Share

Bab 341

Author: Finella Zakaria
Selain daging jeroan favorit Nayla, Simon juga menyiapkan makanan laut.

Udang, kerang, dan bahkan kepiting raja.

"Kamu suka, jadinya kubuatkan. Kita makan bersama." Mata gelap Simon berbinar sambil tersenyum penuh kasih sayang.

Hati Nayla berbunga-bunga. "Kamu yang siapkan semua ini sendiri?"

"Aku sudah bilang mau masak sendiri. Mana mungkin aku serahkan ke orang lain?"

Simon menarik kursi, menariknya mendekat, dan dengan lembut menekan bahunya agar duduk. "Orang bilang, suami yang bisa masak da
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Eneng Karwati
Makin banyak aja ni iklan
goodnovel comment avatar
Ros
Semoga Simon selalu menomer satukan dan mendahulukan Nayla…..Dan semoga Nayla segera hamil….. kok ga hamil2 yaa…. Sdh sering bersm dan Naya msh muda kan. Pasti subur….. Ada anak kan enak…. Ada temen nya , menjadi buah hati dikala hati sedih ada yg menjadi obat nya. Hrs Tegar dan kuat.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1207

    Dia tiba di depan pintu kantor Boby, dan asistennya mengatakan bahwa Boby sedang menelepon di dalam.Nayla tidak meminta asisten itu untuk memberitahukan kedatangannya. Dia mengetuk pintu dan masuk sendiri.Suara Boby terdengar di telinganya."Ya sudah, apa pun yang kamu suka, beli saja sesukamu. Nggak usah hemat-hemat uang kakakmu.""Lagi pula, ini ulang tahunmu. Aku malah ingin kamu beli banyak hadiah. Setelah kalian selesai makan bersama nanti, sisakan sedikit waktu, ya? Aku mau menemanimu potong kue. Oke?"Suara Boby terdengar lembut, membujuk dengan suara pelan kepada orang di telepon.Ini kali pertama Nayla melihat sisi lembutnya. Dia berbicara dengan sangat hati-hati, takut satu kata yang terlalu keras akan membuat mengagetkan orang di telepon itu.Tidak perlu diragukan lagi, betapa sayangnya dia pada adiknya ini."Oke, aku transfer sekarang."Tanpa menutup telepon, Boby mentransfer sejumlah uang kepadanya.Dia bahkan tidak menyadari bahwa Nayla sudah masuk, tidak sempat melirik

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1206

    Pak Nugraha ....Tangan Soni yang memegang ponsel tiba-tiba mengepal erat, seolah ponsel itu akan hancur berkeping-keping dalam sekejap.Pak Nugraha adalah kepala pelayan di rumah keluarga besar.Dia telah mendampingi Pak Thomas selama puluhan tahun. Hampir semua urusan Pak Thomas, baik besar maupun kecil, selalu melalui tangannya.Sepertinya, mereka sudah mengetahui sesuatu.Rencananya pun harus dimajukan.Soni teringat sesuatu dan mengeluarkan ponselnya untuk mengirim pesan kepada Nayla.Nayla baru berangkat ke kantor lagi hari ini untuk menangani urusan perusahaan, dan langsung mengadakan rapat.Hampir semua petinggi perusahaan hadir.Di ruang rapat, Nayla sedang mendengarkan laporan kerja mereka, dan tiba-tiba terdengar bunyi pesan.Dia mengambil ponsel di atas meja dan meliriknya, lalu sedikit mengerutkan kening.Soni: [Aku bisa memberi apa yang kalian inginkan, tapi kamu juga harus memberikan apa yang aku inginkan.]Belakangan ini, Soni sering menghubunginya, dan tujuannya pun se

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1205

    Amanda dikuras habis sepanjang malam.Keesokan harinya, dia langsung mengatai Mario.Bibir tipis Mario melengkung penuh kepuasan. "Kalau kamu mengataiku terus, malam ini lanjut.""..."Melihat betapa bahagianya dia, Amanda hampir curiga apakah dia sengaja menyebarkan rumor negatif itu di internet.Dengan begitu, dia bisa membawanya pulang dan tinggal bersama secara terbuka.Amanda teringat pertanyaan yang belum tuntas semalam, menyinggungnya lagi. "Nenekmu pingsan karena nggak kuat setelah tahu tentang hubungan kita dari internet?"Mario tahu Amanda memang cerdas.Wajar saja jika dia bisa menebak hal itu."Jangan pedulikan dia."Mario mengiakan tanpa kata. Dengan nada santai, hampir seperti menertawakan diri sendiri. "Cucunya sendiri dokter, dan hasil periksa kesehatan tahunannya selalu bagus, jadi nggak akan ada masalah besar."Selama bertahun-tahun, dia sudah terbiasa dengan taktik seperti ini.Dia sudah kebal.Neneknya saja yang belum bosan menggunakan taktik ini.Amanda seperti men

