分享

41. Terkejut.

作者: Pena Naima
last update publish date: 2026-05-25 04:13:28

Dilema.

Erika tertegun penuh tanya. Hanya bisa menatap ibu panti dengan wajah bingung. "Siapa dia, Bu?"

Dengan senyum yang menenangkan, wanita itu menjawab, "Kenapa kamu tidak menemuinya?" tanyanya dengan mata yang mulai basah. "Apa kamu tidak rindu pada ibumu?"

Erika kembali menatap sosok wanita yang sudah berdiri.

Erika kembali menatap sosok wanita yang sudah berdiri. Waktu seolah melambat.

Langkah wanita itu ragu, seakan ingin maju, namun takut ditolak.

Matanya tidak lepas dari wajah Erik
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Jerat Skandal CEO    44. bahagia

    "Aaahhh!"Laura mendesah. Mulutnya menganga. Kedua tangannya berpegangan pada kedua lengan Darwin yang begitu bringas menggerayangi tubuhnya. Bagian intinya bahkan sudah terasa sakit karena sudah terlalu lama bermain."Aahh, Darwin ... aaaahh!"Desahan Laura tak lagi mampu dibendung. Hentakan demi hentakan yang Darwin lancarkan semakin membuatnya terlena.Begitupun Darwin. Pria itu menatap wajah Laura yang semakin membuatnya kecanduan. Mata wanita itu terbuka sekejap lalu memejam lagi. "Aah, aku suka, Laura, aaaahhh ...."Dengan tenaga penuh, Darwin menghentakkan miliknya semakin dalam pada inti milik Laura. Membuat wanita itu menganga, mendesah penuh kenikmatan.Entah berapa kali mereka melakukannya semalaman. Hingga malam berganti siang, Laura membuka matanya. Mengerjap beberapa kali, kemudian menelaah tempat ia berbaring saat ini. Wanita itu menyentuh kepala sendiri, kemudian bangun perlahan. "Astaga ... aku di mana?"Perlahan, Laura mengangkat wajah. Mengedarkan pandangan ke selur

  • Jerat Skandal CEO    43. Terpisah

    Rebo berjalan cepat menyusuri lorong menuju ruang kerjanya. Bersama Nico, keduanya tampak begitu serius, seolah tengah menghadapi masalah berat.Ketika memasuki ruangan, Reno langsung menuju kursi kebesaran, sambil berkata, "Nico, aku minta sebaiknya bergerak lebih cepat. Laura sudah sulit dikendalikan."Nico mengangguk. "Baik, Pak," jawabnya patuh. "Tapi ... apa rencana anda selanjutnya?"Reno memijit dagu. Seolah berpikir terlalu lama. "Aku akan segera menikahi Laura."Nico tercengang. "Pak, tapi dia ...."Reno mendongak. Memotong kalimat yang hendak Nico ucapkan. "Karena itu, kau harus bergerak lebih cepat. Sepertinya, ada yang dia tutupi dariku."Nico mengerutkan keningnya. Mencoba menerka apa yang tengah direncanakan Laura. "Pak, kalau boleh izinkan aku menyelidiki semuanya tentang Laura.""Tentu aku izinkan, asalkan kau harus hati-hati sepertinya dia punya orang kuat di belakangnya," kata Reno.Nico membungkuk patuh. "Baik," ucapnya. "Aku sudah mengirimkan hadiah untuk anda, buk

  • Jerat Skandal CEO    42. Rencana baru.

    Laura muncul bagaikan hantu. Sampai-sampai kedatangannya cukup mengagetkan Reno dan Nico."Ada apa?" tanya Reno datar.Laura tersenyum, sempat melirik Nico sejenak, kemudian meraih tangan Reno. "Aku datang ke mari untuk membicarakan pernikahan kita."Reno dan Nico saling menatap satu sama lain.Nico merasa bukan saat baginya untuk ikut campur. Ia pun berpamitan. "Aku harus segera pergi, permisi," ucapnya sopan.Reno mengangguk samar. "Baiklah, terimakasih untuk hari ini, Nico, aku sangat mengandalkan mu," ucap Reno."Sama-sama, Pak. Aku permisi dulu."Nico pergi, Laura semakin leluasa menjalankan rencananya.Reno menatap wanita di sampingnya. "Tadi kau bilang, pernikahan? tanya Reno dengan kening mengerut.Sambil cengengesan, Laura menjawab, "Iya, pernikahan."Reno terdiam. Masih menerka apa yang tengah direncanakan Laura. "Kita bicara di dalam saja," ucapnya seraya berbalik memasuki lift dasar.Laura bergegas mengikuti pria itu dan masuk bersama ke dalam lift.Tring!Pintu lift terbu

  • Jerat Skandal CEO    41. Terkejut.

