LOGINCaterina memberikan nomor teleponnya, setelah Kendric menelepon untuk memastikan bahwa Caterina tidak menipunya barulah dia bersedia membiarkannya pergi.
“Oke, aku akan meneleponmu, nanti!” Caterina tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya sambil berlari dengan tergesa-gesa menuju ke kediamannya. Ketika ia tiba di rumah, dilihatnya Jason sudah berdiri menunggunya. Ada selembar kertas di meja ruang tengah. Caterina pikir Salsa masih ada di sana ternyata hanya Jason yang menunggu. Sebelum Salsa mengirimkan pesan padanya, Jason lebih dulu menelepon dan memintanya untuk pulang malam ini. Caterina baru berjalan masuk ke dalam rumah, dia masih belum selesai mengatur napas. “Tanda tangani ini!” perintah Jason padanya sambil meletakkan kertas di meja dengan bolpoin di atasnya. Caterina berjalan mendekat untuk memeriksanya. Di sana tertulis jika ternyata Caterina bukan gadis perawan maka pernikahan harus dibatalkan alias bercerai. “Jason, kita baru satu minggu yang lalu menikah dan kamu sudah ingin aku menandatanganinya? Lalu, bagaimana jika aku masih perawan?” Ekspresi wajah Jason terlihat merendahkan pertanyaan Caterina seolah-olah yakin bahwa Caterina adalah gadis murahan yang sudah tidak perawan. “Kamu begitu percaya diri, apa kamu yakin? Setiap hari kamu keluar rumah dan bertemu dengan pria di luar sana!” Jason melemparkan foto-foto di meja, Caterina membelalak kaget. Dia melihat foto-fotonya ketika sedang memungut perhiasan milik Kendric beberapa jam yang lalu. Caterina baru tahu selama ini ada yang mengikutinya dan sengaja melaporkannya pada Jason. Otak Jason sudah diracuni setiap hari jadi dengan mudah Jason melupakan sifat asli Caterina. Caterina merasa pria di depannya sekarang adalah sosok berbeda, bukan lagi Jason yang dikenalnya sejak kecil. “Kamu menempel pada Kendric! Aku baru mengerti ternyata kamu wanita mata duitan dan murahan!” “Jason, dengarkan aku, ini tidak seperti yang kamu kira! Aku bisa menjelaskannya!” Caterina masih berusaha mempertahankan pernikahannya, paling tidak dia masih memiliki suami. Caterina lupa, padahal selama ini dia selalu berjuang sendiri. Meskipun Jason pemilik perusahaan nomor dua di kota Angkasa, Caterina tidak pernah meminta bantuannya. “Aku tidak peduli dengan alasan dan penjelasanmu! Aku hanya akan percaya dengan hasil tes yang kamu lakukan!” Caterina merasa tidak berdaya jadi dia menganggukkan kepalanya dan menyetujui permintaan Jason. “Baiklah, aku akan tanda tangan tapi aku tidak bisa melakukan pemeriksaan besok. Aku harus mewakili Monstar dalam pameran.” “Setiap hari kamu hanya mengurus desain, apa kamu masih peduli padaku? Kamu melupakan tugasmu sebagai istri! Kamu masih berpikir bahwa kamu layak untuk menjadi pendampingku?” nada suara Jason terdengar penuh ejekan. Pria itu kembali tertawa dan menatapnya dengan pandangan jijik. Caterina menyeka air mata di kedua pipinya, bibir tipisnya mengukir senyum. Penampilannya sangat berantakan karena tidak sempat mengurus diri. Sepanjang hari dia sibuk di perusahaan untuk mengurus banyak hal. Sebelumnya dia memiliki beberapa gaun cantik, tapi semuanya sudah berpindah di dalam lemari Salsa. Setelah menerima surat yang sudah ditandatangani Caterina, Jason segera menelepon Salsa. “Dia sudah tanda tangan!” Jason memutar badan dan berjalan menuju ke kamarnya. “Sungguh? Kak Jason memang hebat dan bisa diandalkan!” pujinya dari seberang