LOGINKabar mengenai dicopotnya jabatan Mandor Wang dan bagaimana ia diturunkan pangkatnya menjadi kuli panggul semen biasa menyebar ke seantero lokasi proyek Su Group secepat angin badai. Para pekerja kasar yang biasanya tunduk ketakutan di bawah makian pria tambun itu, kini hanya bisa menahan senyum saat melihat Wang—dengan kemeja safari ketatnya yang kini basah kuyup oleh peluh—terengah-engah memanggul satu karung semen seberat lima puluh kilogram di bawah terik matahari.
Sementara itu, Chen Fan menikmati hak istimewanya. Sesuai perintah Direktur Li, dia diberikan libur tiga hari dengan upah penuh. Namun, Chen Fan tidak menggunakan waktu tersebut untuk bermalas-malasan. Dengan sepuluh lembar uang pecahan besar yang diperas dari dompet Mandor Wang kemarin, Chen Fan melangkah menyusuri jalanan distrik perdagangan sekunder Kota Jiangnan. Tujuannya hanya satu: mencari bahan herbal tambahan untuk mengonsolidasikan ranah Kondensasi Qi Tingkat 3 miliknya. Selama dua hari penuh, Chen Fan menghabiskan waktu bertapa di kamar kontrakannya yang sempit. Energi spiritual dari Pil Pembersih Sumsum yang tersisa di dalam meridiannya telah diserap sepenuhnya. Kulitnya kini semakin bersih, dan jika dia melepaskan teknik kamuflasenya, setiap pori tubuhnya memancarkan kehangatan energi Yang yang luar biasa padat. Pada hari ketiga liburannya, Chen Fan memutuskan untuk kembali ke lokasi proyek. Dia tahu bahwa menghilang terlalu lama hanya akan menimbulkan kecurigaan dari pihak manajemen pusat Su Group. Selain itu, metode kultivasi Kultivasi Melebur ke Dunia Fana membutuhkan kontinuitas mentalitas. Dia harus tetap merasakan beratnya beban fisik fana untuk mengasah jiwanya. Sore itu, langit di atas area proyek tampak agak mendung. Awan abu-abu tebal berarak rendah, membawa hawa lembap yang menekan dada. Chen Fan, kembali mengenakan wujud Xiao Chen yang lugu dengan singlet putih pudar dan celana penuh bercak semen, sedang sibuk merapikan tumpukan besi siku di dekat koridor utama lantai satu. Langkah kakinya yang disengaja lambat dan berat membuatnya terlihat sama dengan ratusan kuli lainnya. Bzzzz— Tiba-tiba, suara deru mesin mobil mewah yang sangat halus memecah keheningan sore. Sebuah Porsche Panamera hitam metalik meluncur lambat memasuki area proyek, diikuti oleh tiga mobil sedan pengawal di belakangnya. Itu adalah iring-iringan mobil Su Qingxue. Hanya tiga hari setelah melewati gerbang kematian di rumah sakit, CEO wanita yang terkenal ambisius dan gila kerja itu sudah kembali turun ke lapangan untuk memeriksa proyek strategisnya. Bagi Su Qingxue, proyek gedung pencakar langit ini adalah pembuktian dirinya di hadapan dewan direksi Su Group bahwa dia layak menjadi penerus tunggal sang ayah. "Cepat! Cepat baris! Nona Besar datang!" Mandor baru yang menggantikan Wang berteriak panik, mengomando para staf administrasi untuk menyambut sang CEO. Pintu Porsche terbuka. Seorang pengawal berjas hitam bergegas membukakan payung hitam besar, meskipun hujan belum turun. Su Qingxue melangkah turun dari mobil. Hari ini, dia mengenakan setelan celana panjang formal berwarna putih pudar dan kemeja sutra hitam tipis. Wajahnya yang secantik dewi tampak sedikit lebih segar dibandingkan tiga hari lalu, berkat sisa kehangatan energi Yang Murni Naga Langit yang disalurkan Chen Fan ke dalam dadanya. Namun, ekspresi