Share

Jiwa Istriku Dari Dunia Lain
Jiwa Istriku Dari Dunia Lain
Penulis: Wrold tree

Bab 1. Transimigrasi

Penulis: Wrold tree
last update Tanggal publikasi: 2026-08-05 18:00:07

Di sebuah rumah besar nan mewah, seorang pria tinggi yang tampan, tampak menatap wanita berambut coklat di depannya dengan dingin. Matanya memancarkan rasa jijik dan kebencian. Sedangkan si wanita hanya bisa menunduk sedih.

"Su-Suamiku, hati-hati di jalan," ujar wanita itu dengan ragu-ragu.

"Aila, tidak perlu menunjukkan perhatian yang tidak perlu. Kau hanya membuatku muak. Jika kau begitu perduli padaku, menghilang saja dari hidupku selamanya," ujar pria yang dipanggil Suami oleh wanita bernama Aila itu.

Setelah melontarkan kata-kata kejam, si pria dengan rambut hitam yang sedikit dihiasi warna merah itu, pergi meninggalkan Aila yang tengah menahan tangis.

"Hiks...Hiks...Kyle, jika saja keinginanmu menjadi nyata, aku akan dengan senang hati menghilang dari hidupmu," ujar Aila dengan nada lirih.

Tak lama kemudian, kepala Pelayan datang dan mengatakan kepada Aila, kalau mobil sudah disiapkan. Hari itu, Aila berniat mengunjungi salah satu panti asuhan untuk mengurus donasi.

"Nyonya muda, harap anda berhati-hati di jalan," ujar kepala pelayan.

"Terima kasih, Pak Dana," Aila tampak tersenyum sangat manis.

Saat melihat Aila masuk ke dalam mobil, tiba-tiba saja perasaan gelisah memenuhi hati Pak Dana."Semoga saja Nyonya muda pulang dengan selamat," gumamnya.

Siapa sangka, satu jam setelah keberangkatan Aila, panggilan darurat dari rumah sakit langsung diterima oleh Pak Dana. Pihak rumah sakit mengatakan, Nyonya muda keluarga Gerald mengalami kecelakaan maut yang membuatnya dalam keadaan koma untuk saat ini.

"Tuan, bisakah bawa saya juga bersama anda," ujar Pak Dana.

"Hum. Ikut saja," jawab Kyle yang baru saja pulang dari kantor.

Setibanya mereka di rumah sakit, Dokter menjelaskan kalau sebagian besar organ dalam Aila telah rusak akibat benturan yang kuat.

"Maafkan aku, Kyle. Aku hanya bisa mengatakan, jika dalam tujuh hari Istrimu belum sadar, siapkan saja pemakamannya," ujar Dokter muda bernama Adam.

Mendengar hal itu, Kyle tiba-tiba merasa dadanya sedikit berdenyut.

"Aku tidak bermaksud mengatakan kata-kata keji itu sebelumnya," gumam Kyle.

Sedangkan di dunia lain sana, tepatnya di kerajaan Avenus. Seorang wanita cantik dengan rambut coklat bergelombang, tampak mengenakan gaun merah dengan tudung putih menyamarkan wajah cantiknya.

"Wanita suci, waktunya anda melaksanakan perintah Dewa," ujar salah seorang pendeta kuil.

"Aku akan segera ke altar," sahut sang wanita suci.

Begitu pendeta meninggalkan wanita suci sendirian, sang wanita suci menatap cermin di depannya sembari menghela nafas pelan.

"Wanita suci. Semua orang memanggilku begitu. Tidak punya nama. Tidak ada cinta dalam hidupku. Tidak ada keluarga. Bahkan aku tidak memiliki tujuan lain dalam hidupku selain mengabdi pada Dewa sialan yang bahkan tidak pernah ku lihat wujudnya," gerutu si wanita suci.

Setelah selesai menggerutu, wanita suci langsung berjalan keluar menuju altar.

"Kenapa kau lama sekali datangnya," bisik Uskup agung.

"Maafkan saya, Uskup agung. Tadi, saya sedikit melamun," sahut si wanita suci.

"Segera ke altar dan meramal lah! Donasi hari ini tergantung padamu," bisik Uskup Agung lagi.

Dalam hati, wanita suci menggerutu."Dasar munafik. Terus menerus menggunakan ku untuk menghasilkan uang donasi dari para bangsawan! Mati saja dan pergilah ke neraka!"

Setelah wanita suci berdiri di tengah-tengah altar yang dikelilingi para bangsawan, ia mulai mengangkat kedua tangannya ke arah langit.