sana. Caterina masih berdiri di sana dan dia mendengar suara tawa wanita di telepon Jason. Caterina memukul dadanya sendiri, dadanya terasa sangat tertekan dan sesak. “Pernikahan macam apa ini? Jason aku sungguh sudah keliru menilaimu. Aku pikir kamu bisa berubah seiring berjalannya waktu, tapi perasaanku malah terasa semakin dingin mendengar kata-katamu dan tawa ejekanmu.” Caterina berjalan dengan langkah lesu. Dia ingin pergi ke lantai atas, di sana ruang kerjanya dan bersebelahan dengan kamar tamu. Di sana dia tidak akan mendengar suara menjijikkan di dalam kamar utama. Jika Caterina tidur di kamar utama, hampir saat larut malam Jason akan pindah ke kamar Salsa untuk mereguk kepuasan. Suara-suara itu terdengar sangat menjijikkan dan menyakitkan hatinya. Lusa adalah jadwal dia untuk melakukan tes di rumah sakit. Tiba-tiba langkahnya terhenti di tengah anak tangga. Caterina menoleh ke arah meja ruangan utama, foto-fotonya dengan Kendric masih berserakan di meja. Caterina kembali turun lalu mengambil semuanya dan membawanya menuju ke lantai atas. “Jadi namamu adalah Kendric?” Caterina menatap foto-foto itu lalu meremasnya dan melemparkannya ke tempat sampah. *** Pada keesokan harinya, Caterina datang ke acara pameran. Wiliam dan Amber juga datang untuk melihat-lihat. Di sana Jason malah memandu jalan di samping Salsa, dia mengenalkan Salsa pada rekan-rekannya seolah gadis itu adalah orang yang paling penting di dalam hidupnya. Sementara Caterina berdiri menjaga stan dan berusaha memperjuangkan nama perusahaan. Pada senja hari, semua desain yang terpilih di tunjukkan di layar monitor. Semua anggota bisa melihatnya. Monstar, Truth juga masuk ke dalam kategori sepuluh besar. Peringkat masih belum diumumkan. Semua orang yang nama perusahaannya disebutkan terlihat gugup dan memohon untuk memenangkan juara pertama. “Juara ke tiga diraih oleh perusahaan AMOUR, juara ke dua diraih oleh perusahaan TRUTH, juara pertama diraih oleh perusahaan MONSTAR! Selamat! Perwakilan dari masing-masing perusahaan diharapkan untuk naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan!” seru pembawa acara. Kendric mengepalkan tangannya. Dia merasa juri tidak adil, sebelumnya Truth tidak pernah kalah dan tidak disangka Monstar meraih juara pertama tahun ini. Di tahun-tahun lalu Monstar masih dalam pimpinan Wiliam dan mendapatkan juara ke tiga. Kali ini Amour, perusahaan Jason mendapatkan juara ke tiga. Jason tidak mengira desainnya akan dikalahkan oleh desain milik Caterina. Perwakilan dari masing-masing perusahaan berjalan ke depan dan naik ke atas panggung. Nama Caterina mulai dikenal sejak pameran hari itu. Dia mendapatkan tender yang Wiliam inginkan. Setelah acara berakhir, Jason dan Salsa menghampirinya. “Kamu pasti curang, tidak mungkin kamu bisa menang! Amatir sepertimu apa layak mendapatkan tender sebesar itu? Lebih baik tukar hadiah saja denganku! Papa dan Mamaku akan merasa bangga jika kamu memberikan tender utama untuk AMOUR.” “Ya, dengarkan kata-kata Kakak Jason, lagi pula Kakak Jason pasti lebih ahli menangani tender besar! Jika kamu yang menanganinya jangan-jangan MONSTAR akan langsung bangkrut!” Caterina menatap Jason yang sangat tidak tahu malu tanpa bisa berkata-kata. Kendric kebetulan baru saja pergi dari toilet dan bersiap untuk melihat karyawannya yang sedang mengemas stan miliknya. Ketika melintas di depan stan milik Caterina dia mendengar Jason