Home / Urban / Kalung Ajaib Pemuda Desa / 143 Kesembuhan Terjadi

Share

143 Kesembuhan Terjadi

Author: Heartwriter
last update publish date: 2026-05-10 17:37:59

Angka-angka yang tadinya merah bergerak ke kuning. Dari kuning ke hijau. Satu per satu, dengan kecepatan yang cukup lambat untuk membuat seseorang berpikir itu adalah kesalahan alat, tapi cukup konsisten untuk membuat seseorang berhenti berpikir itu adalah kesalahan alat.

Wandra membuka matanya.

Joanna membuka matanya di waktu yang hampir bersamaan.

Dan di atas ranjang, Hartono Sugiarto—konglomerat yang sudah dirawat di empat negara dan sudah pasrah menunggu sesuatu yang semua orang di ruangan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   355 Jadi Saksi Mata

    Rafika, yang sudah kembali ke posisi "sedang duduk kesakitan" seperti para korban lainnya, tidak tahu harus menjelaskan bagaimana.Namun Wandra langsung bertindak. Dia, berkata, "Saya melihatnya!" Wandra berkata dengan suara yang cukup keras untuk menarik perhatian semua orang di ruangan itu. "Ada seorang pria berjenggot lebat, bertubuh besar, dan berambut putih! Dia masuk entah dari mana dan langsung menyerang semua perampok itu dengan kecepatan yang luar biasa! Setelah selesai membunuh mereka, dia langsung pergi lagi tanpa mengucapkan sepatah kata pun!"Orang-orang mulai berbisik-bisik dengan takjub, beberapa mengangguk mempercayai cerita itu meskipun mereka sendiri tidak melihat apa pun karena tertidur oleh bubuk yang disebar oleh Rafika."Kita harus mengambil kembali harta benda kita!" seseorang berteriak, mengingatkan semua orang tentang barang-barang berharga yang tadi dirampas.Kekacauan yang teratur pun terjadi. Setiap orang mulai mencari dan mengambil kembali harta benda mere

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   354 Bertemu Perampok

    Mereka berdua berjalan menyusuri jalanan kota menuju bank utama yang terletak tidak jauh dari pasar. Sepanjang perjalanan, Wandra sengaja mengajak Rafika bercakap-cakap tentang hal-hal ringan, kehidupan sehari-hari di pasar, harga-harga sayuran, cuaca. Dia memperhatikan bahwa meskipun Rafika berbicara dengan gaya seorang wanita paruh baya biasa, ada kecerdasan dan kebijaksanaan yang tersembunyi di balik setiap kata-katanya, sesuatu yang tidak bisa sepenuhnya disembunyikan oleh riasan atau akting sebaik apa pun.Bank yang mereka tuju adalah sebuah bangunan yang cukup besar, dengan pilar-pilar batu di depannya dan interior yang ramai dengan antrian orang-orang yang juga ingin menyimpan uang mereka sebelum libur panjang.Wandra dan Rafika duduk berdampingan di bangku antrian, menunggu giliran mereka dipanggil. Wandra memperhatikan sekelilingnya dengan roh primordialnya yang menyebar diam-diam, sebuah kebiasaan yang sudah mendarah daging setelah tujuh ribu tahun hidup penuh kewaspadaan

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   353 Terkenang Masa Lalu

    'Dia mulai bersimpati,' batin Wandra di tengah-tengah "penderitaannya" yang sebenarnya sama sekali tidak dia rasakan secara fisik. 'Bagus.'Setelah hampir dua jam, Panjul dan anak buahnya akhirnya lelah sendiri dan meninggalkan Wandra yang terbaring di tanah dengan pakaian yang sudah kotor dan robek di beberapa tempat, meskipun tidak ada luka fisik sungguhan yang tertinggal di tubuhnya yang sebenarnya kebal terhadap segala serangan.Bang Ganjar mendekati Wandra yang masih terbaring, wajahnya menunjukkan sedikit rasa bersalah yang bercampur dengan kepuasan. "Yah, sudahlah. Ini uang untuk berobat," dia berkata sambil melemparkan beberapa keping perak yang jumlahnya jauh lebih sedikit dari yang seharusnya diperlukan untuk pengobatan yang layak. "Cari tabib saja."Wandra bangkit dengan susah payah, memegangi tubuhnya seolah kesakitan. "Di mana saya bisa menemukan tabib, Pak?""Tabib biasa di sini sedang pergi ke luar kota," seorang warga yang menyaksikan kejadian itu menjawab dengan simpa