"Ohhh~ Dewa Aventos. Tunjukkan pada hambamu yang taat ini, bagaimana masa depan para hambamu yang lain!" seru sang wanita suci.

Tak lama kemudian, cahaya yang sangat terang mulai turun dan menyinari tepat di atas sang wanita suci. Bersamaan dengan itu, rasa kantuk yang sangat berat mulai menghujani wanita suci tersebut.

"Ada apa ini? Kenapa aku sangat mengantuk?" ujar wanita suci.

Menyadari kekuatan ilahi nya menipis, si wanita suci baru mengingat kalau hari ini dia sudah meramal begitu banyak orang. Selain itu, dia juga melakukan pemberkatan berkali-kali, yang membuatnya sangat kekurangan waktu istirahat.

"Ahhh~ apa mungkin, aku akan mati karena kelelahan bekerja?" gumam si wanita suci.

Dan benar saja. Tepat setelah ia melihat masa depan para bangsawan, si wanita suci langsung ambruk dengan darah yang menyembur banyak dari mulutnya.

"Persetan dengan kerajaan ini. Karena kalian, para bangsawan yang serakah. Kerajaan ini akan segera runtuh," ujar sang wanita suci tepat sebelum kematiannya.

Di lain sisi, enam hari telah berlalu di dunia modern. Aila tak kunjung bangun. Dokter sendiri mengatakan, kalau tidak ada tanda-tanda Aila akan terbangun. Kyle pun terpaksa menyiapkan pemakaman.

"Tuan, apakah Nyonya benar-benar mati?" tanya kepala Pelayan.

"Kata Adam, begitu hari ketujuh, semua tanda kehidupn Aila akan menghilang," sahut Kyle.

"Bahkan Dokter Adam pun tidak bisa menyelamatkan Nyonya muda. Tidak bisakah keajaiban terjadi," ucap Pak Dana dengan raut sedih.

"Andai saja keajaiban benar-benar terjadi. Walau aku membencinya, aku juga tidak mengharapkan kematiannya secepat ini," batin Kyle.

Seolah langit menjawab doa Kyle. Malam harinya, Kyle yang baru saja tiba di mansion, terpaksa kembali ke rumah sakit karena mendapat panggilan dari dokter kalau Aila sudah sadar.

"Dimana aku? Tempat apa ini?" ujar Aila yang tampak ling-lung.

Saat Kyle datang, ia tercengang melihat Aila duduk di ranjang pasien dengan wajah pucat pasi.

"A-Aila, kau sudah sadar," ujar Kyle dengan suara yang sedikit bergetar.

"Aila? Aku?" tanya Aila sambil menunjuk ke dirinya sendiri.

Pak Dana dan Kyle saling melirik ke arah satu sama lain, lalu Pak Dana pergi untuk memanggil Dokter.

"Aila, kau tidak perlu berpura-pura seperti ini untuk menarik pehatianku," ujar Kyle.

"Haa?! Menarik perhatianmu?! Memangnya kau siapa? Kaisar saja tidak ku perdulikan," jawab Aila dengan raut nyolot.

"Kau!" Kyle tampak menunjuk ke arah Aila dengan kesal.

"Tuan, Dokter di sini," ujar Pak Dana yang baru saja tiba bersama Dokter Adam.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Jiwa Istriku Dari Dunia Lain   22.Mengintip masa depan

    Melihat Aila membeku, Kyle mulai mengulurkan tangannya, lalu mengusap pelan setitik Air yang menetes ke ujung hidung Aila tadi. "Aila, kenapa kau diam saja? Apa aku terlalu mempesona sampai kau kehabisan kata-kata?" goda Kyle. Aila yang tersadar, akhirnya merasa sangat malu. Dengan cepat ia mendorong Kyle ke samping, sampai posisi mereka tidur bersebelahan. "Aku belum pakai baju. Tapi Istriku ini tidak sabar sekali. Apa kau ingin melakukannya sekarang?" goda Kyle sambil beranjak bangun. "Me-Memangnya siapa yang mau melakukannya! Aku hanya ingin kau turun dari atas ku saja," bantah Aila dengan suara yang semakin merendah. Kyle tampak menikmati setiap reaksi Aila yang dianggapnya lucu. Sebelum melanjutkan aksinya, Kyle lebih dulu mengenakan pakaiannya tanpa meninggalka

