Share

BAB 7

Author: MasYB
last update publish date: 2026-06-15 20:00:18

Kabar mengenai dicopotnya jabatan Mandor Wang dan bagaimana ia diturunkan pangkatnya menjadi kuli panggul semen biasa menyebar ke seantero lokasi proyek Su Group secepat angin badai. Para pekerja kasar yang biasanya tunduk ketakutan di bawah makian pria tambun itu, kini hanya bisa menahan senyum saat melihat Wang—dengan kemeja safari ketatnya yang kini basah kuyup oleh peluh—terengah-engah memanggul satu karung semen seberat lima puluh kilogram di bawah terik matahari.

Sementara itu, Chen Fan menikmati hak istimewanya. Sesuai perintah Direktur Li, dia diberikan libur tiga hari dengan upah penuh.

Namun, Chen Fan tidak menggunakan waktu tersebut untuk bermalas-malasan. Dengan sepuluh lembar uang pecahan besar yang diperas dari dompet Mandor Wang kemarin, Chen Fan melangkah menyusuri jalanan distrik perdagangan sekunder Kota Jiangnan. Tujuannya hanya satu: mencari bahan herbal tambahan untuk mengonsolidasikan ranah Kondensasi Qi Tingkat 3 miliknya.

Selama dua hari penuh, Chen Fan menghabiskan waktu bertapa di kamar kontrakannya yang sempit. Energi spiritual dari Pil Pembersih Sumsum yang tersisa di dalam meridiannya telah diserap sepenuhnya. Kulitnya kini semakin bersih, dan jika dia melepaskan teknik kamuflasenya, setiap pori tubuhnya memancarkan kehangatan energi Yang yang luar biasa padat.

Pada hari ketiga liburannya, Chen Fan memutuskan untuk kembali ke lokasi proyek. Dia tahu bahwa menghilang terlalu lama hanya akan menimbulkan kecurigaan dari pihak manajemen pusat Su Group. Selain itu, metode kultivasi Kultivasi Melebur ke Dunia Fana membutuhkan kontinuitas mentalitas. Dia harus tetap merasakan beratnya beban fisik fana untuk mengasah jiwanya.

Sore itu, langit di atas area proyek tampak agak mendung. Awan abu-abu tebal berarak rendah, membawa hawa lembap yang menekan dada.

Chen Fan, kembali mengenakan wujud Xiao Chen yang lugu dengan singlet putih pudar dan celana penuh bercak semen, sedang sibuk merapikan tumpukan besi siku di dekat koridor utama lantai satu. Langkah kakinya yang disengaja lambat dan berat membuatnya terlihat sama dengan ratusan kuli lainnya.

Bzzzz—

Tiba-tiba, suara deru mesin mobil mewah yang sangat halus memecah keheningan sore. Sebuah Porsche Panamera hitam metalik meluncur lambat memasuki area proyek, diikuti oleh tiga mobil sedan pengawal di belakangnya. Itu adalah iring-iringan mobil Su Qingxue.

Hanya tiga hari setelah melewati gerbang kematian di rumah sakit, CEO wanita yang terkenal ambisius dan gila kerja itu sudah kembali turun ke lapangan untuk memeriksa proyek strategisnya. Bagi Su Qingxue, proyek gedung pencakar langit ini adalah pembuktian dirinya di hadapan dewan direksi Su Group bahwa dia layak menjadi penerus tunggal sang ayah.

"Cepat! Cepat baris! Nona Besar datang!" Mandor baru yang menggantikan Wang berteriak panik, mengomando para staf administrasi untuk menyambut sang CEO.

Pintu Porsche terbuka. Seorang pengawal berjas hitam bergegas membukakan payung hitam besar, meskipun hujan belum turun. Su Qingxue melangkah turun dari mobil.

Hari ini, dia mengenakan setelan celana panjang formal berwarna putih pudar dan kemeja sutra hitam tipis. Wajahnya yang secantik dewi tampak sedikit lebih segar dibandingkan tiga hari lalu, berkat sisa kehangatan energi Yang Murni Naga Langit yang disalurkan Chen Fan ke dalam dadanya. Namun, ekspresi matanya tetap sedingin es, menjaga jarak absolut dengan siapa pun yang berada di sekitarnya.

