Home / Rumah Tangga / Kamu Duluan Selingkuh, Untuk Apa Menyesal / Bab 4 Beberapa hari sebelum perceraian

Share

Bab 4 Beberapa hari sebelum perceraian

Author: Jackie Boyz
last update Last Updated: 2025-08-03 23:54:36

***

Sebelum bercerai .....

"Aah!"

"Salsa, kamu sangat cantik dan menggoda! Bukalah lebih lebar, oh!"

"Kak Jason, tekan lebih keras lagi, sayang!"

"Aku tahu kamu sangat menikmatinya sayangku!"

"Kak Jason aku sangat mencintaimu, em ...."

"Aku tahu, sayang, aku tahu," ujar Jason seraya memberikan kecupan di kening Salsa.

"Berikan aku lebih sering, Kak Jason aku ingin setiap hari, aku ingin secepatnya hamil, awh, lebih cepat lagi, ayolah!"

"Oke, aku sangat mencintaimu, sayang, oh!"

Caterina meremas tali tas di bahunya, hatinya terasa sangat sakit sampai mati rasa.

Caterina dan Jason baru menikah satu minggu, mereka berdua belum pernah sekalipun melakukan hubungan badan dan sekarang dia mendengar erangan manja penuh gairah di dalam kamarnya.

Satu minggu yang lalu dia masih ingat kata-kata Jason di malam pernikahan.

"Aku ingin kamu melakukan tes keperawanan! Aku ragu kamu masih suci! Setelah kamu periksa baru kita akan melakukannya."

Kata-kata itu dia dengar di malam pengantinnya dan setelah mengatakannya Jason meninggalkan dirinya sendirian di kamar hotel.

Dulu dia sangat mencintainya tapi sekarang kesabarannya sudah di ambang batas.

Caterina mengepalkan tangannya lalu memutar badan dan pergi dari depan pintu kamar.

"Dia memintaku untuk melakukan tes keperawanan sementara dia sibuk bercinta dengan Salsa di dalam kamar kami! Pria sepertinya sungguh membuatku ingin mencekik lehernya sampai mati!"

Semalaman Caterina sangat sibuk di perusahaan dan dia bekerja lembur. Besok akan ada pameran dan pemenangnya akan mendapatkan tender. Wiliam sang ayah, memberikan tugas penting itu pada Caterina untuk mewakili perusahaan keluarga.

Caterina bekerja dengan sangat keras untuk menyenangkan Wiliam, tapi semua miliknya dikuasai Salsa - adik tirinya.

Caterina pergi ke kamar lain, dia memilih kamar tamu untuk beristirahat sebentar sebelum pergi ke perusahaan nanti siang.

Setibanya di dalam kamar dia segera menutup pintu dan melemparkan tubuhnya di kasur.

"Besok aku akan memindahkan bajuku, lebih baik membiarkan pria tidak berguna itu bersama Salsa!"

Di usia lima belas tahun Caterina bertunangan dengan Jason, keduanya dijodohkan sejak kecil.

Semuanya berjalan baik-baik saja sampai Wiliam memutuskan untuk menikah dengan Amber, wanita yang Wiliam kenal dari sebuah bar.

Setelah resmi menikah Amber membawa Salsa tinggal di rumahnya. Semua barang-barang miliknya direbut termasuk pria yang dinikahinya!

Wiliam tidak peduli dengan hal-hal sepele, ketika Caterina mengeluh, Wiliam berkata Caterina tidak berjuang dengan keras untuk mendapatkan perhatian suaminya. Segala hal terasa tidak masuk akal dan semakin membuatnya muak.

Dari waktu ke waktu hatinya terasa semakin tipis dan terus terkikis, hingga mati rasa!

Pada siang hari, pelayan di kediamannya membangunkannya.

"Nona Caterina!" Terdengar suara panggilan disertai ketukan pintu.

"Ya, aku akan turun sebentar lagi!"

Bukan hanya sekali ini Caterina tidur di kamar tamu, hampir setiap hari dan dia berencana untuk meninggalkan kamar terkutuk itu.

Caterina bangun dan keluar setelah bersiap-siap.

Dia ingin mengambil baju ganti di kamarnya. Ketika turun dari lantai atas dia melihat pintu kamar utama terbuka, Salsa dengan tubuh telanjang berjalan memeluk Jason, mereka masih menempel. Keduanya tidak menutupi tubuh polosnya dan pindah ke kamar Salsa yang ada di samping kamar utama.

Caterina sangat jijik melihatnya sampai ingin muntah.

