Share

BAB 30

Author: Jw Hasya
last update Last Updated: 2025-11-05 21:42:12

Brengsek!” desis Kama saat tiba di apartemen.

Dirinya tidak pernah menyangka jika hubungan yang pernah terjalin dengan Sutra akan berakhir seperti ini. Jujur saja, dia frustrasi. Bagaimana jika apa yang dikatakan dokter Arif benar adanya. Jiwanya sudah tidak mau lagi mengenal sosok lain. Lalu, bagaimana dengan Angsa Putih, yang dengan segenap jiwanya akan selalu dicintainya.

“Tuan, Sutra tidak pergi ke kota itu. Saya sudah mengecek semua penerbangannya, Tuan.” Suara Hans terdengar nyaring dari balik telepon genggam Kama.

Wajah pria itu memerah, kedua rahangnya mengeras tegas. Sebelumnya, ia tidak pernah segila ini dalam menanggapi persoalan wanita. Sekarang, giliran wanita itu hanya berstatus sebagai pelayan, dia seperti ingin gila memikirkannya.

“Kau sudah benar-benar mencarinya?” Kama menekan ucapannya.

“Sudah, Tuan.”

Kama kemudian mematikan ponselnya, lalu melempar tepat ke kaca berbentuk oval di hadapannya.

“Rupanya kau ingin bermain-main denganku, Sutra!” gerutunya de
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (11)
goodnovel comment avatar
Lita Ashari
waduh, kasihan nih Kama. pilihan yg susah syekali
goodnovel comment avatar
Rachel Kosasih
kasian cah ganteng bebannya berat sekali, pantes wataknya tempramental, ga ada manis manisnya, ya terserah kk aja yg mutusin deh, jadi apa kaganya kama sama nenek rezza, hahaha, smangat kk nulisnya. akhir kata, k tolong jgn penggemar pembacamu kecewa ya kk
goodnovel comment avatar
Rachel Kosasih
kasian sekali kama, lebih baik makan si buah malakama, ga ada hukumannya, krn mama papanya sudah meninggal, pusing deh kama
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kama Sutra   Bab 185

    Perlahan tapi pasti, Kama memainkan batu es dalam mulutnya mengitari setiap inci demi inci tubuh Sutra yang telah tersuguh tanpa helai benang. Kedua netranya menatap setiap permainan Kama, membuatnya lebih bergairah. “Aaah!” Ia kembali meloloskan desahannya. “Kau mau apa lagi?” tanya Sutra di tengah desahannya yang begitu terdengar seksi. Kama membuang asal batu es yang sudah menipis karena sudah mencair tersebut. Sejurus kemudian, pria itu mengambil sebuah tali yang terbuat dari kulit dan sebuah penutup mata. “Aku ingin menutup matamu dan mengikat kedua tangan serta kakimu ke ujung kasur,” jawab Kama sambil tersenyum smirk. Sutra pasrah. Bibirnya bergetar, hasratnya begitu dalam, ia tak dapat lagi membendungnya. Tak berselang lama, Kama telah selesai menutup kedua matanya serta menginat kedua tangan serta kakinya ke ujung kasur. Pemandangan yang tersuguh begitu menggairahkan. Kama meminkan tonjolan kecil yang sedikit menyembul di tengah belahan kerang simping Sut

  • Kama Sutra   Bab 184

    “Kau bilang hanya sebentar. Aku takut sendirian.” Sutra menatap Kama dan Mina secara bergantian. “Apa kalian sedang membahas sesuatu yang penting? Kenapa aku merasa begitu?” “Nyonya Deodola, aku dan Tuan hanya membahas persoalan pekerjaanku. Iya ‘kan, Tuan?” Kama mengangguk. “Besok aku harus ke Kota W. Nicko ingin kembali menjalin kerja sama denganku. Aku ingin selama kepergianku ke luar kota, Mina menjagamu dan juga anak-anak kita.” “Nicko?” Dahinya mengernyit. “Ya, mantan bosmu yang sempat menyukai dirimu.” “Kama, kau bisa tidak usah membahas dia di depan Mina?” Sutra menarik pergelangan tangan Kama, lalu sedikit menyeretnya ke dalam kamar. “Maaf, Mina, sebaiknya kau istirahat saja. Kama memang selalu begini, dia akan rusuh kalau sedang tidak ada kerjaan.” Mina tersenyum menanggapinya. “Apa yang kau bilang tadi?” tanya Kama saat keduanya sudah berada di dalam kamar. “Apa? Aku tidak mengatakan apa-apa,” jawab Sutra yang memang tidak mengingatnya. “Kau bilang pada Mina

