Home / Urban / Kalung Ajaib Pemuda Desa / 128 Pemberian Santi

Share

128 Pemberian Santi

Author: Heartwriter
last update publish date: 2026-05-07 09:54:04

Wandra terbaring lelah di ranjang Santi, tubuhnya masih panas oleh sisa adrenalin dan asap hitam yang perlahan menyelimuti ruangan apartemen. Santi berbaring di sampingnya, rambutnya yang tadinya rapi kini tergerai acak-acakan, payudaranya naik turun mengikuti napas yang belum tenang. Mata mereka bertemu. Ada rasa syukur yang mendalam, bercampur dengan api gairah yang dibakar asap dari liontin.

Santi bangkit perlahan, gerakannya anggun seperti seorang wanita yang baru saja lolos dari maut dan i
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   285 Aura Alam Inti Emas

    Aura yang meledak dari tubuhnya sangat berbeda dari yang sebelumnya. Kalau aura alam kebangkitan level dua belas tadi terasa seperti badai, maka aura alam inti emas terasa seperti alam semesta yang mengembang. Tekanannya tidak lagi menekan secara fisik, tapi menekan secara esensial, menekan jiwa, menekan kesadaran, menekan keberadaan itu sendiri.Lantai di bawah kaki Kakek Tua retak dan ambles. Dinding-dinding ruangan yang sudah retak kini runtuh sepenuhnya. Langit-langit terbelah. Seluruh lantai tiga gedung itu mulai runtuh ke bawah.Wandra merasakan tekanan itu. Dan untuk pertama kalinya sejak dia keluar dari guanya, dia merasakan sesuatu yang mendekati tantangan.'Alam inti emas level satu,' batin Wandra. 'Ini memang jauh lebih kuat dari alam kebangkitan. Kualitas energinya berbeda secara fundamental.'Kakek Tua tidak membuang waktu. Begitu auranya terlepas sepenuhnya, dia menyerang dengan seluruh kekuatan alam inti emas level satu. Pukulannya tidak lagi membawa energi biasa. Pukul

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   284 Kakek Tua

    Ketua berhenti sejenak untuk menarik napas yang menyakitkan. "Dan satu hal lagi yang harus kau ketahui. Paviliun Pembunuh bukan hanya ada di negara Kertagama. Kami memiliki cabang di negara Singaraja dan negara Baladewa. Cabang-cabang itu jauh lebih kuat dari kami. Kalau kau berani membunuh kami, para petinggi dari cabang Singaraja dan Baladewa akan datang mengejarmu. Dan kultivator mereka jauh lebih kuat dari siapa pun di negara ini."Wandra mendengarkan semua ancaman itu tanpa mengubah ekspresinya. Kemudian dia bersandar di kursinya dan berkata dengan nada yang sangat santai, "Panggil Kakek Tua kalian. Sekarang."Ketiga petinggi itu terdiam. Mereka tidak menyangka Wandra akan merespons ancaman mereka dengan permintaan untuk menghadirkan ancaman itu secara langsung."Apa kau gila?" ketua bergumam. "Kau mau kami memanggil Kakek Tua ke sini? Dia akan membunuhmu!""Aku yang memutuskan siapa yang membunuh siapa," Wandra berkata. "Sekarang panggil dia. Atau aku akan mematahkan sisa tulang

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   283 Ceritakan Semuanya

    Wandra melangkah masuk ke dalam ruangan rapat dengan langkah yang tenang. Matanya menyapu seluruh ruangan, membaca setiap detail, setiap posisi, setiap potensi ancaman.Ketua Paviliun Pembunuh yang pertama kali bereaksi. Dia mengangkat tangannya dan menekan sebuah tombol tersembunyi di bawah meja. Alarm diam menyebar ke seluruh gedung, dan dalam hitungan detik, pintu-pintu di sepanjang lorong terbuka. Belasan orang berpakaian hitam berlari menuju ruang rapat dari berbagai arah.Wandra bahkan tidak menoleh. Dia berdiri memunggungi pintu saat para petugas keamanan tingkat tinggi itu menyerbu masuk. Mereka semua adalah kultivator, tingkatnya bervariasi dari alam kondensasi roh sampai alam jiwa baru lahir.Satu gerakan tangan Wandra.Hanya satu.Gelombang energi menyebar dari tubuhnya ke segala arah. Setiap orang yang berdiri di lorong dan di ambang pintu langsung terlempar ke belakang. Tubuh-tubuh mereka menghantam dinding dan lantai dengan suara berdebum yang beruntun. Tulang-tulang pat

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   282 Markas Paviliun Pembunuh

