LOGIN"Nona Besar! Anda tidak apa-apa?! Apakah kuli kotor ini melukai Anda?!"
Kepala pengawal pribadi Su Qingxue, seorang pria tegap bermata elang bernama Kapten Zhang, langsung berdiri di depan Su Qingxue dengan posisi siaga. Tangannya sudah meraba bagian dalam jasnya, siap menarik senjata atau menghajar Chen Fan yang kini merangkak mundur dengan wajah panik. "Menjauh darinya, Zhang," suara Su Qingxue terdengar, dingin namun memiliki nada tegas yang tidak boleh dibantah. Kapten Zhang tertegun, namun dia segera menurunkan tangannya dan melangkah mundur satu langkah. "Tapi Nona, kuli ini baru saja—" "Aku bilang menjauh," ulang Su Qingxue. Dengan dibantu oleh dua staf wanita yang berlari ketakutan, Su Qingxue perlahan berdiri. Dia mengibas debu semen yang menempel di ujung celana putih mahalnya. Namun, sepasang matanya yang jernih dan tajam tidak pernah lepas menatap Chen Fan. Di dalam dada Su Qingxue, energi Yang murni yang baru saja menyusup dari tubuh Chen Fan masih menari-nari dengan lembut. Aliran energi itu terasa seperti aliran air hangat yang membasuh seluruh pembuluh darahnya yang sempat membeku. Selama dua puluh lima tahun hidupnya, dia selalu merasa seolah-olah menggendong balok es di punggungnya, namun detik ini, untuk pertama kalinya, dia merasakan apa artinya menjadi "manusia normal yang hangat". ‘Pria ini... Xiao Chen...’ batin Su Qingxue, badai berkecamuk di dalam kepalanya yang cerdas. ‘Di rumah sakit kemarin, aku mengira itu hanya efek samping dari ramuan herbal desanya. Tapi baru saja... saat dia menangkapku, tubuhku bereaksi bahkan sebelum obat apa pun masuk ke mulutku. Hanya dengan menyentuh kulitnya, hawa esku langsung tunduk. Siapa sebenarnya dia?’ Sementara itu, Chen Fan masih bersujud di atas tanah berdebu, menundukkan kepalanya dalam-dalam agar kilatan cahaya keemasan di matanya tidak terlihat. Di dalam tubuh Chen Fan sendiri, gejolaknya tidak kalah hebat. Sepotong kecil esensi Pure Yin yang terserap dari Su Qingxue tadi bagaikan tetesan air suci yang jatuh ke dalam kuali minyak panas. Energi spiritual di dalam Dantian-nya berputar dengan kecepatan yang menakutkan, memurnikan energi Qi-nya menjadi jauh lebih padat dan tajam. ‘Luar biasa...’ Chen Fan menahan napas di dalam hati, menekan rasa gembiranya. ‘Hanya dengan kontak fisik singkat selama beberapa detik, basis kultivasiku langsung melonjak di ambang batas akhir Tingkat 3. Jika aku bisa melakukan Kultivasi Ganda yang sesungguhnya dengan wanita ini, menembus Ranah Pendirian Fondasi (Foundation Establishment) yang melegendaris itu bukan lagi hal mustahil di bumi yang miskin energi ini!’ Namun, Chen Fan tahu dia harus mengendalikan situasi. Jika dia menunjukkan kekuatannya sekarang, Su Qingxue yang cerdas pasti akan curiga bahwa dia sengaja mendekatinya demi keuntungan kultivasi. Dia harus membuat wanita ini yang datang memohon padanya secara sukarela. Chen Fan mendongak, menampilkan wajah yang dipenuhi peluh, mata yang berair karena panik, dan bibir yang gemetaran. "No-Nona Besar... Maafkan saya! Saya benar-benar tidak berniat buruk!" ratap Chen Fan dengan logat lugunya yang kental. "Saya cuma refleks melihat Nona Besar mau jatuh ke kerikil tajam. Kalau wajah cantik Nona Besar terluka, Mandor Baru pasti akan memotong sisa gaji saya dan mengusir saya dari kota ini! Tolong jangan penjarakan saya, Nona Besar!" Mandor baru yang berdiri di samping Kapten Zhang langsung maju dengan wajah memerah menahan malu dan kesal. "Xiao Chen! Beraninya kamu bicara lancang di depan Nona Su! Cepat kembali ke barak belakang dan bersihkan besi-besi itu! Jangan