Caterina masuk dan mengemas baju ke dalam koper untuk dipindahkan ke lantai atas.

Dari belakangnya Jason menegurnya.

"Kamu mau pergi dari rumah?"

Caterina meliriknya, dengan enggan dia berkata, "Aku akan membawa baju ganti ke kamar tamu."

"Bagus! Kapan kamu memutuskan untuk melakukan tes?"

Caterina menoleh sambil menyeret kopernya lalu berhenti tepat di depan Jason.

Kenapa keparat ini begitu terburu-buru? Apa jangan-jangan dia ingin meniduriku lalu meniduri Salsa dalam satu malam! Coba saja kalau berani menyentuhku akan aku potong milikmu!

Jason tertawa, suara tawanya terdengar sangat menjijikkan.

"Kenapa? Apa alasanmu menundanya? Jangan-jangan kamu sudah tidak perawan!"

"Aku masih sibuk, akan ada pameran, semua perusahaan bergabung dan berlomba untuk mendapatkan tender. Setelah semuanya selesai aku akan melakukan tes!"

"Alasan saja!" Gerutu Jason.

Caterina tidak ingin berdebat dengannya, dia sudah tidak berharap apa-apa dengan pernikahan mereka berdua.

Dulu sebelum menikah, Caterina masih berharap akan memiliki rumah tangga bahagia. Mereka juga masih hangat dan saling peduli satu sama lain.

***

Pada sore hari Caterina pergi ke lokasi pameran. Di sana dia ingin memeriksa lokasi dan stan yang akan dia gunakan memajang desain miliknya besok. Satu jam kemudian dia menerima telepon dan pesan dari Salsa, Caterina sangat marah dan dia berjalan dengan terburu-buru.

Dari pintu lain seorang pria datang bersama beberapa pria di sampingnya, secara tidak sengaja Caterina menabraknya, pria dengan kotak desain di tangannya membelalakkan mata. Kotak tersebut jatuh dan barang di dalamnya rusak.

"Maaf! Maafkan saya! Saya sungguh tidak sengaja!" Ujarnya dengan sungguh-sungguh.

Pria itu menatapnya dengan tatapan mata penuh aura pembunuh.

"Tidak sengaja katamu? Kamu tidak tahu rancangan yang aku buat ini khusus untuk dipamerkan besok?!"

Wajah Caterina seketika memucat.

"Aku akan menggantinya! Aku akan memperbaikinya!" Ujarnya sungguh-sungguh.

"Wanita sialan, aku akan mengingat wajahmu! Kamu harus membayar ganti rugi!"

Pengawal di sekitar Kendric sudah bersiap untuk menahan Caterina. Caterina sangat ketakutan.

"Ya, aku-aku akan menggantinya! Aku pasti menggantinya, Tuan aku akan memperbaiki desainmu, percayalah aku bisa melakukannya!" Ujarnya dengan sungguh-sungguh.

Kendric mengangkat tangan kanannya dan pengawal itu mundur menjauh.

"Baiklah, aku ingin kamu mengembalikannya seperti semula."

Nada suara Kendric tidak sekeras sebelumnya, pria itu membantu Caterina mengemas desainnya yang berantakan di lantai.

Dia diam-diam melihat bekas air mata di pipi dan kedua mata wanita cantik di depannya. Kendric tahu wanita itu tidak menangis karena bertabrakan dengannya tapi karena ada masalah lain.

Saat berjongkok dan membantunya secara tidak sengaja dia melihat foto dan pesan yang dikirimkan Salsa pada Caterina. Ponsel wanita itu masih tergeletak di lantai.

Salsa memamerkan foto mesranya di ranjang di dalam selimut saat bercinta dengan Jason.

Kendric mengenal pria di dalam foto dan dia terkejut ketika membaca pesan itu.

"Kakak Jason tidak mencintaimu, kalian tidak memiliki harapan lagi, dia lebih senang bersamaku di ranjang, kami akan segera punya anak dan aku akan menikahinya, kalian lebih baik segera bercerai!"

Kendric tidak tahu kelanjutan ucapan Salsa dalam pesan itu karena Caterina sudah memasukkan ponselnya ke dalam saku.

"Di mana stan Anda, Tuan?" Tanya Caterina pada Kendric.

"Di sana!" Kendric menunjuk stan yang berada di deretan ujung.

Caterina berjalan menuju ke sana dan dia mulai mengeluarkan peralatan dari dalam tasnya. Kebetulan dia membawa peralatan yang dia gunakan untuk menata desain perhiasan miliknya.

