Share

BAB 8

Author: MasYB
last update publish date: 2026-06-16 20:00:05

"Nona Besar! Anda tidak apa-apa?! Apakah kuli kotor ini melukai Anda?!"

Kepala pengawal pribadi Su Qingxue, seorang pria tegap bermata elang bernama Kapten Zhang, langsung berdiri di depan Su Qingxue dengan posisi siaga. Tangannya sudah meraba bagian dalam jasnya, siap menarik senjata atau menghajar Chen Fan yang kini merangkak mundur dengan wajah panik.

"Menjauh darinya, Zhang," suara Su Qingxue terdengar, dingin namun memiliki nada tegas yang tidak boleh dibantah.

Kapten Zhang tertegun, namun dia segera menurunkan tangannya dan melangkah mundur satu langkah. "Tapi Nona, kuli ini baru saja—"

"Aku bilang menjauh," ulang Su Qingxue.

Dengan dibantu oleh dua staf wanita yang berlari ketakutan, Su Qingxue perlahan berdiri. Dia mengibas debu semen yang menempel di ujung celana putih mahalnya. Namun, sepasang matanya yang jernih dan tajam tidak pernah lepas menatap Chen Fan.

Di dalam dada Su Qingxue, energi Yang murni yang baru saja menyusup dari tubuh Chen Fan masih menari-nari dengan lembut. Aliran energi itu terasa seperti aliran air hangat yang membasuh seluruh pembuluh darahnya yang sempat membeku. Selama dua puluh lima tahun hidupnya, dia selalu merasa seolah-olah menggendong balok es di punggungnya, namun detik ini, untuk pertama kalinya, dia merasakan apa artinya menjadi "manusia normal yang hangat".

‘Pria ini... Xiao Chen...’ batin Su Qingxue, badai berkecamuk di dalam kepalanya yang cerdas. ‘Di rumah sakit kemarin, aku mengira itu hanya efek samping dari ramuan herbal desanya. Tapi baru saja... saat dia menangkapku, tubuhku bereaksi bahkan sebelum obat apa pun masuk ke mulutku. Hanya dengan menyentuh kulitnya, hawa esku langsung tunduk. Siapa sebenarnya dia?’

Sementara itu, Chen Fan masih bersujud di atas tanah berdebu, menundukkan kepalanya dalam-dalam agar kilatan cahaya keemasan di matanya tidak terlihat.

Di dalam tubuh Chen Fan sendiri, gejolaknya tidak kalah hebat. Sepotong kecil esensi Pure Yin yang terserap dari Su Qingxue tadi bagaikan tetesan air suci yang jatuh ke dalam kuali minyak panas. Energi spiritual di dalam Dantian-nya berputar dengan kecepatan yang menakutkan, memurnikan energi Qi-nya menjadi jauh lebih padat dan tajam.

‘Luar biasa...’ Chen Fan menahan napas di dalam hati, menekan rasa gembiranya. ‘Hanya dengan kontak fisik singkat selama beberapa detik, basis kultivasiku langsung melonjak di ambang batas akhir Tingkat 3. Jika aku bisa melakukan Kultivasi Ganda yang sesungguhnya dengan wanita ini, menembus Ranah Pendirian Fondasi (Foundation Establishment) yang melegendaris itu bukan lagi hal mustahil di bumi yang miskin energi ini!’

Namun, Chen Fan tahu dia harus mengendalikan situasi. Jika dia menunjukkan kekuatannya sekarang, Su Qingxue yang cerdas pasti akan curiga bahwa dia sengaja mendekatinya demi keuntungan kultivasi. Dia harus membuat wanita ini yang datang memohon padanya secara sukarela.

Chen Fan mendongak, menampilkan wajah yang dipenuhi peluh, mata yang berair karena panik, dan bibir yang gemetaran.

"No-Nona Besar... Maafkan saya! Saya benar-benar tidak berniat buruk!" ratap Chen Fan dengan logat lugunya yang kental. "Saya cuma refleks melihat Nona Besar mau jatuh ke kerikil tajam. Kalau wajah cantik Nona Besar terluka, Mandor Baru pasti akan memotong sisa gaji saya dan mengusir saya dari kota ini! Tolong jangan penjarakan saya, Nona Besar!"

