بيت / Urban / Kalung Ajaib Pemuda Desa / 143 Kesembuhan Terjadi

مشاركة

143 Kesembuhan Terjadi

مؤلف: Heartwriter
last update تاريخ النشر: 2026-05-10 17:37:59

Angka-angka yang tadinya merah bergerak ke kuning. Dari kuning ke hijau. Satu per satu, dengan kecepatan yang cukup lambat untuk membuat seseorang berpikir itu adalah kesalahan alat, tapi cukup konsisten untuk membuat seseorang berhenti berpikir itu adalah kesalahan alat.

Wandra membuka matanya.

Joanna membuka matanya di waktu yang hampir bersamaan.

Dan di atas ranjang, Hartono Sugiarto—konglomerat yang sudah dirawat di empat negara dan sudah pasrah menunggu sesuatu yang semua orang di ruangan
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   161 Perancang Asap Pemancing Gairah

    *"Dan sekarang kamu. Dengan bakat yang lebih kuat dari nenekmu—yang sudah sangat berbakat. Dengan kondisi penyegelan yang sudah sedikit lebih melemah karena waktu. Dan dengan situasi yang semakin mendesak karena musuh-musuhku sudah mulai bergerak."*---Wandra berdiri diam selama beberapa saat setelah itu.Angin bertiup lagi—lebih kuat dari sebelumnya, membawa serta bau kota yang campuran tapi tidak tidak menyenangkan di pagi yang masih relatif segar ini."Guru dari Duan Jing Tian," katanya akhirnya. "Termasuk sembilan yang menyegelmu?"*"Salah satunya, ya."*"Sembilan berarti masih delapan lagi."*"Delapan lagi. Dengan tingkatan yang bervariasi—beberapa sudah melemah karena usia, beberapa mungkin sudah tidak ada. Tapi setidaknya empat atau lima masih sangat aktif. Dan yang paling berbahaya di antara mereka adalah yang belum mengirimkan wakilnya kepadamu."*Wandra memproses itu."Barata," katanya kemudian, dengan nada yang berbeda—nada yang lebih langsung, menuju hal yang sudah ia ing

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   160 Dua Dunia yang Berjalan Bersamaan

    Pagi ini, Joanna masuk ke dalam gerbang RS Harapan Bunda dengan langkah yang sudah terlatih—langkah seseorang yang sudah hafal jarak antara parkiran dan pintu lobby sampai ke senti, yang otot-ototnya sudah tahu berapa energi yang perlu disimpan untuk shift yang panjang di depan.Sebelum masuk, ia menoleh.Wandra masih berdiri di sebelah motornya—helm di tangan, rambut yang belum sepenuhnya rapi karena angin pagi—menatap ke arah Joanna dengan ekspresi yang tidak bisa dikategorikan sebagai satu hal saja."Pulang yang benar," kata Joanna dari jarak itu. "Makan dulu sebelum tidur.""Iya.""Itu bukan jawaban yang meyakinkan.""Iya, aku akan makan sebelum tidur."Joanna menatapnya satu detik lagi—dengan cara yang sudah Wandra mulai kenali sebagai cara Joanna memeriksa sesuatu yang tidak bisa diperiksa dengan stetoskop—kemudian mengangguk dan berbalik masuk.Pintu kaca otomatis menutup di belakangnya.Wandra menghembuskan napas.Ia memasang helmnya, menghidupkan motor, dan mulai bergerak ke

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   159 Menemukan Kedamaian

    Air shower dimatikan. Kamar mandi dipenuhi uap hangat yang tebal. Wandra dan Joanna masih saling berpelukan di bawah guyuran air yang sudah berhenti, tubuh mereka basah dan berkilau.Wandra mengambil handuk putih besar dari rak, lalu membungkus tubuh Joanna dengan lembut dari belakang. Ia mengusap punggung Joanna pelan, menyerap air dari kulitnya dengan penuh kasih. Tangan besarnya menyusuri lengan Joanna, lalu turun ke pinggang dan bokongnya, mengelapnya dengan gerakan yang sengaja lambat dan sensual.Joanna tersenyum, menggigit bibir bawahnya. Ia membalikkan tubuh, mengambil handuk lain dan mulai mengelap dada bidang Wandra. Handuk bergerak pelan menyusuri otot perutnya, turun ke pinggul, lalu dengan nakal mengelap kejantanan Wandra yang masih setengah tegang. Joanna mengusapnya dengan lembut menggunakan handuk, tapi jari-jarinya sesekali menyentuh kulit langsung, membuat Wandra mendesah pelan.“Kamu masih keras sekali…” bisik Joanna sambil tersenyum menggoda.Wandra balas mengambil