Kendric menatapnya dan mengagumi hasil pekerjaan Caterina.

"Sudah selesai, Tuan!"

Kendric melihatnya dan semuanya sudah dikembalikan ke semula. Bahkan tidak ada jejak bahwa perhiasan itu baru saja diperbaiki.

Wanita ini memiliki keahlian luar biasa!

Caterina menatapnya, pria di depannya itu penuh dengan kharisma tapi sedikit dingin dan terlihat agak menakutkan.

Kendric terus mengamati desain perhiasan miliknya yang sudah selesai diperbaiki.

"Tuan, bolehkah saya pergi?" Tanyanya hati-hati.

"Tinggalkan nomor telepon mu!"

Caterina tidak langsung memberikannya karena pikirnya dia sudah memperbaikinya dan tidak perlu lagi berhubungan dengan orang itu.

"Kenapa? Nona sebelumnya berjanji untuk mengganti rugi, apa sekarang sudah tidak ingat lagi?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kamu Duluan Selingkuh, Untuk Apa Menyesal    Bab 89 Dua cucuku yang sedang jatuh cinta

    Kendric mengerutkan keningnya, dia baru saja bicara panjang lebar tapi tidak mendengar sahutan Caterina dari seberang sana. Ketika menatap layar ponselnya ternyata panggilannya terputus. Kendric sangat marah dan salah menekan tombol di layar. Dia sendiri yang sudah memutuskan panggilannya.Dengan frustrasi dia melemparkan benda pipih itu di atas meja. Satu jam kemudian, asistennya datang mengetuk pintu.“Masuk!” serunya dari dalam ruangan. “Presdir, ada kiriman dari kurir untuk Anda,” asisten Kendric membawakan bungkusan masuk ke dalam lalu meletakkannya di meja.“Apa isinya?” tanya Kendric dengan malas. Dia bersandar di kursi ruangan kerjanya tanpa berniat melihat ke dalam bungkusan.“Saya tidak tahu, Presdir,” “Apa kamu tahu siapa yang mengirimnya?” tanyanya.“Saya tidak tahu, saya akan membacanya, sebentar,” asisten tersebut mulai memeriksa siapa yang sudah memesan bungkusan itu. Kedua matanya berbinar ketika melihatnya. “Bu Caterina!”“Bukalah, lihat apa yang dia kirimkan untuk

  • Kamu Duluan Selingkuh, Untuk Apa Menyesal    Bab 88 Kamu harus datang

    Caterina sangat kelelahan, ponselnya berdering di atas meja dan lengan Kendric masih memeluknya sejak mereka kembali berhubungan intim di meja.Ponsel itu terus berdering dan menimbulkan suara berisik. Caterina melepaskan pelukan Kendric dari pinggangnya lalu bergeser menjauh dan duduk di tepi ranjang. Sinar matahari menerobos melalui kaca jendela di dalam kamar.“Sudah pagi?” gumamnya. Caterina terlihat sangat kelelahan, dia meraih teleponnya dan melihat nama Jason tertera di layar.“Kenapa Jason terus menelepon sejak semalam?” Jarinya bergeser menggulir layar, membuka kotak pesan di sana. ‘Kenapa kamu tidak datang? Aku dan keluargaku menunggumu sangat lama, kami selalu berharap kamu masih bisa memiliki hubungan baik dengan kami. Caterina, jawablah! Kenapa kamu hanya membaca pesanku tanpa menjawabnya? Apakah terjadi sesuatu padamu?’Caterina meletakkan kembali di meja lalu bersiap-siap, dia harus kembali ke gedung yang dia sewa untuk melanjutkan renovasi. Caterina sudah selesai m

  • Kamu Duluan Selingkuh, Untuk Apa Menyesal    Bab 87 Demam di dalam dan luar

    Caterina membeku, dia tidak bisa mengatakan apa pun. Mungkin semua yang Kendric benar dan tepat mengena di dalam hatinya. Beberapa saat kemudian pelayan datang dan mengantarkan pesanan mereka berdua. Caterina menikmati buburnya tanpa bicara, sementara Kendric sejak tadi lebih banyak memperhatikan Caterina dibandingkan menyuap bubur ke dalam mulutnya sendiri. “Uhuk! Uhuk!” Kendric terbatuk-batuk.Caterina meletakkan sendoknya lalu menatapnya, Kendric terus batuk dan tidak berhenti.“Makanlah pelan-pelan,” ujarnya seraya menyodorkan kotak tisu ke depan Kendric.Kendric mengambilnya satu helai lalu menyeka bibirnya. “Sepertinya aku meriang, badanku terasa sangat tidak nyaman,” Kendric menatap Caterina, berharap Caterina bersedia pulang ke rumah bersamanya malam ini.Caterina menatap tubuh Kendric, pria ini memiliki tubuh berotot dan tidak memiliki banyak lipatan lemak di pinggang seperti pria seusianya. Wajahnya tirus dan masih sama seperti saat mereka berdua bertemu beberapa tahun ya

  • Kamu Duluan Selingkuh, Untuk Apa Menyesal    Bab 86 Aku selalu jujur dengan hatiku, bagaimana denganmu?