  • Kama Sutra   Bab 183

    “Selamat ulang tahun, Sayang.” Pria tampan dengan manik biru tersebut tampak mencium kening sang putri dengan begitu hangat. Sejurus kemudian, wanita anggun berjalan ke arah mereka dengan membawa sebuah kado berbentuk kubus di atas kedua tangannya. “Ini hadiah untukmu, Nak. Mami dan Daddy sangat menyayangimu, Sayang. Bukalah.” Senyumnya mengambang, tapi terlihat begitu samar. Saat gadis itu hendak membuka kado, tiba-tiba terdengar sebuah tembakan yang memekakkan gendang telinganya. Membuatnya menyumpal cuping telinga, tapi segalanya terasa begitu sia-sia. Darah berceceran, lalu gelap, sunyi, dan …. “Aaaaah!” Matanya terbuka, deru napasnya begitu memburu hingga dadanya terlihat naik turun. “Ada apa? Kau mimpi buruk?” Kama mengguncang-guncangkan tubuh Sutra hingga wanita itu mengerjapkan kedua matanya. “Kama!” Dia lantas memeluk tubuh Kama yang duduk di sisi ranjang. “Hei, tenangkan dirimu. Kau sedang mimpi buruk?” Kama membetulkan posisi rambut Sutra yang terlihat acak-acak

  • Kama Sutra   Bab 182

    “Apa yang kau lakukan dengannya, Hans!”Bruak!Satu pukulan tepat mengenai pelipis Hans dengan begitu sempurna, hingga lelaki itu menahan rasa perih yang tiba-tiba merayap di area wajahnya. “Kau ingin bermain-main denganku? Ingin mengkhianatiku?” Wajahna begitu garang, Kama tidka bisa lagi menghalau kemarahannya.Sudah cukup lama, ia menahannya. Jujur, setiap gerak gerik Hans membuatnya menaruh curiga dan sebuah kecemburian, dan malam ini adalah puncaknya. “Hentikan! Ini rumah sakit!” seloroh Sutra saat kepalan tangan Kama hampir kembali mengenai wajah Hans. “Hentikan! Kau salah paham!” Sutra meraih pergelangan tangan Kama. Kama menatapnya dengan tatapan menghunus. “Apa kau bilang? Salah paham? Aku bahkan melihat dengan kedua mataku sendiri jika laki-laki brengsek ini memakai baju di hadapanmu, Sutra! Kau—“ Kama menggantung kalimatnya. “Kau salah paham! Dia habis menggendong Nala tanpa memakai baju, itu juga atas saran dari dokter. Karena tubuh Nala sangat panas, Kama!” Sutra memc

  • Kama Sutra   Bab 181

    Hans dan Sutra berdiri berhadapan. Begitu dekat, hingga sepoi napas dari keduanya terasa menerpa wajah. Sutra yang hanya memakai piyama slip berbahan sutra itu, tampak menatap wajah Hans, pun dengan pria tersebut, ponsel yang tengah menghubungi nomor Kama, terabai di genggamannya. Debaran itu kian nyata, Hans dapat merasakan jika jantungnya seolah ingin copot dari tempatnya. Namun, sebisa mungkin pria itu menepis segala dugaan-dugaan yang mungkin saja bisa terjadi di antara mereka. Benda panjang di tengah celana milik Hans pun mendadak mengeras dan terasa begitu panas. Tidak! Pria itu harus segera mengakhiri sesi sensasi yang tidak seharusnya ia rasakan. Wanita dihadapannya adalah Sutra, calon istri Kama sekaligus ibu dari anak-anaknya. “Hallo, Hans, ada apa?” Beruntung suara Kama dari seberang telepon menyentak perhatian Hans, hingga pria tampan itu segera mengalihkan perhatiannya. Hans mengatur napasnya yang sedikit tak beraturan. Meraup wajahnya sendiri agar sadar dari s

  • Kama Sutra   Bab 180

    Sutra tampak menatap lukisan seharga dua ratus milyar. Matanya begitu lekat menatap inci demi inci lukisan yang dilukis oleh mendiang Reynard sebelum dirinya meninggal dunia. Sebuah lukisan pemandangan lengkap dengan seorang wanita muda yang tengah menggendong seorang bayi kecil dalam dekapannya. Warja senja yang kontras begitu memukau penglihatan Sutra. Wanita itu seperti tengah merasa de ja vu. Namun, ia tak mengingat sama sekali. Mungkin hanya sekadar mimpi yang terlupakan. Pikirnya. “Nyonya sarapan sudah siap.” Mina mengagetkan Sutra. “Mina, kenapa kau yang masak? Di rumah ini sudah ada koki yang khusus untuk memasak. Tugasmu hanya melayani apa yang aku inginkan, bukan?” Mina tersenyum menanggapinya. “Tuan Deodola menginginkan mulai saat ini aku yang masak untukmu dan dia, Nyonya.” Sutra menganjur napas pelan. “Terserah kau saja. Aku hanya tak ingin kau terlalu lelah bekerja.” “Tidak, Nyonya. Aku bahkan sangat senang karena bisa membuatkanmu makanan.” “Baiklah, ja

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status