    Wandra tidak berkata apa pun. Dia tidak memberikan ancaman. Dia tidak memberikan peringatan. Dia bergerak.Gosal yang sudah bersiap untuk pertarungan bahkan tidak sempat memasang kuda-kuda. Wandra sudah berada di depannya sebelum otaknya sempat memproses bahwa Wandra sudah bergerak. Pukulan pertama menghantam dada Gosal dengan kekuatan yang membuat pria sebesar itu terlempar ke belakang dan membentur pagar.Gosal mencoba bangkit tapi Wandra sudah berada di atasnya. Pukulan kedua menghancurkan bahu kanannya. Pukulan ketiga menghancurkan bahu kirinya. Gosal berteriak kesakitan dan berusaha menendang Wandra, tapi Wandra menangkap kakinya dan mematahkannya.Wandra tidak memberi Gosal waktu untuk bernapas. Tidak memberi waktu untuk memohon. Tidak memberi waktu untuk apa pun. Pukulan demi pukulan mendarat di tubuh Gosal dengan kecepatan dan kekuatan yang membuat kultivator alam kebangkitan level lima itu merasakan setiap tulang di tubuhnya patah satu per satu.Detik-detik terakhir Gosal dih

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   281 Jadi Sasaran para Pembunuh (part 2)

    Wandra merapikan bajunya yang sedikit kusut dan melanjutkan perjalanan ke kampus. Dia masuk ke gerbang kampus tepat waktu untuk kuliah pagi.Hari itu berjalan seperti biasa di kampus. Wandra mengikuti kuliah dengan penuh konsentrasi, duduk di barisan depan seperti biasa. Setelah kuliah reguler selesai, dia bergabung dengan Ardo, Wita, dan Jono di ruang latihan tim untuk pemantapan terakhir sebelum kontes Olimpiade antar universitas yang akan diadakan besok.Clarissa sudah menunggu mereka dengan materi-materi pemantapan yang sudah disiapkannya. Wajahnya menunjukkan campuran antara antusiasme dan kecemasan yang wajar menjelang kompetisi besar."Baiklah, tim," Clarissa berkata sambil membuka presentasinya. "Besok adalah hari besar kita. Kita akan berhadapan dengan universitas-universitas yang jauh lebih bergengsi dari kampus kita. Tapi aku percaya, dengan persiapan yang sudah kita lakukan, kita punya kesempatan yang nyata."Clarissa menoleh ke Wandra. "Wandra, kamu akan menjadi tumpuan u

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   280 Jadi Sasaran para Pembunuh (part 1)

    Pagi ini, Wandra keluar dari rumah kosnya dan mulai berjalan kaki menuju kampus seperti biasa. Matahari baru saja terbit dan udara masih sejuk. Jalanan masih cukup sepi dengan hanya beberapa kendaraan yang lewat.Wandra baru berjalan sekitar seratus meter dari rumahnya ketika telinganya menangkap suara motor yang melaju dari belakang dengan kecepatan yang tidak wajar. Bukan kecepatan orang yang sedang terburu-buru ke kantor. Tapi kecepatan orang yang sedang mengejar mangsa.Tanpa menoleh, Wandra merasakan aura pembunuh dari pengendara motor itu. Dan detik berikutnya, suara tembakan pistol memecah keheningan pagi.Peluru itu melesat ke arah kepala Wandra dari jarak sekitar sepuluh meter. Tapi Wandra hanya sedikit menggerakkan jarinya, dan peluru itu berbalik arah dengan kecepatan yang dilipatgandakan. Peluru itu menembus helm sang penembak dan bersarang di kepalanya. Motor yang ditungganginya oleng ke kiri dan menghantam pohon di pinggir jalan dengan suara benturan yang keras.Beberapa

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   244 Kedatangan Reno

    Pagi itu, di sebuah ruangan besar bergaya tradisional di kota Candi, Wahyu Wicaksana duduk berhadapan dengan seorang pria yang memancarkan aura kekuatan yang luar biasa.Pria itu berumur sekitar empat puluh tahun, bertubuh tegap dengan otot-otot yang terlihat jelas di balik jubah latihan berwarna h

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   3 Menolong Dokter Wanita

    Di kota besar seperti ini, di mana tidak ada yang saling mengenal, lebih aman untuk tutup mata dan jalan terus.Tapi Wandra tidak bisa melakukan itu. Didikan orang tuanya dan neneknya mengajarkan bahwa menolong orang yang dalam kesulitan adalah kewajiban, bukan pilihan. Meskipun dia tahu risikonya

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   2 Pusaka Keluarga

    "Ini adalah pusaka keluarga kita," kata Mbah Surti dengan suara yang tiba-tiba menjadi serius. "Kakekmu mendapatkannya dari ayahnya, dan ayahnya mendapatkannya dari ayahnya lagi. Tidak ada yang tahu dari mana asal liontin ini sebenarnya, tapi kakekmu selalu percaya bahwa liontin ini memiliki kekuat

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   1 Barang Peninggalan Kakek

    Pagi itu kabut masih menyelimuti Desa Sukamakmur ketika Wandra terbangun oleh suara batuk ayahnya yang begitu memilukan. Suara itu sudah menjadi alarm alami baginya selama tiga bulan terakhir, menggantikan kokok ayam yang biasanya membangunkannya untuk pergi ke sawah.Wandra segera bangkit dari tik

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status