perlahan meletakkan telapak tangan besarnya tepat di atas perut istrinya yang terus berdenyut dengan pendar cahaya hitam-emas yang kontradiktif.Seketika, sebuah sengatan listrik statis menghantam telapak tangan Ragnar, namun ia menolak untuk melepaskannya, justru menekan lebih dalam untuk mencari resonansi dengan darah dagingnya sendiri.Pandangan Ragnar mendadak memutih, dan dalam sekejap, kesadarannya ditarik paksa masuk ke dalam sebuah ruang hampa yang disebut "The Neural Womb", sebuah dimensi mental yang diciptakan oleh sang janin.Di sana, Ragnar tidak melihat bayi yang mungil, melainkan sebuah proyeksi entitas raksasa yang tersusun dari jalinan saraf bercahaya dan kode-kode purba yang mel

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 80

    Palung Tak Bertepi dan Suara dari Rahim (bagian 1)Kapal penyelamat eksperimental itu terus meluncur turun melewati batas kedalaman 11.000 meter, memasuki kegelapan yang begitu pekat hingga cahaya dari lampu kabin terasa seperti redupnya lilin di tengah badai.Sistem navigasi mulai mengeluarkan suara dengingan statis yang tidak beraturan, menandakan bahwa mereka telah memasuki wilayah "The Void", sebuah palung tak bertepi yang secara teknis tidak tercatat dalam peta maritim dunia.Di wilayah ini, hukum fisika seolah-olah mulai melengkung, di mana tekanan air yang seharusnya meremukkan baja kapal justru terasa seperti gravitasi yang menarik mereka ke dimensi lain.Ragnar menempelkan telapak tangannya pada jendela observasi yang terbuat dari berlian sintetis, menyaksikan pemandangan yang membuat bulu kuduknya berdiri tegak.Di bawah sana, dasar samudra tidak dipenuhi oleh lumpur atau terumbu karang, melainkan oleh ribuan fosil mekanik raksasa yang tampak seperti bangkai naga logam dari

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 25

    PROTOKOL PERMAISURI HITAMLift baja itu meluncur turun melampaui kedalaman yang masuk akal bagi sebuah bunker militer standar. Bunyi desing mesin hidrolik di luar ruang logam itu berubah dari raungan kasar menjadi dengungan frekuensi tinggi yang menyakitkan telinga...whiiieee. Di dalam kotak logam

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 23

    BAYANG SANG ARSITEKKegelapan seketika menyapu bersih sisa-sisa keamanan di dalam bunker saat Ragnar menekan tombol pemutus arus utama. Ruangan medis yang semula steril kini berubah menjadi gua beton yang mencekam, di mana satu-satunya sumber cahaya hanyalah pendar biru pucat dari monitor keamanan,

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 17

    PENYATUAN DI BALIK KARATUdara di dalam gudang pelabuhan itu terasa dingin dan lembap, kontras dengan panas yang mulai membakar di antara tubuh Ragnar dan Valencia. Suara hujan yang menghantam atap seng menciptakan kebisingan statis yang seolah mengisolasi mereka dari dunia luar. Valencia terengah-

  • Jerat Rahasia Kapten Ragnar   Bab 14

    KLAIM SANG PREDATORMesin speedboat itu akhirnya menderu rendah, menyisakan suara kecipak air sungai yang menghantam lambung perahu di tengah kegelapan kabut. Napas Valencia masih tersengal, paru-parunya terasa terbakar oleh sisa asap bunker dan adrenalin yang belum juga surut. Ia mendekap tas beris

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status