meminta hadiah yang dimenangkan oleh istrinya. Kendric meremas botol di tangannya sampai membuat Jason dan Salsa menoleh. Permintaan Jason sebelumnya sudah teralihkan dengan suara botol. “Presdir Kendric !” Salsa maju ke depan dan berniat menjabat tangannya. Kendric sengaja berpura-pura tidak melihatnya dan langsung berjalan menuju ke arah Caterina. Dia merasa cemas wanita lugu dan polos itu akan memberikan hadiahnya pada Jason yang tidak tahu malu. Kendric berpura-pura melihat-lihat, lalu sengaja berdiri di samping Caterina. “Jangan lupa kamu masih berhutang padaku! Jika tender ini lepas dari tanganmu bagaimana kamu akan mengganti rugi padaku? Apa kamu mau aku tuntut dan masuk ke dalam penjara!” ancamnya. Wajah Caterina memucat, dia langsung menoleh pada Kendric sambil menggelengkan kepalanya. “Aku pasti akan menggantinya! Sungguh!”Sejak kejadian di kediaman Dominic, pengaduan Cery pada Frank tidak lagi digubris. Masalah Cery masih bersedia untuk bekerja di TRUTH juga sudah bukan urusannya lagi. Menurut Frank tindakannya kemarin terlalu gegabah, masalah hubungan bisnis tidak bisa diputuskan hanya karena pengaduan Cery. Ditambah lagi Caterina adalah orang penting di hati Dominic. Frank bisa melihatnya dengan jelas ketika semua orang berkumpul dalam perkumpulan keluarga beberapa hari yang lalu.Sementara itu, Salsa terus berusaha membuat Caterina menaruh curiga pada Kendric. Namun usahanya tidak pernah berhasil.***Di sisi lain, Jason memutuskan untuk mencari tahu hubungan Caterina dan Kendric di TRUTH, dia kembali merayu Salsa dan meminta Salsa untuk mencari tahu dengan alasan untuk bekerja sama dengan Caterina dalam proyek. Jason pergi ke kediaman Wiliam untuk berbicara dengan Salsa. “Aku ingin kamu pulang ke rumah, Salsa kita sudah menikah dan tidak baik jika kamu menetap di kediaman Papa dan Mamamu,” ujarnya
Di kediaman Dominic, Caterina bersikap dengan tenang tanpa rasa takut sedikit pun. Dalam pertemuan tersebut, Cery duduk di samping Frank dan terus melotot kesal ke arah Caterina.Satu jam sebelumnya ....Cery bicara empat mata dengan Frank, mereka dalam perjalanan menuju ke kediaman Dominic. “Pa, kamu harus membantuku untuk menyingkirkan wanita rendahan itu! Namanya Caterina, dia sangat tidak tahu malu! Sebelumnya dia pernah menikah dengan pria arogan lalu diceraikan dan mantan suaminya lebih memilih menikahi saudari tirinya! Sekarang dia ingin berebut denganku.”Frank tidak tahu alasan Cery begitu membencinya, sebelumnya putrinya itu sama sekali tidak pernah peduli dengan hal-hal sepele. Sekarang sikapnya sudah berubah dan sangat jauh dari tahun-tahun lalu.“Apa maksudmu? Kenapa kamu membencinya? Bukankah dulu kamu juga dekat dengan Kendric tapi tidak pernah emosional seperti ini?”“Pa, dulu Kendric tidak pernah mengabaikanku! Sekarang setelah menikah kemarin dia menolak mengantarku
“Wanita sombong! Lihat saja! Aku akan membuatmu diceraikan oleh Kendric! Asal kamu tahu saja di dalam keluarga Zegred posisiku sangat penting dibandingkan dengan orang asing sepertimu! Aku akan menghancurkanmu!” teriaknya.Cery sangat marah, dia mengambil tasnya dan langsung pergi meninggalkan gedung TRUTH. Tentu saja dia mengadu pada Frank tentang perlakukan Caterina yang kasar dan tidak sopan. Cery meminta Frank untuk membahas masalah itu secara langsung dengan Dominic walau sebenarnya Cery sendiri tidak yakin apakah masalah itu akan mempengaruhi bisnis keluarganya atau tidak.Pertemuan Caterina dengan pihak klien berjalan lancar, semuanya dia selesaikan dengan baik. Bahkan pihak klien tidak menyangka Kendric memiliki seseorang yang sangat ahli dan memiliki pemahaman mendalam tentang desain. Mereka sangat mengagumi karakter Caterina yang profesional dan cerdas.Sore itu Kendric datang ke TRUTH, sebelumnya dia bilang ingin menjemputnya. Ketika tiba di per