matanya tetap sedingin es, menjaga jarak absolut dengan siapa pun yang berada di sekitarnya. Su Qingxue berjalan melewati barisan staf yang membungkuk hormat. Matanya melirik sekilas ke sekeliling lapangan proyek, seolah mencari sesuatu—atau seseorang. Sejak tersadar dari komanya di rumah sakit, wajah kuli lugu yang memberikan ramuan botol bambu itu terus menari-nari di dalam benaknya. Dokter mengatakan itu adalah keajaiban ramuan herbal desa, namun insting wanitanya yang tajam merasakan ada sesuatu yang jauh lebih besar dan misterius di balik sosok pemuda bernama Chen Fan tersebut. "Mana Xiao Chen?" tanya Su Qingxue tiba-tiba dengan suara datarnya yang dingin, menghentikan langkah sang mandor baru. Mandor baru itu tersentak, keringat dingin langsung membasahi pelipisnya. "Ah... Master Chen? Beliau... beliau sedang ada di area penyimpanan besi di sebelah sana, Nona Besar. Apakah Anda ingin saya memanggilnya?" "Tidak perlu. Aku akan memeriksa area fondasi barat, jalan lewat sana saja," jawab Su Qingxue dingin, melangkah mendahului rombongan menuju arah koridor tempat Chen Fan berada. Chen Fan, yang indra spiritualnya sudah menangkap pembicaraan tersebut dari jarak lima puluh meter, menghela napas di dalam hati. ‘Wanita ini... kenapa dia malah mencariku? Energi Yang yang kutinggalkan di tubuhnya seharusnya masih cukup untuk menstabilkan penyakitnya selama tiga minggu lagi. Apakah dia mendeteksi sesuatu?’ Chen Fan segera mempercepat gerakannya memindahkan besi siku, berpura-pura tidak menyadari kedatangan rombongan besar tersebut. Dia berjongkok membelakangi jalur jalan, membiarkan punggungnya yang lebar terekspos debu semen. "Nona Besar, lewat sini... Hati-hati langkah Anda, lantainya agak berkerikil," ucap sang mandor baru dengan nada menjilat yang kental. Su Qingxue berjalan memasuki koridor terbuka tersebut. Namun, tepat ketika dia berada sekitar lima langkah di belakang punggung Chen Fan, langit Jiangnan yang sedari tadi mendung mendadak bergemuruh hebat. DUARRR!!! Suara petir yang menggelegar dahsyat itu berdentum tepat di atas kompleks bangunan, memicu fluktuasi medan energi alami di udara secara instan. Bagi manusia biasa, itu hanya suara guntur biasa yang mengejutkan. Namun bagi Su Qingxue, yang memiliki tubuh Sembilan Tubuh Yin Dingin, lonjakan listrik statis di udara akibat petir secara tidak sengaja memicu reaksi berantai di dalam meridian jiwanya yang rapuh. Ugh! Su Qingxue mendadak menghentikan langkahnya. Wajahnya yang cantik dalam sekejap berubah menjadi seputih kertas. Kedua tangannya refleks mencengkeram dadanya sendiri dengan sangat erat. Hawa dingin es yang luar biasa ekstrem, yang selama tiga hari ini tertidur pulas berkat energi Chen Fan, mendadak bangkit kembali dengan ganas. Hawa es itu mengamuk, melesat keluar dari Dantian-nya dan langsung membekukan aliran darah menuju jantungnya. "Nona Besar?!" Pengawal pribadi dan mandor baru berteriak panik melihat Su Qingxue tiba-kira limbung. Pandangan mata Su Qingxue mendadak buram dan menggelap. Rasa sakit yang menusuk-nusuk bagaikan ribuan jarum es raksasa di dalam dadanya membuatnya tidak bisa mengeluarkan suara sedikit pun. Tubuhnya yang ramping kehilangan seluruh keseimbangan, dan dia perlahan ambruk, jatuh lurus ke arah lantai beton kasar yang dipenuhi kerikil tajam di dekat tempat Chen Fan