Su Qingxue berjalan melewati barisan staf yang membungkuk hormat. Matanya melirik sekilas ke sekeliling lapangan proyek, seolah mencari sesuatu—atau seseorang.

Sejak tersadar dari komanya di rumah sakit, wajah kuli lugu yang memberikan ramuan botol bambu itu terus menari-nari di dalam benaknya. Dokter mengatakan itu adalah keajaiban ramuan herbal desa, namun insting wanitanya yang tajam merasakan ada sesuatu yang jauh lebih besar dan misterius di balik sosok pemuda bernama Chen Fan tersebut.

"Mana Xiao Chen?" tanya Su Qingxue tiba-tiba dengan suara datarnya yang dingin, menghentikan langkah sang mandor baru.

Mandor baru itu tersentak, keringat dingin langsung membasahi pelipisnya. "Ah... Master Chen? Beliau... beliau sedang ada di area penyimpanan besi di sebelah sana, Nona Besar. Apakah Anda ingin saya memanggilnya?"

"Tidak perlu. Aku akan memeriksa area fondasi barat, jalan lewat sana saja," jawab Su Qingxue dingin, melangkah mendahului rombongan menuju arah koridor tempat Chen Fan berada.

Chen Fan, yang indra spiritualnya sudah menangkap pembicaraan tersebut dari jarak lima puluh meter, menghela napas di dalam hati. ‘Wanita ini... kenapa dia malah mencariku? Energi Yang yang kutinggalkan di tubuhnya seharusnya masih cukup untuk menstabilkan penyakitnya selama tiga minggu lagi. Apakah dia mendeteksi sesuatu?’

Chen Fan segera mempercepat gerakannya memindahkan besi siku, berpura-pura tidak menyadari kedatangan rombongan besar tersebut. Dia berjongkok membelakangi jalur jalan, membiarkan punggungnya yang lebar terekspos debu semen.

"Nona Besar, lewat sini... Hati-hati langkah Anda, lantainya agak berkerikil," ucap sang mandor baru dengan nada menjilat yang kental.

Su Qingxue berjalan memasuki koridor terbuka tersebut. Namun, tepat ketika dia berada sekitar lima langkah di belakang punggung Chen Fan, langit Jiangnan yang sedari tadi mendung mendadak bergemuruh hebat.

DUARRR!!!

Suara petir yang menggelegar dahsyat itu berdentum tepat di atas kompleks bangunan, memicu fluktuasi medan energi alami di udara secara instan. Bagi manusia biasa, itu hanya suara guntur biasa yang mengejutkan. Namun bagi Su Qingxue, yang memiliki tubuh Sembilan Tubuh Yin Dingin, lonjakan listrik statis di udara akibat petir secara tidak sengaja memicu reaksi berantai di dalam meridian jiwanya yang rapuh.

Ugh!

Su Qingxue mendadak menghentikan langkahnya. Wajahnya yang cantik dalam sekejap berubah menjadi seputih kertas. Kedua tangannya refleks mencengkeram dadanya sendiri dengan sangat erat.

Hawa dingin es yang luar biasa ekstrem, yang selama tiga hari ini tertidur pulas berkat energi Chen Fan, mendadak bangkit kembali dengan ganas. Hawa es itu mengamuk, melesat keluar dari Dantian-nya dan langsung membekukan aliran darah menuju jantungnya.

"Nona Besar?!" Pengawal pribadi dan mandor baru berteriak panik melihat Su Qingxue tiba-kira limbung.

Pandangan mata Su Qingxue mendadak buram dan menggelap. Rasa sakit yang menusuk-nusuk bagaikan ribuan jarum es raksasa di dalam dadanya membuatnya tidak bisa mengeluarkan suara sedikit pun. Tubuhnya yang ramping kehilangan seluruh keseimbangan, dan dia perlahan ambruk, jatuh lurus ke arah lantai beton kasar yang dipenuhi kerikil tajam di dekat tempat Chen Fan berjongkok.