    Caterina hanya bisa menganggukkan kepalanya seraya mengukir senyum di bibirnya, dia menatap semua orang untuk menyatakan persetujuannya atas keputusan yang dibuat Kendric barusan.Kendric merasa pertemuan hari ini sudah cukup.“Rapat selesai, lanjutkan pekerjaan kalian seperti biasa!” ujar Kendric.Semua orang bergegas berdiri dari kursi masing-masing lalu kembali bekerja. Salsa sudah mendengar semua yang Kendric katakan dari luar dinding ruang rapat, meski tidak begitu jelas, intinya dia mengetahui bahwa Kendric berniat memberikan kursinya untuk Caterina. Salsa pikir Caterina yang sudah memaksa Kendric sampai mengambil keputusan sejauh ini.“Caterina ini, dia hebat sekali! Bagaimana dia bisa menjinakkan seekor serigala licik seperti dia? Ini mustahil! Apakah dia melakukan sihir?” tanya Salsa pada dirinya sendiri.Melihat semua orang sudah keluar dari dalam ruang rapat, Salsa segera meninggalkan posisinya. Dia tidak ingin kepergok sedang mengintip dan menguping. Saat Caterina berjal

  • Kamu Duluan Selingkuh, Untuk Apa Menyesal    Bab 85 Aku bisa mengabulkan keinginanmu

    Sama sekali tidak ada titik terang dalam percakapan mereka berdua. Kendric memilih diam sampai mereka berdua tiba di TRUTH.Di TRUTH, Salsa sejak pagi menunggu Kendric. Semua karyawan mengucilkannya dan tidak menganggapnya ada. Di dalam ruangan kerjanya Salsa hanya menganggur dan tidak diberi pekerjaan sama sekali oleh karyawan lain.“Kenapa Kendric lama sekali? Apakah dia tidak akan datang ke perusahaan hari ini?” tanyanya pada diri sendiri. Saat makan siang tiba, Salsa pergi ke kantin dan dia mendengar orang-orang mulai begosip.“Aku senang akhirnya Bu Caterina kembali dengan Presdir,”“Ya, mereka sangat cocok!”“Sejak awal aku sudah berpikir tidak mungkin CEO bercerai dengan Presdir,”“Masalah sekarang sudah selesai, mereka tidak akan bercerai sampai kapan pun!” Salsa mengerutkan keningnya. Dia ingin tahu apa yang sedang mereka bicarakan. “Eh, apa yang kamu katakan tadi? Aku ingin tahu!” tanyanya pada sekumpulan karyawan yang sedang menikmati makan siangnya.“Apa kamu tidak men

  • Kamu Duluan Selingkuh, Untuk Apa Menyesal    Bab 84 Kita sama sekali tidak cocok

    Kendric buru-buru mengambil mangkuk tersebut dari atas nampan, dia duduk di kursi dan mulai menikmatinya. Caterina berjalan mendekat lalu duduk di sampingnya.“Pertemuanku dengan Jason akhir-akhir ini bukan ideku, dia datang menemuiku dengan niat memperkerjakanku sebagai desainer di AMOUR, selain membahas pekerjaan dia tidak membahas apa pun, jika kamu masih tidak percaya-”“Aku percaya,” Kendric sudah menghabiskan supnya, dia meletakkan mangkuk kosong di atas nampan dalam genggaman Caterina. Caterina mengangguk, ekspresinya tampak canggung. Dia segera berdiri dan bersiap keluar dari dalam ruangan. “Sup buatanmu, sangat enak....” ujar Kendric.Langkah Caterina terhenti sejenak, dia menoleh dan dia melihat Kendric tersenyum.Caterina tidak mengatakan apa pun, dia keluar dari dalam kamar Kendric begitu saja. Dia pergi ke dapur, pelayan di kediaman Kendric mengambil nampan dan mangkuk dari tangannya.Caterina menarik kursi di ruang makan, duduk di sana dalam waktu lama. Dia masih memik

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status