Share

Bab 340

Author: Finella Zakaria
Nayla keluar dari ruang pemantauan setelah mengambil rekaman, tepat saat telepon seluler asisten Arman berdering.

"Maaf, Nona Nayla, aku angkat telepon dulu."

"Silakan," jawab Nayla dengan anggukan ringan.

Asisten itu lalu berjalan ke samping untuk menerima panggilan telepon.

Beberapa saat kemudian, dia kembali ke sisi Nayla dan tersenyum. "Nona Nayla, Pak Arman tanya, apa kamu mau pergi makan malam di rumahnya nanti?"

"Pak Arman juga bilang, tolong jangan menolak undangannya."

Nayla pun termenung.

Kalau dipikir-pikir, sudah bertahun-tahun lamanya sejak terakhir kali dia makan bersama paman dan bibinya.

Dia memang cukup durhaka selama bertahun-tahun, tapi dia benar-benar tidak bisa pergi makan malam bersama mereka hari ini. "Tolong bilang ke pamanku, aku pasti datang menemuinya sehabis kerjaanku selesai beberapa hari lagi."

Melihatnya menolak, asisten itu tampak canggung dan serba salah.

Nayla menambahkan dengan senyuman, "Beri tahu dia jangan khawatir, aku nggak akan ingkar janji."

As
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 371

    Kakek Markus membentak Karin. "Diam! Siapa suruh kamu datang?"Tatapan tajamnya tertuju pada Yuna, yang maknanya sangat jelas.Bisikan-bisikan terus beredar, dan tatapan yang diberikan kepada Nayla tampak sangat menghina.Nayla tetap tenang, menatap Hans dengan senyum dingin. "Jadi ini trikmu malam ini?"Hans pura-pura polos. "Kamu salah paham. Ini nggak ada hubungannya denganku. Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu?"Karin berkata dengan suara tajam, "Aku bisa bersaksi Nayla merayu kakakku. Tapi, orang yang menikah dengan kakakku bukan dia.""Semua orang tahu bahwa kakakku dan Nona Shania saling mencintai, dan mereka sudah menunggu satu sama lain selama bertahun-tahun.""Nayla pasti mencoba menggoda kakakku, tapi gagal."Saat Karin selesai bicara, seseorang bertanya, "Siapa kamu? Jangan cuma mengarang cerita. Mana saksinya?"Karin melirik Cia, matanya memberi isyarat."Aku ... aku bisa bersaksi Nayla menggoda Pak Simon."Cia melangkah maju, menatap Nayla tanpa takut. "Aku pemain

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 370

    Orang yang masuk adalah Hans.Dia mengenakan setelan mahal dan mendekatinya sambil tersenyum. "Kenapa? Masih nunggu Simon?"Nayla mengabaikan perkataannya, wajahnya dingin. "Ngapain kamu di sini? Kamu nggak diundang. Pergi."Hans mendengus sinis. "Aku datang untuk menyelamatkanmu, biar nanti nggak terlalu mempermalukan diri sendiri."Nayla mengerutkan kening menatapnya.Hans sejak dulu orang yang angkuh, enggan mengakui kekalahan.Sejak putus pertunangan, kemudian mengungkap sifat asli Karin, dan akhirnya ketika dia mengetahui pernikahannya dengan Simon ....Hans selalu saja menyangkal, hanya percaya pada apa yang ingin dia percayai.Jadi, selama ini, tidak peduli apa pun yang Nayla katakan, dia tidak percaya bahwa wanita itu tidak mencintainya lagi."Aku nggak mau bicara denganmu, pergi."Nayla memanggil pelayan yang berjaga di luar. "Tolong antar dia keluar."Para pelayan menyadari betapa pentingnya malam ini.Ulang tahun Simon dirayakan dengan sangat meriah.Selain itu, beredar kaba