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1204

    "Aku menunggumu."Mario merasakan sebuah desakan di hatinya. Bukan karena senang, melainkan justru rasa cemas."Malam ini dingin, tunggu di kamar saja.""Cepat masuk kamar, tiduran di dalam, jangan sampai masuk angin."Mario menggenggam tangannya, lalu berkata dengan lembut sambil hendak membawanya kembali ke kamar."Mario ...."Amanda menarik tangannya kembali, tidak beranjak.Mario menoleh, menatapnya dengan bingung. "Ada apa?"Amanda selalu jujur dan terus terang.Dia tidak akan tenang jika tidak menanyakan kebenarannya sampai tuntas.Daripada berspekulasi, lebih baik langsung bertanya."Aku mau tanya sesuatu padamu.""Serius sekali?"Mario terkejut. Amanda memang tidak bisa menyembunyikan sesuatu. Begitu masuk tadi, dia sudah merasakannya."Oke, tanyakan saja, ada apa?"Amanda mengatur kata-katanya, matanya menatap pada ke alis dan mata Mario yang lembut."Kamu sudah lama tahu kalau berita viral di internet yang menjelek-jelekkan aku itu ada hubungannya dengan Sandra?""Dan kejadia

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1203

    Nayla tidak ingin Amanda salah paham. Dia mengangguk dan mulai menjelaskan."Walaupun sudah ditemukan keterkaitan dengan Sandra, belum ada bukti konkret. Masih dugaan saja."Amanda merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya, matanya menggelap, tapi dia tidak ingin Nayla khawatir."Aku mengerti. Kalau memang ada kaitannya dengan Sandra, aku benar-benar nggak akan membiarkannya begitu saja."Nayla menimpali, "Jangankan kamu. Aku akan jadi yang pertama nggak setuju."Amanda tersenyum lega. "Kamu memang sahabatku."Nayla juga tersenyum.Melihat suasana hati Amanda tampak tidak berubah, Nayla pun perlahan merasa tenang.Setelah itu, mereka tidak banyak bicara lagi dan menutup telepon.Begitu telepon diputus, Simon membuka pintu dan masuk ke kamar tidur.Melihat senyum masih terukir di wajah Nayla, dia mendekat beberapa langkah ke tepi tempat tidur, suaranya terdengar sedikit masam."Istriku sedang telepon siapa, senyumnya bahagia begitu?""Kenapa? Cemburu?""Ya, aku cemburu."Simon membu

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1202

    Andini sama sekali tidak menunggu jawabannya. Dia langsung berbalik, masuk ke mobil mewah di sebelahnya dan pergi.Sandra sudah lebih dulu duduk di kursi penumpang depan, menunggunya.Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil sunyi senyap.Sandra bisa merasakan bahwa Mario sedang tidak senang.Dia menduga karena apa yang baru saja dikatakan Andini kepadanya."Maaf membuatmu repot-repot mengantarku."Sandra memilin-milin tangannya, sengaja memulai percakapan.Mario tetap fokus mengemudi, menjawab dengan datar."Nggak apa-apa, memang sejalan."Setelah jeda sejenak, dia melanjutkan, "Untung kamu datang tepat waktu malam ini, jadi Nenek nggak apa-apa. Terima kasih."Sandra tersenyum lembut."Bagaimanapun juga, kita kan teman. Kamu nggak perlu terlalu sopan. Lagi pula, aku dan Nenek juga punya ikatan khusus. Dia sangat baik kepadaku. Ini memang sudah tugasku."Mario mengangguk, lalu diam.Sampai mereka tiba di depan rumah Keluarga Zoya.Sandra mengucapkan terima kasih, lalu bersiap turun

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 73

    Namun, belakangan ini, sepertinya dia mendapat satu perhatian lagi, yaitu dari Simon."Sudah cukup!"Suara Hans terdengar penuh amarah.Nayla melihat Hans sedang memeluk Karin erat-erat dan satu tangannya mencengkeram tas tangan Amanda. Mata merahnya menatap Amanda dengan marah."Amanda, aku sudah s

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 89

    Jadi sedikit berharap.Dia tiba-tiba teringat saat dia tenggelam di usia sepuluh tahun. Ketika seorang remaja menyelamatkannya, dia mendengar suara remaja itu yang jernih dan bersih, "Jangan takut, kamu sudah aman."Hari itu, hanya dengan mendengar suaranya, hatinya bergetar.Setelah sadar, hal pert

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 87

    Saat melihat Nayla membela dirinya dengan penuh percaya diri, sorot mata Simon yang dalam muncul sedikit rasa senang.Karin terkejut, Nayla tampak benar-benar kembali seperti dulu, penuh percaya diri dan angkuh."Kamu berani ngomong ke aku dengan sikap kayak gini..." Yuna menunjuk Nayla dengan marah

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 452

    Nayla bersiap untuk masuk ke dalam mobil.Tiba-tiba, sesosok wanita berlari panik ke arahnya."Nayla ...."Suara itu terdengar tidak asing, bernada cemas.Nayla berhenti sejenak saat sedang membungkuk di pintu mobil, lalu menoleh ke belakang.Cia bergegas mendekat, tapi Charlie menghentikannya."Ada

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status