Mandor baru yang berdiri di samping Kapten Zhang langsung maju dengan wajah memerah menahan malu dan kesal. "Xiao Chen! Beraninya kamu bicara lancang di depan Nona Su! Cepat kembali ke barak belakang dan bersihkan besi-besi itu! Jangan bikin malu proyek!"

"Baik, baik, Mandor! Saya pergi sekarang!" Chen Fan buru-buru bangkit, mengambil sekop dan besi siku yang berserakan, lalu berlari dengan langkah terengah-engah dan membungkuk menuju ke arah barak belakang, seolah-olah dia baru saja lolos dari kejaran harimau.

Su Qingxue hanya diam menatap punggung lebar Chen Fan yang perlahan menjauh di balik tikungan dinding beton. Sisa kehangatan di telapak tangannya perlahan mulai memudar, digantikan kembali oleh hawa dingin alami tubuhnya yang perlahan merayap naik, membuat wanita itu menghela napas panjang dengan rasa kehilangan yang aneh.

"Nona Besar, apakah kita perlu menyelidiki latar belakang kuli itu lebih dalam?" Kapten Zhang berbisik di sampingnya, menyadari tatapan tidak biasa dari sang CEO.

Su Qingxue terdiam selama beberapa detik, lalu mengancingkan blazer hitamnya erat-erat untuk menahan hawa dingin yang mulai kembali menyerang. "Tidak perlu untuk sekarang. Panggil Direktur Li ke kantorku besok pagi. Aku ingin semua data pribadi pekerja bernama Xiao Chen dipindahkan langsung ke meja kerjaku."

"Baik, Nona Besar."

Malam harinya, di dalam kamar kontrakan sempit berukuran tiga kali tiga meter di Distrik Shanty.

Chen Fan duduk bersila di atas kasur tipisnya tanpa mengenakan baju. Sekujur tubuhnya memancarkan uap putih tipis yang berbau harum herbal, efek dari pemurnian esensi Pure Yin yang dia serap dari Su Qingxue sore tadi.

Hah...

Chen Fan menghembuskan napas panjang, dan larik uap putih itu melesat lurus sejauh satu meter sebelum akhirnya buyar di udara. Dia membuka matanya, dan kali ini, aura keemasan di pupilnya bertahan selama beberapa menit, memancarkan tekanan spiritual yang begitu kuat hingga membuat seekor kecoak di sudut kamar langsung pingsan tak bergerak.

"Ranah Kondensasi Qi Tingkat 3... Puncak!" Chen Fan mengepalkan tangannya dengan puas. "Hanya selangkah lagi, dan aku bisa mendobrak masuk ke Tingkat 4. Kemajuan ini benar-benar gila."

Chen Fan menyentuh liontin giok di lehernya. Pikirannya beralih pada masalah yang lebih mendesak. Kontak fisik tadi sore menegaskan satu hal: penyakit Su Qingxue bergerak lebih cepat dari perkiraannya. Gejolak petir sore tadi telah merusak segel energi Yang yang dia berikan di rumah sakit.

"Energi Yang murniku di dalam dadanya kini hanya bisa bertahan paling lama sepuluh hari," gumam Chen Fan sambil menatap langit-langit kamar yang kusam. "Dalam waktu sepuluh hari, hawa es itu akan kembali mengamuk dengan kekuatan dua kali lipat. Jika dia tidak melakukan kultivasi ganda atau setidaknya menerima transfer energi langsung dariku, dia pasti akan mati."

Chen Fan tersenyum tipis. "Su Qingxue, kamu adalah wanita yang angkuh. Mari kita lihat, berapa lama keangkuhanmu itu bisa bertahan di hadapan maut."

Namun, di tengah rencana kultivasinya, ponsel layar sentuh murah bermerek lokal milik Chen Fan tiba-tiba bergetar keras di atas lantai semen. Bzzz... Bzzz...

Chen Fan melirik layar ponselnya yang retak. Nama pemanggil yang tertera di sana langsung membuat ekspresi dingin di wajah sang kultivator runtuh, digantikan oleh kelembutan yang teramat sangat.

Itu adalah Lin Ruoxi.

Chen Fan buru-buru menekan tombol hijau dan mendekatkan ponsel itu ke telinganya. "Halo, Ruoxi?" ucap Chen Fan, suaranya secara instan berubah menjadi lembut dan penuh perhatian, kembali menjadi Xiao Fan yang dikenal gadis itu.

"Xiao Fan..."