bikin malu proyek!" "Baik, baik, Mandor! Saya pergi sekarang!" Chen Fan buru-buru bangkit, mengambil sekop dan besi siku yang berserakan, lalu berlari dengan langkah terengah-engah dan membungkuk menuju ke arah barak belakang, seolah-olah dia baru saja lolos dari kejaran harimau. Su Qingxue hanya diam menatap punggung lebar Chen Fan yang perlahan menjauh di balik tikungan dinding beton. Sisa kehangatan di telapak tangannya perlahan mulai memudar, digantikan kembali oleh hawa dingin alami tubuhnya yang perlahan merayap naik, membuat wanita itu menghela napas panjang dengan rasa kehilangan yang aneh. "Nona Besar, apakah kita perlu menyelidiki latar belakang kuli itu lebih dalam?" Kapten Zhang berbisik di sampingnya, menyadari tatapan tidak biasa dari sang CEO. Su Qingxue terdiam selama beberapa detik, lalu mengancingkan blazer hitamnya erat-erat untuk menahan hawa dingin yang mulai kembali menyerang. "Tidak perlu untuk sekarang. Panggil Direktur Li ke kantorku besok pagi. Aku ingin semua data pribadi pekerja bernama Xiao Chen dipindahkan langsung ke meja kerjaku." "Baik, Nona Besar." Malam harinya, di dalam kamar kontrakan sempit berukuran tiga kali tiga meter di Distrik Shanty. Chen Fan duduk bersila di atas kasur tipisnya tanpa mengenakan baju. Sekujur tubuhnya memancarkan uap putih tipis yang berbau harum herbal, efek dari pemurnian esensi Pure Yin yang dia serap dari Su Qingxue sore tadi. Hah... Chen Fan menghembuskan napas panjang, dan larik uap putih itu melesat lurus sejauh satu meter sebelum akhirnya buyar di udara. Dia membuka matanya, dan kali ini, aura keemasan di pupilnya bertahan selama beberapa menit, memancarkan tekanan spiritual yang begitu kuat hingga membuat seekor kecoak di sudut kamar langsung pingsan tak bergerak. "Ranah Kondensasi Qi Tingkat 3... Puncak!" Chen Fan mengepalkan tangannya dengan puas. "Hanya selangkah lagi, dan aku bisa mendobrak masuk ke Tingkat 4. Kemajuan ini benar-benar gila." Chen Fan menyentuh liontin giok di lehernya. Pikirannya beralih pada masalah yang lebih mendesak. Kontak fisik tadi sore menegaskan satu hal: penyakit Su Qingxue bergerak lebih cepat dari perkiraannya. Gejolak petir sore tadi telah merusak segel energi Yang yang dia berikan di rumah sakit. "Energi Yang murniku di dalam dadanya kini hanya bisa bertahan paling lama sepuluh hari," gumam Chen Fan sambil menatap langit-langit kamar yang kusam. "Dalam waktu sepuluh hari, hawa es itu akan kembali mengamuk dengan kekuatan dua kali lipat. Jika dia tidak melakukan kultivasi ganda atau setidaknya menerima transfer energi langsung dariku, dia pasti akan mati." Chen Fan tersenyum tipis. "Su Qingxue, kamu adalah wanita yang angkuh. Mari kita lihat, berapa lama keangkuhanmu itu bisa bertahan di hadapan maut." Namun, di tengah rencana kultivasinya, ponsel layar sentuh murah bermerek lokal milik Chen Fan tiba-tiba bergetar keras di atas lantai semen. Bzzz... Bzzz... Chen Fan melirik layar ponselnya yang retak. Nama pemanggil yang tertera di sana langsung membuat ekspresi dingin di wajah sang kultivator runtuh, digantikan oleh kelembutan yang teramat sangat. Itu adalah Lin Ruoxi. Chen Fan buru-buru menekan tombol hijau dan mendekatkan ponsel itu ke telinganya. "Halo, Ruoxi?" ucap Chen Fan, suaranya secara instan berubah menjadi lembut dan penuh perhatian, kembali menjadi Xiao Fan yang dikenal gadis itu. "Xiao Fan..." Suara di seberang telepon terdengar bergetar, disusul oleh suara isakan tangis yang coba ditahan dengan sekuat tenaga. Mendengar suara tangisan Lin Ruoxi, jantung Chen Fan mendadak berdegup kencang, dan