"Gawat! Nona Su pingsan lagi!" para staf berteriak histeris. Para pengawal berjas hitam terlalu jauh di belakang untuk bisa menangkap tubuhnya yang jatuh dengan cepat.

Chen Fan, yang berada paling dekat, tahu bahwa jika dia membiarkan Su Qingxue jatuh ke lantai beton dengan kondisi tubuhnya yang sedang membeku, benturan fisik tersebut bisa memecahkan tulang rusuknya yang rapuh akibat tekanan hawa es.

‘Sial, tidak ada pilihan lain,’ batin Chen Fan.

Dengan gerakan yang terlihat seperti refleks panik seorang kuli yang ketakutan, Chen Fan membuang besi siku di tangannya hingga menimbulkan suara dentangan keras, lalu memutar tubuhnya dan menjulurkan kedua tangannya ke depan.

Sret!

Tepat sebelum wajah cantik Su Qingxue menghantam kerikil beton, tubuh rampingnya mendarat dengan pas di dalam dekapan sepasang lengan kokoh milik Chen Fan.

Chen Fan sengaja membiarkan dirinya ikut terjatuh berlutut di tanah, seolah-olah dia tidak kuat menahan berat tubuh sang CEO, demi menjaga penyamaran fisiknya. Namun, di saat tubuh mereka berbenturan secara fisik, sebuah ledakan energi yang dahsyat terjadi di tingkat spiritual.

Bzzzzz!!!

Begitu kulit tubuh Chen Fan yang mengandung esensi Yang Murni Naga Langit bersentuhan dengan tubuh Su Qingxue yang dipenuhi kabut Sembilan Yin Dingin, reaksi mutualisme kultivasi ganda yang legendaris langsung terpicu secara otomatis!

Bagi Su Qingxue, dekapan kuli berpakaian lusuh ini rasanya tidak seperti pelukan manusia biasa. Rasanya seolah-olah dia sedang didekap oleh matahari musim semi yang luar biasa hangat dan megah. Hawa es yang tadinya mengamuk menghancurkan jantungnya, begitu merasakan energi dari tubuh Chen Fan, langsung menjerit ketakutan dan mencair dengan kecepatan ekstrem, berubah menjadi aliran energi murni yang menenangkan di dalam tubuhnya.

Sedangkan bagi Chen Fan, efeknya jauh lebih mengejutkan.

Melalui kontak fisik yang erat ini, pori-pori kulitnya secara tidak sengaja menyerap seberkas kecil esensi Pure Yin murni dari tubuh Su Qingxue yang bocor keluar akibat serangan penyakit tadi. Esensi Yin murni tersebut masuk ke dalam meridian Chen Fan, langsung menyatu dengan energi Yang-nya yang agresif.

Hummm!

Di dalam Dantian Chen Fan, energi spiritual yang tadinya padat mendadak berputar dua kali lebih cepat. Basis kultivasinya yang baru saja stabil di Tingkat 3, mendadak bergejolak hebat dan mendorong fondasinya naik selangkah lebih dekat menuju Tingkat 4! Hanya dengan satu senggolan fisik tanpa melakukan hubungan intim yang sesungguhnya, efek fisiknya sudah se-monster ini!

‘Fisik Sembilan Yin Dingin ini... benar-benar tungku kultivasi (Cultivation Furnace) terbaik di dunia!’ batin Chen Fan terkejut sekaligus gembira luar biasa.

"Lepaskan Nona Besar! Kuli lancang!"

Suara bentakan keras dari pengawal pribadi Su Qingxue memecah keheningan spiritual tersebut. Dua orang pengawal berbadan kekar langsung maju dan mencengkeram pundak Chen Fan, berniat menariknya menjauh dan menghajarnya karena berani menyentuh tubuh suci sang CEO.

Chen Fan segera mengembalikan wajah "lugu, panik, dan ketakutan"-nya. Dia melepaskan pelukannya dengan terburu-buru, lalu merangkak mundur beberapa langkah di atas tanah berdebu sambil mengangkat kedua tangannya.