Suara di seberang telepon terdengar bergetar, disusul oleh suara isakan tangis yang coba ditahan dengan sekuat tenaga. Mendengar suara tangisan Lin Ruoxi, jantung Chen Fan mendadak berdegup kencang, dan seberkas aura dingin tak kasat mata langsung meledak dari tubuhnya, membuat suhu di dalam kamar kontrakannya turun drastis dalam sekejap.

"Ruoxi! Ada apa?! Kenapa kamu menangis?!" tanya Chen Fan dengan nada mendesak, matanya berkilat tajam memancarkan aura membunuh yang mengerikan. "Apakah ada yang mengganggumu? Apakah Ibu Panti sakit lagi?!"

"Bukan, Xiao Fan... Ibu Panti baik-baik saja, tapi... tapi panti asuhan kita..." Lin Ruoxi sesenggukan, suaranya terdengar sangat ketakutan. "Tadi sore... ada sekelompok preman bertato yang datang membawa buldoser dan surat-surat kertas besar. Mereka bilang panti asuhan kita berdiri di atas tanah ilegal, dan mereka diperintahkan oleh sebuah perusahaan besar untuk meratakan tempat ini minggu depan!"

KREK!

Lantai semen di bawah tempat Chen Fan duduk bersila tiba-tiba retak rambut karena tekanan energi Qi yang bocor akibat amarahnya yang tak terkendali.

‘Kurang ajar! Siapa yang berani menyentuh panti asuhanku setelah Ketua Su memberikan jaminannya?!’ batin Chen Fan menggeram marah. Naga fana ini telah terusik tidurnya, dan siapa pun yang berada di balik penggusuran ini, harus bersiap menerima akibatnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 49

    Langit di atas Bandara Internasional Ibu Kota pagi itu tampak diselimuti oleh lapisan awan mendung tipis yang kelabu. Angin utara yang kering berembus kencang di sepanjang landasan pacu, membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Kompleks penerbangan privat sektor barat, yang biasanya hanya dilintasi oleh para diplomat asing atau menteri kabinet, kini tampak dijaga oleh puluhan personel keamanan berseragam hitam tanpa atribut resmi.Sebuah jet pribadi berlogo Su Group membelah awan, melakukan pendaratan dengan mulus di landasan pacu khusus nomor empat. Deru mesin jet perlahan mereda saat pesawat itu berputar menuju pelataran parkir VIP yang terisolasi dari terminal komersial utama.Di dalam kabin jet yang mewah, Su Qingxue duduk dengan anggun di kursi kulit utama. Dia mengenakan mantel panjang berbahan wol kasmir berwarna hitam pekat yang dipadukan dengan kacamata hitam besar. Penampilannya memancarkan aura dingin seorang ratu bisnis dari selatan yang siap menaklukkan wilayah

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 48

    Tiga hari setelah runtuhnya Keluarga Wang, Kota Jiangnan tampak begitu tenang di permukaan. Namun, di bawah ketenangan itu, arus energi spiritual di kediaman pribadi Su Qingxue—sebuah vila mewah yang berdiri terisolasi di puncak Bukit Wanahening—berada dalam kondisi yang teramat kritis. Vila ini sengaja dipilih karena letaknya yang jauh dari pemukiman warga, dikelilingi oleh formasi hutan pinus alami yang mampu menyamarkan fluktuasi energi berskala besar.Malam itu, jam dinding besar di ruang meditasi bawah tanah menunjukkan pukul sebelas malam. Ruangan yang dilapisi oleh dinding batu giok hitam itu tidak menyalakan lampu satu pun, hanya diterangi oleh pendaran cahaya keemasan yang keluar dari tubuh Chen Fan dan hawa perak kebiruan yang memancar dari tubuh Su Qingxue.Chen Fan duduk bersila di tengah ruangan. Kaus oblongnya telah dilepas, memperlihatkan gurat-gurat otot tubuhnya yang proporsional, dengan tato samar berbentuk naga melingkar di sepanjang tulang belakangnya. Se