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   158 Saling Memandikan

    **Lanjutan Cerita - Saling Memandikan di Bawah Shower**---Joanna masih terbaring dalam pelukan spooning Wandra, tubuh mereka saling menempel hangat dan basah oleh keringat. Kejantanan Wandra masih tertanam lembut di dalamnya, sesekali berdenyut pelan. Asap hitam tipis dari liontin masih samar-samar mengisi udara kamar.Joanna mengelus lengan Wandra yang merangkul perutnya, lalu berbisik dengan suara lembut yang lelah tapi penuh kasih:“Kita lengket sekali… mandi yuk. Aku ingin memandikan kamu.”Wandra mencium tengkuk Joanna dan mengangguk. Ia perlahan menarik diri, membuat Joanna mendesah kecil karena kehilangan sensasi penuh itu. Wandra mengangkat tubuh Joanna dengan mudah seperti bridal style, membawanya menuju kamar mandi apartemen yang luas.Air shower dinyalakan. Air hangat langsung mengguyur deras dari kepala shower besar. Joanna berdiri di bawah guyuran air, rambutnya basah menempel di punggung dan dada. Wandra masuk ke belakangnya, memeluk pinggang Joanna dari belakang seben

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   157 Spooning Mesra

    Joanna masih ambruk di dada Wandra, tubuhnya gemetar hebat sisa orgasme yang kuat dari woman on top tadi. Napasnya tersengal, rahimnya masih berdenyut pelan di sekeliling kejantanan Wandra yang masih tertanam dalam. Asap hitam dari liontin terus menebal pelan di udara kamar apartemen, membuat api gairah mereka belum mau padam.Joanna mengangkat wajahnya yang memerah, matanya setengah terpejam penuh kasih dan hasrat. Ia mencium bibir Wandra lembut, lalu berbisik dengan suara serak yang manja:“Peluk aku dari belakang… Aku ingin merasakanmu dekat sekali. Pelan-pelan, Wandra.”Wandra mencium kening Joanna dalam-dalam sebelum perlahan menarik diri. Joanna bergeser ke samping, memunggungi Wandra dengan gerakan lembut. Ia menekuk lututnya sedikit, bokongnya yang montok dan basah menyodorkan diri secara alami.Wandra mendekat dari belakang. Dada bidangnya menempel sempurna di punggung Joanna yang hangat. Ia melingkarkan satu tangan di pinggang Joanna, menariknya rapat hingga tak ada celah se

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   156 Butuh Pelampiasan

    Wandra memacu motornya dengan napas memburu, tinjunya masih mengepal. Liontin di dadanya bergetar panas. Tapi kali ini, bukan hanya kekuatan yang keluar — asap hitam tipis mulai merembes keluar dari liontin, menebal dengan cepat di udara jalanan“Shit…” gumam Wandra. Tubuhnya langsung panas. Darahnya berdesir hebat, kejantannya mengeras dalam sekejap. Gairah yang tak terkendali membakar seluruh tubuhnya. Ia tahu ia tak bisa menahan lama.Wandra melaju kencang menuju rumah sakit tempat Joanna sedang koas malam.Sesampainya di depan gerbang RS, Joanna baru saja keluar sambil membawa tas. Wajahnya lelah setelah shift panjang, tapi langsung berubah cerah saat melihat Wandra.“Wan? Kamu jemput aku? Aku kira—”Belum sempat Joanna menyelesaikan kalimatnya, Wandra sudah turun dari motor, memeluk pinggangnya erat, dan menciumnya dengan ganas di tempat parkir yang cukup sepi. Joanna tersentak, tapi dalam hitungan detik ia merasakan asap hitam yang samar-samar menempel di tubuh Wandra. Tubuhnya

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status