"Ma-Maaf! Maaf! Saya tidak bermaksud lancang! Tadi Nona Besar tiba-tiba jatuh, saya... saya cuma takut wajah Nona Besar terluka kena batu!" seru Chen Fan dengan suara cemas yang bergetar hebat, aktingnya begitu natural hingga tidak ada yang meragukannya.

Su Qingxue yang kini terduduk di lantai beton yang bersih dari es, perlahan membuka matanya. Rasa sakit yang menusuk di dadanya telah hilang total, digantikan oleh kehangatan batin yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya.

Dia menatap telapak tangannya yang masih menyisakan sensasi hangat dari sentuhan kulit Chen Fan tadi. Kali ini, dia tidak bisa lagi membohongi dirinya sendiri. Kuli bangunan berpakaian pudar yang kini sedang bersujud ketakutan di depannya... memiliki rahasia besar yang memegang kunci atas hidup dan matinya!

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 160

    ​Jejak cahaya keemasan yang ditinggalkan oleh tebasan Pedang Pemusnah Bintang perlahan memudar di tepian terjauh kuadran selatan galaksi. Ruang hampa di sekitar bekas celah dimensi hampa kini kembali bersih, tenang, dan steril dari segala bentuk ancaman purba. Tidak ada lagi sisa-sisa energi hitam kelam, tidak ada lagi lolongan monster dari dimensi luar, dan tidak ada lagi riak-riak anomali yang mampu mengganggu stabilitas tata surya.​Chen Fan melayang tegak di atas lempengan asteroid yang membeku di angkasa hampa. Jubah kekaisaran hitam keemasan dengan sulaman naga primordial yang ia kenakan berkibar perlahan diterpa angin solar yang lembut. Di telapak tangan kanannya, bilah pedang legendaris itu berdengung pelan, memancarkan pendaran emas murni sebelum akhirnya menyatu kembali ke dalam dimensi pribadinya tanpa suara.​Bagi para kultivator tingkat tinggi, dewa-dewa astral, dan penguasa sekte galaksi luar yang mengamati sisa-sisa pertempuran dari kejauhan, apa yang dilakuka

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 161

    ​Matahari pagi kembali menampakkan wujudnya di ufuk timur Kota Jiangnan, menyapukan bias cahaya keemasan yang hangat dan menyegarkan ke seluruh penjuru kota. Embun pagi tampak berkilauan bagaikan jutaan butir berlian kecil yang menempel di ujung-ujung daun pohon mangga serta bilah-bilah rumput hijau di halaman Panti Asuhan Kasih Bunda. Udara pagi musim gugur berembus pelan, membawa aroma harum tanah basah yang berpadu dengan wangi masakan rumahan dari dapur yayasan yang mengepulkan asap tipis ke udara, menciptakan suasana kedamaian yang begitu kental dan menenteramkan jiwa.​Di dalam kamar lantai dua, Lin Ruoxi mengerjap perlahan, terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang luar biasa bugar dan damai. Sisa-sisa gelombang energi spiritual dari teknik Kultivasi Ganda yang ia lakukan bersama suaminya masih mengalir lembut di dalam meridian tubuhnya, membuat setiap inci aliran darah dan pernapasannya terasa sangat ringan. Pendaran alami dari Tubuh Yin Kayu Giok di dalam dirinya mem

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 159

    ​Angin malam berembus pelan membawa kesejukan akhir bulan, menyapu halaman rumput hijau di kompleks Panti Asuhan Kasih Bunda. Di bawah temaram lampu teras yang hangat, suasana terasa begitu damai dan menenangkan. Chen Fan duduk bersandar di kursi kayu jati tua, menyesap perlahan teh hitam hangat di cangkirnya, sementara Lin Ruoxi tampak asyik mengawasi si kecil Chen Ping'an yang sedang belajar merangkak di atas karpet tebal ruang tengah. Tawa renyah balita itu bergema kecil, menciptakan melodi kebahagiaan yang menyapu bersih sisa-sisa kelelahan dari dunia luar.​Namun, di balik ketenangan fana yang menyelimuti bumi itu, indra spiritual tingkat tinggi milik sang Kaisar Alkemis mendadak menangkap pergesekan halus di dimensi tinggi yang melampaui batas pemahaman makhluk biasa.​Jauh di perbatasan paling luar galaksi bima sakti, tepatnya di tubir Dimensi Hampa Tanpa Batas—sebuah wilayah mati tempat hukum fisika, gravitasi, dan waktu kehilangan bentuk aslinya—segel-segel purba pr