    Dilema.Erika tertegun penuh tanya. Hanya bisa menatap ibu panti dengan wajah bingung. "Siapa dia, Bu?" Dengan senyum yang menenangkan, wanita itu menjawab, "Kenapa kamu tidak menemuinya?" tanyanya dengan mata yang mulai basah. "Apa kamu tidak rindu pada ibumu?"Erika kembali menatap sosok wanita yang sudah berdiri. Erika kembali menatap sosok wanita yang sudah berdiri. Waktu seolah melambat.Langkah wanita itu ragu, seakan ingin maju, namun takut ditolak. Matanya tidak lepas dari wajah Erika, penuh harap sekaligus cemas. Tangan yang terulur setengah jalan itu bergetar pelan, lalu menggantung di udara.Erika mengernyit. Dadanya tiba-tiba terasa sesak, seperti ada sesuatu yang ingin keluar tapi tertahan kuat."Ibu?" suaranya lirih, nyaris tak terdengar.Ibu panti mengangguk. Ia tidak bisa melepas rasa haru yang begitu tumpah ruah dalam hatinya. Bagaimana tidak, hanya Erika yang beruntung dijemput kembali oleh ibu kandungnya. Sedangkan anak yang lain, entah akan seperti apa nasib dan

  • Jerat Skandal CEO    40. Konflik Batin Erika.

    Laura tidak menunda waktu. Bahkan pada saat rangkaian spa belum selesai, ia memutuskan segera pulang. Hari sudah berganti, di dalam toilet kamarnya, ia sedang menunggu hasil tes pack dengan jantung tak beraturan. Jika dugaannya benar, matilah ia. Dan rencananya akan kacau balau. Bagaimana tidak, selama ia melakukan hubungan intim dengan Reno, pria itu tidak pernah mengeluarkan cairannya di dalam. Jadi jika dia sampai tahu dirinya hamil, sudah pasti akan tamat. Tidak membutuhkan waktu lama, Laura membanting alat kecil itu. "Euukhhh, sial!" rutuknya saat hasil tes menunjukkan tanda positif. Wanita itu mondar-mandir di dalam kamar mandi sambil memegangi kepalanya. "Tidak, aku harus segera menggugurkannya, harus." Beberapa saat kemudian, ia keluar dari kamar mandi Dengan wajah kacau. Mendekati ranjang saat ia melihat ponselnya menyala. Nama Darwin tertera di layar, wanita itu mendengus. "Apa aku hamil anak dia?" Laura berusaha mengingat-ingat dengan siapa saja ia melakukan hu

  • Jerat Skandal CEO    39. Rindu.

    Satu bulan berlalu. Setelah kepergian Erika, Keadaan kembali seperti semula. Pagi ini, Reno bangun kesiangan. Malas sekali walau hanya untuk berangkat ke kantor. Tapi ia selalu dituntut harus sempurna dalam segala hal. Dengan tubuh yang masih terbalut piyama garis salur hitam, ia membuka lemari es. Mengambil air putih dan segera menuangkannya ke dalam gelas. Rambutnya berantakan. Wajahnya pun belum sempat ia bersihkan. Reno meneguk air hingga habis satu gelas penuh. Sejenak, pria itu terdiam sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Sudah satu bulan tapi rindu itu begitu menyesakkan dada. Entah di mana Erika sekarang. Sejak kepergiannya hari itu, ia kehilangan segalanya. Semua akses kontak telah diblokir. Bel pintu berbunyi. Reno berjalan malas ke depan. Begitu melihat kakeknya dari layar interkom, langkah Reno terhenti sejenak. Raut wajahnya berubah kesal. Pagi yang sudah terasa berat itu mendadak semakin sesak. Ia menghela napas panjang sebelum akhirnya menekan tomb

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status