Share

Bab 301

Author: Jw Hasya
last update Last Updated: 2026-02-25 13:05:49

Pagi ini Ellies datang ke kediaman Kama dan Sutra. Wanita itu tampak lebih kurus, dengan lingkar mata hitam yang lebih mencolok.

Setelah kepergian Sofia dan ditambah dengan Hans, hidupnya begitu berantakan. Bahkan, wanita itu kerap menghabiskan hari di depan meja bar dengan sajian minuman memabukkan.

“Ellies, kau?” Sutra menyambutnya dengan pandangan tak menyangka. Wanita itu seolah heran melihat tubuh sepupu Kama begitu kurus, ditambah lagi dengan wajah yang kucel dengan lingkar hitam me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Lasma Wati
kama dan ellies masih menyembunyikan kesalahan hans pada sutra . apa sutra akan mengetahuinya sendiri , kuharap kesalahan hans sama sutra terkubur sama j4s4dnya.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kama Sutra   Bab 302

    Senja mulai menjelma di langit Kota Vilateli saat Kama memasuki restoran Prancis bernama La Villa yang terletak di pinggir jalan raya utama. Udara segar dari pegunungan menyertai aroma roti panggang dan saus truffle yang keluar dari dalam. Dia memilih meja sudut yang agak terpencil, tepat di bawah lampu gantung dengan kain renda putih yang lembut. Tangannya masih sedikit gemetar saat dia menekan bagian perut bawah yang kembali memberikan rasa sakit menusuk.Tak lama kemudian, pintu restoran terbuka dan muncul sosok wanita mengenakan sweater berwarna merah muda dengan rambut panjang yang diikat rapi—Dokter Becca.“Tuan Muda, sudah lama tidak bertemu. Kau terlihat lesu sekali,” ujar Becca sambil menjangkau tangan Kama untuk berjabatangan. Dia merangsek kursi di hadapan Kama dan duduk perlahan. “Aku langsung datang begitu menerima pesan darimu. Ada apa denganmu, Tuan?”Kama menghela napas dalam, matanya menatap permukaan meja yang bersih. Pelayan datang menyapa dan mereka memesan jus alp

  • Kama Sutra   Bab 301

    Pagi ini Ellies datang ke kediaman Kama dan Sutra. Wanita itu tampak lebih kurus, dengan lingkar mata hitam yang lebih mencolok. Setelah kepergian Sofia dan ditambah dengan Hans, hidupnya begitu berantakan. Bahkan, wanita itu kerap menghabiskan hari di depan meja bar dengan sajian minuman memabukkan. “Ellies, kau?” Sutra menyambutnya dengan pandangan tak menyangka. Wanita itu seolah heran melihat tubuh sepupu Kama begitu kurus, ditambah lagi dengan wajah yang kucel dengan lingkar hitam mengitari area kelopak matanya. “Ayo, masuklah,” tawar Sutra sambil memegang punggungnya. “Maaf, karena aku baru sempat datang ke sini, Kakak Ipar. Bagaimana keadaan Kama?” tanya Ellies ketika keduanya smpai di dalam ruang tamu. “Tidak apa apa, dia sudah sehat. Kenapa kau tidak mengabariku jika mau ke sini?” “Aku tidak ingin merepotkanmu dan Kama. Terlebih dia baru sembuh ‘kan?” Sutra tersenyum. “Lain kali kau beritahu aku jika mau ke sini.” Ellies mengangguk. “Di mana Kama?” “Dia ma

  • Kama Sutra   Bab 300

    Dua minggu berlalu, kondisi Kama semakin menunjukkan ke arah lebih baik lagi. Dokter yang menangani penyakitnya memanggil Sutra ke dalam ruangannya. “Bagiamana kondisi suamiku, Dokter? Kapan dia bisa pulang?” Dokter itu menyandarkan tubuhnya di bahu kursi. “Kondisinya semakin baik. Akan tetapi ….” Dia menggantung kalimatnya, menatap dalam ke arah Sutra yang tampak mengernyitkan dahinya. “Kanapa, Dokter?” tanya Sutra penasaran. Dokter itu tiba tiba menggeleng cepat. “Tidak, dia baik baik saja. Kau boleh membawanya pulang kapan pun kau mau, karena memang sudahlebih baik.” “Apa sel kankernya betul betul sudah tidak ada?” tiba yiba Sutra bertanya hal itu dengan wajah tegang. Dokter mencondongkan tubuhnya hingga sedikit mendekat ke arah Sutra yang duduk berhadapan dengannya. “Sel kanker itu tidak betul betul mati. Hanya saja untuk sementara waktu ini, sel itu membeku dan apabila Tuan Deodola hidup secara sehat dan menjalani segala prosedur yang kami tentukan, tidak menutup