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 47

    Fajar belum sepenuhnya pecah di langit Kota Jiangnan, namun kegelapan malam telah digantikan oleh semburat ungu keperakan yang dingin. Di depan gerbang utama Menara Su Group, aspal jalanan masih basah oleh embun pagi. Suasana yang biasanya sepi sebelum jam kantor dimulai, kini mendadak dicekam oleh keheningan yang teramat janggal.Sebuah sedan hitam mewah bergulung pelan, berhenti tepat di depan undakan marmer menara. Pintu mobil terbuka, menampilkan sosok Wang Jiansheng, Kepala Keluarga Wang sekaligus salah satu penguasa bisnis terbesar di Provinsi Jiangnan. Pria paruh baya yang biasanya selalu tampil necis dengan tatapan angkuh itu kini tampak sangat rapuh. Rambutnya berantakan, dan gumpalan kantung mata hitam di wajahnya menceritakan bahwa dia tidak tidur semenit pun sepanjang malam.Di sampingnya, Wang Jue memegangi lengan ayahnya dengan tubuh yang masih gemetar hebat. Sisa trauma dari amukan energi spiritual Chen Fan semalam telah meruntuhkan seluruh mentalitas putra ma

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 46

    Riuh rendah perjamuan di Balai Kota Jiangnan perlahan memudar seiring berjalannya malam, namun bagi Chen Fan, pertunjukan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Di bawah pendaran lampu kristal yang mulai meredup, matanya tetap mengunci setiap pergerakan Wang Jue. Sinyal pelacak dari Regu Bayangan Gagak yang menempel di kerah jas pemuda itu berdenyut konstan dalam radar indra spiritual (Divine Sense) milik Chen Fan.Setelah ancaman dingin dari Su Qingxue, Wang Jue memilih untuk tidak melakukan konfrontasi terbuka lagi. Pria muda itu bergerak ke arah ruang privat di lantai dua balai kota, diikuti oleh dua pengawal pribadinya yang berjalan dengan langkah tegap dan waspada."Qingxue," bisik Chen Fan pelan, matanya tidak beralih dari tangga besar menuju lantai dua. "Tetaplah di sini bersama Kapten Zhang. Aku akan membersihkan beberapa lalat pengganggu di atas."Su Qingxue membalikkan tubuhnya, menatap Chen Fan dengan pandangan penuh kepatuhan dan kecemasan yang samar. "Apakah A

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 45

    Gedung Balai Kota Jiangnan malam itu diselimuti kemegahan yang luar biasa. Lampu-lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit aula utama memancarkan cahaya keemasan yang memantul di atas lantai marmer impor. Ratusan mobil mewah dari berbagai merek papan atas mengantre panjang di halaman depan, menurunkan para taipan bisnis, pejabat pemerintahan tinggi, hingga tokoh-tokoh berpengaruh dari seluruh penjuru Provinsi Jiangnan.Ini adalah perhelatan tahunan yang menjadi ajang pamer kekuasaan, kekayaan, dan koneksi politik. Di balik dentingan gelas sampanye dan alunan musik klasik yang lembut, transaksi rahasia bernilai miliaran rupiah dinegosiasikan di sudut-sudut ruangan.Di tengah kerumunan elit tersebut, perhatian semua orang mendadak tersedot ke arah pintu masuk utama saat sosok Su Qingxue melangkah masuk.Mengenakan gaun malam formal berwarna merah marun yang pas di tubuh indahnya, CEO wanita dari Su Group itu tampak layaknya seorang ratu yang turun dari singga

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 44

    Ketenangan di lantai tiga puluh enam Menara Su Group setelah tunduknya sang ratu bisnis Jiangnan tidak serta merta membuat roda takdir berhenti berputar. Sementara Kota Jiangnan menikmati kedamaian semu di bawah perlindungan tak kasat mata dari sang Master Alkemis, di belahan utara negeri—tepatnya di dalam distrik finansial paling eksklusif di ibu kota—sebuah pergerakan rahasia berskala global sedang dikoordinasikan.Menara Tianlong, sebuah mahakarya arsitektur modern setinggi seratus delapan lantai yang dilapisi kaca antipeluru dan baja titanium, berdiri kokoh sebagai simbol kekuasaan finansial dan supranatural tertinggi. Di sinilah markas pusat Tianlong Group berada, sebuah konglomerat raksasa yang tidak hanya menguasai sepertiga perputaran ekonomi negara, melainkan juga memegang kendali atas faksi-faksi kultivasi terselubung di balik bayangan pemerintahan.Di lantai tertinggi menara tersebut, di dalam sebuah ruangan kedap suara yang dijaga ketat oleh puluhan petarung bers

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status