berjongkok. "Gawat! Nona Su pingsan lagi!" para staf berteriak histeris. Para pengawal berjas hitam terlalu jauh di belakang untuk bisa menangkap tubuhnya yang jatuh dengan cepat. Chen Fan, yang berada paling dekat, tahu bahwa jika dia membiarkan Su Qingxue jatuh ke lantai beton dengan kondisi tubuhnya yang sedang membeku, benturan fisik tersebut bisa memecahkan tulang rusuknya yang rapuh akibat tekanan hawa es. ‘Sial, tidak ada pilihan lain,’ batin Chen Fan. Dengan gerakan yang terlihat seperti refleks panik seorang kuli yang ketakutan, Chen Fan membuang besi siku di tangannya hingga menimbulkan suara dentangan keras, lalu memutar tubuhnya dan menjulurkan kedua tangannya ke depan. Sret! Tepat sebelum wajah cantik Su Qingxue menghantam kerikil beton, tubuh rampingnya mendarat dengan pas di dalam dekapan sepasang lengan kokoh milik Chen Fan. Chen Fan sengaja membiarkan dirinya ikut terjatuh berlutut di tanah, seolah-olah dia tidak kuat menahan berat tubuh sang CEO, demi menjaga penyamaran fisiknya. Namun, di saat tubuh mereka berbenturan secara fisik, sebuah ledakan energi yang dahsyat terjadi di tingkat spiritual. Bzzzzz!!! Begitu kulit tubuh Chen Fan yang mengandung esensi Yang Murni Naga Langit bersentuhan dengan tubuh Su Qingxue yang dipenuhi kabut Sembilan Yin Dingin, reaksi mutualisme kultivasi ganda yang legendaris langsung terpicu secara otomatis! Bagi Su Qingxue, dekapan kuli berpakaian lusuh ini rasanya tidak seperti pelukan manusia biasa. Rasanya seolah-olah dia sedang didekap oleh matahari musim semi yang luar biasa hangat dan megah. Hawa es yang tadinya mengamuk menghancurkan jantungnya, begitu merasakan energi dari tubuh Chen Fan, langsung menjerit ketakutan dan mencair dengan kecepatan ekstrem, berubah menjadi aliran energi murni yang menenangkan di dalam tubuhnya. Sedangkan bagi Chen Fan, efeknya jauh lebih mengejutkan. Melalui kontak fisik yang erat ini, pori-pori kulitnya secara tidak sengaja menyerap seberkas kecil esensi Pure Yin murni dari tubuh Su Qingxue yang bocor keluar akibat serangan penyakit tadi. Esensi Yin murni tersebut masuk ke dalam meridian Chen Fan, langsung menyatu dengan energi Yang-nya yang agresif. Hummm! Di dalam Dantian Chen Fan, energi spiritual yang tadinya padat mendadak berputar dua kali lebih cepat. Basis kultivasinya yang baru saja stabil di Tingkat 3, mendadak bergejolak hebat dan mendorong fondasinya naik selangkah lebih dekat menuju Tingkat 4! Hanya dengan satu senggolan fisik tanpa melakukan hubungan intim yang sesungguhnya, efek fisiknya sudah se-monster ini! ‘Fisik Sembilan Yin Dingin ini... benar-benar tungku kultivasi (Cultivation Furnace) terbaik di dunia!’ batin Chen Fan terkejut sekaligus gembira luar biasa. "Lepaskan Nona Besar! Kuli lancang!" Suara bentakan keras dari pengawal pribadi Su Qingxue memecah keheningan spiritual tersebut. Dua orang pengawal berbadan kekar langsung maju dan mencengkeram pundak Chen Fan, berniat menariknya menjauh dan menghajarnya karena berani menyentuh tubuh suci sang CEO. Chen Fan segera mengembalikan wajah "lugu, panik, dan ketakutan"-nya. Dia melepaskan pelukannya dengan terburu-buru, lalu merangkak mundur beberapa langkah di atas tanah berdebu sambil mengangkat kedua tangannya. "Ma-Maaf! Maaf! Saya tidak bermaksud lancang! Tadi Nona Besar tiba-tiba jatuh, saya... saya cuma takut