  • Kama Sutra   Bab 299

    Satu minggu berlalu, Sutra masih begitu setia menemani Kama di dalam ruang perawatan di rumah sakit. Dokter Becca dan tim medis lainnya pagi ini manemuinya di dalam ruang perawatan Kama. “Jika kalian masih terus ingin aku menandatangi berkas itu, maaf … aku tidak akan pernah melakukannya,” ketus Sutra. “Tapi suamimu sudah tidak ada harapan lagi. Dan pihak rumah sakit ini memang memberi kebijakan seperti itu, Nyonya.” Salah satu tim dokter berujar dengan pembawaan cukup tenang. “Jika memang begitu, aku akan membawanya pulang ke kotaku dan akan mencari rumah sakit yang bisa membuatnya sadar dari komanya!” Sutra beranjak dari kursi tunggu. “Sutra, jangan begitu. Rumah sakit ini adalah rumah sakit terbaik di kota.” Dokter Becca menyambar. “Kau! Bahkan kau saja yang diberi hidup oleh keluarga suamiku, tega ingin mengakhiri hidupnya?” Sutra menggeleng tak percaya. “Aku bahkan tidak pernah kau akan melakukan hal sejahat ini, Dokter Becca! Kukira kau tulus menyayangi suamiku.”

  • Kama Sutra   Bab 298

    “Tuan Muda Kama pengidap kanker usus sejak lima tahun yang lalu. Tapi … dia selalu menolak ketika aku menyuruhnya untuk segera berobat. Katanya ‘nanti saja’ selalu seperti itu.” Dada Sutra tiba tiba terasa begitu sesak saat mendengar penjelasan Dokter Becca. “Lima bulan lalu, dengan tiba tiba dia mau operasi saat penyakitnya sudah menyebar. Sebetulnya aku juga tidak menyangka jika pada akhirnya dia mau sembuh demi dirimu dan juga kedua putra putrinya.” “A-apa maksudnya semua ini? K-kenapa dia tidak pernah mengatakan apa apa terhadap diriku? Kenapa?” “Tuan Muda takut kau akan menjadi kepikiran jika dia memberitahu kondinya padamu. Dia begitu mencintaimu, hingga tak ingin melihatmu bersedih, terluka bahkan nelangsa. Dia akan melakukan apa pun asal kau bahagia.” “Tapi tidak harus dengan cara menutupi penyakitnya dariku, Dokter?” Air matanya kian mencuat menerobos di kedua pipinya. “Aku ini istrinya, aku berhak tahu segalanya tentang dia!” kata kata Sutra penuh penekanan. “Se

  • Kama Sutra   Bab 297

    Siang merayap ganas, musim kali ini sedikit tidak menentu, kadang turun hujan, kadang hanya angin yang menyambar nyambar di sertai terik matahari yang kian rakus melahap setiap pecalang. Sutra memutuskan untuk tinggal sementara di mansion keluarga Deodola, di sana dia bisa memiliki banyak aktivitas, di antaranya adalah membantu para pelayan untuk membersihkan mansion atau membantu sebagian dari mereka untuk menyiapkan hidangan di atas meja panjang. “Nyonya ada dokter Becca di luar sedang mencarimu.” Salah seorang pelayan menghampiri Sutra yang tengah memetik anggur di bangunan belakang. Sutra tampak menautkan kedua alisnya. Sudah lama dia tidak mendapati kabar dokter yang lumayan ceriwis tersebut. “Suruh dia menungguku di taman samping. Aku akan menyusul segera.”“Baik, Nyonya.”Sutra merapikan gunting sekaligus wadah anyaman yang terbuat dari bambu yang telah berisi beberapa gerombol anggur hijau. Kemudian wanita itu menaruh di meja bundar untuk kemudian agar dibawa masuk ke bang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status