Cery merasa telah meremehkan Caterina. Sekarang Cery tahu alasan Dominic sangat menghargai cucu menantunya tersebut, bahkan pernikahan Kendric sengaja diatur oleh Dominic sendiri. Padahal selama ini Dominic tidak pernah membiarkan Kendric mengabaikannya sedikit pun. Cery merasa tidak punya sandaran lagi yang bisa dia andalkan di sana. “Apakah aku harus mengadukan masalah ini pada Papa?” tanyanya pada diri sendiri.Jery di sampingnya bisa mendengar keluhan Cery. Dia merasa Cery sangat kekanakan. “Hahaha!”“Apa yang kamu tertawakan?!” ketusnya.“Cery, di zaman modern ini mana ada gadis kecil dengan pola pikir sepertimu?”“Dasar Jery tua! Apa kamu tahu kenapa aku marah?!”“Ya-ya! Aku tahu kenapa kamu marah, karena Kendric tidak menggubrismu? Apa kamu tidak pernah tahu bagaimana Kendric meluangkan waktunya untukmu selama ini? Dia selalu mengusahakan apa pun untukmu, aku sendiri kadang heran. Awalnya dulu aku pikir Kendric dan kamu dijodohkan.”“Aku juga berpikir begitu, meskipun dulu kam
Caterina masuk ke dalam taksi, dia melihat tatapan dingin dari Kendric melalui kaca spion mobil. Di belakangnya, mobil Kendric mengikuti.Caterina tidak ingin memedulikannya, pikirnya dia tidak perlu banyak bertanya padanya. Lagi pula tidak ada gunanya bertengkar, Caterina mengabaikan curiga dalam hatinya, mengabaikan perasaan cemburunya, dan hal-hal itu membuatnya teringat dengan kejadian yang menimpa di masa lalu. Ditambah lagi kali ini Cery tidak hanya datang sehari dua hari tapi gadis itu akan tinggal di kota yang sama dengannya. Serta dia akan menjadi sekretaris Kendric di TRUTH.Kali ini Caterina tidak pulang ke rumah Kendric melainkan ke kediaman yang diberikan Dominic untuknya. Ketika dia tiba, Kendric juga turun dari dalam mobil. Pria itu menyusulnya masuk ke dalam rumah. “Caterina, aku bisa menjelaskannya padamu!”“Ken, aku pikir kita tidak perlu membahasnya, masalah ini sama sekali tidak penting. Aku sudah lelah, aku harus tidur agar bisa bangun besok pagi. Kamu pulanglah,
Pada pagi hari, Caterina mendapati Kendric memeluknya dari belakang. Tubuhnya terasa hangat. Dia bergerak dan Kendric tahu Caterina sudah bangun.“Tidurmu sangat nyenyak semalam,” ucapnya.Caterina tidak menjawab, dia berniat memindahkan lengan Kendric ke samping karena ingin bangun. Kendric sengaja menahannya untuk tetap pada posisinya.“Apa ada jadwal yang sangat mendesak? Kenapa harus bersiap-siap pagi-pagi?”“Ken, MEZEL baru saja berdiri, aku pemimpin di sana. Aku tidak ingin karyawan berpikir aku bermalasan di rumah. Setidaknya aku harus menunjukkan sikap disiplin di depan semua orang,”Kendric mencium pipinya. “Baiklah, setelah sarapan bersama aku akan mengantarkanmu, oke?” tawarnya.Caterina tidak memiliki alasan untuk menolaknya, jika dia terus menolaknya sepertinya Kendric akan terus bertanya di mana letak kesalahannya.“Ya.”Mereka bersiap-siap dan sarapan bersama. Suasananya menjadi lebih hangat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Caterina bisa merasakan perubahan hubungan m