wajah Nona Besar terluka kena batu!" seru Chen Fan dengan suara cemas yang bergetar hebat, aktingnya begitu natural hingga tidak ada yang meragukannya. Su Qingxue yang kini terduduk di lantai beton yang bersih dari es, perlahan membuka matanya. Rasa sakit yang menusuk di dadanya telah hilang total, digantikan oleh kehangatan batin yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya. Dia menatap telapak tangannya yang masih menyisakan sensasi hangat dari sentuhan kulit Chen Fan tadi. Kali ini, dia tidak bisa lagi membohongi dirinya sendiri. Kuli bangunan berpakaian pudar yang kini sedang bersujud ketakutan di depannya... memiliki rahasia besar yang memegang kunci atas hidup dan matinya!Langit di atas Bandara Internasional Ibu Kota pagi itu tampak diselimuti oleh lapisan awan mendung tipis yang kelabu. Angin utara yang kering berembus kencang di sepanjang landasan pacu, membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Kompleks penerbangan privat sektor barat, yang biasanya hanya dilintasi oleh para diplomat asing atau menteri kabinet, kini tampak dijaga oleh puluhan personel keamanan berseragam hitam tanpa atribut resmi.Sebuah jet pribadi berlogo Su Group membelah awan, melakukan pendaratan dengan mulus di landasan pacu khusus nomor empat. Deru mesin jet perlahan mereda saat pesawat itu berputar menuju pelataran parkir VIP yang terisolasi dari terminal komersial utama.Di dalam kabin jet yang mewah, Su Qingxue duduk dengan anggun di kursi kulit utama. Dia mengenakan mantel panjang berbahan wol kasmir berwarna hitam pekat yang dipadukan dengan kacamata hitam besar. Penampilannya memancarkan aura dingin seorang ratu bisnis dari selatan yang siap menaklukkan wilayah
Tiga hari setelah runtuhnya Keluarga Wang, Kota Jiangnan tampak begitu tenang di permukaan. Namun, di bawah ketenangan itu, arus energi spiritual di kediaman pribadi Su Qingxue—sebuah vila mewah yang berdiri terisolasi di puncak Bukit Wanahening—berada dalam kondisi yang teramat kritis. Vila ini sengaja dipilih karena letaknya yang jauh dari pemukiman warga, dikelilingi oleh formasi hutan pinus alami yang mampu menyamarkan fluktuasi energi berskala besar.Malam itu, jam dinding besar di ruang meditasi bawah tanah menunjukkan pukul sebelas malam. Ruangan yang dilapisi oleh dinding batu giok hitam itu tidak menyalakan lampu satu pun, hanya diterangi oleh pendaran cahaya keemasan yang keluar dari tubuh Chen Fan dan hawa perak kebiruan yang memancar dari tubuh Su Qingxue.Chen Fan duduk bersila di tengah ruangan. Kaus oblongnya telah dilepas, memperlihatkan gurat-gurat otot tubuhnya yang proporsional, dengan tato samar berbentuk naga melingkar di sepanjang tulang belakangnya. Se
Fajar belum sepenuhnya pecah di langit Kota Jiangnan, namun kegelapan malam telah digantikan oleh semburat ungu keperakan yang dingin. Di depan gerbang utama Menara Su Group, aspal jalanan masih basah oleh embun pagi. Suasana yang biasanya sepi sebelum jam kantor dimulai, kini mendadak dicekam oleh keheningan yang teramat janggal.Sebuah sedan hitam mewah bergulung pelan, berhenti tepat di depan undakan marmer menara. Pintu mobil terbuka, menampilkan sosok Wang Jiansheng, Kepala Keluarga Wang sekaligus salah satu penguasa bisnis terbesar di Provinsi Jiangnan. Pria paruh baya yang biasanya selalu tampil necis dengan tatapan angkuh itu kini tampak sangat rapuh. Rambutnya berantakan, dan gumpalan kantung mata hitam di wajahnya menceritakan bahwa dia tidak tidur semenit pun sepanjang malam.Di sampingnya, Wang Jue memegangi lengan ayahnya dengan tubuh yang masih gemetar hebat. Sisa trauma dari amukan energi spiritual Chen Fan semalam telah meruntuhkan seluruh mentalitas putra ma