  • Jiwa Istriku Dari Dunia Lain   21.Semakin manis

    Desi tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Desi pun mulai duduk jongkok di depan Aila, lalu menatap lurus ke arah Nyonya mudanya itu. "Nyonya, apa barusan saya salah dengar?" tanya Desi. "Tidak. Kau tidak salah dengar," jawab Aila. Karena terlalu terkejut, Desi sontak berdiri."Lelaki mana yang anda nodai, Nyonya?!" pekik Desi. Aila ikut terkejut karena Desi tiba-tiba berseru. Dengan cepat Aila menutup mulut Desi, sembari melirik ke arah kiri dan kanan. "Desi, suaramu terlalu kencang," bisik Aila setelah memastikan tidak ada orang di sekitar mereka. "Ma-Maafkan saya, Nyonya muda. Saya terlalu terkejut," jawab Desi sambil menggaruk kepalanya. Aila kembali duduk sambil menghela nafas pelan."Hahh~ Aku harus bagaimana, Desi?" "Jadi, an

  • Jiwa Istriku Dari Dunia Lain   20.Kyle usil

    Berhubung Kyle belum bangun, dengan air liur yang hampir menetes, Aila mengulurkan tangannya ke dada bidang milik Kyle. Aila berharap bisa menyentuh daging empuk yang kekar itu. "Do-Dosa ini, bolehkah wanita suci sepertiku memegangnya?" batin Aila. Tepat sebelum Aila berhasil menempelkan tangannya di dada Kyle, Kyle sudah terbangun. "Apa kau masih ingin tanganmu utuh?" tanya Kyle, membuat Aila spontan menarik kembali uluran tangannya. Aila buru-buru bangkit dari tidurnya, lalu tampak merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Kyle terus menatap Aila, mengamati bagaimana sikap Aila pagi ini. Sementara Aila terus mengalihkan pandangannya, takut Kyle akan mencongkel bola matanya jika sampai dia melirik sedikit saja.

  • Jiwa Istriku Dari Dunia Lain   19.Dosa yang manis

    GLUP~ Kyle terus menelan ludahnya. Sementara Aila terus duduk di pangkuan Kyle sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Kyle. "Tu-Tuan muda, kita sudah sampai," ujar Supir. Kyle langsung membopong Aila dan keluar dari mobil. Sepanjang koridor Aila terus menempel pada Kyle karena wangi Kyle yang sangat Aila sukai. Pemandangan tersebut, membuat para Pelayan sangat senang. Selama ini, hubungan majikan mereka sangatlah dingin, sampai tidak pernah terlihat seperti suami istri. "Akhirnya....Nyonya muda berhasil memenangkan hati Tuan Muda," bisik salah satu pelayan. "Iya, aku turut senang. Sejak kecelakaan waktu itu, Nyonya muda juga berubah," sahut Pelayan satunya lagi. "Kau benar! Nyonya muda jadi lebih berkarisma. Tidak seperti du

  • Jiwa Istriku Dari Dunia Lain   18.Tahan Kyle

    Aila tidak suka dengan sikap Mary. Mary jelas-jelas menghinanya, dan di saat yang bersamaan, Mary membuat semua orang berpikir Aila adalah perempuan yang berpikiran sempit. Tapi ekspresi Mary tidak tampak seperti orang yang menindas, melainkan orang yang ditindas."Dasar rubah licik berlidah licin," batin Aila.Dengan tampang malang, Mary mencoba memojokkan Aila."Kak, jangan cemburu. Aku dan Kak Kyle tidak seperti yang kau pikirkan." "Mary, kenapa kau berpikir aku cemburu pada hubunganmu dan Suamiku? Memangnya, kau itu siapa?" tanya Aila sembari mendekati Mary dan menatap langsung ke matanya Mary. Mary mulai gugup."It-Itu....semua orang juga tahu, kalau aku teman masa kecil Kak Kyle. Bagi Kak Kyle, aku sudah seperti adik kandungnya. Jadi...." "Jadi, sebagai seorang wanita yang dianggap Adik kandung oleh suami

  • Jiwa Istriku Dari Dunia Lain   17.pesta amal part2

    Tanpa pengawasan dari Kyle, Aila membuat masalah dengan salah satu keponakan Tuan Rahman, yaitu Nona Gia. "Bagaimana bisa seorang Nyonya muda bicara sembarangan begitu!" seru Gia. "Sembarangan? Kenapa kau begitu yakin kalau aku berkata sembarangan?" sahut Aila. Teriakan Gia tadi, memicu rasa penasaran sebagian besar orang yang hadir di pesta amal. Mereka tidak menghampiri secara langsung, tapi telinga mereka terpasang dengan baik untuk mendengar percakapan keduanya. Melihat bagaimana reaksi setiap tamu yang menyimak dalam diam, Aila pikir dunia yang ia tempati saat ini akan berbeda. Rupanya, sama saja dengan dunia sosialita di kerajaan avenus dulu.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status