seberkas aura dingin tak kasat mata langsung meledak dari tubuhnya, membuat suhu di dalam kamar kontrakannya turun drastis dalam sekejap. "Ruoxi! Ada apa?! Kenapa kamu menangis?!" tanya Chen Fan dengan nada mendesak, matanya berkilat tajam memancarkan aura membunuh yang mengerikan. "Apakah ada yang mengganggumu? Apakah Ibu Panti sakit lagi?!" "Bukan, Xiao Fan... Ibu Panti baik-baik saja, tapi... tapi panti asuhan kita..." Lin Ruoxi sesenggukan, suaranya terdengar sangat ketakutan. "Tadi sore... ada sekelompok preman bertato yang datang membawa buldoser dan surat-surat kertas besar. Mereka bilang panti asuhan kita berdiri di atas tanah ilegal, dan mereka diperintahkan oleh sebuah perusahaan besar untuk meratakan tempat ini minggu depan!" KREK! Lantai semen di bawah tempat Chen Fan duduk bersila tiba-tiba retak rambut karena tekanan energi Qi yang bocor akibat amarahnya yang tak terkendali. ‘Kurang ajar! Siapa yang berani menyentuh panti asuhanku setelah Ketua Su memberikan jaminannya?!’ batin Chen Fan menggeram marah. Naga fana ini telah terusik tidurnya, dan siapa pun yang berada di balik penggusuran ini, harus bersiap menerima akibatnya.Jejak cahaya keemasan yang ditinggalkan oleh tebasan Pedang Pemusnah Bintang perlahan memudar di tepian terjauh kuadran selatan galaksi. Ruang hampa di sekitar bekas celah dimensi hampa kini kembali bersih, tenang, dan steril dari segala bentuk ancaman purba. Tidak ada lagi sisa-sisa energi hitam kelam, tidak ada lagi lolongan monster dari dimensi luar, dan tidak ada lagi riak-riak anomali yang mampu mengganggu stabilitas tata surya.Chen Fan melayang tegak di atas lempengan asteroid yang membeku di angkasa hampa. Jubah kekaisaran hitam keemasan dengan sulaman naga primordial yang ia kenakan berkibar perlahan diterpa angin solar yang lembut. Di telapak tangan kanannya, bilah pedang legendaris itu berdengung pelan, memancarkan pendaran emas murni sebelum akhirnya menyatu kembali ke dalam dimensi pribadinya tanpa suara.Bagi para kultivator tingkat tinggi, dewa-dewa astral, dan penguasa sekte galaksi luar yang mengamati sisa-sisa pertempuran dari kejauhan, apa yang dilakuka
Matahari pagi kembali menampakkan wujudnya di ufuk timur Kota Jiangnan, menyapukan bias cahaya keemasan yang hangat dan menyegarkan ke seluruh penjuru kota. Embun pagi tampak berkilauan bagaikan jutaan butir berlian kecil yang menempel di ujung-ujung daun pohon mangga serta bilah-bilah rumput hijau di halaman Panti Asuhan Kasih Bunda. Udara pagi musim gugur berembus pelan, membawa aroma harum tanah basah yang berpadu dengan wangi masakan rumahan dari dapur yayasan yang mengepulkan asap tipis ke udara, menciptakan suasana kedamaian yang begitu kental dan menenteramkan jiwa.Di dalam kamar lantai dua, Lin Ruoxi mengerjap perlahan, terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang luar biasa bugar dan damai. Sisa-sisa gelombang energi spiritual dari teknik Kultivasi Ganda yang ia lakukan bersama suaminya masih mengalir lembut di dalam meridian tubuhnya, membuat setiap inci aliran darah dan pernapasannya terasa sangat ringan. Pendaran alami dari Tubuh Yin Kayu Giok di dalam dirinya mem