Riuh rendah perjamuan di Balai Kota Jiangnan perlahan memudar seiring berjalannya malam, namun bagi Chen Fan, pertunjukan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Di bawah pendaran lampu kristal yang mulai meredup, matanya tetap mengunci setiap pergerakan Wang Jue. Sinyal pelacak dari Regu Bayangan Gagak yang menempel di kerah jas pemuda itu berdenyut konstan dalam radar indra spiritual (Divine Sense) milik Chen Fan.Setelah ancaman dingin dari Su Qingxue, Wang Jue memilih untuk tidak melakukan konfrontasi terbuka lagi. Pria muda itu bergerak ke arah ruang privat di lantai dua balai kota, diikuti oleh dua pengawal pribadinya yang berjalan dengan langkah tegap dan waspada."Qingxue," bisik Chen Fan pelan, matanya tidak beralih dari tangga besar menuju lantai dua. "Tetaplah di sini bersama Kapten Zhang. Aku akan membersihkan beberapa lalat pengganggu di atas."Su Qingxue membalikkan tubuhnya, menatap Chen Fan dengan pandangan penuh kepatuhan dan kecemasan yang samar. "Apakah A
Gedung Balai Kota Jiangnan malam itu diselimuti kemegahan yang luar biasa. Lampu-lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit aula utama memancarkan cahaya keemasan yang memantul di atas lantai marmer impor. Ratusan mobil mewah dari berbagai merek papan atas mengantre panjang di halaman depan, menurunkan para taipan bisnis, pejabat pemerintahan tinggi, hingga tokoh-tokoh berpengaruh dari seluruh penjuru Provinsi Jiangnan.Ini adalah perhelatan tahunan yang menjadi ajang pamer kekuasaan, kekayaan, dan koneksi politik. Di balik dentingan gelas sampanye dan alunan musik klasik yang lembut, transaksi rahasia bernilai miliaran rupiah dinegosiasikan di sudut-sudut ruangan.Di tengah kerumunan elit tersebut, perhatian semua orang mendadak tersedot ke arah pintu masuk utama saat sosok Su Qingxue melangkah masuk.Mengenakan gaun malam formal berwarna merah marun yang pas di tubuh indahnya, CEO wanita dari Su Group itu tampak layaknya seorang ratu yang turun dari singga
Ketenangan di lantai tiga puluh enam Menara Su Group setelah tunduknya sang ratu bisnis Jiangnan tidak serta merta membuat roda takdir berhenti berputar. Sementara Kota Jiangnan menikmati kedamaian semu di bawah perlindungan tak kasat mata dari sang Master Alkemis, di belahan utara negeri—tepatnya di dalam distrik finansial paling eksklusif di ibu kota—sebuah pergerakan rahasia berskala global sedang dikoordinasikan.Menara Tianlong, sebuah mahakarya arsitektur modern setinggi seratus delapan lantai yang dilapisi kaca antipeluru dan baja titanium, berdiri kokoh sebagai simbol kekuasaan finansial dan supranatural tertinggi. Di sinilah markas pusat Tianlong Group berada, sebuah konglomerat raksasa yang tidak hanya menguasai sepertiga perputaran ekonomi negara, melainkan juga memegang kendali atas faksi-faksi kultivasi terselubung di balik bayangan pemerintahan.Di lantai tertinggi menara tersebut, di dalam sebuah ruangan kedap suara yang dijaga ketat oleh puluhan petarung bers