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   352 Aku Menemukanmu

    Aura kultivasinya sama sekali tidak terdeteksi. Bukan karena tersembunyi dengan teknik penyamaran kultivasi biasa, tapi karena benar-benar tidak ada aura kultivasi yang keluar sama sekali. Seperti seorang wanita biasa yang tidak memiliki kekuatan apa pun.Tapi Wandra tahu lebih baik dari itu. Delapan ratus tahun yang lalu, dia pernah merasakan hal yang sama. Mayang Terurai memiliki kemampuan untuk menyembunyikan seluruh auranya dengan sempurna, sebuah kemampuan langka yang bahkan Wandra sendiri tidak sepenuhnya pahami mekanismenya meskipun sudah hidup tujuh ribu tahun.'Aku menemukanmu,' batin Wandra sambil memandang rumah sederhana itu. 'Setelah delapan ratus tahun.'Wandra memutuskan untuk tidak langsung mendekat malam itu. Dia perlu waktu untuk merencanakan pendekatannya dengan hati-hati. Terlalu banyak kesempatan sebelumnya yang gagal karena dia terlalu terburu-buru, membuat Mayang curiga sebelum Wandra sempat membangun kepercayaan.Kali ini, dia akan melakukannya dengan sabar.Ke

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   351 Menemukan Wanita yang Dicarinya

    "Aku baru saja hendak melaporkan hal ini kepada pemimpin Istana Pualam Putih," Dixon melanjutkan. "Tapi saat itu, pemimpin sedang menerima seorang tamu penting, jadi aku memutuskan untuk menundanya sampai besok pagi. Kemudian aku mendapatkan pesan dari perantaraku bahwa ada beberapa orang yang ingin bertemu denganku untuk meminta ramalan. Aku memutuskan untuk pergi ke restoran, berpura-pura sebagai perantara biasa, dan mengarahkan mereka menuju selatan kota untuk bertemu dengan seorang perantara palsu di sana, sementara aku sendiri pulang ke rumah untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk pertemuan dengan pemimpin Istana Pualam Putih besok pagi."Dixon memandang Wandra dengan mata yang penuh penyesalan sekarang. "Tapi kedatanganmu membuat semua rencanaku kacau."Wandra menatap Dixon dengan tajam. "Apakah ini semua yang ada di pikiranmu? Tidak ada lagi yang kau sembunyikan?""Aku sudah mengatakan semuanya," Dixon berkata dengan cepat, terlalu cepat.Wandra bisa merasakan sedikit

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   350 Dixon Memberitahu Semuanya

    Wandra memandang Dixon dengan ekspresi yang tetap tenang, meskipun tuduhan tentang kematian Yang Dipertuan Agung baru saja dilontarkan kepadanya."Aku tidak mau masalah," Wandra berkata dengan suara yang datar. "Aku cuma ingin tahu tentang Mayang Terurai. Apa yang kau ketahui tentangnya?"Wandra menatap lurus ke mata Dixon. "Dan aku ingatkan, jangan sampai kau membawa masalah bagi Mayang Terurai. Aku tidak akan senang kalau itu terjadi."Kata-kata terakhir Wandra, meskipun diucapkan dengan nada yang sama tenangnya, mengandung sebuah peringatan yang tidak bisa disalahartikan. Wajah Dixon yang tadi sudah waspada kini berubah menjadi merah padam oleh kemarahan yang campur dengan sesuatu yang lain, mungkin rasa terhina karena diperingatkan oleh seseorang yang dia anggap jauh di bawah levelnya."Kau berani mengancamku di rumahku sendiri?" Dixon mendesis.Tanpa memberikan peringatan lebih lanjut, Dixon melangkah mundur dan menekan sebuah tombol tersembunyi yang terpasang di dinding di belak

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   3 Menolong Dokter Wanita

    Di kota besar seperti ini, di mana tidak ada yang saling mengenal, lebih aman untuk tutup mata dan jalan terus.Tapi Wandra tidak bisa melakukan itu. Didikan orang tuanya dan neneknya mengajarkan bahwa menolong orang yang dalam kesulitan adalah kewajiban, bukan pilihan. Meskipun dia tahu risikonya

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   2 Pusaka Keluarga

    "Ini adalah pusaka keluarga kita," kata Mbah Surti dengan suara yang tiba-tiba menjadi serius. "Kakekmu mendapatkannya dari ayahnya, dan ayahnya mendapatkannya dari ayahnya lagi. Tidak ada yang tahu dari mana asal liontin ini sebenarnya, tapi kakekmu selalu percaya bahwa liontin ini memiliki kekuat

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   1 Barang Peninggalan Kakek

    Pagi itu kabut masih menyelimuti Desa Sukamakmur ketika Wandra terbangun oleh suara batuk ayahnya yang begitu memilukan. Suara itu sudah menjadi alarm alami baginya selama tiga bulan terakhir, menggantikan kokok ayam yang biasanya membangunkannya untuk pergi ke sawah.Wandra segera bangkit dari tik

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   7 Bisikan Manja

    Wandra mulai memegang rambut Caroline sementara pinggul Wandra mulai goyang-goyang. "Ini enak sekali, kak. Makasih banyak, kak. Ini enak sekali.""Ini belum apa-apa, Wandra. Nanti kamu akan merasakan lebih enak saat kembali merasakan liang kenikmatanku," janji Caroline untuk kemudian dia kembali me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status