Angin malam berembus pelan membawa kesejukan akhir bulan, menyapu halaman rumput hijau di kompleks Panti Asuhan Kasih Bunda. Di bawah temaram lampu teras yang hangat, suasana terasa begitu damai dan menenangkan. Chen Fan duduk bersandar di kursi kayu jati tua, menyesap perlahan teh hitam hangat di cangkirnya, sementara Lin Ruoxi tampak asyik mengawasi si kecil Chen Ping'an yang sedang belajar merangkak di atas karpet tebal ruang tengah. Tawa renyah balita itu bergema kecil, menciptakan melodi kebahagiaan yang menyapu bersih sisa-sisa kelelahan dari dunia luar.Namun, di balik ketenangan fana yang menyelimuti bumi itu, indra spiritual tingkat tinggi milik sang Kaisar Alkemis mendadak menangkap pergesekan halus di dimensi tinggi yang melampaui batas pemahaman makhluk biasa.Jauh di perbatasan paling luar galaksi bima sakti, tepatnya di tubir Dimensi Hampa Tanpa Batas—sebuah wilayah mati tempat hukum fisika, gravitasi, dan waktu kehilangan bentuk aslinya—segel-segel purba pr
Matahari pagi di akhir Oktober 2026 kembali menyapukan bias cahaya keemasan yang hangat dan menyegarkan ke seluruh penjuru Kota Jiangnan. Embun pagi tampak berkilauan bagaikan jutaan butir berlian kecil yang menempel di ujung-ujung daun pohon mangga serta bilah-bilah rumput hijau di halaman Panti Asuhan Kasih Bunda. Udara pagi musim gugur berembus pelan, membawa aroma harum tanah basah yang berpadu dengan wangi masakan rumahan dari dapur yayasan yang mengepulkan asap tipis di udara, menciptakan suasana kedamaian yang begitu kental.Di dalam kamar lantai dua, Lin Ruoxi mengerjap perlahan, terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang luar biasa bugar dan damai. Sisa-sisa gelombang energi spiritual dari teknik Kultivasi Ganda yang ia lakukan bersama suaminya masih mengalir lembut di dalam meridian tubuhnya, membuat setiap inci aliran darah dan pernapasannya terasa sangat ringan. Pendaran alami dari Tubuh Yin Kayu Giok di dalam dirinya memancarkan rona kemerahan yang sehat di kuli
Matahari pagi di penghujung Oktober 2026 kembali menampakkan wujudnya di ufuk timur Kota Jiangnan, menyapukan bias cahaya keemasan yang hangat dan menyegarkan ke seluruh penjuru kota. Embun pagi tampak berkilauan bagaikan jutaan butir berlian kecil yang menempel di ujung-ujung daun pohon mangga serta bilah-bilah rumput hijau di halaman Panti Asuhan Kasih Bunda. Udara pagi musim gugur berembus pelan, membawa aroma harum tanah basah yang berpadu dengan wangi masakan rumahan dari dapur yayasan yang mengepulkan asap tipis di udara.Di dalam kamar lantai dua, Lin Ruoxi mengerjap perlahan, terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang luar biasa bugar dan damai. Sisa-sisa gelombang energi spiritual dari teknik Kultivasi Ganda yang ia lakukan bersama suaminya beberapa waktu lalu masih mengalir lembut di dalam meridian tubuhnya, membuat setiap inci aliran darah dan pernapasannya terasa sangat ringan. Pendaran alami dari Tubuh Yin Kayu Giok di dalam dirinya memancarkan rona kemerahan ya
Cahaya keemasan yang terpancar dari bilah Pedang Pemusnah Bintang menerangi kegelapan abadi di pusat Nebula Kuda Terbang, mengubah lautan gas kosmik yang semula kelam menjadi lautan pendar cemerlang yang memantulkan bayangan ribuan bintang. Chen Fan menggenggam gagang pusaka kuno itu dengan tangan kanannya. Getaran liar dari artefak tingkat dewa yang tadinya mengamuk hebat kini telah tunduk sepenuhnya, berdenyut selaras dengan detak jantung sang Kaisar Alkemis. Bagi entitas lain di alam semesta, memiliki senjata legendaris ini berarti memegang kendali atas kehancuran sebuah peradaban; namun bagi Chen Fan, pedang tersebut tidak lebih dari sebilah instrumen sederhana untuk membersihkan sisa-sisa kotoran kosmik yang berani mencemari keharmonisan semesta.Ia melayangkan pandangannya menembus ruang hampa, melewati jutaan tahun cahaya, hingga kesadaran spiritualnya menyentuh batas luar tata surya bumi. Di sana, di sudut Kota Jiangnan yang tenang, perisai Imperial Absolute Domain ber