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 369

    Nayla segera menarik tangan Simon dan berkata dengan wajah cemberut, "Aku cuma tanya, kamu nggak perlu sumpah."Simon menggelitik hidung Nayla. "Aku cuma ingin kamu tahu kalau pernikahan kita itu benar-benar keinginanku.""Nayla, aku harap apa pun yang terjadi, kamu akan selalu percaya padaku, oke?"Mata gelapnya sedalam tinta, menatap mata Nayla dengan penuh harapan.Nayla membeku, menatapnya dalam diam.Menatap mata hitam pekat itu, perasaan tak terlukiskan bergejolak dalam dirinya. Detak jantungnya perlahan-lahan semakin cepat.Dia mengikuti kata hatinya dan mengangguk tanpa sadar. "Oke."Simon langsung tersenyum lega, "Terima kasih.""Sama-sama." Nayla tidak kuasa menahan senyumnya.Sekitar pukul delapan malam, Simon menerima telepon dari Ben.Sepertinya, Shania sudah bangun dan bersikeras ingin bertemu dengannya.Nayla tahu situasi Shania rumit. "Pergilah, masalah ini memang harus ditangani.""Kamu nggak cemburu?"Simon terkejut dan dengan lembut mengetuk hidungnya.Nayla tertawa.

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 368

    Nayla takut telah merenggut nyawa seseorang dan tanpa sadar menggenggam tangannya. "Apa dia akan mati?"Adegan ini terasa seperti deja vu.Tapi pada saat itu, dia juga mendampinginya sama seperti sekarang, membujuk dan menenangkannya, seolah memberikan suntikan kekuatan ke dalam hatinya."Nggak, jangan khawatir."Simon mengusap rambutnya beberapa kali, lalu menundukkan untuk mencium keningnya, berulang kali menenangkannya."Jangan khawatir. Apa pun yang terjadi, aku akan mengurus semuanya untukmu."Nayla menatapnya dengan kosong, hatinya pedih karena penyesalan.Simon begitu baik padanya, tapi dia hampir meragukannya berkali-kali.Dia memeluk pria itu erat-erat, tidak ingin pulang sendirian."Kamu juga mau ke rumah sakit? Aku ikut." Nayla memeluknya erat.Meskipun dia membenci Shania, dia takut sesuatu yang buruk benar-benar terjadi.Lalu dia akan menjadi seorang pembunuh.Simon mengusap kepalanya dengan lembut. "Aku tahu kamu khawatir ....""Jadi begini saja, aku temani kamu pulang. N

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 367

    Dia menarik napas dalam-dalam, telapak tangannya mengepal dan bersiap membuka pintu.Tanyakan padanya apa yang sebenarnya terjadi.Tiba-tiba, amarah Simon yang tertahan terdengar dari dalam. "Kalau kamu gila, pergi ke rumah sakit jiwa."Shania berhenti tersenyum. Matanya merah padam, menatapnya dengan marah. "Kalaupun aku gila, itu karena kamu yang memaksaku jadi gila."Pria itu berkata bahwa setelah kehilangan orang yang dicintainya, dia tidak akan pernah mau berkompromi dan menjalin hubungan dengan wanita lain.Dia telah menunggunya selama lima tahun.Tapi, lima tahun kemudian, pria itu malah bersama mantan tunangan adiknya.Ini merupakan penghinaan besar baginya.Dia sungguh benci!"Cepat pergi dari sini, jangan sampai Nayla melihatmu!" Simon memperingatkan dengan dingin.Shania mencibir, "Aku nggak mau pergi. Kamu bisa apa? Punya hak apa dia merebut pria pilihanku? Aku nggak akan mengampuninya!"Simon mengerutkan kening, kesabarannya habis. Tangannya mencengkeram leher wanita itu d

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 366

    Nayla menoleh untuk melihatnya, tidak bisa mengaitkan pria elegan dan tampan di depannya ini dengan pria yang dideskripsikan Hans."Kenapa kamu menatapku terus?"Menyadari tatapannya, Simon tersenyum.Nayla berkata sambil tersenyum tipis, "Aku cuma penasaran, apa mungkin kamu tiba-tiba berubah pikiran dan membatalkan acara besok lusa.""Apa aku tipe orang yang rela menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan istriku?" Simon mengerutkan kening, seolah kata-kata Nayla sangat tidak mungkin akan terjadi.Nayla mendengus.Dia pasti gila jika membiarkan kata-kata Hans mengganggunya.Hans adalah orang yang kekanak-kanakan dan posesif. Meski dia tidak mencintai Nayla, dia tetap ingin menghancurkan kebahagiaannya dengan orang lain.Entah orang ini Simon atau siapa pun itu."Aku cuma bercanda, tolong jangan diambil hati."Nayla mengambil sebuah gaun pengantin, tersenyum manis dan cerah, "Yang ini gimana menurutmu?""Bagus."Simon sangat murah hati dalam memberikan pujian. Dia berkata, "Nyonya Jatmi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status