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 158

    ​Matahari pagi di akhir Oktober 2026 kembali menyapukan bias cahaya keemasan yang hangat dan menyegarkan ke seluruh penjuru Kota Jiangnan. Embun pagi tampak berkilauan bagaikan jutaan butir berlian kecil yang menempel di ujung-ujung daun pohon mangga serta bilah-bilah rumput hijau di halaman Panti Asuhan Kasih Bunda. Udara pagi musim gugur berembus pelan, membawa aroma harum tanah basah yang berpadu dengan wangi masakan rumahan dari dapur yayasan yang mengepulkan asap tipis di udara, menciptakan suasana kedamaian yang begitu kental.​Di dalam kamar lantai dua, Lin Ruoxi mengerjap perlahan, terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang luar biasa bugar dan damai. Sisa-sisa gelombang energi spiritual dari teknik Kultivasi Ganda yang ia lakukan bersama suaminya masih mengalir lembut di dalam meridian tubuhnya, membuat setiap inci aliran darah dan pernapasannya terasa sangat ringan. Pendaran alami dari Tubuh Yin Kayu Giok di dalam dirinya memancarkan rona kemerahan yang sehat di kuli

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 157

    ​Matahari pagi di penghujung Oktober 2026 kembali menampakkan wujudnya di ufuk timur Kota Jiangnan, menyapukan bias cahaya keemasan yang hangat dan menyegarkan ke seluruh penjuru kota. Embun pagi tampak berkilauan bagaikan jutaan butir berlian kecil yang menempel di ujung-ujung daun pohon mangga serta bilah-bilah rumput hijau di halaman Panti Asuhan Kasih Bunda. Udara pagi musim gugur berembus pelan, membawa aroma harum tanah basah yang berpadu dengan wangi masakan rumahan dari dapur yayasan yang mengepulkan asap tipis di udara.​Di dalam kamar lantai dua, Lin Ruoxi mengerjap perlahan, terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang luar biasa bugar dan damai. Sisa-sisa gelombang energi spiritual dari teknik Kultivasi Ganda yang ia lakukan bersama suaminya beberapa waktu lalu masih mengalir lembut di dalam meridian tubuhnya, membuat setiap inci aliran darah dan pernapasannya terasa sangat ringan. Pendaran alami dari Tubuh Yin Kayu Giok di dalam dirinya memancarkan rona kemerahan ya

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 156

    ​Cahaya keemasan yang terpancar dari bilah Pedang Pemusnah Bintang menerangi kegelapan abadi di pusat Nebula Kuda Terbang, mengubah lautan gas kosmik yang semula kelam menjadi lautan pendar cemerlang yang memantulkan bayangan ribuan bintang. Chen Fan menggenggam gagang pusaka kuno itu dengan tangan kanannya. Getaran liar dari artefak tingkat dewa yang tadinya mengamuk hebat kini telah tunduk sepenuhnya, berdenyut selaras dengan detak jantung sang Kaisar Alkemis. Bagi entitas lain di alam semesta, memiliki senjata legendaris ini berarti memegang kendali atas kehancuran sebuah peradaban; namun bagi Chen Fan, pedang tersebut tidak lebih dari sebilah instrumen sederhana untuk membersihkan sisa-sisa kotoran kosmik yang berani mencemari keharmonisan semesta.​Ia melayangkan pandangannya menembus ruang hampa, melewati jutaan tahun cahaya, hingga kesadaran spiritualnya menyentuh batas luar tata surya bumi. Di sana, di sudut Kota Jiangnan yang tenang, perisai Imperial Absolute Domain ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status